TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 72


__ADS_3

Setelah mendapatkan pelecehan itu, Alexander merasa hatinya begitu hancur. Dia terus menatap kosong ke depan. Dia tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan di perlakukan seperti ini.


Melihat Alexander yang tampak terpuruk, Nadine justru merasa sangat bahagia. Inilah yang dia inginkan, membuat pria sombong ini merasakan apa yang dulu di rasakan oleh Nadine asli.


"Bagaimana rasanya setelah di lecehkan Alexander?" Tanya Nadine sambil berjalan menghampiri Alexander yang bahkan enggan untuk menatapnya.


"Lihatlah wajahku baik-baik Alex, aku ingin kau terus mengingat wajahku seumur hidupmu bahkan ketika kau mati sekalipun." ucap Nadine sambil menahan dagu Alexander agar tetap menatapnya. Nadine lalu membuka lakban yang menempel di mulut Alexander.


"Apakah kau tau Alex, apa yang sudah kau dapatkan hari ini belum sebanding dengan apa yang sudah kau lakukan padaku selama bertahun-tahun lamanya." ucap Nadine menatap benci Alexander. Andai saja kematian dapat membalas semua dosa-dosa Alexander selama ini pada Nadine asli mungkin Nadine sudah langsung membunuh pria ini langsung tanpa harus menyiksanya seperti ini. Tapi sayangnya dosa pria di hadapannya ini terlalu banyak dan mengeringkan. Rasanya kematian terlalu indah untuknya.


"Kenapa kau lakukan hal ini padaku?" Lirih Alexander, mentalnya seakan rusak oleh pelecehan yang di alaminya barusan.

__ADS_1


"Apakah kau tau, dulu aku pernah melontarkan pertanyaan yang sama juga padamu. Tapi kau masih ingat jawaban yang kau berikan padaku saat itu? Apa yang kau alami saat ini bahkan belum setimpal atas semua dosa-dosa selama ini. Padahal setauku dosaku padamu itu hanya 2, mencintaimu dan menjebakmu hingga aku akhirnya harus mengandung Arion dan Alicia. Tapi kau melakukan pembalasan untukku bahkan melebihi dosa yang sudah aku lakukan itu." ucap Nadine sambil menatap penuh kebencian Alexander.


"Tapi bagiku apa yang aku lakukan saat itu setimpal dengan apa yang sudah kau lakukan. Kau merusak hidupku, kau memisahkan aku dari cintaku. Salahkah aku jika harus membalas semua itu? Kau bahkan seharusnya bersyukur karena aku sama sekali tidak membunuh dirimu." Ungkap Alexander menatap bengis Nadine.


"Hahahaha, apakah kau pikir kau tidak merusak hidupku Alexander?" desis Nadine.


"Apakah menyuruh anak buahmu setiap hari memperkosa aku tidak merusak hidupku? Mentalku?" Nadine menatap bengis Alexander degan senyum sinis yang terpatri di wajah cantiknya.


"Apa kau lupa Alexander, kau bahkan pernah dengan keji menyuruh 2 anak buahmu sekaligus untuk meniduriku. Setelahnya kau akan mengatai aku ******. Kau adalah pria paling brengsek yang pernah aku temui di dunia ini Alexander." geram Nadine


"Aku sampai lupa, dulu aku bahkan pernah beberapa kali mengandung. Tapi kau dengan teganya membunuh anak kandungku sendiri. Saat itu aku memohon padamu agar tidak membunuh bayiku, tapi kau dengan keji membawaku ke klik aborsi dan membunuh bayiku yang sama sekali tidak berdosa. Kau mengatai anakku anak haram padahal karena ulahmu anakku sampai terlahir di luar nikah. Andai saja tidak menyuruh anak buahmu yang bajingan itu untuk memperkosa aku, aku tidak akan pernah hamil anak orang lain. Kau tau Alex, kau adalah pria paling menjijikan yang pernah aku kenal." imbuh Nadine menatap Alexander penuh kebencian.

__ADS_1


"Maafkan aku." lirih Alexander, dia kemudian kembali mengingat semua dosa-dosa terburuknya itu.


Ternyata dia memang sejahat itu dulu, bagaimana bisa dia dengan tega menyuruh orang lain untuk menikmati tubuh istrinya.


Nadine memejamkan matanya erat, menghalau kebencian yang kian besar mendera sanubarinya.


"Apakah kau tau Alex, kau adalah pria paling bajingan yang mungkin ada di bumi ini. Kau juga pasti mengingat saat saat ketika kau menyiksaku di gudang tua di Mensionmu itu. Kau menyiksaku seakan aku adalah benda mati yang tidak bisa merasakan sakit jika kau pukuli setiap hari. Bahkan sampai tubuhku di penuhi bekas luka karena ulahmu. Mulai dari mencambuk, menempelkan besi panas, mengiris kulitku dengan pisau, menendang perutku sampai aku kehilangan janinku, menampar, membenturkan kepalaku ke tembok hingga membuat kepalaku harus di jahit dengan beberapa jahitan karena lukanya yang lumayan dalam saat itu. Jangan lupa kau bahkan juga pernah mengurungku dengan tidak memberi makan dan minum selama 3 hari sampai aku pingsan dan hampir mati saat itu. Jangan lupa kau juga dulu bahkan pernah mendorongku dari tangga hingga aku harus kritis di rumah sakit. Sekejam itulah dirimu saat itu Alex, kau memperlakukan aku bukan sebagai istrimu. Jangankan istri kau bahkan tidak pernah memperlakukan aku sebagai manusia tapi bodohnya aku saat itu kenapa aku masih saja mencintai dirimu bahkan setelah semua perbuatan jahatmu selama ini padaku." Tutur Nadine sambil menatap Alexander penuh kebencian. Semua perbuatan Alexander itu, Nadine tau dari ingatan yang sudah Nadine asli berikan untuknya. Awalnya sebenarnya Nadine tidak ingin membalas Alexander, karena menurut Nadine itu bukan urusannya. Lagipula apa yang terjadi pada Nadine dulu semata-mata karena kebodohan dari wanita itu sendiri. Karena cinta butanya, karena ketidak tegasannya dalam membela hak dan dirinya sendiri itulah yang membuat Alexander menjadi semena-mena terhadap dirinya. Tapi semua itu berubah saat Alexander mulai merencanakan hal menjijikan itu, Nadine tidak bisa mentolerir lagi segala tindakan menjijikan Alexander hingga akhirnya Nadine memutuskan untuk membalas Alexander hingga membuat pria itu menyadari semua dosa-dosanya selama ini. Dia akan memperlakukan Alexander seperti halnya yang Alexander lakukan dulu pada Nadine asli.


"Kau tau Alex, saat itu aku tulus mencintai dirimu tapi sayang kau lebih memilih mengabaikan cintaku hanya untuk cinta palsu dari istri pelacurmu itu. Jadi Alexander persiapkan dirimu, karena aku masih akan terus membalas semua rasa sakitku padamu sampai kau akan merasa jijik pada dirimu sendiri. Sampai kau pada akhirnya akan mengemis kematian padaku tapi sayangnya aku lebih tertarik memberikan penderitaan tiada akhir di bandingkan kematian untukmu. Jadi bersiaplah dan tetaplah sehat karena ini adalah awal dari semua penyiksaan yang akan aku lakukan padamu. Jangan sampai sakit karena aku tidak ingin kau mati sebelum aku puas membalas dendam padamu. Beruntung karena aku hanya akan menuntut balas padamu saja, sedangkan pada orang tuamu aku hanya akan membuat mereka hidup melarat di jalanan. Agar semua kesombongan pada diri mereka menghilang terutama kesombongan ibumu yang tercinta itu." Ucap Nadine pada Alexander.


Mungkin bagi orang yang tidak merasakan apa yang Nadine rasakan, penyiksaan Alexander akan di bilang kejam tapi jika orang-orang itu mengetahui semua tindakan buruk Alexander pada Nadine dulu mereka mungkin akan mengerti kenapa sampai Nadine menuntut balas dengan keji seperti ini pada Alexander.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2