
"Memang susah jika kita berbicara dengan pria yang hanya memikirkan ************ seperti mu ini." sarkas Justin sinis.
"Javi, aku benar-benar bosan dengan drama keluargamu ini. Kau tau aku jadi mengantuk." Bisik nadine pada javier
"Haruskah kita akhiri perdebatan mereka sekarang?"
"Yah sebaiknya lakukan, aku sudah bosan dengan perdebatan ini. Aku sudah sangat lapar, kau tau sendiri jika aku belum makan malam."
Javier dan Nadine terus saling berbisik Tampa melihat jika ayah Javier dan suami Veronica sudah saling meninju satu sama lain.
"Dad, tolong hentikan Opa dad." ucap aletha sambil menangis.
"Apa?"
Javier dan Nadine sangat terkejut saat melihat jika perdebatan sengit tadi sudah berakhir dengan perkelahian.
"Sepertinya kita memang harus membongkar kebusukan wanita itu sekarang." ucap Nadine sambil berbisik.
"Baiklah."
Javier lalu melangkah ke arah sang ayah juga suami dari bibinya itu. Javier segera menarik kerah kemeja Sofyan dan langsung meninju wajah pria paruh baya itu hingga tersungkur di lantai.
"Sudah cukup, hentikan perdebatan kalian ini. Sudah saatnya kita menyelesaikan semua ini, sekarang duduklah di tempat kalian. Aku akan menunjukan sesuatu yang akan membuat kalian semua terkejut. Juga siapkan jantungmu tuan Sofyan, karena mungkin setelah ini kondisi jantungmu yang sudah renta itu mungkin tidak akan sanggup menerima kenyataan yang akan aku tunjukan nanti." ucap Javier sambil menyeringai sinis menatap Veronica.
Lalu Javier segera mengeluarkan beberapa lembar foto yang berisi perselingkuhan Veronica dengan beberapa pria muda. Yang mungkin usia mereka sekitar 18 sampai 25 tahun.
__ADS_1
Sofyan dan juga anggun yang melihat semua foto itu sangat terkejut. Begitu juga dengan Veronica, wanita itu bahkan wajahnya sampai memucat.
"Sayang, jangan percaya dengan semua foto itu, semua foto itu hanya editan. Aku tidak pernah berselingkuh, sungguh. Kau percaya padaku kan." Rayu Veronica sambil mengelus tangan Sofyan.
Veronica sangat ketakutan, dia takut Sofyan dan juga anggun tidak akan mempercayai dirinya lagi.
"Ah, mungkin jika foto kau masih bisa menyebutnya editan. Tapi bagaimana dengan yang ini." Ucap Javier sambil menunjukan sebuah video *** Veronica beberapa hari yang lalu.
Sontak hal itu sangat mengejutkan Sofyan dan juga anggun. Sedangkan Justin, pria itu hanya duduk manis sambil melihat bagaimana ekspresi istri dan juga sahabat bodohnya itu. Sudah Justin duga, jika Veronica bukanlah wanita baik-baik. Istrinya saja yang bodoh terlalu gampang percaya pada adik murahannya itu.
"Tidak, itu bukan aku. Kau bagaimana kau tega mengedit video bibimu sendiri. Tega sekali kau." teriak Veronica geram, dia berjalan ke arah Javier. Tapi sebelum tangan Veronica menyentuh Javier, Nadine lebih dulu menahan tangan wanita itu.
Krekk
"Aww wanita sialan, apa yang kau lakukan pada tanganku. Ini sangat sakit." teriak Veronica sambil mengusap tangannya yang terasa sangat sakit akibat di pelintir oleh Nadine.
"Ah, masih ada yang lainnya lagi paman Sofyan dan ibu." Javier lanjut memberikan video intim Veronica dengan beberapa pria berbeda pada mereka. Sontak hal itu semakin mengejutkan Sofyan dan juga anggun. Mereka tidak menyangka bagaimana bisa wanita berwajah polos dan lugu seperti Veronica sanggup melakukan itu semua.
"TIDAK, JANGAN MELIHATNYA LAGI. SEMUA ITU BOHONG, Kakak kau percaya padaku kan." Ucap Veronica sambil memeluk tangan anggun dengan erat. sedangkan anggun, merasa seakan jiwanya hilang entah kemana.
"Ah masih ada lagi, ini silahkan di lihat." Javier kembali memperlihatkan video tidak bermoral Veronica, yang tengah memperkosa anak tirinya sendiri yang tidak lain adalah putra kandung Sofyan.
Melihat hal itu, sontak Sofyan sangat terkejut. Jantungnya serasa berhenti berdetak, bagaimana bisa istri yang sangat dia cintai itu tega melakukan perbuatan menjijikan itu pada putra kandungnya.
"Kenapa kau lakukan ini pada putraku Vero? Apakah aku saja tidak cukup untukmu?" Tanya Sofyan lirih, hatinya hancur saat mendengar tangisan dan rintihan putranya dalam video itu. Inikah penyebab kenapa putranya yang ceria itu tiba-tiba menjadi anak yang penakut dan pendiam. Oh tuhan Sofyan rasanya ingin membunuh dirinya sendiri saat ini.
__ADS_1
"Ini semua bohong sayang, jangan percaya pada semua video ini, ini semua hanya rekayasa Javier saja. Ini tidak benar, sayang kau harus percaya padaku." ucap Veronica, dia benar-benar panik dan merasa takut saat ini. Bagaimana jika Sofyan menceraikan dirinya, darimana dia akan mendapatkan uang untuk menyewa para pria untuk memuaskan hasratnya itu.
"Sial, aku tidak akan pernah memaafkan mu Javier." geram Veronica dalam hati, dia menatap tajam Javier. Andai saja di mata Veronica bisa mengeluarkan laser, sudah di pastikan saat ini Javier pasti telah mati.
"Lihatlah ini juga tuan Sofyan." sambung Nadine sambil memperlihatkan kembali video bejat Veronica yang dengan tega merusak putri kandung Sofyan. Wanita gila itu tidak hanya merusak anak laki-laki Sofyan saja tapi dia juga merusak anak perempuan Sofyan.
Melihat video itu, membuat hati Sofyan semakin hancur. Sofyan kemudian berjalan mendekati putrinya Bianca.
"Sayang bilang sama papa, apa yang ada di video ini benar?" Tanya Sofyan sambil menangis terisak.
"Bicaralah, jangan takut. Jika dia menyakitimu aku yang akan membalasnya untukmu." Ucap Nadine sambil mengelus bahu Bianca lembut.
Mendengar perkataan Nadine, Bianca kemudian menangis tersedu-sedu. Selama ini dia terlalu takut untuk mengadu, ayahnya lebih mempercayai wanita yang berstatus sebagai ibu tirinya itu.
"Iya pa, Tante Vero udah perkosa aku. Dia sering maksa aku untuk melayani dia pa, kalau aku nggak mau aku pasti akan di pukul. Hu hu hu, rasanya sangat sakit papa. Bian nangis waktu itu, bian memohon sama dia supaya lepasin bian. Tapi Tante Vero nggak mau lepasin, setiap bian ngeluh pasti Tante Vero akan semakin kejam juga nyiksa bian papa. Bahkan Tante bian juga pernah jual aku sama om om yang perutnya buncit papa. Hu hu hu, bian ketakutan waktu itu. Bian manggil manggil papa, tapi papa nggak nolongin bian." Lirih Bianca sambil terisak, Bianca menangis mengeluarkan semua rasa sakit di hatinya selama ini. Dia di lecehkan ibu tirinya kemudian di jual. Tapi ayahnya sama sekali tidak peka dengan kondisi sang putri.
"Oh tuhan, putriku." Sofyan tidak mampu mengatakan apapun. Dia hanya memeluk putrinya itu sambil menangis tersedu-sedu. Sofyan menyesal, ini semua salahnya. Seandainya dia tidak tergoda dengan Veronica, kedua anaknya pasti tidak akan menjadi korban kebejatan Veronica selama ini.
"Maafkan papa, maafkan papa sayang." hati Sofyan hancur lebur saat mengetahui kondisi putrinya selama ini, Sofyan merasa sudah menjadi ayah yang gagal.
"apa setelah melihat semua itu mama masih percaya kalau adik mama itu akan berubah?" Tanya Javier lirih pada sang ibu yang sejak tadi terus diam seperti patung.
"Hati mama kamu itu udah mati jav, mana peduli dia sama semua itu. Karena bagi dia Veronica nggak pernah salah." sindir Justin pedas.
Bersambung
__ADS_1
Hari ini sampai sini dulu ya, bab selanjutnya akan up besok.
SELAMAT MEMBACA 🥰🥰🥰🥰