TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 55


__ADS_3

"Kenapa kau berpikir aku belum bisa move on dari wanita gila itu?" tanya Sagara sambil tertawa kecil.


"Ckk sekarang kau mengatainya sebagai wanita gila, sedangkan dulu kau menjadi salah satu pria yang memujanya. Bukankah kau cukup munafik Sagara?" Ledek Nadine


"bisakah kau tidak mengingatkan aku tentang betapa bodohnya aku dahulu? Itu sedikit menjengkelkan kau tau?" Keluh Sagara


"Dulu cintamu pada wanita itu persis seperti cinta pria itu." ucap Nadine sambil menunjuk ke arah dua sejoli yang sedang memadu kasih.


"ck apakah menurutmu aku semenjijikan pria itu?" Tanya Sagara sebal.


"Tidak." ucap Nadine


"Benarkah?" Tanya Sagara sambil tersenyum cerah.


"Kau bahkan lebih menjijikkan di bandingkan pria itu. Pria itu masih bertingkah wajar sedangkan kau." ucap Nadine sambil melirik Sagara jijik.


"Apakah aku separah itu?" Tanya Sagara masih tidak percaya kalau kelakuannya melebihi pria yang sedang di lihatnya itu.


"Pria itu tampak menyedihkan." Imbuh Sagara menatap prihatin pria yang seperti sedang memperjuangkan cintanya itu.


"Sama sepertimu dulu, menyedihkan tapi kau sama sekali tidak menyadari hal itu. Kau baru menyadari saat wanita itu sudah membunuh ibu dan putramu. Bagiku kau bukan hanya sekedar menyedihkan saja tapi juga bodoh. Jika ada penghargaan sebagai pria paling bodoh di dunia ini maka kaulah yang akan menjadi pemenangnya." ucap Nadine santai


"Aku pikir mantan suamimu masih jauh lebih bodoh di bandingkan aku."

__ADS_1


"Tidak kaulah yang lebih bodoh, kau mau menjadi selingkuhan wanita itu selama bertahun-tahun sampai memiliki anak tapi kau tidak di beri hak untuk menjadi ayah dari putra kandungmu sendiri. Kau bahkan tidak di beri 1 pun kesempatan untuk menggendong dan memeluk putramu sampai akhirnya dia meninggal. Kau bahkan tidak mengetahui bahwa wanita itu adalah dalang di balik kematian ibumu. Atas nama cinta kau terus mendukung wanita itu berbuat banyak kesalahan. Andai saja kau sedikit pintar kau tidak akan mau menjadi selingkuhan wanita itu. Kau pasti akan dengan suka rela membongkar kebusukan wanita itu setelah tau kau hanya di jadikan selingkuhannya saja. Tapi apa yang kau lakukan? Bahkan walaupun kau sudah mengetahui fakta bahwa kau hanya di jadikan selingkuhannya saja kau sama sekali tidak marah bahkan kau dengan bodohnya bertengkar dengan ibu kandungmu sendiri hanya karena ibumu tidak menyetujui hubunganmu dengan wanita itu. Sedangkan untuk Alexander, yah dia juga bodoh. Tapi kebodohannya hanyalah karena dia terlalu di buatkan cinta sehingga dia bahkan tidak mengetahui fakta bahwa dia sudah di tipu selama bertahun-tahun. ckkk Kalian berdua memang pria paling bodoh, semoga nanti putramu itu tidak menuruni kebodohanmu itu dan yah semoga juga dia tidak menuruni sifat licik dan murahan ibunya." Ucap Nadine panjang lebar. Nadine menatap Sagara dengan tatapan meremehkan.


"kata-katamu itulah cukup menyakitkan ya, sampai menembus sampai jantung." Cibir Sagara.


"aku hanya mengatakan fakta saja." ucap Nadine santai.


"Ah ya, ngomong-ngomong kenapa bisa mantan kekasihmu itu sampai meninggal dunia?" Tanya Nadine penasaran


"Ku pikir kau sudah tau." Ucap Sagara sambil melipat tangannya di dada.


"aku terlalu sibuk untuk mencari tau segala sesuatu tentang orang yang sangat ku benci. Jadi bisakah kau beritahu aku apa yang terjadi padanya?" Tanya Nadine kembali.


"Dia di bunuh oleh sesama orang gila, kabarnya pria yang membunuhnya itu adalah mantan psikopat yang menjadi gila setelah dia membunuh istrinya karena berselingkuh. Dia mengira Sofia adalah istrinya jadi dia membunuh Sofia dengan brutal. Kau tau mata Sofia sampai copot karena di cungkil oleh pria itu dengan menggunakan pisau. Sofia juga di tusuk dengan 25 tusukan di seluruh tubuhnya. Bibir Sofia juga sobek karena irisan pisau pria gila itu. Ah satu lagi, ku dengar alat vitalnya juga terluka karena pria gila itu menusuknya dengan pisau secara brutal. Jika kau melihatnya aku doakan semoga kau tidak muntah karena yah kondisi tubuhnya benar-benar menjijikkan. Aku tadi melihatnya dan aku hampir saja muntah terlebih baunya juga cukup menyengat." ucap Sagara sambil bergidik ngeri, dia kembali mengingat kondisi menyedihkan Sofia yang menurutnya sangat sangat memprihatinkan.


"Aku tidak menyangka dia akan mendapatkan azab semengerikan itu." Ucap Nadine sambil menyeringai sinis.


"Doamu sangat jelek, kau tau. Ah ngomong-ngomong kau tidak ingin masuk ke dalam?" Tanya Sagara penasaran.


"Tentu saja aku akan masuk, bukankah aku harus mengucapkan salam perpisahan untuk mantan selingkuhanmu itu." Ejek Nadine lalu melenggang pergi meninggalkan Sagara yang masih terbengong menatap Nadine. Terlebih penampilan Nadine yang terlihat sangat mencolok.


"Dia ingin ke pesta atau ke pemakaman sebenarnya." Cibir Sagara, dia merasa sangat heran dengan tingkah Nadine yang terkadang di luar nalar itu.


Tapi Sagara tetap mengikuti Nadine masuk ke dalam rumah. Sagara tidak ingin melewatkan pertunjukan menarik di dalam sana. Dia penasaran apa yang akan di lakukan oleh Nadine pada orang-orang yang sudah menyakiti dirinya di masa lalu.

__ADS_1


Saat memasuki rumah duka, semua orang terus menatap ke arahnya tapi Nadine sama sekali tidak memperdulikan pandangan semua orang terhadap dirinya. Dia terus berjalan lurus ke arah peti mati yang terdapat jenazah Sofia mantan madunya. Tangannya memegang buket bunga mawar berwarna merah muda.


"Aku turut berduka cita atas meninggalnya putri kalian tuan dan nyonya Winata." Ucap Nadine sambil tersenyum sinis.


"Nadine" Lirih seluruh keluarga Winata.


Mereka tampak terkejut dengan kedatangan Nadine hari ini.


"Kau datang nak." ucap ayah Nadine sendu, mata pria paruh baya itu tampak sayu dan sedikit lembab. Sepertinya dia benar-benar sangat sedih atas meninggalnya putri kesayangannya itu.


"Dek kenapa kau memakai baju berwarna merah? Kita sedang berduka bukankah seharusnya kau memakai pakaian berwarna hitam?" Tanya Felix, dia merasa heran dengan penampilan Nadine itu.


"dan untuk apa mawar merah muda itu?" Sambungnya


"Ah apa kau mengetahui apa arti dari mawar merah muda ini?" Tanya Nadine pada seluruh keluarganya.


"Tidak."Jawab Felix


"Mawar berwarna merah muda memiliki arti sebagai ucapan rasa syukur, berkah dan juga sebagai ungkapan kebahagiaan. Mawar ini adalah hadiah untuk Sofia dariku." ungkap Nadine, mendengar hal itu mereka semua sangat terkejut.


"Apakah kau bahagia atas kematian Sofia?" Tanya Karen ibu Nadine


"Tentu saja aku bahagia nyonya, itulah sebabnya aku datang ke sini untuk merayakan kematian putrimu itu. Aku bahkan berencana akan mengadakan pesta syukuran setelah ini. Akhirnya putrimu yang licik itu mati juga, ku dengar kondisinya cukup menyedihkan ya. Kasian sekali, mungkin itulah balasan untuk wanita jahat dan ****** seperti putrimu itu. Oh ya, ku dengar kelamin putrimu itu di robek oleh pria yang sudah membunuhnya ya. hmmm padahal itu adalah aset kebanggan putrimu itu tapi sekarang aset itu sudah rusak bahkan membusuk." Ucap Nadine sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


Semua orang mulai berbisik-bisik membicarakan Sofia saat ini, mereka juga sependapat dengan Nadine bahwa Sofia sedang menuai atas semua kejahatannya selama ini. Dia selalu mengobral dirinya sehingga sekarang alat vitalnya menjadi rusak.


Bersambung


__ADS_2