TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 91


__ADS_3

"Darimana kau mengetahui semua item?" cicit anggun, hatinya teriris mendengar perkataan suaminya itu.


"Kakekmu, ayah dari ibumu yang sudah menceritakan semua itu padaku sebelum dia meninggal dunia. Kakekmu juga memberikan aku buku harian ibumu, di sana tertulis semua kesedihan ibumu, kekecewaan ibumu juga kehancuran hidup ibumu. Kau bisa membacanya sendiri nanti." ungkap Justin sambil menghela nafas kasar.


"Kakekku yang mengatakannya." lirih anggun, matanya berkaca-kaca. Bahkan air matanya bisa saja tumpah jika dia mengedipkan matanya sedikit saja.


"Ya kakekmu yang mengatakannya padaku, apa kau tau dia sangat kecewa padamu saat itu. Andai saja dia tidak berjanji pada ibumu untuk menjagamu, mungkin dia akan memilih acuh padamu selama ini. Tapi karena sumpahnya akhirnya dia masih memperdulikan dirimu. Kau tau anggun, dulu kau pernah berjanji padaku kalau wanita itu tidak akan pernah masuk lagi dalam keluarga kita. Itulah alasanku dulu tetap mempertahankan dirimu karena aku pikir kau akan memenuhi semua janjimu itu karena Javier adalah putra kandung mu. Tapi hari ini, kau justru mengundang wanita itu ke rumahku dan dengan seenaknya mengatakan agar aku melupakan semua yang sudah terjadi di masa lalu dengan semudah itu. Aku kecewa padamu anggun, sangat kecewa." ujar Justin sendu.


"Aku tidak pernah tau kalau ibuku dulu menderita, aku.."


"Hentikan, hentikan jangan bicara lagi. Bagaimana bisa kau mengetahui ibumu menderita jika selama ini kau hanya sibuk memikirkan kebahagiaanmu saja. Kau hanya sibuk mementingkan dirimu sendiri di bandingkan ibumu. Pernahkah sekali saja kau mendengarkan curahan hatinya? Tidak bukan, kau hanya sibuk menyalahkan dan mencari kesalahannya saja. Kau tau, kau adalah anak paling durhaka di dunia ini. Sekarang aku sadar, bagaimana bisa kau menyayangi anak kandungmu jika ibu kandungmu saja tidak mampu kau sayangi. Aku kecewa padamu anggun, sangat kecewa." Ucap justin sambil menangis terisak. Dia merasa gagal mendidik istrinya selama ini, hingga istrinya ini tidak bisa membedakan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk.

__ADS_1


"Andai saat itu Javier menyuruhku untuk menikah lagi karena alasan ibunya tidak mencintainya apakah kau akan rela? apa kau bisa berlapang dada membagi suamimu dengan wanita lain?" tanya Justin sarkas


Mendengar pernyataan sang suami, anggun hanya mampu tertunduk sedih. Dia sama sekali tidak mengetahui apapun tentang ibunya selama ini. mungkin benar yang suaminya katakan jika dia adalah anak durhaka dan jika dia berada di posisi sang ibu, anggun mungkin tidak akan mampu setegar sang ibu.


Anggun menangis terisak saat mendengar perkataan suaminya itu. Dia tidak bisa mengatakan apapun lagi, egonya tersentil akibat perkataan suaminya.


"Kakak ipar kau tidak bisa menyalahkan ibuku begitu, ibuku adalah wanita baik-baik."


"Tidak ada wanita baik-baik yang merebut suami dari wanita lain. Tidak ada wanita baik-baik yang akan dengan begitu tega menyakiti hati wanita lain. Ibumu itu sama murahannya denganmu. Jadi jangan mengatakan apapun lagi." sarkas Justin sambil menatap tajam Veronica.


prok prok prok.

__ADS_1


"Wah wah wah, aku sungguh merasa terkesan Sofyan. Kau membela wanita murahan itu di bandingkan aku sahabatmu sejak kecil. Ah tentu saja kau membelanya, karena kau sama jahatnya sepertinya. Kau sama bajingannya seperti ayah mertuamu itu. Kau mencampakkan istri yang sudah mendampingi dirimu dari nol hanya demi wanita sekelas istri keduamu itu. Hanya bedanya anak-anakmu tidak ada yang sebodoh istriku itu." ujar Justin sarkas.


Justin heran, kenapa malam ini rumahnya jadi tempat perkumpulan para bajingan seperti ini.


"Kau sendiri tau apa alasanku akhirnya memilih berselingkuh, istriku terlalu sibuk pada anak-anakku. Bahkan dirinya saja tidak mampu dia urus, kau pasti tau segemuk apa istriku dulu. Dia bahkan tidak pernah menyisir rambutnya sendiri, doa sangat berbeda dengan Veronica yang modis. Andai saja dia bisa menjaga penampilannya sendiri aku tidak akan pernah berselingkuh." ujar Sofyan


"Kau berkata seperti itu, sekarang aku bertanya padamu Sofyan. Apakah kau memberinya uang lebih agar istrimu itu menjalani perawatan selama ini. Kau ternyata pria yang tidak pandai bersyukur Sofyan. Istrimu bukan tidak mampu merawat dirinya sendiri, tapi dia seperti itu karena terlalu sibuk untuk mengurus rumahmu, mengurus dirimu serta anak-anakmu. Terlebih kalian tidak memiliki asisten rumah tangga saat itu. Jadi bagaimana dia memiliki waktu untuk merawat dirinya sendiri jika kesibukannya di rumah begitu menumpuk. Kau mungkin bekerja di kantor mencari uang, tapi pekerjaan yang kau lakukan itu tidak jauh lebih berat di bandingkan pekerjaan istrimu. apakah kau tau Sofyan, jika pekerjaan paling berat di dunia ini adalah pekerjaan ibu rumah tangga. Mereka tidak pernah bisa beristirahat, karena terlalu sibuk bahkan untuk makan saja mereka tidak memiliki waktu. Hanya pria yang tidak pandai bersyukur saja yang akan berselingkuh hanya karena penampilan istrinya sudah tidak menarik lagi." Sarkas Justin sambil menatap dingin Sofyan.


Justin heran dengan pikiran para pria di luar sana, yang menyepelekan sebuah janji pernikahan. Mereka selalu saja menyalahkan istri mereka akibat retaknya hubungan rumah tangga mereka Tampa mereka bercermin apakah mereka sudah menjadi suami yang baik selama ini. Apakah mereka sudah bisa membahagiakan istri mereka selama ini, mereka hanya memikirkan kepuasan seksual saja Tampa memikirkan bagaimana perasaan istri mereka saat dengan tega mereka membawa selingkuhan mereka dan memperkenalkannya sebagai istri kedua. Seandainya posisi mereka di balik, mampukah mereka berbagi cinta dengan pria lain. Terkadang mereka mencari istri lebih dari satu orang dengan mengatasnamakan ibadah, ingin membantu sesama sehingga menikahi wanita itu agar tidak timbul fitnah. Tapi benarkah pernikahan itu hanya karena alasan ibadah dan bukan nafsu. Justin sampai detik ini, tidak mempercayai adanya pernikahan kedua berlandaskan sebuah ibadah. Baginya semua pria yang memilih memiliki istri lebih dari satu dan pada akhirnya menyakiti istri pertama mereka alasannya hanya satu. Nafsu, istri pertamanya sudah tidak menarik lagi atau istri pertamanya sudah tidak mampu mengimbangi nafsu sang suami lagi. Para pria itu tidak memikirkan bagaimana perasaan istri mereka yang cintanya di duakan. Mereka seakan lupa kalau mereka juga di lahirkan oleh seorang wanita dan bagaimana perasaan mereka jika seandainya ibu mereka di perlakukan sama oleh ayah mereka. Tidak sakitkah hati mereka sebagai seorang anak saat ibu mereka di perlakukan seperti itu.


"Tapi bukankah ada sangat banyak orang yang memiliki istri lebih dari satu di negara kita ini. Kau jangan munafik Justin, lagipula daripada aku melakukan zinah bukankah akan lebih baik jika aku menikahi Veronica saja." ujar Sofyan dengan tidak tau malunya.

__ADS_1


Sungguh Justin tidak tau lagi terbuat dari apa hati Sofyan itu.


Bersambung


__ADS_2