TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 67


__ADS_3

Tidak terasa sudah hampir 4 jam Nadine dan Javier sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Di mana Javier sedang berusaha menghancurkan perusahaan milik Alexander dan juga ayah Alexander.


Sementara Nadine menghancurkan organisasi Alexander Tampa sisa dengan cara meretas sistem organisasi milik Alexander dan menjualnya ke pihak musuh. Sekarang Nadine tinggal menunggu organisasi itu hancur saja.


"Bagaimana perkembangan pekerjaanmu?" Tanya Nadine pada Javier.


"Untuk perusahaan William grup, tidak sulit menghancurkan perusahaan itu karena aku memiliki saham sebesar 25 persen di sana. Selain itu, antara perusahaanku dan perusahaan William grup memiliki beberapa kerjasama tapi aku sudah memutus semua kerja sama itu beberapa waktu yang lalu. Aku juga sudah menarik semua sahamku di sana. Tapi sebelum aku menarik semua sahamku dari perusahaan mereka, pertama-tama aku meretas data perusahaan William grup. Aku meretas semua data penting perusahaan mereka tapi tenang saja Antonio tidak akan tau kalau akulah yang sudah meretas perusahaan miliknya. Karena saat meretas sistem mereka, aku membuat seolah-olah itu adalah perbuatan dari lawan bisnis mereka. Setelah aku membuat guncangan di perusahaan mereka, lalu aku menelpon pihak William grup menanyakan kebenaran yang aku dengar. Setelah itu, aku memutus kerjasama di antara kami dan menarik seluruh investasi sahamku dari perusahaan mereka. Tentu saja aku tidak mau merugi saat perusahaan itu bangkrut nanti. Ah dan tentu saja aku juga mengirim virus yang dapat merusak sistem mereka agar tim IT perusahaan mereka tidak bisa melakukan pemulihan data yang sudah aku curi itu." ungkap Javier sambil tersenyum sumringah.


"Lalu bagaimana dengan perusahaan Alexander?"


"kalau perusahaan Alexander, aku hanya meretas data perusahaannya. Lalu aku membuat seolah-olah itu adalah perbuatan dari lawan bisnis perusahaan Alexander sendiri. Aku juga mengirim virus yang dapat merusak sistem mereka tentunya agar tim IT perusahaan Alexander tidak akan bisa memulihkan data-data yang sudah aku curi itu. Sekarang kabar baiknya adalah, baik perusahaan milik Alexander maupun tuan Antonio sudah ku buat bangkrut. Aku rasa sebentar lagi mereka akan mulai di tagih oleh pihak bank untuk mengembalikan seluruh uang para investor." ucap Javier sambil menyesap kopi miliknya.


"Ternyata kau cukup bisa di Andalkan." ungkap Nadine sambil memakan cemilan miliknya. Hati Nadine sangat bahagia saat ini, ternyata mendengar kehancuran keluarga mantannya itu membuat suasana hati Nadine menjadi sangat baik.


"Tentu saja, lalu bagaimana dengan organisasi Alexander? Apakah aku perlu mengurus mereka juga?" Tanya Javier sambil menatap Nadine penasaran.


"Tidak perlu, aku sudah mengatasinya. Mungkin dalam beberapa jam lagi kau akan mendengar kabar kehancuran organisasi Alexander. Kita tidak perlu mengotori tangan kita dengan darah mereka Javier, jika kita bisa memanfaatkan orang lain kenapa kita harus repot-repot mengotori tangan kita." ucap Nadine santai sambil menyesap teh miliknya.


"Apa maksudmu? dan bagaimana caranya kau akan menghancurkan organisasi miliknya? Apakah kau akan meminta bantuan pada mafia lain?" Tanya Javier, ada sedikit rasa tidak suka di hati Javier saat ini. Dia lebih suka Nadine merepotkan saja bukan orang lain. Tapi yang menjadi pertanyaan Javier, apakah Nadine memiliki kenalan seorang mafia selain mantan suaminya itu.


"Apakah kau memiliki kenalan mafia selain Alexander?" Tanya Javier.


"Tentu saja ada dan itu kau." jawab Nadine

__ADS_1


"Bukan aku, maksudku orang lain."


"Tidak, aku tidak memilikinya."


"Lalu bagaimana caranya kau menghancurkan organisasi Alexander?" Tanya Javier penasaran, pria itu masih diliputi rasa penasaran yang teramat besar di hatinya. Karena setahunya Nadine hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa.


"Dengan cara meretas data mereka lalu menjualnya ke pihak musuh Alexander. Organisasi Alexander hancur dan aku mendapatkan uang. Alexander rugi dan aku untung. Bukankah ini sangat hebat, aku bisa lebih kaya dengan cara menghancurkan si brengsek itu. lagipula anggap saja ini bayaran karena dia berani memegang dadaku" sungut Nadine kesal. Emosinya selalu saja mendidih saat mengingat perlakuan buruk mantan suaminya itu. Maksudnya mantan suami dari si Nadine asli.


"hah, kau bisa meretas data juga?" tanya Javier shock.


"Ya, i'm hacker." jawab Nadine dengan santainya.


Mendengar hal itu tentu saja Javier semakin shock, sampai matanya bahkan melotot sempurna. Untung saja bola matanya tidak sampai keluar.


"Kau hacker?" Tanya Javier, dia mencoba memastikan kembali apakah dia salah dengar atau tidak.


"Aku hanya terkejut" ungkap Javier setelah itu dia tertawa terbahak bahak. Javier tidak pernah menyangka kalau ternyata Nadine akan sehebat itu, dia pikir Nadine hanya hebat dalam memukul orang sampai babak belur saja ternyata ada kemampuan lain juga yang di kuasai wanita itu. Alexander sangat bodoh karena sudah menyia-nyiakan wanita sehebat Nadine ini. Sepertinya mata Alexander memang sudah benar-benar rusak sehingga dia tidak bisa membedakan mana barang bagus dan mana barang rusak.


"Bukankah kita sama, kau hacker dan aku juga hacker. Yang membedakan adalah aku bukan mafia sama sepertimu." tutur Nadine santai.


"Mau bergabung dengan organisasiku agar kau menjadi mafia sepertiku juga?" tanya Javier pada Nadine.


"Aku tidak tertarik, itu terlalu merepotkan." ungkap Nadine sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ku kira kau mau. Oya aku akan ke markas sore ini, kau mau ikut?" Tawar Javier


"Mau apa?"


"Anak-anakku sudah kelaparan, jadi aku harus memberikan mereka makan. Jadi kau mau ikut?" Tanya Javier


"Baiklah, aku juga ingin bertemu Alexander. Bukannya sudah saatnya memberitahunya tentang fakta di balik penculikanku itu. Ku rasa dia harus tau, ada rahasia di balik aku dengan suka rela menyerahkan diriku di culik olehnya." Imbuh Nadine sambil tersenyum manis. Nadine sudah tidak sabar melihat reaksi Alexander saat mengetahui yang sebenarnya.


"Lalu apakah kau akan memberitahunya juga perihal organisasi dan perusahaan miliknya?" Tanya Javier sambil menatap Nadine penuh kekaguman.


"Sepertinya jangan dulu, aku akan memberikannya waktu untuk menenangkan dirinya setelah dia mengetahui fakta yang sesungguhnya di balik penculikanku itu. Kenapa aku mau di culik olehnya dengan begitu mudahnya juga kenapa kau bisa datang di sana tepat waktu sebelum rencananya berjalan." ungkap Nadine sambil tersenyum manis


"Ku rasa dia akan terkena serangan jantung saat mengetahui hal itu, terlebih saat dia mengetahui organisasi dan perusahaan miliknya juga milik keluarganya sudah hancur."


"Kau benar, besok aku akan menemuinya lagi. Aku akan menunjukkan berita kehancuran organisasi dan bisnisnya. Oya Javier bisakah kau menyiapkan 10 pria gay untukku?" Tanya Nadine.


"Pria gay? untuk apa?" Tanya Javier shock.


"Untuk memperkosa Alexander, bukankah dia ingin memperkosa diriku sebelumnya. Dia juga bahkan dengan lancang menyuruh 10 anak buahnya untuk turut serta menikmati tubuhku. Jadi sekarang aku akan membalasnya, Alexander sangat menyukai ***. Dia pasti bahagia saat dirinya di puaskan oleh pria-pria gagah itu. Oya tolong cari pria yang gagah dan juga hebat di ranjang ok. Aku tidak ingin Alexander merasa tidak puas dengan pelayanan mereka. Bukankah aku ini sangat baik hati." ungkap Nadine dengan raut wajah sedihnya. Tapi percayalah kesedihan itu hanyalah palsu karena yang sesungguhnya Nadine amat sangat bahagia. Bahkan Nadine sudah tidak sabar menonton aksi percintaan Alexander dan 10 selirnya nanti.


Bersambung.


Sampai di sini dulu ya, lanjut besok lagi. Tidak terasa hari ini up sampe 4 bab.

__ADS_1


hehehe


selamat membaca🥰🥰🥰🥰


__ADS_2