
1 Minggu telah berlalu sejak kematian Sofia dan sejak saat itu juga Alexander mulai menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Nadine.
"Bagaimana?" Tanya Alexander pada anak buah yang di perintahkannya untuk mengawasi Nadine.
"Nyonya Nadine hari ini sedang berada di restoran bos, nyonya sedang makan malam bersama anak-anak dan temanya."
"Bagus, apakah mereka sudah memesan makanan?"
"Mereka saat ini baru selesai memesan makanan bos."
"Apakah makanan pesanan mereka sudah di antarkan?"
"Belum bos."
"Bagus, sekarang kamu perintahkan salah satu pelayan di sana untuk memasukan obat tidur pada minuman Nadine. Pastikan minuman itu hanya akan di minum oleh Nadine."
"Baik bos."
Setelah mendapatkan perintah dari sang atasan, anak buah Alexander itu mulai bergerak. Dia membayar seorang pelayan untuk memasukan obat itu ke dalam minuman Nadine.
"Semoga nyonya Nadine meminumnya dengan cepat." anak buah Alexander itu terus mengawasi Nadine dari jarak yang tidak begitu jauh.
Setelah 1 jam pria itu mengamati Nadine akhirnya pria itu melihat Nadine meminum jus yang sudah di campur oleh obat tidur dengan dosis cukup tinggi itu hingga tandas.
Setelah makan malam, mereka akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke pasar malam.
Terlihat rombongan Nadine kini mulai meninggalkan restoran menuju tempat parkir mobilnya.
Saat melihat Nadine, Kelaya dan kedua anaknya memasuki mobil anak buah Alexander kembali menghubungi Alexander.
"Bos nyonya Nadine dan anak-anaknya sudah memasuki mobil."
"Bagus, kalian ikuti mobil mereka setelah sudah memasuki kawasan yang sepi kalian segera cegat mobil Nadine setelah itu kalian langsung culik dia."
"Lalu bagaimana dengan anak-anak bos?"
"Biarkan anak-anak pulang bersama wanita yang bersama Nadine itu. Cukup culik Nadine saja tidak dengan kedua anaknya."
__ADS_1
"Baik bos."
Setelah mematikan sambungan teleponnya, anak buah Alexander mulai memasuki mobil mereka. Mereka mulai mengikuti mobil Nadine diam-diam.
Di sisi lain, sejak keluar dari restoran tadi Nadine tampak lesu kepalanya juga sedikit pusing. Berkali-kali Nadine juga menguap. Dia benar-benar merasa sangat mengantuk.
"Mommy sakit?" Tanya Arion khawatir, anak itu dapat melihat raut ibunya yang terlihat sangat lesu.
"Kak, Kakak kenapa? Lagi nggak enak badan?" Tanya kelaya pada Nadine
"Nggak, kakak cuma ngantuk aja." ucap Nadine sambil menguap. Dia sudah benar-benar tidak bisa menahan kantuknya lagi.
"Kelaya, kamu nyetir yang bener ya. Kakak mau tidur dulu." Ucap Nadine lalu mulai memejamkan matanya.
"Kakak udah tidur?" Tanya kelaya menoleh ke samping untuk melihat Nadine yang ternyata sudah tertidur dengan begitu nyenyak.
"Padahal baru aja nyandar udah tidur aja, kak Nadine kak Nadine. Heran aku tuh."
"Oya anak-anak sepertinya rencana kita untuk ke pasar malam hari ini di cancel aja ya. Soalnya mommy kalian sekarang kayaknya lagi capek banget. Kita pulang aja ya." Ucap kelaya pada kedua anak Nadine. Kedua anak itu duduk di bangku belakang sedangkan Nadine duduk di samping kemudi bersama kelaya.
"Iya aunty." Ucap Arion dan Alicia serentak, walau ada perasaan kecewa di hati kedua anak itu karena mereka tidak bisa pergi ke pasar malam hari ini tapi demi sang ibu mereka akhirnya menurut dan tidak memaksa agar tetap ke sana. Terlebih saat melihat wajah sang ibu yang terlihat sedikit pucat. Keduanya justru sangat khawatir saat ini.
"Aunty mobilnya kenapa?" Tanya Alicia heran saat merasa jalan mobil mereka tersendat sendat.
"Aunty juga nggak tau nih. Yah yah yah." kelaya rasanya sangat ingin mengumpat saat tiba-tiba mesin mobilnya mati, terlebih suasana jalan yang di laluinya ini tampak sangat sepi. Kenapa juga dia harus melewati jalan ini tadi, kelaya terus saja mengumpat dalam hati.
"Aunty kok mobilnya mati?" Tanya Arion semakin khawatir.
"Aunty mobilnya lusak ya?" sambung Alicia tidak kalah panik. Walau jalan tempat mobil mereka mogok saat ini tampak terang tapi tetap saja kondisi jalan yang sepi membuat suasananya menjadi sedikit angker.
"Aunty apa mobilnya lusak gala-gala ada hantu?" Tanya Alicia dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Gadis kecil itu merasa sangat takut.
"Nggak ada hantu sayang." Ujar kelaya sambil menenangkan sang keponakan yang mulai ketakutan.
"Sebentar ok, aunty mau telepon grab dulu."
"Aunty itu meleka siapa?" Tanya Alicia semakin ketakutan, terlebih saat melihat ada sekitar 4 orang pria berbadan besar menghampiri mobil mereka.
__ADS_1
"Aunty juga nggak tau sayang." Perasaan takut mulai menghantui kelaya saat ini. Terlebih Nadine sedang tertidur, dia tidak akan bisa melindungi anak-anak jika sendiri. Dia tidak memiliki kemampuan bela diri seperti halnya Nadine.
"Arion sayang, tolong bangunin mommy kamu ok. kalau mommy kamu nggak bangun juga guyur aja pake air ini." Perintah kelaya mulai merasa cemas sambil memberikan segelas air mineral pada Arion.
Arion mulai membangunkan sang ibu, tapi bahkan walau anak itu sudah berteriak sambil mengguncang bahu sang ibu. Ibunya itu tetap tidak bangun juga, tidak kehabisan akal Arion akhirnya menuruti perintah kelaya dengan cara mengguyur Nadine dengan air mineral di tangannya. Tapi sang ibu tetap tidak bangun, tidur Nadine benar-benar lelap saat ini.
"Aunty mommy nggak mau bangun, bagaimana ini." pekik Arion, anak itu juga semakin cemas terlebih saat melihat sang adik yang saat ini sudah menangis kencang di sampingnya.
"Keluar kalian." Teriak pria-pria berbadan kekar itu.
Mereka mulai mengetuk kaca mobil Nadine dengan kencang. Membuat Arion, Alicia bahkan kelaya semakin ketakutan. Terlebih mesin mobil mereka juga mati. Berkali-kali kelaya mencoba menghidupkan kembali mobilnya tapi tetap saja tidak bisa.
Buk
buk
buk
Gedoran di pintu mobil Nadine terdengar semakin kencang. Alicia dan Arion berpelukan sambil menangis ketakutan.
"Kak, kak Nadine please bangun. Aku sama anak-anak takut banget." Lirih kelaya sambil terisak.
Kelaya terus mengguncang bahu Nadine berulang kali tapi Nadine tidak bangun juga.
"Arghh." Teriak Alicia kencang saat melihat salah satu pria itu memukul kaca mobil Nadine dengan sebuah palu hingga kaca mobil itu pecah.
"MOMMY MOMMY MOMMY."Alicia berteriak histeris saat pria-pria itu membuka paksa pintu mobil mereka. Alicia dan Arion benar-benar ketakutan.
Lalu tiba-tiba mata mereka terbelalak saat melihat pria-pria asing itu menggendong Nadine.
"NO MOMMY NO. JANGAN CULIK CULIK MOMMY CIA. HUAAA MOMMY, CIA TAKUT. MOMMY." Alicia semakin berteriak histeris memanggil Nadine yang saat ini di bawa pergi oleh pria-pria itu.
"MOMMY." Arion berteriak sambil menarik tangan Nadine tapi Arion malah di dorong oleh salah satu pria itu. Hingga membuat pria kecil itu terjatuh. Arion berteriak histeris, dia ingin melawan orang-orang itu tapi dia tidak bisa. Tubuhnya terlalu kecil, Arion merasa dirinya tidak berguna. Padahal dia adalah laki-laki tapi dia tidak bisa menjaga mommy, adik perempuan dan juga auntynya.
Melihat Nadine yang di bawa pergi, kelaya akhirnya keluar mengejar mereka. Tapi sayang pria-pria itu bukanlah lawan kelaya hingga kelaya di buat tumbang oleh mereka.
"AUNTY." Arion berlari kencang menyusul kelaya dan memeluk wanita itu yang kini terkapar di jalan dengan sudut bibir yang terluka akibat pukulan salah satu pria yang sudah menculik Nadine.
__ADS_1
Bersambung