TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 57


__ADS_3

"Maaf." sesal Michael, dia menatap sendu wajah putri yang sudah lama dia sia-siakan itu.


"Andai saja hanya dengan kata maaf semua sakit hatiku pada kalian bisa hilang, maka aku dengan senang hati akan memaafkan kalian. Tapi sayangnya, semua perlakuan kalian tidak bisa ku lupakan semudah membalikkan telapak tangan. Lagipula untuk apa anda meminta maaf, jika setelah maaf itu terucap anda kembali mengulangi kesalahan yang sama untuk yang ke sekian kalinya. Sofia bukan darah daging kalian, bahkan tidak ada darah keluarga Winata dalam darah wanita itu. Tapi kalian memperjuangkan dia seperti seorang putri. Sedangkan aku yang merupakan putri kandung kalian harus mengemis dulu agar mendapatkan perhatian dari kalian. Itupun bukan perhatian penuh cinta yang aku dapatkan melainkan penyiksaan paling sadis yang kalian hadiahkan untukku. Bukankah aku terlalu baik jika harus memaafkan kalian dengan begitu mudahnya tuan Michael Winata yang terhormat." Ucap Nadine dingin.


Deg


"Maaf, maafkan papa yang sudah sangat jahat sama kamu nak. Entah bagaimana cara papa agar bisa menebus semua dosa papa sama kamu." Ucap Michael dalam hati, batinnya menangis mendengar ungkapan perasaan Nadine.


"Ah ngomong-ngomong bau apa ini, kenapa baunya sangat menyengat dan busuk sekali." celetuk Nadine sambil menutup hidungnya dengan tangan.


"Iya benar, ini benar-benar bau." ujar pria A


"Darimana bau ini berasal?" tanya wanita A


"Aku rasa ini berasal dari tubuh mayat itu." ucap pria B sambil menunjuk peti mati Sofia.


"Wah, benarkah bau busuk ini berasal dari tubuh mayat wanita itu?" Tanya Nadine heboh, hingga semua orang menoleh pada Nadine.


"Oma dengar kalau mayat yang baunya busuk seperti itu karena semasa hidup dia terlalu banyak melakukan dosa. Makanya dapat azab." Celetuk Oma Dian.


"Benarkah Oma? Wah kasian sekali Sofia, dia mati dengan tragis lalu sekarang terkena azab." Cibir Nadine sambil menatap semua mantan keluarganya itu dengan tatapan mengejek.


"Memangnya dosa apa saja yang sudah di lakukan oleh wanita itu?" Tanya seorang wanita pada Nadine.


"Apakah anda tidak tau tentang wanita yang sudah menjadi mayat itu nyonya?" tanya Nadine shock, ternyata masih ada yang tidak mengenal Nadine setelah wanita itu viral.

__ADS_1


"Aku tidak mengenalnya, aku datang ke sini karena suamiku yang mengajakku untuk melayat. Kami baru saja pindah di komplek ini 4 hari yang lalu." Ucap wanita itu.


"Wanita itu adalah seorang pelakor yang sudah merebut suamiku dulu, apa anda tau nyonya. Wanita itu juga adalah seorang pelacur yang suka bergonta-ganti pasangan hanya karena uang. Dia juga sudah membunuh ibu dari mantan selingkuhannya bahkan bayi tidak berdosanya juga menjadi salah satu korban yang sudah dia bunuh. Bukan hanya itu, dia juga sering menzalimi aku dan kedua anakku. Padahal aku adalah istri sah dari mantan suamiku saat itu, dengan tidak tau dirinya dia menghina kedua anakku sebagai anak haram padahal anaknya lah yang merupakan anak yang lahir dari hasil perselingkuhan. Bukankah dia benar-benar tidak tau malu nyonya? dan pria bodoh itu adalah mantan suamiku, dia berselingkuh dengan pelacur itu bahkan dengan teganya dia menikahi pelacur itu dan mengenalkannya padaku. Lihat sekarang wanita itu mendapatkan balasan dari Tuhan atas semua dosanya padaku selama ini." Ucap Nadine panjang lebar sambil menunjuk Alexander yang berdiri tidak jauh dari Nadine, sedangkan wanita yang menjadi lawan bicara Nadine itu tampak sangat shock mendengar itu.


"Berhenti mengatakan hal-hal jahat seperti itu Nadine." Teriak Alexander murka. Alexander mengangkat tangannya dan menampar pipi Nadine dengan sangat keras.


Plak


Nadine memegang pipinya yang baru saja di tampar Alexander.


"Lihatlah dia bahkan menamparku hanya karena tidak terima aku mengatakan semua kebenaran selingkuhannya itu."


Beberapa ibu-ibu yang berdiri tidak jauh dari Alexander merasa geram dengan tindakan Alexander.


"Kau tau dulu aku kehilangan suamiku karena seorang pelakor dan itu sangat membuatku kesal." teriak wanita A sambil menarik rambut Alexander dengan brutal.


"Dulu aku pernah memiliki ayah bajingan sepertimu yang lebih memilih pelakor di bandingkan aku dan ibuku. dulu aku tidak bisa meluapkan kekesalanku pada ayahku dan pelacurnya itu karena mereka lebih dulu mati. Jadi sekarang aku akan melampiaskannya padamu." Amuk wanita B sambil menarik baju Alexander hingga membuat baju Alexander menjadi robek karena tarikan wanita itu yang begitu kuat. Wanita itu bahkan juga meninju perut Alexander.


"Ayo ibu-ibu lampiaskan amarah kalian pada pria itu, agar suami kalian tau seberapa mengerikannya kalian. Karena dengan begitu mungkin saja suami kalian akan berpikir seribu kali untuk berselingkuh karena takut dengan tingkah bar bar kalian." Nadine terus saja menyemangati para wanita-wanita itu. Nadine kini terlihat seperti suporter bola yang mendukung tim jagoannya untuk memenangkan pertandingan.


Mendengar perkataan Nadine para ibu-ibu itu semakin brutal menyiksa Alexander.


Alexander mencoba melawan tapi tenaga para ibu-ibu itu ternyata begitu kuat terlebih saat ini dia berada di muka umum, dia tidak mungkin membuat citranya semakin buruk dengan melukai para wanita ini.


"Lepaskan dia nyonya-nyonya ini hanya salah paham saja." ujar reynard mencoba menenangkan para ibu-ibu itu. Reynard merasa sangat kasian dengan kondisi Alexander saat ini yang tampak sangat menyedihkan.

__ADS_1


Hingga akhirnya Reynard juga menjadi bulan bulanan para ibu-ibu itu.


"huh lebih baik pulang di bandingkan. terus berapa di sini " celetuk salah satu wanita itu


"Ibu-ibu mohon maaf tapi bisakah kita hentikan perdebatan ini dulu. Alangkah baiknya kalau kita langsung menguburkan jenazahnya saat ini. Di bandingkan kita ribut seperti ini." Ucap opa Nicholas menengahi, mendengar hal itu membuat Nadine menjadi terkikik sendiri.


Hatinya bahagia melihat bagaimana Alexander di permalukan di tengah pemakaman istri tercintanya itu.


"Apakah jenazah sudah di mandikan?" Tanya OMa Dian pada salah satu pelayan.


"Belum Oma, karena semua yang seharusnya memandikan jenazahnya justru menolak akibat bau yang ada di tubuh nona Sofia nyonya." jawab pelayan itu


"Lalu bagaimana? tidak adakah orang yang bersedia memandikan jenazah putri saya? Katakan pada mereka bahwa saya akan membayar berapa pun untuk siapapun yang berusaha memandikan jenazah putri saya. Bi tolong katakan itu."


"Baik nyonya"


Begini saja bi, kalau memang mereka menolak menyentuh jenazah Sofia lebih baik siram saja dengan menggunakan air mengalir. Mereka juga bisa memakai masker jika baunya semakin menyengat. Kita harus cepat kalau tidak baunya akan semakin busuk." ucap Oma Dian


"Baik nyonya besar." ucap sang pelayan lalu beranjak pergi untuk mencari orang yang bersedia memandikan Sofia.


Sedangkan Karen sudah menangis tersedu-sedu di pelukan suaminya. Alexander dan para kakak Nadine juga tampak sedih dengan kondisi Sofia saat ini. Mereka tidak menyangka jika Sofia akan mengalami keadaan paling menyedihkan seperti ini.


Bersambung


Satu partnya nanti sore ya🥰

__ADS_1


__ADS_2