TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 60


__ADS_3

"Yang di katakan Daddy benar mom, bisa-bisa kita akan kehilangan semua harta kita jika kita memaksa ingin mengambil hak asuh Arion dan Alicia." ucap Alexander, dia sedang dalam suasana hati yang tidak baik-baik saja karena kematian wanita yang sangat di cintainya tapi sang ibu justru menambah beban pikirannya lagi.


Lagipula Nadine bukanlah wanita bodoh seperti ibunya pikirkan, Nadine adalah wanita yang cerdas dan cukup berbahaya. Alexander mengetahui hal itu setelah berhadapan dengan Nadine beberapa waktu yang lalu. Jika Nadine wanita lemah, tidak mungkin Nadine mampu mengalahkan 50 anggotanya termaksud dirinya hanya seorang diri.


"Dasar bodoh, kamu itu punya otak ya di pergunakan jangan hanya jadikan sebagai pajangan di kepala kamu saja." Sarkas Widya emosi.


"Huft, mom please." Alexander lelah jika harus berdebat dengan ibunya ini, tau seperti ini dia akan naik mobilnya saja tadi.


"Apa mau marah kamu? Alex kamu itu punya banyak anak buah yang hebat, setidaknya pergunakan mereka. Suruh mereka menyelinap di rumah Nadine setelah itu ambil surat perjanjian itu dan musnahkan. Itu saja kamu tidak bisa." Geram Widya, putranya ini terlalu bodoh.


"Tapi bagaimana jika Nadine sampai tau jika ada yang menyelinap masuk ke rumahnya mom. Apalagi pasti rumah Nadine ada cctv di dalamnya."


"Oh tuhan, kenapa aku harus melahirkan putra bodoh sepertimu Alex. Kau suruh anak buahmu menyelinap di saat Nadine tidak ada di rumah, suruh mereka untuk memantau rumah Nadine. Setelah rumah Nadine kosong, baru mereka bertindak. Untuk cctv, hancurkan saja. Begitu saja susah, mommy heran kenapa sekarang kau semakin bodoh saja." sungut Widya sebal.


"ckk istriku memang cerdas." ucap Antonio.


"Tentu saja cerdas, jika aku bodoh bagaimana aku bisa menyingkirkan semua wanita yang mencoba mendekatimu sejak dulu. Dalam hidup ini yang di perlukan adalah cerdas, dan juga licik." ucap Widya menatap jengah anak dan suaminya.


"Kenapa malah melamun Alex, kau mendengar mommy kan." Widya merasa amat kesal karena sejak tadi ucapannya seakan tidak di dengarkan oleh putranya ini.

__ADS_1


"Alex dengar mom." ucap Alexander lesu.


"Setelah kamu menghancurkan surat perjanjian itu, segera ajukan banding untuk merebut hak asuh kedua anak kamu itu. Kalau perlu sewa 10 pengacara hebat agar kita bisa memenangkan persidangan nanti. Ngerti kamu Alex."


"Yes mom." Alexander kemudian memejamkan matanya, dia mulai memikirkan perkataan ibunya tadi. Sepertinya apa yang di ucapkan ibunya ada benarnya juga. Kenapa dia tidak memikirkan hal itu dari dulu.


Alexander tersenyum tipis, pria itu diam-diam menyeringai.


"Tunggu dan lihat apa yang akan aku lakukan Nadine. Selama ini kau selalu merendahkan aku dan Sofia. Tapi sebentar lagi, kau akan aku hancurkan. Tertawalah sampai puas karena sebentar lagi mungkin kau tidak akan bisa tertawa lagi." Batin Alexander.


"Oya Alex, mommy itu kesal sekali dengan mantan istri kamu itu. Apa tidak bisa kamu culik dia kemudian bunuh. Kamu bisa memberikan obat tidur atau bius saja dia jika seandainya mantan istri kamu itu melawan. Mommy pengen kamu hancurin dia sampai sehancur-hancurnya. Dia selama ini selalu mengejek dan menghina kita dan mommy tidak terima itu." ucap Widya


"Sepertinya aku harus menculik wanita itu lebih dulu baru setelah itu aku akan menyuruh anak buahku menyelinap ke rumah Nadine untuk mengambil surat perjanjian itu. Ide yang bagus, tapi bagaimana aku harus membiusnya sedangkan di rumah Nadine tidak ada satupun pelayan yang tinggal di sana. Coba berpikir Alex." ucap Alexander dalam hati.


"Mom, mommy punya ide nggak gimana caranya Alex bius Nadine atau naruh obat tidur dalam minuman Nadine sedangkan di rumah Nadine itu nggak ada sama sekali pelayan yang bisa Alex bayar untuk simpan obat itu." Tanya Alexander


Mendengar pertanyaan putranya yang teramat bodoh itu, membuat emosi Widya kembali membara.


Plak

__ADS_1


"auch sakit mom." ringis Alexander saat sang ibu menampar wajahnya.


"Itu karena kamu bodoh, bius Nadine saat dia berada di luar rumah. Misalnya, saat mantan istri kamu itu sedang makan di restoran kamu bisa membayar pelayan untuk memasukan obat tidur dalam minuman Nadine dan masukan dalam dosis tinggi agar efeknya cepat. Setelah nadine lengah kau bisa langsung bertindak."


"Jangan bertanya lagi sama mommy, bagaimana caranya kamu mengetahui kapan Nadine pergi ke restoran atau mommy akan pecat kamu jadi anak mommy." sungut Widya sebal.


"Iya mom, Alex ngerti. Alex akan suruh beberapa anak buah Alex untuk memantau Nadine dan mengikuti kemanapun dia pergi Tampa sepengetahuan Nadine. Mommy jangan khawatir ok. Alex akan balas semua penghinaan yang sudah Alex dapat dari wanita itu." ucap Alexander dengan mata yang di penuhi kebencian.


"Apa yang akan kamu lakukan pada mantan istri kamu itu?" tanya Widya penasaran.


"Alex akan menyuruh anak buah Alex untuk memperkosa Nadine secara bergilir baru setelah itu Alex bunuh. Alex akan buat mental Nadine hancur terlebih dahulu baru setelahnya Alex bunuh. Bukannya ide Alex sangat brilian mom!" Ucap Alexander sambil menyeringai.


"hahahaha, itu baru anak mommy." ucap Widya bangga.


"Tunggu aku Nadine, aku akan segera menghancurkan semua kesombonganmu itu. Aku akan membuatmu memohon ampun padaku, mommy benar kau hanyalah seorang wanita tidak peduli mau sekuat apapun dirimu kau tidak akan pernah menang melawanku. Kemarin kau boleh berada di atas angin, tapi sebentar lagi kau akan hancur sehancur-hancurnya." ucap Alexander dalam hati.


Alexander tersenyum tipis, dia sangat bahagia dengan rencana yang sudah dia dan sang ibu susun tadi. Alexander merasa tidak sabar untuk melihat mantan istrinya itu memohon ampun padanya. Sepertinya sebelum dia menyuruh anak buahnya untuk memperkosa Nadine, Alexander harus lebih dulu memperkosanya baru setelah itu dia menyerahkan Nadine pada semua anak buahnya. Rasanya sudah sangat lama Alexander tidak melihat wajah penuh gairah mantan istrinya itu, Alexander jadi merindukan malam-malam panas antara dirinya dan juga mantan istrinya. Walaupun dulu dia tidak mencintai Nadine, tapi Alexander tidak menyangkal jika kemampuan Nadine di ranjang cukup hebat dan selalu membuat dia puas. Bahkan milik Nadine jauh lebih sempit di bandingkan milik Sofia dulu itulah sebabnya Alexander selalu merasa puas saat bermain dengan Nadine.


"Tunggu aku sayang, karena sebentar lagi kau akan kembali jatuh di pelukanku. Jika aku tidak bisa mendapatkanmu dengan cara yang baik maka aku akan mendapatkanmu dengan cara yang licik. Tapi sayang sekali aku tidak bisa membiarkanmu hidup lebih lama, karena kau terlalu berbahaya jika aku membiarkanmu hidup." batin Alexander.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2