TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 93


__ADS_3

"Bagaimana rasanya saat anda mengetahui bahwa kedua anak anda di hancurkan oleh wanita yang sudah anda agung-agungkan itu tuan Sofyan?" Tanya Nadine sarkas, rasanya Nadine bahagia sekali melihat penyesalan di wajah pria tua itu. Nadine heran, padahal Sofyan ini sudah di beri istri yang baik dan juga perhatian tapi justru dia membuang wanita hebat itu dan menukarnya dengan wanita sampah seperti Veronica.


"Lihatlah tuan Sofyan, karena anda terlalu menuruti nafsu anda yang besar itu putri anda jadi seperti ini begitu pula dengan putra anda. Anda sangat bodoh, bagaimana bisa anda menukar istri berlian seperti istri pertama anda dengan wanita sampah sepertinya. Bahkan mungkin sampah masih jauh lebih harum di bandingkan wanita yang sudah anda pilih sebagai istri itu. Lihatlah karena kebodohan anda, putri anda menjadi korban kekejian dari wanita itu. Apakah setelah mengetahui semua perbuatan keji istri anda itu, anda masih mau membela dia?" Tanya Nadine sinis, rasanya Nadine sangat ingin menguliti tubuh Renata lalu memotong-motong daging wanita itu untuk di jadikan makanan buaya. Menurut Nadine, Veronica tidak ada bedanya dengan Alexander.


"ini lihatlah ini tuan Sofyan, aku harap setelah melihat ini mata anda bisa sedikit terbuka." ucap Nadine sambil menyodorkan sebuah map pada Sofyan.


Dengan tangan gemetar Sofyan membuka map itu, lalu membaca isinya satu persatu. Setelah membaca seluruh berkas itu, hati Sofyan seperti di iris belati tajam.


"WANITA JAHAT." Teriak Sofyan murka sambil berlari kearah Veronica yang saat ini telah di ikat di sebuah kursi oleh Nadine. Alasannya karena wanita itu tadi ingin kabur, tentu saja Nadine tidak akan membiarkan wanita itu bebas begitu saja. Masih ada kejutan manis untuknya nanti, jadi dia belum boleh pergi.


"BERANINYA KAU MELAKUKAN INI PADA PUTRIKU! APA SALAH PUTRIKU PADAMU WANITA IBLIS." Teriak Sofyan sambil menjambak rambut Veronica dengan keras.


PLAK

__ADS_1


"INI UNTUK PUTRAKU YANG SUDAH KAU PERKOSA DAN KAU JADIKAN SEBAGAI BONEKA PEMUAS NAFSUMU." hardik Sofyan sambil menampar Veronica hingga membuat sudut bibir wanita itu terluka. Tapi Sofyan tidak peduli lagi, hatinya sudah terlalu mati untuk wanita itu.


PLAK


"INI UNTUK PUTRAKU YANG DENGAN KEJI KAU LUKIS TUBUHNYA DENGAN JARUM PANAS."


PLAK


"INI UNTUK PUTRAKU YANG DENGAN KEJI SELALU KAU PUKULI."


"INI UNTUK PUTRAKU YANG KAU BUAT MENGALAMI PATAH TULANG SETELAH KAU MENYURUH PARA PREMAN ITU UNTUK MENGEROYOKNYA." murka Sofyan sambil menendang Veronica hingga wanita itu tersungkur di lantai dengan kondisi masih terikat di kursi.


"Uhuk uhuk uhuk."

__ADS_1


Veronica merasa dadanya teramat sakit akibat tendangan Sofyan. Sedangkan anggun, wanita itu berteriak histeris saat melihat sang adik di siksa dengan tidak manusiawi oleh suaminya sendiri. Dia memang kecewa bahkan sangat kecewa pada Veronica tapi Veronica tetap adiknya. Setidaknya bawa saja Veronica ke kantor polisi dan biarkan hukum yang mengadili adiknya itu.


"Jangan menyakitinya lagi, ku mohon Sofyan. Dia kesakitan, lihatlah dia. Dia masih istrimu Sofyan, jangan lakukan ini." ucap anggun sambil terisak, dia sangat ingin menghampiri Sofyan dan menghentikan pria itu sayangnya dia tidak bisa karena Justin menahan tubuhnya dengan erat hingga anggun bahkan tidak bisa bergerak.


"Ku mohon lepaskan aku Justin, aku ingin menghampiri adikku. Dia bisa mati jika Sofyan terus menyiksanya seperti itu." lirih anggun sambil menatap mata Justin yang tampak menggelap. Justin semakin kesal dengan wanita yang berstatus sebagai istrinya ini. Andai saja dulu putra sulungnya tidak memohon agar dia tidak menceraikan istrinya ini. Maka Justin akan langsung menceraikan dia, kekecewaan Justin sudah terlalu besar untuk anggun. Selama ini mereka terlihat mesra dan harmonis semata-mata hanya untuk menjaga nama baik keluarganya saja. Tapi jika mereka hanya tinggal berdua, anggun dan Justin seperti orang asing yang hidup bersama. Di depan orang-orang Justin terlihat seperti suami yang sangat mencintai istrinya tapi di belakang semua orang termasuk anak-anaknya mereka hanya orang asing sebab cinta Justin sudah lama mati untuk anggun. Sejak wanita itu lebih membela adiknya di bandingkan putra mereka.


Anggun tentu saja menyadari kesalahannya itu, bertahun tahun dia berusaha memperbaiki dirinya dan juga melakukan segala hal untuk suaminya agar sang suami kembali mencintainya tapi sayang semua hal yang di lakukannya tidak mampu mengembalikan cinta sang suami yang telah mati.


"Jika kau masih tetap membela adikmu itu jangan salahkan aku jika setelah ini aku menceraikan dirimu anggun. Karena aku tidak bisa hidup bersama dengan wanita yang lebih menyayangi adik tirinya di bandingkan putra kandungnya sendiri. Karena bagiku putraku Javier jauh lebih berharga di bandingkan apapun di dunia ini. Dia adalah harta paling berharga dan tak ternilai harganya. Dulu aku menganggapmu juga sebagai harta tak ternilai tapi setelah kekecewaan demi kekecewaan yang kau berikan padaku, cinta itu langsung mati untukmu. Dulu aku bertahan demi putraku itu, tapi jika cintamu untuk adikmu itu masih jauh lebih besar di bandingkan cintamu untuk putraku itu, maka maaf aku tidak bisa lagi mempertahankan pernikahan kita. karena jalan hidup yang kita pilih semakin hari semakin berbeda." bisik Justin pada anggun.


Anggun yang mendengar hal itu, terpaku. Dia tidak menyangka suaminya akan mengatakan hal itu. Kurangkah perhatiannya selama ini sebagai seorang istri. Kenapa selalu karena Javier yang suaminya itu perhatikan sejak dulu. Dia bahkan kehilangan kehangatan suaminya itu juga karena Javier. Salahkan dia membela adiknya, satu-satunya saudara yang di milikinya di dunia ini. Justin mungkin tidak mengerti karena dia adalah anak tunggal. Tapi jika Justin menjadi dirinya, anggun yakin Justin juga akan melakukan hal yang sama sepertinya.


"Bagaimana bisa kau mau menceraikan aku hanya karena anak itu." geram anggun menatap nyalang Justin.

__ADS_1


"Anak yang kau maksud itu adalah putra kita, buah cinta kita. Dimana hatimu sebagai seorang ibu? kau tau aku sangat kecewa dengan sikapmu selama ini anggun. Kau selalu membela adikmu itu padahal kau jelas tau perbuatan menjijikkan itu pada putra kita. Aku pikir bagi seorang ibu, anaknya tetaplah yang utama. Bahkan mereka akan rela bertarung dengan hewan buas sekalipun jika anaknya akan di makan oleh hewan buas itu. Tapi kau, lihatlah dirimu. Dulu kau bahkan tau perbuatan menjijikkan adikmu itu, tapi kau menyembunyikannya dariku. Karena apa? kau ingin melindungi adikmu itu dariku. Jika saja perbuatan adikmu itu tidak ketahuan, mungkin sampai dengan hari ini kau masih akan menyembunyikannya." sarkas Justin sambil menatap sinis anggun. Kekecewaannya saat ini sudah tidak terbendung lagi. Rasa sakit saat melihat putranya bertahun-tahun berjuang melawan trauma dan depresi bahkan sampai beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri bukanlah hal mudah untuk Justin.


Bersambung


__ADS_2