TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 80


__ADS_3

Setelah pergi meninggalkan mall, Nadine langsung mengajak Javier ke mobilnya. Untung saja semua sudah mereka beli termaksud alat melukis Aletha jika tidak Aletha mungkin akan sedih karena pesanannya tidak jadi di belikan.


Jika sebelumnya Javier yang melindungi Nadine, kini Nadine yang akan melindungi Javier. Bukankah sesama teman harus saling tolong menolong dan saling melindungi satu sama lain.


"Kau baik-baik saja javi?" Tanya Nadine khawatir, terlebih saat melihat wajah pucat sahabatnya itu.


"Aku baik-baik saja." Lirih Javier sambil menundukkan wajahnya.


"Tunggu sebentar oke, aku akan mengurus sesuatu dulu baru setelah itu aku menghiburmu." ucap Nadine lalu mulai menyalakan laptop yang baru saja di belinya. Setelah dia menyambungkan WiFi dari ponselnya pada laptop itu Nadine mulai meretas cctv mall tadi. Dia menghapus Vidio kekerasan yang sudah di lakukan para ibu-ibu tadi pada Veronica dan hanya menyisakan Vidio pertemuan Nadine dan Veronica saja. Tidak lupa Nadine juga mulai mencari tau tentang wanita yang sudah membuat mental sahabat terganggu itu. Nadine tidak akan pernah melepaskan wanita itu dengan mudah.


"Kau sedang apa?" Tanya Javier melihat ke arah laptop Nadine.


"Sudah jauh lebih baik?" Tanya Nadine pada Javier.


"Ya, terimakasih." Ucap Javier tulus, sungguh Javier tidak tau harus apa jika Nadine tidak berada di sana tadi. Walaupun kejadian pelecehan yang di lakukan Veronica padanya dulu sudah menjadi masa lalu. Tapi tetap saja, trauma itu tidak bisa hilang begitu saja dengan mudah.

__ADS_1


"Dapat." kata Nadine sambil tersenyum cerah. Nadine rasanya sangat bahagia setelah dia berhasil mendapatkan semua tidak tanduk kejahatan Veronica selama ini. Juga semua kelakuan bejat Veronica, tapi untuk saat ini Nadine akan menyimpannya dulu. Nadine akan menyebarkan hal itu jika Veronica kembali berulah dan alangkah terkejutnya Nadine saat melihat satu fakta yang mencengangkan. Ternyata Javier bukan anak pertama yang menjadi korban kebejatan Veronica, Javier adalah merupakan anak ke 4 yang menjadi kebejatan wanita itu. Setelah keluar dari penjara, kelainan seksual Veronica itu tidak hilang. Dia kembali melakukan hal bejat itu pada putra dan putri tirinya dan bodohnya suami Veronica. Pria itu lebih mempercayai Veronica di bandingkan kedua anaknya itu. Seharusnya pria itu bisa sedikit saja menggunakan otaknya untuk berpikir, jangan karena Veronica adalah cinta pertama pria itu maka dia akan menutup kedua telinganya untuk kedua anak kandungnya.


"Aku tidak menyangka jika sebelum aku, Veronica juga pernah melecehkan anak lain." lirih Javier sedih, melihat Javier yang tampak sangat terpukul Nadine akhirnya memeluk sahabatnya itu.


"Mulai sekarang kita akan menghadapi wanita itu bersama, aku bersama dirimu sekarang. Aku tidak akan pernah membiarkan wanita itu menyakitimu, aku berjanji javi." ungkap Nadine sambil mengelus punggung Javier dengan lembut.


"Aku sangat takut, ibuku pasti akan kembali mengajak wanita itu ke rumah kami. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Ibuku pasti akan kembali percaya pada wanita itu." Lirih Javier sambil memeluk erat Nadine. Nadine merasa kasian pada sahabatnya ini, memang benar kata orang. Luka fisik bisa di sembuhkan dengan mudah tapi tidak dengan luka batin. Tidak peduli sudah berapa lama luka itu tertanam, tapi tetap saja luka itu akan selalu membekas sampai kapanpun. Terlebih jika itu luka batin karena pelecehan seksual.


"Jika ibumu lebih mempercayai wanita itu, masih ada aku yang akan selalu mempercayai dirimu. Tidak peduli walau seluruh dunia tidak mempercayai dirimu, aku akan selalu mempercayai dirimu javi. Bukankah kau juga akan melakukan hal yang sama jika aku yang berada di posisimu saat ini?" Tanya Nadine sambil terus menepuk nepuk punggung Javier yang masih terisak pilu di pelukan Nadine. Bahu pria yang biasanya terlihat kuat itu bahkan masih bergetar saat ini. Ternyata benar kata orang, tidak peduli sekuat apapun orang itu jika hal yang membuatnya trauma kembali hadir dia akan kembali lemah. Lagipula Javier hanyalah manusia biasa, sekuat apapun dia pasti ada saatnya dia juga akan terlihat lemah seperti halnya saat ini.


"Kau tidak bodoh javi, kau tidak mudah melawan trauma. Aku sangat memahami hal itu, jadi kau tidak perlu merasa buruk hanya karena kau kalah dengan trauma yang kau miliki itu javi." Ungkap Nadine


"Tapi aku merasa sangat malu saat ini, padahal aku adalah seorang mafia. Selama ini semua musuhku merasa takut padaku, tapi lihat sekarang. Aku justru ketakutan seperti seekor kelinci yang akan di mangsa oleh seekor serigala." imbuh Javier sendu.


"Tidak semua orang kuat akan selamanya menjadi kuat javi, setiap orang memiliki titik lemah mereka sendiri. Tapi bukan karena saat ini kau lemah maka kau bisa di cap sebagai orang bodoh. Juga pada siapa kau merasa malu javi? Apakah kepadaku?" Tanya Nadine sambil mengelus rambut Javier dengan lembut.

__ADS_1


"Um" gumam Javier sambil menganggukkan kepalanya.


"Kenapa harus malu padaku javi? Kita adalah sahabat, jadi kau tidak perlu merasa malu padaku. Lagipula javi, kau juga seorang manusia. Tidak selamanya manusia akan selalu kuat, adakalanya manusia juga bisa terlihat lemah. Saat kau terlihat lemah di situlah kau membutuhkan seseorang untuk menjadi penguatmu javi. Jika sebelumnya kau selalu melindungi aku, sekarang giliran akulah yang akan melindungimu. Selama ini apa kau pikir aku tidak tau jika kau selalu melindungi aku dan kedua anakku diam-diam? Aku tau javi, bukan hanya anakku. Bahkan kelaya dan kakek nenekku pun selalu kau lindungi bukan. Aku tau jika kau menyuruh beberapa anak buahmu untuk selalu melindungi keluargaku. Jadi sekarang giliranku yang akan melindungimu." ungkap Nadine


mendengar hal itu tentu saja Javier sangat terkejut, bagaimana bisa Nadine tau kalau selama ini dia menyuruh anak buahnya untuk selalu melindungi orang-orang yang Nadine cintai. Ah, Javier sampai lupa kalau Nadine adalah wanita yang paling peka pada sekitarnya jadi bagaimana bisa wanita itu tidak tau.


"Terimakasih karena sudah bersamaku, terimakasih karena sudah mau menjadi sahabatku Nadine. Terimakasih karena sudah mau melindungiku." ungkap Javier lirih.


"Semoga suatu hari nanti gelar sebagai sahabat di antara kita bisa berubah." sambung Javier dalam hati.


Bersambung


Hari ini sampai di sini dulu ya, nanti di lanjutkan besok lagi.


SELAMAT MEMBACA 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2