TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 78


__ADS_3

Setelah makan siang, Nadine memutuskan untuk menemani Javier sebentar di mall. Katanya pria itu ingin membelikan perlengkapan melukis untuk aletha sekalian Nadine juga ingin membeli beberapa baju untuk Alicia dan Arion.


"Kau tidak ingin membelikan Aletha pakaian sekalian? Dia pasti akan merasa bahagia jika kau membelikannya sekalian pakaian." ucap Nadine sambil melihat-lihat koleksi baju yang di pajang di toko itu. Sesekali Nadine menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia merasa benar-benar bingung saat ini. Nadine sama sekali tidak mengerti baju seperti apa yang di sukai oleh anak perempuan. Selama ini yang memilihkan baju untuk Alicia adalah kelaya atau Oma Dian. Nadine hanya pintar Memilih pakaian untuk laki-laki saja, lihat saja penampilan Nadine sehari-hari. Dia lebih suka memakai pakaian pria di bandingkan pakaian wanita kalaupun dia memakai dress atau baju yang cenderung feminim itu karena kelaya dan Oma Dian yang memaksanya memakai pakaian itu. Kedua orang Itu selalu cerewet jika Nadine memakai pakaian pria, maka dari itu terkadang Nadine akan menuruti keinginan mereka di Bandingkan Nadine harus ribut dengan Sahabat dan juga neneknya itu.


"Ada apa? kau terlihat sangat bingung. Apakah kau tidak tau memilih pakaian yang pas untuk Alicia?" Tebak Javier saat melihat kebingungan di mata Nadine. Sungguh ekspresi Nadine saat ini benar-benar menggemaskan membuat Javier sangat ingin mencubit kedua pipi chubby itu dengan gemas. Tapi jika Javier melakukan hal itu sudah di pastikan, mungkin setelah ini kedua tangannya tidak akan utuh lagi. Membayangkan Nadine memotong kedua tangannya membuat Javier merinding.


"Hehehe, aku tidak tau bagaimana cara memindahkan pakaian yang pas untuk Alicia. Aku takut Alicia tidak akan menyukai jika aku memilihkan pakaian untuknya. Kenapa pakaian wanita memiliki banyak sekali pilihan dan model membuat aku pusing saja. Apakah jika aku membelikan baju kaos seperti ini dia akan menyukainya." Ucap Nadine sambil mengambil sebuah kaos dan menunjukkannya pada Javier. Sungguh Javier sangat ingin tertawa melihat ekspresi Nadine saat ini.


"Baju itu ku rasa akan lebih cocok di gunakan oleh Arion di bandingkan Alicia." ucap jujur Javier, membuat Nadine berubah menjadi murung.


"Lalu baju yang seperti apa yang biasa anak perempuan sukai?" Tanya Nadine sambil menggaruk pipinya kebingungan.


"Aku rasa dress ini akan jauh lebih cantik jika di gunakan oleh Alicia, dia adalah anak yang sangat feminim dan aku lihat baju yang dia gunakan sebagian besar adalah dress selutut seperti ini." Kata Javier sambil tersenyum kecil.


"Benarkah." Nadine hanya mampu melongo, sungguh Nadine merasa menjadi ibu yang buruk. Bagaimana bisa dia tidak tau pakaian favorit putri kecilnya itu. Secuek itukah dirinya sampai-sampai dia tidak mengetahui hal-hal kecil seperti ini.


"Kau ibu yang hebat, hanya saja berbelanja hal-hal seperti ini bukanlah kebiasaanmu. Jadi tidak perlu sedih hanya karena hal remeh seperti ini." ucap Javier menghibur Nadine setelah melihat wajah murung wanita yang dia cintai setengah mati itu.


"kau benar, aku tidak terlalu suka melakukan hal-hal membosankan seperti berbelanja seperti ini. Aku lebih suka duduk di rumah dan bersantai ria atau memasak untuk puluhan orang di bandingkan harus berbelanja." Ungkap Nadine sambil tersenyum kecut. Dia memang wanita tapi entah mengapa dia tidak terlalu menyukai hal-hal yang biasa sangat di sukai oleh wanita. Mungkin hal yang dia suka lakukan yang masih mencerminkan dirinya wanita hanyalah memasak.

__ADS_1


"Baiklah, sebaiknya kau duduk saja. Kau pasti merasa sangat lelah setelah bekerja keras seharian ini. Jadi biarkan aku saja yang memilih pakaian untuk Arion dan Alicia." Ucap Javier sambil mengusap rambut Nadine dengan lembut. Mendengar perkataan Javier, Nadine tersenyum cerah. Dia memang sudah merasa sangat lelah, jadi biarkan dia beristirahat sejenak sekarang.


Seperti anak kecil, Nadine duduk dengan tenang sambil menunggu Javier berbelanja baju untuk kedua anaknya.


Usai berbelanja baju untuk Alicia dan Arion, Javier lalu mengajak Nadine ke toko yang menjual pakaian untuk orang dewasa.


"Apakah kita akan membelikan baju untuk Aletha?" Tanya Nadine penasaran


"Ya dan untukmu juga." Jawab Javier sambil tersenyum manis.


"Untukku?" tanya Nadine sambil menunjuk dirinya sendiri dengan bingung.


"Tapi bajuku masih ada banyak." Ucap Nadine sambil berjalan mengikuti Javier.


"Apakah kau tidak kesulitan memegang semua barang belanjaanku seperti itu? Ayo biar aku memegang sebagian." ucap Nadine, merasa kasian pada Javier setelah melihat Javier sepertinya sedikit kerepotan membawa semua barang belanjaan mereka yang ternyata cukup banyak itu.


"Tidak perlu, kau akan kelelahan nanti. Biar aku saja yang memegang semuanya, jangan khawatir oke." Imbuh Javier sambil tersenyum hangat.


"Jika kau merasa kesulitan katakan padaku." ucap Nadine

__ADS_1


"Tentu."


"Sekarang kita sudah sampai, kau tidak ingin memilih baju juga?" Tanya Javier pada Nadine dan di balas gelengan kepala oleh Nadine. Nadine malas berbelanja untuk dirinya sendiri, masih ada banyak baju yang belum dia kenakan maka dari itu Nadine tidak ingin membeli baju baru lagi. Karena itu terlalu pemborosan menurut Nadine, lebih baik uangnya di sumbangkan ke yang lebih membutuhkan di bandingkan di hambur hamburkan untuk sesuatu yang tidak perlu seperti ini.


"Tidak perlu jav, aku masih memiliki banyak baju yang belum ku pakai." ungkap Nadine sambil tersenyum tipis.


"Baiklah." Javier lalu melangkah ke arah beberapa manekin untuk memilih beberapa baju yang pas untuk putrinya aletha dan juga Nadine. Dia juga akan membeli beberapa untuk wanita itu. Setelah memilih beberapa yang pas, Javier lalu mengajak Nadine ke toko sepatu.


"Ingin membeli sepatu untuk Aletha juga?" Tanya Nadine pada Javier.


"Hm" angguk Javier sambil tersenyum.


"Duduk di sini saja oke, tunggu aku berbelanja dulu." ucap Javier sambil mendudukan Nadine pada sebuah kursi.


Javier mulai memilihkan beberapa pasang sepatu untuk Aletha juga Alicia dan Arion, tidak lupa Javier juga memilihkan beberapa sepatu kets untuk Nadine karena Javier tau wanita itu menyukai sepatu seperti itu. Setelah memilih beberapa pasang sepatu untuk Nadine, Javier lalu berjalan menuju ke arah Nadine.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa berjongkok seperti itu?" Panik Nadine, bagaimana tidak saat ini Javier berjongkok di hadapannya dan mengangkat sebelah kakinya.


"Ehh, kenapa sepatuku kau lepas." panik Nadine saat Javier melepas sepatu yang di kenakan Nadine.

__ADS_1


Javier hanya diam saja, pria itu lalu memasang sepatu itu di kaki Nadine. Setelah merasa sepatu itu pas di kaki Nadine, Javier segera berdiri tidak lupa Javier juga mengusap pipi Nadine dengan lembut. Mendapatkan perlakuan seperti itu dari javier, Nadine hanya mampu menbulatkan matanya saja. Dia terlalu shock dan tidak percaya dengan segala perlakuan manis Javier hari ini dan entah kenapa jantungnya berdetak dengan cepat saat Javier memperlakukan dirinya seperti itu. Kedua pipinya bahkan terasa panas sekarang, tapi Nadine sama sekali tidak tau perasaan apa yang sedang dia rasakan saat ini.


Bersambung


__ADS_2