TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 54


__ADS_3

"Javier bisakah aku menitipkan Alicia sebentar padamu?" Tanya Nadine pada Javier.


"Kau akan pergi?"


"Ya aku ingin keluar sebentar, jadi bisakah aku menitipkan Alicia sebentar? Oma dan Opa juga sedang keluar begitu pula dengan Aya dan Arion. Aku tidak bisa membawanya saat ini." ucap Alicia


"mommy Cia mau ikut." Rajuk Alicia


"No baby, Cia ikut uncle Javier dulu ok. Mommy ada urusan sebentar, setelah itu mommy baru jemput Cia. Cia mau kan?"


"Cia mau ikut Daddy ke kantor? Atau Cia mau ikut ke rumah Daddy aja ketemu sama kak Aletha?" tanya Javier pada Alicia.


Bukan maksud Nadine tidak ingin membawa Alicia, hanya saja situasi yang Nadine hadapi saat ini tidak cocok jika harus membawa gadis kecilnya itu.


"Cia mau apa nanti mommy beliin, yang penting Cia ikut uncle dulu hari ini." Bujuk Nadine.


"mommy no uncle, tapi Daddy." protes Alicia


"ya ya, terserah Cia aja. Tapi Cia mau kan?" Bujuk Nadine


"Iya Cia mau, mommy Cia boleh nggak nginap di lumahnya Daddy?" Tanya Alicia sambil melirik Nadine takut-takut.


"Cia mau nginep? nanti malah ngerepotin uncle Javier sayang."


"Mommy, no uncle mommy. DADDY." Alicia kembali protes pada Nadine karena menyebut uncle untuk Javier.


"Baiklah baiklah, Daddy ok. Jangan protes lagi, nanti makin pusing kepala mommy."


"Mommy Cia boleh kan nginap di lumah Daddy." Tanya Alicia dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Seperti biasa Alicia lagi-lagi mengeluarkan jurus andalannya.


"ckkk ok terserah Cia aja. Tapi nggak boleh ngerepotin Daddy kamu, Janji?" Ucap Nadine sambil menyodorkan jadi kelingkingnya pada Alicia.


"Janji mommy." ujar Alicia tersenyum senang sambil menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking milik Nadine.

__ADS_1


"Ya udah mommy pergi dulu, jav aku nitip Cia ya."


"Ya, kau tidak perlu mengkhawatirkan Cia. Dia akan aman bersamaku."


"Terimakasih jav."


"Mommy, mommy mau kemana sih? Cia Balu lihat mommy pake baju melah. Mommy kan tidak suka baju melah, kata mommy baju melah itu jelek. Kok sekalang mommy pake." Tanya Alicia memandang sang ibu heran.


"Emang kamu nggak suka warna merah?" Tanya Javier sambil melirik penampilan Nadine dari atas sampai bawah.


"Iya aku nggak suka, tapi khusus hari ini aku pengen pake baju warna merah. Karena hari ini aku lagi ngerayain sesuatu yang spesial." Ujar Nadine santai.


"Sesuatu yang spesial?" Javier semakin bingung, perayaan apa yang di rayakan dengan pakaian serba berwarna merah. Dress merah, sepatu merah, tas merah, bahkan hiasan rambut pun berwarna merah. Bukankah outfit Nadine terlihat sangat aneh dan tidak biasanya Nadine berpenampilan glamor seperti ini. Seperti bukan Nadine, bahkan Nadine memakai lipstik berwarna merah terang padahal setau Javier Nadine lebih menyukai lipstik berwarna merah mudah atau bahkan wanita dua anak itu hanya memakai pelembab bibir saja.


"Mau kemana dia dengan penampilan seperti ini?" Ucap Javier dalam hati, pria itu sebenarnya ingin bertanya tapi dia takut alhasil dia hanya memendam pertanyaan itu dalam hati saja.


"Ya sesuatu yang spesial. Ya udah aku pergi dulu, Cia ingat nggak boleh nakal apalagi sampai ngerepotin Daddy Javier ok." Ucap Nadine


"Ya mommy." jawab Alicia lalu mencium tangan sang ibu.


Selama perjalanan menuju tempat yang dia tuju, Nadine terus tersenyum bahagia. Wanita itu bahkan sesekali bersenandung kecil.


"Hmm sebaiknya aku mampir membeli bunga dulu, anggap aja itu sebagai hadiah buat dia kan. Kurang baik apalagi aku ini, aku bahkan mau memberikan hadiah untuk orang yang sangat tidak ku sukai."


"Ah itu ada toko bunga."


Nadine memutuskan untuk mampir membeli bunga sebagai hadiah kecil untuk orang yang akan dia kunjungi hari ini.


"Mba saya pesan bunga ya, tolong di rangkaikan." Ujar Nadine pada sang penjaga toko bunga.


"Iya mba, mau bunga apa?"


"Mawar aja, tapi mawarnya yang warna merah muda aja ya mba. Tolong di rangkai yang cantik ya mba."

__ADS_1


"Baik mba."


Setelah 20 menit menunggu akhirnya bunga yang di pesannya tadi sudah selesai di rangkai dan itu sangat indah.


"Bunganya cantik, ini uangnya mba. Terimakasih banyak ya." ucap Nadine lalu menyerahkan beberapa lembar uang pada si penjual bunganya.


Setelah membeli bunga Nadine langsung menuju ke rumah orang yang mungkin sudah menantikan kehadirannya saat ini.


Setelah perjalanan kurang dari 2 jam akhirnya Nadine sampai di rumah yang dia tuju. Terlihat ada bendera kuning di rumah itu, orang-orang juga sudah mulai banyak yang datang. Tapi semua orang-orang itu memakai baju berwarna hitam dan hanya Nadine saja yang memakai pakaian merah bahkan penampilan Nadine terlalu glamor dan berlebihan.


Saat Nadine keluar dari mobilnya, semua mata tertuju pada Nadine. Mungkin karena outfit Nadine hari ini tidak cocok dengan suasana yang ada di rumah mewah itu.


"Siapa wanita itu?" tanya wanita A


"Kau tidak tau, dia adalah mantan istri dari alexander William. Wanita itu juga merupakan putri bungsu keluarga Winata." jawab wanita B


"Benarkah? Jika dia adalah putri bungsu keluarga Winata lalu kenapa dia memakai outfit seperti itu di hari ini? Bukankah seharusnya dia memakai outfit berwarna hitam karena saat ini keluarga mereka sedang berduka. Bagaimana bisa dia memakai outfit serba merah di suasana duka seperti ini. Tidakkah dia merasa sedih karena salah satu saudaranya meninggal dunia." Ucap wanita A sambil memandang aneh pada Nadine.


"apakah kau tidak pernah mendengar gosip di keluarga Winata selama ini?" Tanya wanita B


"Aku pernah mendengarnya, hanya saja apapun itu tapi bukankah tidak pantas memakai pakaian seperti itu di saat seluruh keluarganya berkabung seperti ini. Tidak peduli sejahat apapun saudaranya padanya tapi bukankah dia harusnya menghormati mendiang saudaranya itu. Sebenci apapun dia pada saudaranya tapi bukankah dia tidak pantas memakai pakaian serba merah seperti itu." Cibir wanita A


"Apakah kalian tidak memiliki kerjaan lain selain menggosipkan orang lain? Lagipula tau apa kalian tentang Nadine? Kalian bahkan tidak mengenalnya tapi berani membicarakannya. Bahkan walaupun dia memakai pakaian serba merah atau hijau sekalipun itu adalah hak Nadine. Kenapa kalian mencampuri urusan yang bukan merupakan urusan kalian." Sungut Sagara merasa kesal dengan 2 wanita di hadapannya ini.


Setelah melabrak 2 wanita penggosip itu Sagara langsung pergi menemui Nadine.


"Nadine." panggil Sagara.


"Sagara, aku tidak menyangka kau juga datang ke acara ini. Apakah kau masih belum bisa move on dari mantan kekasihmu itu." Ejek Nadine.


Bukannya tersinggung atas ucapan Nadine, Sagara justru tertawa terbahak-bahak sampai semua orang memperhatikan mereka berdua dengan tatapan aneh.


Bersambung.

__ADS_1


Ada yang tau acara apa yang di hadiri Nadine hari ini?🤭


__ADS_2