TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 88


__ADS_3

"Kau sudah di sini rupanya." Javier tiba-tiba saja datang menghampiri Nadine.


"Wao, sepertinya Alexander benar-benar menikmati percintaannya kali ini. Lihatlah bagaimana dia mendesah, ternyata nafsu pria itu besar juga. Aku dengar mereka sudah melakukanya sekitar 5 jam." Puji Javier


Arnold yang mendengar hal itu, merasa tercengang. Bagaimana tidak, penilaian Javier bahkan sama dengan Nadine tadi. Mereka memang benar-benar pasangan yang cocok dan serasi.


"Ya kau benar, aku juga berpikir begitu. Selama ini dia menolak tapi setelah di beri kenikmatan malah dia menjadi ketagihan." celetuk Nadine


"Ya kau benar, dia benar-benar pria munafik. Haruskah kita menambah prianya? aku rasa dia masih belum merasa puas." ucap Javier lalu duduk di samping Nadine lalu mulai menuang wine yang di bawanya tadi di gelas.


"Ini untukmu." ucap Javier sambil menyodorkan segelas wine pada Nadine dan tentu saja langsung di terima dengan senang hati oleh wanita itu.


"Apa kau juga mau Arnold?" Tanya Javier pada Arnold yang tampak termenung melihat mereka berdua.


"Ah tidak king, aku tidak menginginkannya. Apakah aku boleh izin pergi?" Tanya Arnold sambil sesekali melirik ke arah Nadine yang tampak asik menikmati wine miliknya sambil melihat adegan tidak senonoh di hadapannya itu. Arnold heran, bagaimana mereka bisa menikmati wine dengan di suguhkan pemandangan menjijikkan seperti itu. Arnold tidak mengerti lagi dengan pasangan aneh itu.


"Baiklah, kau boleh pergi." ucap Javier, dia merasa sedikit cemburu saat melihat anak buahnya itu menatap Nadine.


"Baik king." ucap Arnold lalu segera beranjak pergi meninggalkan Nadine dan Javier yang masih tampak sangat menikmati percintaan Javier dan juga ke 7 selirnya itu.

__ADS_1


"Bagaimana menurutmu, haruskah kita menambah pria untuk memuaskan Alexander?" Tanya Javier lagi sambil menyesap wine miliknya.


"Tidak perlu, aku ingin segera menyelesaikan ini. Apakah kau tau cara merusak pita suara Alexander?" Tanya Nadine sambil memakan kue yang di bawa Javier dengan Santai.


"Ya aku tau, aku akan merusak pita suaranya setelah kau memberikan perintah." Ucap Javier sambil tersenyum menatap Nadine yang tampak lucu. Pipinya menggembung karena kue yang di makannya, dia terlihat seperti anak kecil jika sedang memakan kue seperti ini. Membuat Javier merasa gemas pada Nadine.


"Ngomong-ngomong tadi ibuku menelpon, dia mengajakku makan malam sebentar. Suami dan putri Veronica baru saja tiba d Jakarta." ucap Javier sambil memainkan ponselnya.


"Ini." sambung Javier sambil memperlihatkan chat dari ibunya tadi.


"Bukankah katanya mereka akan datang besok dan bukannya hari ini?" Tanya Nadine penasaran.


"Aku yakin suaminya itu akan sangat terkejut saat melihat kondisi rambut istrinya saat dia tiba tadi. Aku juga merasa tidak sabar, bagaimana menurutmu reaksi suami bibimu itu saat melihat istrinya bersetubuh dengan 2 orang pria yang usianya jauh di bawah bibimu itu. Bahkan salah satu pria yang sudah meniduri istrinya seumuran dengan putra sulungnya sendiri." ucap Nadine sambil menyeringai.


"Dia mungkin akan langsung terkena serangan jantung jika mengetahui kebenarannya." celetuk Javier sambil terkekeh kecil.


"ha ha ha, kau benar. Dia mungkin bisa langsung terkena serangan jantung seperti mantan istrinya yang malang itu." ucap Nadine sambil berdecak kesal, Nadine sangat benci pada pria yang tidak setia. Menurut Nadine suami dari Veronica itu adalah pria yang tidak pandai bersyukur. Dia dengan tega membuang istri yang sudah menemaninya dari nol dan dari suka maupun duka hanya untuk cinta pertamanya yang dulu dengan terang-terangan menolak dirinya hanya karena dia miskin. Tapi setelah pria itu kaya raya, bibi Javier itu dengan tidak tau malunya kembali menggoda pria bodoh itu dengan dalih dia membutuhkan pekerjaan dan Tampa memikirkan 2 kali dia langsung di beri pekerjaan sebagai sekertaris. Mereka berselingkuh dan pria tidak tau diri itu mencampakkan istrinya hanya karena wanita murahan seperti Veronica itu.


"Aku yakin jika suami Veronica mengetahui semua kebusukan dan kejahatan yang di lakukan oleh istri tercintanya itu, dia akan menyesal karena sudah menyia-nyiakan istri yang tulus mencintainya dan selalu mendampingi dirinya tidak peduli sesulit apapun kondisinya." ucap Javier miris.

__ADS_1


"Yah kau benar, dia terlalu bodoh sampai tidak bisa membedakan mana berlian dan mana batu kapur. Dia membuang istri yang menerima dirinya apa adanya hanya untuk wanita seperti Veronica itu. Pria itu bahkan merasa lupa siapa yang sudah mendampingi dia di saat seluruh dunia tidak menganggap kehadirannya. Di saat dia di kucilkan hanya istri yang sudah dia sia-siakan itulah yang mendampingi dirinya bahkan selalu mensupport dia agar tetap maju. Tapi lihat, setelah dia bisa bangkit bahkan sukses dia seakan lupa siapa yang sudah mendukungnya selama ini. Hanya karena istrinya sudah tidak secantik dan seseksi si Veronica ****** itu lalu apakah dia bisa seenaknya berselingkuh. Sungguh tidak bisa di percaya. Jika aku jadi istrinya sudah ku kebiri dia dan akan ku siram Ari keras wajah selingkuhannya itu. Aku tidak akan pernah membiarkan mereka hidup damai sementara aku harus menderita. Aku akan membuat mereka lebih menderita di bandingkan aku. Aku ku miskinkan kembali pria itu agar dia tau arti diriku dan seberapa besar perjuanganku untuk membuatnya kaya. Aku akan membuat dia bisa lebih menghargai arti perjuangan dan pengorbanan." Ucap Nadine dengan sinis, dia benar-benar benci dengan pria yang tidak setia. Mungkin jika Alexander ini adalah suaminya yang asli, mungkin Nadine akan membuat Alexander dan Sofia lebih menderita dari ini. Dia tidak akan melepaskan kedua orang itu sampai kapanpun, tapi syukurlah jika Alexander bukan suami Nadine yang sebenarnya.


"Aku bisa membayangkan itu." ucap Javier sambil melihat ke arah Alexander yang bahkan sampai saat ini belum selesai juga di gilir. sepertinya baru akan selesai setelah pria itu pingsan entahlah Javier juga tidak tau.


"Aku kesana dulu sebentar." ucap Nadine lalu mulai berdiri menghampiri sel tahanan Alexander.


"Kalian, sudah cukup. Hentikan sampai di sini saja, kalian semua bisa kembali." Tegas Nadine sambil menatap mereka semua dingin.


"B-baik." ucap mereka terbata, mereka tentu takut dengan tatapan dingin Nadine itu. Tatapan yang seakan ingin memakan mereka hidup-hidup.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Nadine sarkas.


"L-lebih baik kau membunuhku saja." lirih Alexander sendu, dia bahkan tidak berani menatap Nadine saat ini. Dia merasa sangat malu dan jijik pada dirinya sendiri. Alexander bisa mencium dengan jelas bau ****** para pria itu di tubuh telanjangnya. Bahkan lubang anusnya saat ini terasa penuh akan cairan pria-pria itu. Hanya ada 1 keinginan Alexander saat ini, yaitu MATI.


Bersambung


sampai di sini dulu ya, hari ini sama seperti kemarin hanya bisa 2 kali up saja. Maaf ya🙏🙏🙏


Nanti kalau sudah tidak begitu sibuk, baru bisa up lebih dari ini.

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA


__ADS_2