
setelah pulang dari mall, Veronica menjadi uring uringan akibat di permalukan oleh Nadine.
"Aku tidak akan pernah memaafkan wanita itu, beraninya dia mempermalukan aku." Decak kesal Veronica
''ARGH" Veronica berteriak histeris sambil membanting semua benda yang ada di hadapannya.
"Sial, aku akan membalasmu berkali-kali lipat atas penghinaan yang sudah kau berikan padaku. Kamu juga harus membayar mahal karena perbuatan kamu itu aku harus kehilangan rambut indah aku. Lihat saja." Geram Veronica
"Lihat saja aku akan menghancurkanmu wanita sialan. Aku tidak akan pernah melepaskan mu begitu saja setelah kau mempermalukan aku di depan umum seperti itu. ARGHH SIAL."
"Aku harus segera menghubungi kak Anggun untuk menanyakan tentang wanita itu. Aku tidak akan pernah membiarkan wanita itu menikahi Javier setelah dia mempermalukan aku seperti itu."
drttt drrrttt
"halo"
"Hai kak, apa kabar."
"Kabar kakak baik, kamu apa juga apa kabar dek? Udah lama banget kamu nggak pulang ke sini, padahal kakak udah kangen banget sama kamu."
"Kabar aku baik kak, sebenarnya sekarang aku udah ada di Indonesia sih kak. Aku baru aja sampe kemarin."
"APA? KAMU DI INDONESIA? Tapi kok nggak ngabarin kakak sih. Kamu ke sini sama siapa? Apa suami dan anak-anak kamu juga ikut?"
"Aku cuma sendiri kak, mungkin suami aku 3 hari lagi baru nyusul ke sini. Dia masih ada kerjaan yang emang nggak bisa dia tinggal."
"Oh gitu, kamu kok jahat banget sih. Nggak pernah lagi main ke sini. Padahal kakak kangen banget Lo sama kamu."
"Aku takut kakak ipar dan Javier masih belum bisa maafkin aku kak." Jawab Veronica sedih.
"Huft, kamu tenang aja. Nanti kakak akan bujuk mereka oke. Kamu nggak usah khawatir, pokoknya kamu harus main ke rumah kakak."
"emang kakak masih mau Nerima aku di rumah kakak setelah apa yang udah aku lakuin ke Javier dulu."
"jujur sebenarnya kakak marah dan kecewa banget sama kamu waktu itu dek. Tapi biar gimanapun kamu adalah adik kakak. Hanya kamu satu-satunya saudara yang kakak miliki di dunia ini. Lagipula sekarang kamu juga udah nyesel dan udah bayar semua kesalahan kamu waktu itu di penjara. Kakak juga dengar dari suami kamu kalau kamu sekarang sudah benar-benar berubah. Kamu menjadi ibu yang sangat perhatian dan penyayang buat anak-anak tiri kamu. Bukannya semua orang berhak di beri kesempatan kedua. Asal kamu janji sama kakak kalau kamu nggak akan mengulangi semua perbuatan buruk kamu lagi. Dek, jangan khawatir oke. Kakak akan berusaha untuk meyakinkan Javier sama kakak ipar kamu kalau sekarang kamu benar-benar sudah berubah."
__ADS_1
"Makasih ya kak, aku beruntung banget punya kakak kayak kak Anggun."
"Kamu bisa aja."
"Oya kak, boleh aku tanya sesuatu sama kakak?"
"Boleh, kamu mau tanya apa?"
"Siapa wanita yang saat ini sedang dekat dengan Javier?"
"Wanita?"
"Iya kak, dia mengaku sebagai calon istri Javier."
Mendengar hal itu, anggun sangat terkejut. Ada kekecewaan juga dalam dirinya kenapa Javier tidak pernah menceritakan hal ini padanya.
"Kamu ketemu dia di mana?"
"Di mall tadi siang kak, aku ketemu wanita itu sama Javier."
Anggun tidak bisa berkata apa-apa lagi, bagaimana bisa putranya itu tidak mengatakan apa-apa padanya perihal wanita itu.
"Kak, aku jujur agak kurang suka sama wanita yang mengaku sebagai calon istri Javier itu."
"Kenapa?"
"Kak, hiks kakak tau tadi di mall aku hampir di telanjangi sama orang-orang kak. Aku hiks di permalukan di sana. Kak aku benar-benar malu."
"siapa yang sudah berani mempermalukan kamu dek" Anggun terdengar sangat marah saat ini, dia sangat menyayangi Veronica. Karena dulu orang tua mereka meninggal saat mereka masih kecil, dan anggun lah yang sudah merawat Veronica hingga dewasa. Saat pelecehan Javier terjadi, anggun tidak bisa menyalahkan Veronica karena dia adalah adiknya. Anggun hanya menyalahkan dirinya sendiri karena dia merasa sudah gagal dalam mendidik adiknya.
"Wanita yang mengaku sebagai calon istri Javier itu kak, dia ngatain aku sebagai pelakor. Dia juga bahkan nuduh aku kalau akulah penyebab istri mas Sofyan meninggal. Dia juga bahkan tau tentang masa lalu aku yang udah melecehkan Javier dulu dan wanita itu membongkar semuanya di depan umum kak. Akhirnya aku jadi bulan bulanan ibu-ibu kak hiks. Kakak tau karena ulah wanita itu rambut aku sekarang hampir botak kak, ibu-ibu itu menggunting rambutku hingga habis."
"Tapi bagaimana dia bisa tau semua itu dek? sedangkan peristiwa yang terjadi dulu itu begitu tertutup bahkan sampai saat ini peristiwa itu tidak terendus publik. Bagaimana bisa wanita itu sampai tau dan beraninya dia mengatakan kamu penyebab istri Sofyan meninggal. Bukannya wanita itu dulunya sakit ya, lagian dia juga yang minta kamu untuk jadi istrinya Sofyan supaya anak-anaknya nggak kehilangan kasih sayang seorang ibu."
Mendengar pernyataan sang adik, anggun menjadi merasa tidak suka pada Nadine. Padahal dia belum sama sekali mencari tau kebenaran dari pertanyaan adiknya itu.
__ADS_1
"Kak, dia bahkan nampar dan dorong aku kak, Rasanya aku malu banget."
"Berani sekali wanita itu melakukan itu, dengan dia mengemukakan semua itu sama saja dia sudah membuka aib keluarga kita. Apa wanita itu bermaksud untuk mempermalukan keluarga kita di depan publik. Memang siapa dia sampai berani melakukan tindakan memalukan seperti itu. Lalu apa yang Javier lakukan saat wanita itu membongkar semua aib keluarga kita?"
"Javier diam aja kak, dia nggak ngomong apa-apa."
"Anak itu nggak pernah jatuh cinta, kenapa sekarang setelah jatuh cinta dia jadi seperti ini. Seharusnya dia membela kamu saat wanita itu mempermalukan dia, karena biar bagaimanapun kamu masih bibinya dan bukan orang lain. Kamu tenang saja ok, kakak akan berbicara dengan javier nanti tentang wanita itu. Kakak nggak akan pernah setuju Javier menikah dengan wanita yang hobi mempermalukan anggota keluarga calon suaminya seperti itu. Kakak lebih baik menjodohkan Javier dengan anak teman kakak di bandingkan dia harus menikah dengan wanita seperti itu."
"Iya kak, aku sedih banget. Padahal sekarang aku udah berubah tapi dia malah mempermalukan aku seperti itu. Kak sekarang aku nggak punya muka lagi kalau keluar rumah. Aku benar-benar malu kak, mungkin aku akan kembali ke Paris dan nggak akan pernah ke sini lagi. Aku kecewa kak, aku sedih. Hati aku benar-benar hancur saat di permalukan seperti tadi."
"Kamu jangan ngomong kayak gitu dek, kakak janji akan ngomong sama Javier tentang wanita itu. Kamu jangan khawatir, besok kamu temuin kakak ya. Kamu jangan pikirin apa-apa, semua akan baik-baik saja. Javier anak kakak, dia nggak akan berani membantah omongan Kakak."
"Kak, aku punya usul. Bagaimana kalau kita menjodohkan Javier dengan putri tiri aku. Walaupun dia masih berusia 18 tahun, tapi dia sudah dewasa. Dia juga sudah lulus sekolah sejak satu bulan yang lalu. Untuk mas Sofyan, aku yakin dia pasti juga akan setuju kalau Bianca nikah sama Javier."
"Kamu serius? Astaga, kakak seneng banget dengarnya. Bianca itu anak yang manis, Kaka suka banget sam dia. Oke kamu hubungi suami kamu, suruh dia ajak sama Bianca agar kita bisa mengenalkan dia dan Javier sekaligus merencanakan pernikahan mereka berdua."
"Baik kak, kalau gitu aku hubungi mas Sofyan dulu. Oya kak, kira-kira kakak bisa nggak kirimin aku alamat Javier sekarang. Aku mau ke sana nanti pas mas Sofyan udah tiba di Jakarta. Aku mau minta maaf sama Javier kak, aku nggak mau Javier terus dendam sama aku."
"Iya dek, segera hubungi suami kamu. Kakak tunggu kabar baiknya ya dan untuk alamat Javier nanti kakak kirim di WA aja ya."
"Iya kak, makasih ya."
"Iya sama-sama, sekarang kamu istirahat. Jangan banyak pikiran oke, selamat malam dek."
"Selamat malam juga kak."
hahahaha
"Astaga, kak anggun kak anggun. Kakak masih aja polos dan lugu kayak dulu. Kakak emang nggak tau alasan aku menjodohkan Javier dan Bianca apa. Agar aku bisa kembali menikmati tubuh Javier seperti dulu. Akh Javier, aunty benar-benar kangen sama kamu. Kamu tunggu ya sayang, aunty akan segera datang ke apartemen kamu dan kita akan kembali bermain seperti dulu. Aunty janji akan memuaskan semua hasrat kamu lagi seperti dulu."
Bersambung
Maaf ya, hari ini cuma bisa up 1 part aja. Soalnya ada sedikit kesibukan. Nanti besok baru bisa doble up.
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1