TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 84


__ADS_3

Setelah makan malam, Nadine lalu mengajak Javier untuk menonton film horor. Dia juga butuh hiburan setelah sekian banyaknya masalah yang menimpa dirinya selama ini.


"Apakah besok kau akan kembali menemui Alexander?" Tanya Javier sambil menatap Nadine yang tampak sangat serius menonton film.


"Ya, aku akan kembali menemuinya. Aku harus segera menyelesaikan masalah yang menyangkut Alexander. Jadi besok aku akan menyuruh ke 7 pria yang tersisa untuk menggilir Alexander baru setelah itu ku patahkan tangan dan kakinya. Bukankah ideku ini begitu sempurna?" Tanya Nadine sambil tersenyum manis.


Andai saja Javier belum pernah melihat aksi mengerikan Nadine ini, mungkin Javier akan berpikir jika Nadine adalah wanita lemah lembut dan manja. Bukan hanya Javier tapi semua orang yang belum mengenal Nadine dengan baik pasti akan berpikir seperti itu. Karena wajah Nadine sama sekali tidak menggambarkan seorang wanita kuat dan tangguh.


Javier kadang berpikir, bagaimana bisa Nadine merencanakan segala hal mengerikan itu dengan wajah lugu seperti itu. Dia bahkan dengan sangat santai menonton adegan tidak senonoh yang korbannya. Astaga, Javier bersumpah dia tidak akan pernah menyakiti Nadine seperti Alexander. Javier masih menyayangi dirinya, dia tidak ingin berakhir menyedihkan seperti Alexander. Membayangkan di gilir 10 pria saja sudah membuat bulu kuduknya merinding apalagi jika setelah itu di buat cacat. Sungguh Javier lebih memilih mati di bandingkan harus mengalami semua hal mengerikan itu.


"Idemu itu sangat brilian Nadine." ucap Javier sambil meringis membayangkan nasib Alexander besok.


"Tentu saja, karena aku memiliki prinsip akan membalas semua orang yang mengusik hidupku berkali kali lipat lebih menyakitkan dari yang sudah dia lakukan padaku. Aku akan baik pada orang yang baik padaku dan aku akan jahat pada mereka yang jahat padaku." imbuh Nadine dengan senyuman manisnya.


Ting tong.


"Sepertinya anak buahmu sudah datang." ucap Nadine lalu berdiri membukakan pintu untuk anak buah Javier.


"Silahkan masuk." ucap Nadine pada anak buah Javier.

__ADS_1


"Baik nona." ucap mereka serentak.


"Kenapa kalian sangat lama." sungut Javier kesal.


"Maaf bos, tadi kami pergi mencari gigolo dulu baru setelah itu kami ke sini." ungkap salah satu anak buah Javier.


"Baiklah, segera bawa wanita itu pergi. Dia ada di dapur dan masih dalam kondisi pingsan. Buat dia sadar setelah sampai di hotel." perintah Javier pada anak buahnya.


sebenarnya tadi Veronica sempat sadar dari pingsannya tapi dia kembali di buat pingsan oleh Nadine. Kata Nadine sih, agar wanita itu tidak berisik saat di bawa pergi ke hotel nantinya.


"Baik bos."


Setelah itu mereka segera membawa Veronica ke hotel tentunya bersama dengan gigolo yang sudah mereka pesan untuk Veronica.


Veronica tentu saja sangat terkejut, bagaimana tidak. Dia saat ini berada di hotel dengan 2 orang pria. Terlebih kedua tangannya juga terikat di tiang tempat tidur.


salah satu pria itu lalu mulai menyuntikkan obat perangsang pada tubuh Veronica. Veronica tentu saja memberontak, dia tidak mengenal pria-pria itu karena setahunya tadi dia sedang berada di apartemen Javier keponakannya tapi mengapa sekarang dirinya bisa berada di hotel.


"Siapa kalian?" Tanya Veronica bingung.

__ADS_1


"Kamu adalah sugar baby yang sudah mommy pesan sebelumnya." ungkap seorang pria bernama Robert itu.


"Apa? Aku menyewa kalian? Kapan?" Tanya Veronica semakin bingung.


"Bukankah tadi kau menelpon tuan Jacob yang di bar A untuk menyewa kami nyonya?" Ucap pria bernama Evan sambil membuka ikatan di tangan Veronica.


"Apa?" Veronica tentu saja terkejut, dia bahkan sama sekali tidak mengingat hal itu.


Tapi setelah melihat kedua pria itu yang menurutnya tampan juga berbodi seksi, tubuh Veronica tiba-tiba saja terasa panas. Gairahnya tiba-tiba meningkat, bahkan organ intimnya basah saat melihat kedua pria itu. Dengan tidak tau malunya, Veronica langsung membuka seluruh pakaian yang menempel di tubuhnya hingga dia full naked.


Walau sudah tua, tapi Veronica menjaga bentuk tubuhnya agar tetap bagus. Jadi gairah kedua pemuda itu langsung on saat melihat tubuh telanjang Veronica.


Mereka akhirnya juga ikut melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh mereka hingga mereka juga full naked seperti Veronica.


Robert lalu membuka ikatan di tangan Veronica, lalu segera membungkam mulut Veronica dengan ciuman panasnya dan di balas dengan tidak kalah panasnya oleh Veronica.


"Ugh, siapa namamu tampan." tanya Veronica sambil meremas rambut Robert saat lidah Robert menghisap leher Veronica.


"Robert, namaku Robert mommy." ucap Robert Sambil terus melanjutkan aksinya.

__ADS_1


Malam itu di kamar hotel yang sudah di sewa oleh Nadine, di isi oleh jeritan serta ******* nikmat Veronica. Tampa Veronica duga jika aksi bejatnya itu sudah di rekam oleh anak buah Javier.


Bersambung


__ADS_2