TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 63


__ADS_3

Keesokan harinya, Alexander kembali ke ruang bawah tanah miliknya untuk mengecek Nadine.


Perasaan Alexander sangat bahagia karena akhirnya dia bisa menyingkirkan Nadine dari hidupnya. Setelah ini tidak akan ada lagi orang yang akan menghalangi dirinya mengambil hak asuh Arion dan Alicia.


"Bagaimana tidurmu, apakah nyenyak?" Tanya Alexander pada Nadine.


"Kenapa diam? apakah sekarang kau berubah menjadi bisu? Atau kau merasa takut?" Tanya Alexander sambil mengelus pipi Nadine.


"Hahahaha, aku takut? padamu? sepertinya kau terlalu banyak bermimpi Alexander." cibir Nadine sambil menatap sinis Alexander. Enak saja dirinya di Katai takut pada manusia jadi jadian seperti Alexander ini.


"Ckk jangan munafik Nadine, aku tau saat ini kau takut padaku. Tapi tenang saja aku tidak akan membunuhmu hari ini. Aku akan membiarkanmu bernapas untuk hari ini, tapi dengan syarat kau harus melayaniku terlebih dahulu. Ah dan tentu kau juga harus melayani seluruh anak buahku juga. Tenang saja, kami akan membuatmu sangat puas dengan pelayanan kami. Bukankah aku sangat baik padamu? Aku memberimu kenikmatan sebelum akhirnya membunuhmu." ucap Alexander sambil menunjuk 10 anak buahnya yang saat ini berdiri di belakangnya.


"Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian keberatan jika harus memberikan kenikmatan pada mantan istri tercintaku ini sebelum aku membunuhnya?"Tanya Alexander sambil menyeringai keji.


"Kami akan dengan senang hati memberikan kenikmatan itu padanya bos" Jawab semua anak buah Alexander serentak lalu mereka semua tertawa terbahak-bahak sambil menatap Nadine dengan seringai mesum mereka.


"Aku tidak sabar untuk menikmati tubuhmu ini, apakah rasanya masih seperti dulu?" Tanya Alexander sambil menjilat telinga Nadine dengan tangan kanan yang membelai dada Nadine lembut.


Rahang Nadine mengeras mendapatkan pelecehan seperti itu dari pria di hadapannya ini. Tapi Nadine masih harus bersabar sebentar lagi. Nadine bersumpah akan membalas perlakuan Alexander ini 2 kali lipat lebih kejam. Dia akan membuat pria ini memohon kematiannya sendiri pada Nadine tapi Nadine tidak akan pernah membiarkannya mati dengan mudah. Nadine akan terus membiarkannya hidup untuk melihat kehancuran orang-orang di sekitarnya.


"10, 9, 8" Nadine mulai menghitung mundur sambil menatap sinis Alexander.


"Kenapa kau harus berhitung sayang? apakah kau sedang menghitung berapa lama lagi masa kehancuranmu di mulai?" Tanya Alexander sambil mengecup lalu menghisap leher Nadine hingga menimbulkan bekas keunguan di sana. Nadine merasa semakin geram, Nadine menatap Alexander semakin tajam.

__ADS_1


"Tatapanmu sungguh membuatku takut sayang." Ucap Alexander sambil meremas dada Nadine sensual.


"7, 6, 5." Nadine masih tetap diam, sambil terus menghitung mundur.


°°°°°


Di sisi lain, saat ini Javier berhasil memasuki markas tempat Alexander menyekap Nadine. Javier sudah berhasil melumpuhkan semua anak buah Alexander yang berjaga di depan markas, tentu saja Tampa di ketahui oleh anak buah Alexander yang berada di dalam markas.


"Dia terlihat sangat marah." Bisik Frans pada Kevin.


"Tentu saja, wanita yang dia cintai sedang di sekap saat ini. Siapapun akan marah jika wanitanya dalam bahaya seperti ini." ucap Kevin sambil terus menebas leher anak buah Alexander.


Mereka semua menebas dengan brutal, tapi sebrutal brutalnya mereka. Javier masih jauh lebih brutal lagi, bahkan pria itu bisa di bilang terlalu sadis. Bagaimana bisa dia menebas bahkan memotong tubuh anak buah Alexander seperti sedang mencincang ayam begitu. Kasian sekali Alexander itu, seharusnya dia tidak pernah berurusan dengan pria psikopat seperti Javier ini. Karena Javier akan semakin bahagia dan bersemangat saat melihat lawannya lemah bahkan berdarah-darah.


Melihat seringai Javier, sungguh membuat Kevin bahkan semua anak buah Javier merinding. Jika sudah seperti ini Javier terlihat seperti raja iblis.


"Hm." gumam Javier lalu melenggang memasuki rumah berlantai 3 itu.


"Ckk pengganggu." Gumam Javier lalu menebas satu persatu anak buah Alexander yang mencoba menghalangi langkahnya. Lantai putih itu saat ini sudah berubah menjadi merah karena darah. Bahkan di wajah dan baju Javier sudah basah karena cipratan darah anak buah Alexander.


"Bereskan mereka semua, aku akan pergi menyelamatkan Nadine." ucap Javier lalu melangkah ke sebuah rak buku besar dan menggeser patung yang terdapat di sudut rak buku itu. Sontak rak buku itu bergeser dan memunculkan sebuah pintu ruang bawah tanah.


"Ternyata pria itu cukup kreatif mendesain markas miliknya." batin Javier lalu mulai menuruni tangga satu persatu. Hingga di anak tangga terakhir, Javier dapat mendengar tawa dari Alexander tapi dia sama sekali tidak mendengar suara Nadine.

__ADS_1


"ckk jika kau berani melecehkan wanitaku, aku akan memotong seluruh tubuhmu dan akan ku persembahkan sebagai makanan buaya kesayanganku Alexander." Geram Javier.


Saat di anak tangga terkahir, Javier bisa melihat ada sekitar 10 anak buah Alexander di situ. Tapi itu bukan masalah untuk Javier, jangankan 10, bahkan jika ada 100 orang pun Javier sanggup menghadapinya. Sepertinya kali ini Alexander salah mencari lawan.


setelah jarak antara dia dan anak buah Alexander dekat, Javier lalu melemparkan jarum berisi racun yang dapat melumpuhkan saraf pada 10 anak buah Alexander hingga membuat mereka semua tumbang. Sontak hal itu membuat Alexander menjadi terkejut dan melihat kearah anak buahnya yang sudah terkapar di lantai saat ini.


"1." gumam Nadine


"Kau tamat Alex." ucap Nadine sambil menyeringai licik.


"Apakah aku terlambat?" tanya Javier sambil berjalan santai kearah Nadine dengan tangan kanan yang memegang pedang yang sudah di lumuri darah. Penampilan Javier saat ini begitu mengerikan untuk di lihat tapi Nadine sama sekali tidak takut. Bahkan menurut Nadine Javier terlihat sangat **** saat ini. Terlebih dengan darah yang menetes di keningnya itu, semakin menambah aura ketampanan Javier. Memang agak aneh otak Nadine ini.


"Ya kau sangat terlambat, pria busuk itu sudah berani melecehkan aku. Lihatlah leherku sampai penuh dengan kiss Mark buatannya." ucap Nadine cemberut sambil menunjuk tanda keunguan di lehernya.


Melihat hal itu, Javier mengepalkan tangannya erat. Berani sekali Alexander ini melecehkan wanita yang dia cintai.


Sedangkan Alexander saat ini sudah keringat dingin. Tentu dia sangat mengenal sosok Javier, siapa yang tidak mengenal Javier di dunia bawah. Pria ini bahkan terkenal dengan sebutan raja iblis karena dia tidak pernah mengampuni semua musuhnya.


"Sial kenapa aku sampai lupa jika Nadine mengenal Javier, dan bodohnya aku bisa melupakan fakta tentang Javier." batin Alexander, saat Alexander akan melarikan diri Javier segera melemparkan kembali jarum berisi racun pelumpuh saraf pada Alexander. Sebenarnya Javier sangat ingin membunuh Alexander dan ke 10 anak buahnya yang berencana ingin memperkosa Nadine itu. Tapi dia tidak akan melakukan hal itu, atau Nadine akan marah padanya. Jadi dia biarkan saja Nadine yang akan mengeksekusi mereka semua. Saat melihat Nadine, Javier seperti bercermin. Karena Nadine sendiri memiliki sifat yang sama sepertinya yaitu sadis. Tapi mungkin dirinya masih jauh lebih sadis di bandingkan Nadine.


Bersambung


Sebenarnya tadi mau up 2 kali aja, tapi rasanya sedikit nanggung jadi author up 1 kali lagi.🤭🤭🤭

__ADS_1


Kalau belum ngantuk sebenarnya author masih pengen up, tapi mata sudah ngantuk parah takut nanti ceritanya jadi keteteran dan tidak nyambung jadi di lanjutkan besok lagi ya.🥰🥰🥰


__ADS_2