TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 62


__ADS_3

Setelah menculik Nadine, anak buah Alexander lalu membawa Nadine ke sebuah rumah kosong yang terletak di tepi hutan.


"Di mana wanita itu?" Tanya Alexander pada anak buahnya.


"Dia kami ikat di ruang bawah tanah bos." Jawab salah satu anak buah Alexander.


"Bagus, apakah dia sudah bangun?" Tanya Alexander sambil menghisap rokok miliknya dengan santai.


"Saat ini nyonya masih tertidur bos."


"Hmm, beritahu saya kalau wanita itu sudah bangun. Saya ingin beristirahat dulu, ingat kalian jangan sampai membuat wanita itu sampai lecet." Kata Alexander datar.


"Baik bos."


"Bagus, jaga dia dengan baik." ucap Alexander lalu melenggang pergi meninggalkan anak buahnya.


°°°°°°


Disisi lain, saat ini kelaya masih tidak sadarkan diri di rumah sakit setelah insiden pemukulan tadi. Untung saja grab yang di pesan kelaya segera datang, jadi dia bisa membantu kelaya dan anak-anak pergi dari situ. Dia jugalah yang sudah membawa kelaya ke rumah sakit.


"Sayang, cicit-cicit Oma." lirih Oma Dian sambil memeluk erat Alicia dan Arion yang masih terus menangis sejak tadi.


"Terimakasih ya pak, sudah menolong cucu dan cicit saya." Ucap Opa Nicholas pada supir grab yang sudah menolong kelaya dan kedua anak Nadine tadi. Dia jugalah yang sudah membawa kelaya di rumah sakit.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Oma dian pada sang supir grab.


"Saya juga kurang tau Bu, karena saat saya sampai di sana nyonya itu sudah tidak sadarkan diri dengan kondisi wajah yang babak belur."


"Begitu, terimakasih tuan karena sudah menyelamatkan cucu dan cicit saya. Ini ada sedikit uang sebagai ucapan terimakasih atas bantuan anda." ucap Opa Nicholas sambil menyerahkan beberapa lembar uang pada sang supir grab.


"Ini terlalu banyak tuan."


"saya mohon, jangan di tolak."

__ADS_1


"Baik tuan, terimakasih. Kalau begitu saya mau izin pamit sekarang tuan."


"Baiklah, sekali lagi terimakasih karena sudah menyelamatkan cucu dan cicit saya."


"Iya tuan, saya juga mengungkapkan terimakasih banyak atas uang ini. Ini bahkan terlalu banyak."


"Uang itu tidak sebanding dengan bantuan anda pada cucu dan cicit saya."


"Terimakasih tuan, kalau begitu saya izin pamit. assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Opa Nicholas lalu berjalan menghampiri kelaya yang masih tidak sadarkan diri. Opa Nicholas menghela napas kasar saat melihat wajah gadis yang sudah di anggapnya sebagai cucu kandungnya itu yang tampak babak belur. Padahal dia seorang wanita bagaimana bisa para penjahat itu dengan tega memukuli kelaya seperti ini. Opa Nicholas memijat keningnya yang terasa pening. Terlebih saat ini kedua cicitnya masih saja menangis memanggil manggil sang ibu. Opa Nicholas menatap nanar Alicia dan Arion, hatinya sakit saat melihat kedua cicitnya itu.


"Sayang bilang sama Oma siapa yang sudah pukul aunty Aya?" Tanya Oma Dian pada kedua cicitnya.


"Rion tidak tau Oma, Rion tidak kenal mereka. Tapi mereka menculik mommy." Lirih Arion sambil memeluk erat sang adik yang masih terus terisak pilu akibat insiden yang mereka alami 1 jam yang lalu. Keduanya masih merasa ketakutan juga cemas terhadap kondisi sang ibu yang saat ini mereka tidak tau bagaimana kondisinya.


Karena melihat kondisi kedua cicitnya yang saat ini tidak baik-baik saja, akhirnya opa Nicholas menghampiri mereka.


"Tenang ok, nanti opa akan buat laporan. Tapi kalian berdua nggak apa-apa kan? Orang-orang itu tidak melukai kalian berdua kan?" Tanya opa Nicholas pada Arion dan Alicia. Dia menatap penuh khawatir kedua cicitnya itu. Opa Nicholas merasa tidak berguna saat ini, dia merasa dirinya gagal melindungi cucu dan kedua cicitnya itu.


"Hiks opa mommy Cia di culik om om badan gede. Om om itu juga pukul pukul aunty Aya sampe luka. Opa Cia takut opa, Cia takut." Ucap Alicia sambil memandang sendu sang Opa. Air mata gadis cilik itu mengalir dengan deras, membuat hati Opa Nicholas begitu sakit di buatnya.


"Sudah Cia sama Rion nggak usah takut ok, sekarang ada opa. Opa akan melindungi kalian, kita juga akan cari mommy." Ucap Opa Nicholas sambil memeluk kedua cicitnya itu.


"Opa telepon Daddy Cia, telpon Daddy Cia. HUAAA CIA TAKUT OPA CIA TAKUT." Alicia semakin terisak, sepertinya kejadian yang menimpa mereka 1 jam yang lalu itu memberikan trauma pada gadis kecil itu.


"Iya iya ini opa telpon Daddy kamu, jangan nangis lagi ok." Hibur Opa Nicholas


"Jangan nangis cia, tadi kakak udah telpon uncle Javier kok." Ucap Arion sambil menghapus air mata sang adik.


"Rion udah telpon uncle Javier?" Tanya Oma Dian menatap heran Arion.

__ADS_1


"Iya Oma, tadi Rion telpon uncle setelah Rion telpon Oma dan Opa." cicit Arion


"Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja. Jangan khawatir, mommy kalian wanita yang kuat. Dia pasti akan baik-baik saja dimana pun dia berada." Hibur Opa Nicholas pada kedua cicitnya.


ceklek


Javier memasuki kamar rawat kelaya, dapat di lihatnya kedua anaknya itu masih menangis sesenggukan.


"Daddy." teriak Alicia, gadis kecil itu segera berdiri dan berlari ke arah Javier.


"Anak cantik Daddy kenapa hm?" Tanya Javier langsung menggendong Alicia.


"Daddy mommy di culik olang, mommy di bawa pelgi sama uncle jahat. Aunty Aya juga di pukul pukul sama uncle jahat. Daddy Cia takut, mommy Cia juga pasti takut Daddy." Ucap Alicia sesenggukan, gadis kecil itu memeluk erat leher Javier.


"Cup cup cup, anak cantik Daddy jangan takut hm. Ada Daddy di sini, Daddy nggak akan biarin uncle jahat itu lukain mommy. Daddy janji Daddy akan menyelamatkan mommy Cia. Jadi anak cantik Daddy, princess Daddy yang paling cantik jangan nangis lagi hm." Ucap Javier sambil mengelus punggung Alicia lembut.


"Uncle." panggil Arion lirih


"Sini sayang." ucap Javier lalu meraih tubuh kecil Arion kepelukannya.


Arion memeluk kaki javier sambil menangis, tangisan anak itu terdengar sangat pilu.


"Uncle, Arion bodoh. Arion lemah, Arion nggak bisa jaga mommy sama aunty Aya. Mommy di culik dan aunty Aya di pukul sampai terluka. Tapi Arion tidak bisa berbuat apa-apa karena Arion lemah." lirih Arion terisak.


"Jangan khawatir ok, uncle akan cari mommy kalian. Mommy kalian pasti akan baik-baik saja, mommy kalian itu bukan wanita lemah."


Ucap Javier sambil mengelus rambut Arion lembut.


" Siapapun yang menculik mommy kalian dia tidak akan baik-baik saja setelah ini, uncle bahkan takut membayangkan apa yang akan di lakukan mommy kalian pada orang yang sudah berani menculiknya itu." Lanjut Javier dalam hati.


Javier memang khawatir pada Nadine tapi itu hanya sedikit, karena Javier percaya Nadine akan baik-baik saja. Dia pasti bisa menjaga dirinya dengan baik sampai Javier datang menyelamatkannya. Yang tidak akan baik-baik saja justru orang yang sudah menculik Nadine itu. Javier berdoa semoga orang yang menculik Nadine itu tidak akan di kuliti hidup-hidup oleh wanita bar bar itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2