Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.21 Pendekar Muda Misterius (3)


__ADS_3

"apa kabar tetua Jia Lu?" ujar pemuda bertopeng bagaikan seperti sebuah sambaran guntur di telinga tetua Jia Lu.


"kau... Siapa kau...???!!" teriak tetua Jia Lu gugup.


"siapa aku?? Kurasa kau tidak perlu tau siapa aku, karna sebentar lagi kau akan mati begitu pula pasukanmu yang kejam itu" ujar pemuda bertopeng itu santai tetapi menekan setiap kata-katanya.


"Ciihh... bocah busuk sombong!!!, kau tidak sekuat itu. Aku yakin kau memiliki orang lain yang melindungimu, keluarkan saja seluruh pendekar pelindungmu" ujar tetua Jia Lu sambil menyipitkan matanya, baginya bagaimana seorang anak muda yang hanya tingkat petapa agung tahap akhir melakukan hal luar biasa itu.


"huhh... Cukup aku sendiri untuk membunuh kalian semua" ujar Tang Shen yang memang telah menyembunyikan tingkat kekuatanya dengan teknik khusus yang diajari gurunya, sebenarnya tang Shen telah mencapai tingkat petarung suci terhormat tahap menegah dengan 5000 lingkar tenaga dalam dan telah membuka 7 gerbang meridian.


"bocah busuk sombong akan ku bunuh kau hari ini, agar kesombonganmu itu musnah tanpa jejak seperti tubuhmu!!!" teriak tetua Jia Lu hendak mengeluarkan kekuatan kegelapannya.


Kekuatan Kegelapan--Cakar Iblis Mau....


Teknik Dewa--Mata Ilahi Peruntuh Jiwa


Belum sempat tetua Jia Lu menggunakan kekuatanya untuk menyerang pendekar muda misterius bertopeng, dirinya terlebih dahulu terjatuh bahkan muntah darah karena merasa tekananan yang luar biasa.


"uuhhukk... kau... bagai...mana... bi.. sa...uhhukk" tetua Jia Lu muntah darah setelah terjatuh karena merasa dadanya ditekan sesuatu hingga membuatnya sesak nafas, pasukan lainnya juga tidak kalah buruk keadaannya bahkan ratusan pendekar tingkat langit sampai kaisar menegah ada yang meregang nyawa karna tidak sanggup lagi bertahan.


"Bagaimana tetua Jia Lu apakah menurutmu dengan kekuatan diriku sendiri aku mampu membunuh kalian semua?" Tanya sosok misterius itu sambil tersenyum di balik topengnya.


"sialan sialan bagaimana aku tidak tau siapa bocah ini, seharunya dirinya sudah terkenal dengan kekuatan sedahsyat ini disaat umur dan pencapainnya yang masih kecil" batin tetua Jia Lu mengutuk dirinya. "a..apa ma..aumu? " tanya tetua Jia Lu susah payah.


"Nyawa kalian semua" ujar pendekar misterius itu.


"Cihh... Jangan harap kau bisa mengambil Nyawa kami semua bocah sombong, aku tetua Jia Lu biarpun harus mati disini tidak akan menyerah begitu saja pada bocah sepertimu!!!" hardik tetua Jiu Lang.


Sementara itu dari kejauhan para pendekar aliran putih hanya melongo melihat semua pendekar aliran hitam tumbang di hadapan pendekar misterius, ditambah lagi di antaranya bahkan sudah ada yang meregang nyawa tanpa disentuh dan diserang.


"tetua Liu Bin dan senior Jiao Jiu apakah ini semua mimpiku, bagaimana mungkin hanya seorang dirinya mampu menekan ratusan pendekar berbagai tingkat dan 4 pendekar suci terhormat".


"ini bukan mimpi tetua Sun Lang aku juga melihatnya secara langsung" ujar tetua Liu Bin tanpa mengalihkan pandangannya, dirinya tidak ingin ketinggalan 1 detik pun apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


"Dewa memberkati kita semua" ujar tetua Jiao Jiu yang sudah kembali dari hadapan 2 pendekar suci terhormat yang terkapar terkena bola api.


"Tetua Jiao Jiu bagaimana keadaan 2 pendekar suci terhormat tadi?" tanya tetua Liu Bin.


"sepertinya mereka berdua sekarat karna serangan bola api tadi, tetapi mungkin sekarang mereka berdua telah mati karna ditekan kekuatan mengerikan itu" jelas tetua Jiao Jiu.


"ohw..." jawab kedua tetua itu serempak.


Sementara itu korban jiwa terus berjatuhan dari pihak aliran hitam dikarenakan tekanan yang maha dahsyat yang dikeluarkan pendekar muda misterius, sementara itu tetua jia Lu dan patriark Cha Mu mati-matian bertahan menangkis tekanan dengan menggunakan tenaga dalam mereka masing-masing. Tetapi hal itu seperti sial sial saja dikarenakan tekanan itu bukannya melemah malah semakin kuat, tenaga dalam kedua petarung suci terhormat itu hanya tertinggal sedikit dan akan segera habis kalau dipaksakan untuk menangkal tekanan itu.


"hey bocah hentikan mata ilahi peruntuh jiwamu itu kau bisa membunuh mereka semua, aku juga tidak tahan lagi melindungi tempat para aliran putih berada dari tekanan buatanmu ini" gema suara di pikiran Tang Shen.


"hmhm baiklah burung jelek akan ku hentikan, kau ini kenapa bisa lemah sekali sebagai hewan dewa" ejek Tang Shen.


"bocah sialan ini semua karna para dewa sialan itu yang telah membagi seluruh kekuatanku ini, andai seluruh kekuatanku sudah kembali membunuh seluruh pendekar di kekaisaran Zhen ini hanya perlu mengeluarkan suara kicauku saja" pamer Phoenix surgawi.


"hahaha baiklah baik kau memang hebat burung jelek" sahut Tang Shen.


"cepat hentikan mata ilahi peruntuh jiwamu, aku sudah tidak tahan lagi" rengek Phoenix surgawi.


"baiklah".


Lalu Tang Shen menghentikan mata ilahi peruntuh jiwanya dan segera kembali fokus ke medan pertempuran, tetua Jia Lu dan tetua Cha Mu menghela nafas lega karna tekanan luar biasa berangsur angsur hilang. Sementara itu korban di pihal mereka berdua tidak terelakkan lagi, hanya tersisa mereka berdua dari ratusan pasukan aliran hitam yang pergi ke sekte selendang bulan merah malam itu.


Malam itu menjadi malam terakhir bagi seluruh pasukan sekte beruang darah neraka bahkan beruang merah tingkat legenda pun mati mengenaskan dengan mata keluar dan lidah menjulur keluar, Butuh waktu 100 tahun bagi patriark Cha Mu untuk mengembalikan kembali seluruh kekuatan sektenya seperti semula kala.


"bagaimana tetua Jia Lu dan patriark Cha Mu, apakah aku sendiri sudah cukup untuk membunuh kalian semua?" ujar pendekar muda misterius berjalan mendekati kedua pendekar suci terhormat, yang terkapar di tanah dengan darah segar yang mengalir dari mulut mereka berdua.


Kedua pendekar itu sudah tidak mampu menghentikan pendarah dari mulut mereka dan mengobati luka dalam mereka, hal ini dikarenakan seluruh tenaga dalam keduanya telah habis untuk menahan tekanan dahsyat tadi.


"jangan mendekat... Aku mohon lepaskan aku kau mau apa, kalau kau mau kedudukan, harta, apapun itu akan ku kabulkan" bujuk tetua Jia Lu.


"benar pendekar muda kami akan memberikan semua yang kau mau, asal kau ampuni kami" ujar patriark Cha Mu menambahkan sambil ngesot mundur ke belakang.

__ADS_1


"maaf aku tidak butuh semua itu aku hanya butuh satu hal, yaitu nyawa kalian berdua harus kuambil malam ini" ujar pendekar muda misterius itu sambil terus berjalan mendekat.


"kau... Kurang ajar" teriak tetua Jia Lu frustasi.


"hahaha bagaimana rasanya dibantai oleh orang lain huhh?, begitulah rasanya aliran putih yang telah kalian bantai tanpa perasaan selama ini" tawa Tang Shen menyeramkan.


"kau... Kau mos... Ter...!!" teriak patriark Cha Mu ketakutan.


"hahaha... Aku tidak ada apa-apanya dengan apa yang kalian lakukan selama ini, kalian telah membunuh begitu banyak jiwa dengan kejam dan tanpa ampun jadi jangan pikir aku akan mengampuni kalian berdua manusia manusia busuk" hardik pendekar misterius itu lagi.


"kau... Kauu.... "


"hey bocah apa yang kau tunggu lagi cepat bunuh mereka berdua, aku sudah muak melihat kalian berbicara hal-hal yang menjengkelkan dari tadi" ujar suara Phoenix Surgawi bergema lagi di pikiran Tang Shen.


"baiklah kali ini akan ku selesaikan dengan cepat" jawab Tang Shen.


Tang Shen lalu kembali menatap kedua pendekar aliran hitam itu secara bergantian, lalu mulai mengalirkan tenaga dalamnya ke telapak tangannya.


Kekuatan Api--Tapak Raja Api.


Lalu tapak tangan Tang Shen mulai mengeluarkan hawa api yang sangat panas yang mampu melelehkan besi bahkan baja, tangan Tang Shen telah berubah menjadi bara api merah menyala dan siap melelehkan apapun yang tersentuh olehnya


Teknik Indra Api--Langkah Seribu Api


Lalu tang Shen melesat dengan kecepatan tinggi ke arah kedua pendekar suci terhormat tanpa bisa dihentikan, lalu dirinya mengarahkan tapaknya ke dada kedua pendekar yang sudah sekarat dan tidak berdaya di atas tanah.


"kau... Tidak... Jangan....!!!!! " teriak keduanya ketakuatan setengah mati melihat hal itu....


"tidak!!!! "


buukkkk...


akkkhhhhh...

__ADS_1


__ADS_2