
"Baiklah, mungkin sudah saatnya kau mendapatkan hadiah utamamu untuk hari ini." ucap Nadine sambil mengelus dada Alexander.
"Kau cukup seksi juga, pantas saja dulu aku sampai tergila-gila padamu." Nadine mengelus perut six pack milik Alexander.
"Tentunya yang aku maksud itu adalah Nadine asli, mantan istrimu yang saat ini sudah tewas karena ulahmu sehingga aku bisa memakai raganya sekarang." sambung Nadine dalam hati.
"Kenapa menutup matamu Alex? apakah kau merasa terangsang saat aku menyentuhmu seperti ini?" Ucap Nadine sambil terus mengelus dada dan perut kotak-kotak Alexander.
"Haruskah aku mengelus bagian bawahmu juga? ah tapi ku rasa aku tidak perlu melakukan hal itu karena akan ada orang yang akan mengelusnya sebentar. Tenang saja servis orang itu sangat hebat, kau akan di buat terbang sampai langit ketujuh" ucap Nadine sambil mengusap pipi Alexander sensual.
"Hmmm, kenapa sejak tadi kau diam saja? sangat tidak asik sekali." gerutu Nadine, dia seakan lupa kalau saat ini mulut Alexander di tempeli lakban olehnya. Jadi bagaimana bisa pria itu mau berbicara jika mulutnya di tutup seperti itu.
"Ah aku sampai lupa kalau aku belum melepas lakban yang menempel di mulutmu itu. Aku sebenarnya tidak ingin melakukan itu, tapi aku kesal karena kau terus saja mengumpat sejak tadi. Aku hanya tidak ingin menambah dosamu saja karena terus mengumpati aku. Tapi bersabarlah sebentar lagi aku akan melepas lakban ini dari mulutmu, tapi tunggu sampai para selirmu itu datang oke. Tapi bolehkah aku melihat aksi percintaan kalian? Aku hanya ingin melihat bagaimana caramu dalam melayani hasrat para selir kesayanganmu itu. Tenang saja, kau tidak perlu malu. Anggap saja aku hanyalah patung sebentar, kau mengerti?" Tanya Nadine masih terus mengelus elus tubuh Alexander.
"Kenapa wajahmu memerah? Astaga, apa kau sudah tidak bisa menahannya lagi? oh astaga, lihatlah milikmu bangun. Apa kau sangat terangsang? Haruskah aku memanggil mereka sekarang saja? Katakan saja jika kau ingin oke." ucap Nadine sambil menyiramkan setengah gelas madu ke tubuh Alexander.
"Ups, maaf aku tidak sengaja. Tadi aku ingin meminum madu itu tapi tanganku terpeleset. Maaf ya, aku harap kau tidak marah. Baiklah aku akan menyuruh salah satu selirmu untuk membersihkannya." ucap Nadine lalu berdiri memanggil salah satu pria yang sudah di persiapkan untuk Alexander. Sedangkan Alexander, pria itu semakin panik saat melihat pria kekar itu datang menghampirinya. Dia menggelengkan kepalanya panik, air matanya bahkan sampai menetes. Dia benar-benar ketakutan saat ini, ini adalah pertama kalinya Alexander merasa begitu takut. Andai saja tangan dan kakinya tidak di borgol, dia pasti tidak akan merasa ketakutan seperti ini karena dia bisa melawan pria itu tapi kini keadaanya benar-benar tidak berdaya.
"Kau menyukainya? Dia seksi bukan? Untuk celananya jangan di buka dulu. Kau cukup nikmati bagian atasnya saja dulu. Bersihkan semua madu yang ada di dada dan perut Alexander. Lakukan dengan sensual oke, buat dia merasakan nikmat." ucap Nadine santai, lalu Nadine berjalan mengambil kursi dan duduk tidak jauh dari Alexander. Dia tentu saja ingin melihat pertunjukan ini dengan matanya sendiri. Nadine tidak mungkin melewatkan pemandangan paling indah ini, bisa-bisa dia menyesal nantinya.
__ADS_1
"Lakukanlah." Perintah Nadine pada pria bernama Orlando itu.
"hm hm hm" gumam Alexander sambil menggelengkan kepalanya frustasi. Dia tidak rela tubuhnya di sentuh oleh seorang pria. Dia adalah pria normal yang masih menyukai wanita bukannya pria seperti ini.
"Baik bos." ucap Orlando lalu berjalan menghampiri Alexander sambil membuka baju bagian atasnya hingga kini Orlando juga menjadi bertelanjang dada seperti Alexander.
"Kau ternyata cukup manis juga, tenang saja aku akan membuatmu merasakan nikmat tiada Tara walaupun aku hanya menyentuh bagian atasmu saja. Kau tidak akan pernah menyesal dengan pelayanan milikku ini " ucap Orlando sensual, Orlando lalu mulai menjilat dada Alexander membersihkannya dari madu yang menempel di sana. Alexander hanya memejamkan matanya, dia benar-benar takut membayangkan apa yang akan terjad selanjutnya. Lalu Orlando mulai meyusu pada Alexander selayaknya bayi kehausan. Dia mengisap bahkan mengemut biji ketumbar itu dengan begitu sensual. Alexander menjerit ketakutan dan juga jijik atas perlakuan Orlando padanya. Jika yang melakukan hal itu adalah wanita mungkin Alexander akan merasakan nikmat tapi ini yang melakukannya adalah seorang pria.
"Kau suka sayang? nikmat bukan?" tanya Orlando sambil terus menjilat madu yang terdapat di tubuh Alexander. Mulai dari leher, Dads bahkan perut six pack Alexander. Orlando menjilatnya dengan cara sensual. Orlando begitu menikmati perlakuannya ini tapi berbeda dengan Alexander.
"Milikmu cukup menggemaskan dari balik celana milikmu ini." ucap Orlando sambil mengelus milik Alexander.
"Wah kau sudah cukup keras ternyata, haruskah aku memberimu pelayanan ekstra untuk yang ini." Orlando masih terus mengelus elus milik Alexander. Air mata Alexander sudah habis karena terus saja menangis sejak tadi. Dirinya ketakutan atas perlakuan pria di hadapannya ini yang dengan berani menjilati seluruh tubuhnya.
"Aku penasaran bagaimana dengan rasa bibirmu itu, tapi sayangnya bosku melarangnya untuk menciumi kamu karena dia takut kau akan mengigit lidahku. Jadi aku akan menciumi yang lain saja oke." bisik Orlando kembali menjilati dada Alexander. Kini seluruh madu yang Nadine tuang di atas tubuh Alexander sudah lenyap karena jilatan Orlando.
"Bos boleh aku membuka celananya? Aku janji aku hanya akan mengelus dan menjilatinya saja." mohon Orlando, dia penasaran dengan rasa milik Alexander seperti apa. Mendengar itu Alexander semakin menggeleng panik, andai saja mulutnya tidak di sumpal dengan lakban mungkin sejak tadi semua umpatan dan makian sudah Alexander lontarkan untuk Orlando dan juga Nadine.
"Lakukanlah, tapi hanya sebatas itu saja." ucap nadine tegas.
__ADS_1
Orlando lalu mulai membuka resleting celana Alexander, setelah celana Alexander terlepas Orlando mulai menjalankan aksinya itu.
"Hm hm hm." Alexander terus saja memberontak, tapi sayang karena tangan dan kaki yang di borgol sehingga dia tidak mampu melawan Orlando.
"Waooo, so cute." puji Orlando lalu mulai mendekatkan mulutnya pada Milik Alexander. Melihat hal itu Alexander semakin menjerit, dia merasa marah, jijik, kesal, semua menjadi satu tapi sayangnya dia tidak mampu melakukan sedikitpun perlawanan.
"Wao, aku tidak menyangka kalau rasamu ternyata cukup manis juga." Orlando terus saja menikmati milik Alexander, mulai dari mengisap sampai menjilat layaknya es krim. Hingga akhirnya milik Alexander memuntahkan lahar panasnya. Alexander menangis, mentahan segala rasa jijik dalam dirinya. Dia merasa sudah di lecehkan saat ini, Alexander merasa tubuhnya menjadi begitu menjijikan saat ini.
"Apakah segitu nikmatnya jilatanku sayang? Lihat milikmu bahkan muntah dengan begitu banyaknya. Ao dia sangat menggemaskan, dan rasanya juga begitu nikmat membuat aku menjadi ketagihan." ucap Orlando sambil mengedipkan matanya pada Alexander.
"Orlando sudah cukup, jangan di teruskan lagi." Perintah Nadine tegas.
Orlando sedikit kecewa karena hal itu, padahal dia masih ingin menikmati tubuh Alexander tapi sayang Nadine sudah memerintahkan dirinya untuk berhenti.
Orlando menatap lapar Alexander, andai saja Nadine tidak menghentikan dirinya Orlando sangat ingin menggempur Alexander hingga pria itu kesulitan berjalan keesokan harinya.
"Tenang saja sayang, besok aku akan kembali lagi untuk memuaskanmu. Aku tidak akan membuatmu kecewa dengan servisku ini." Bisik Orlando mesum.
Di sisi lain, Kevin dan Frans yang tadinya ingin menemui Nadine terpaksa kedua pria itu harus melihat pemandangan paling menjijikan seumur hidup mereka. Kevin bahkan sampai berlari ke toilet dan memuntahkan seluruh isi perutnya sedangkan Frans langsung berlari keluar, dia merasa merinding melihat pemandangan itu. Frans berlari seperti orang yang habis melihat setan.
__ADS_1
Bersambung ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Di tunggu penyiksaan Alexander lainnya.😂😂