TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 42


__ADS_3

"Mommy Cia hali ini sekolah ya." Teriak Alicia girang.


"Cia jangan suka teriak-teriak kayak di hutan, nggak sopan." Tegur Arion menatap jengah adik kembarnya itu.


"Ih kak alion emangnya nggak senang ya kalau akhilna kita beldua itu sekolah" Ucap Alicia sedikit kesal. Menurut Alicia Arion terlalu biasa-biasa saja, padahal harusnya dia juga bahagia seperti dirinya.


"Kakak seneng, tapi tidak harus berteriak heboh seperti itu juga kan. Kamu juga bertanya tentang itu sejak 1 jam yang lalu Cia, kakak sedikit bosan mendengarnya." ucap arion sambil merapikan rambut Alicia.


"kan rambutnya jadi berantakan lagi, padahal tadi mommy udah ikat rapih." sungut Arion menatap jengah saudara kembarnya itu.


"kakak nanti kalau di sekolah, kakak halus lajin senyum. Jangan cembelut telus, nanti temana pada lali semua. Kakak halus kayak Cia, tidak boleh diam diam lagi. otey." Ucap Alicia sambil mengedipkan sebelah matanya. Arion yang melihat adiknya itu hanya mendengus pasrah. Dirinya sudah terlalu terbiasa dengan tingkah absurd saudara kembarnya itu. Entah mirip siapa adiknya itu, sang mommy tidak centil dan cerewet seperti Alicia apalagi pria yang yang notabenenya ayah kandungnya itu. Dia bahkan terlihat seperti monster berwujud manusia. Tidak mungkin kan jika adiknya ini tertukar di rumah sakit saat mereka di lahirkan dulu. Mengingat wajah mereka mirip, hanya warna matanya saja yang berbeda.


"Kakak kenapa lihat Cia begitu?"Tanya Alicia heran saat melihat sang kakak justru menatapnya sedikit aneh. Apakah bedak yang dia pakai tebal atau kecantikannya hari ini berkurang.


"Kakak Cia masih cantikkan?" Tanya Alicia memekik heboh.


"Masih cantik, udah jangan ribut. Sekarang ayo kita turun sarapan terus pergi ke sekolah." Ucap Arion lalu menggandeng sebelah tangan adiknya untuk turun ke ruang makan.


"Kakak, kok Cia dag-dig-dug ya jantungna" Lirih Alicia cemas.


"Kakak nanti Cia akan punya banyak temankan?"


"Kakak kok diam aja sih, kan Cia sedang beltanya." Alicia merasa sangat sebal pada kakaknya itu, padahal dia sudah bertanya sejak tadi tapi kakaknya itu hanya diam saja. Entah dosa apa yang di lakukan Alicia dulu hingga memiliki kakak sedingin es seperti Arion.


"Silahkan duduk Cia." ucap Arion sambil menarikan bangku untuk Alicia duduk. Bukankah dia sosok kakak yang baik dan manis.


"Uhhhh lomantisna kakakna Cia ini. Cia jadi telhalu deh."


Sedangkan Nadine hanya memutar matanya jengah dengan kelakuan anaknya yang makin hari semakin aneh ini. Entah kenapa anaknya ini makin hari semakin mirip sahabatnya kelaya, mungkin karena putri kecilnya itu sering bersama kelaya maka dari itu sikap minus kelaya juga menurun padanya.


"cicit Oma mau sarapan apa?"


"sebenalna Cia itu mau salapan nasi goleng tapi setelah melihat nasi goleng Cia jadi pengen salapan loti aja pake selai coklat." Ucap Alicia tersenyum manis, Oma Dian dan opa Nicholas tertawa geli mendengar jawaban cicit mereka yang satu itu.

__ADS_1


"Kalau Arion mau sarapan apa sayang?"


"Nasi goreng Oma."


Usai sarapan, Nadine mengantarkan kedua anaknya itu ke sekolah baru mereka. Yah, kedua anak menggemaskannya itu akhirnya mulai bersekolah juga.


"Mommy nanti kalau Cia ketemu teman balu, Cia halus sapa gimana. Cia bingung ini, kepala Cia udah nyut nyut kalena telalu pusing."


"Bilang aja Hai." Jawab Nadine seadanya.


"Hai aja mommy? Tidak ada yang lain lagi?" Tanya Alicia heran.


"Mommy juga tidak tau, karena teman mommy selama ini hanya aunty kelaya aja. Mommy tidak pernah menyapa orang." jujur Nadine, Karena memang selama hidupnya dia tidak pernah mengajak berkenalan orang lain. Temannya saja hanya satu, itupun bukan dia yang mengajak kelaya berteman dulu tapi gadis itulah yang selalu menempeli dirinya sejak kecil. Nadine bahkan lupa kapan dia mulai berteman dengan gadis aneh itu.


"Oh my dat, selius mommy tidak punya teman?" Alicia memekik heboh.


"hmmm"


"mobilna belenti, mommy kita udah sampai ya?" Alicia kembali bertanya, entah sudah berapa banyak pertanyaan yang di lontarkan gadis kecil itu hari ini.


"Ya, jadi ayo turun." Ucap Nadine lalu mulai membuka pintu mobilnya, begitupula dengan Arion dan Alicia.


melihat sekolah barunya Alicia berdecak kagum, ternyata sekolahnya sangatlah bagus.


"Kak lion kok mukanya biasa aja sih." sewot Alicia.


"Emang harusnya bagaimana?" Tanya Arion bingung, bukankah biasanya ekspresi wajahnya juga sudah seperti ini kenapa Alicia justru bertanya.


"Kakak itu halusnya kayak Cia, telkejut pas lihat sekolahnya. Telus matanya gini gini." ucap Alicia sambil melototkan matanya, Arion yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pasrah. Arion berharap semoga teman dan guru mereka nanti tidak sakit kepala menghadapi Alicia.


"Selamat pagi anak-anak."


"Selamat siang ibu cantik." ucap Alicia dengan mengedipkan matanya.

__ADS_1


Nadine yang melihat sikap centil putrinya ini mendengus pasrah, dia sudah tidak tau lagi bagaimana menormalkan putrinya seperti dulu sebelum putrinya ini terkontaminasi ajaran sesat kelaya.


"Cia tidak boleh begitu, itu tidak sopan harusnya Cia Salim sama Bu guru bukan mengedipkan mata seperti itu."Nasehat Arion, sedangkan sang guru yang menjadi topik pembahasan mereka saat ini justru memekik gemas dengan kelucuan muridnya ini terlebih mereka juga sangat cantik dan tampan.


"Saya titip kedua anak saya ya Miss."


"Iya nyonya."


"Sayang kalian sekarang masuk terus belajar yang rajin ok. Alicia di dalam sekolah nanti kamu tidak boleh menggoda teman atau guru kamu mengerti? Kamu juga tidak boleh nakal dan menjahili teman kamu nanti." Ucap Nadine.


"Mengelti mommy."


"Arion tau kan tugas Arion?"


"Yes mom."


"Ya udah mommy pulang dulu kalau begitu, Permisi Miss." ucap Nadine lalu meninggalkan kedua anaknya bersama guru baru mereka. Nadine berharap semoga Alicia tidak membuat masalah di hari pertamanya sekolah.


°°°°°°°°


Sedangkan di sisi lain Alexander saat ini mulai merencanakan rencana yang sudah dia susun sebelumnya. Pria itu tersenyum menyeringai, membayangkan keberhasilan rencananya nanti. Bukankah jika rencananya itu berhasil dia akan bersama kembali dengan mantan istri seksinya itu. Alexander sudah tidak sabar lagi menunggu hari dimana mereka kembali bersatu.


"Bagaimana?" tanya Alexander pada seorang anak buahnya.


"Hari ini nona muda dan tuan muda mulai bersekolah tuan." lapor anak buah Alexande.


"Bagus, siapkan semuanya dengan baik. Karena saya akan menjemput kedua anak saya itu sebentar. Satu lagi perketat penjagaan Mension, karena saya tidak ingin pria itu ikut campur dalam masalah ini."


"Maksud tuan, tuan Javier Benedict?"


"Ya, ternyata pria itu juga sama sepertiku. Tapi aku tidak akan kalah padanya, aku akan mempertahankan semua yang menjadi milikku." ucap Alexander menyeringai licik.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2