Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.46 Jodoh Masa Depan


__ADS_3

Tang Shen mengerut keningnya melihat kedua bandit tejatuh ke tanah, ia tau kalau energi cahayanya dan pedang angsa kembar sama sekali tidak menyentuh mereka.


"Siapa yang menyerang mereka terlebih dahulu" batin Tang Shen.


"Paman Sun!!?" tiba-tiba gadis muda berteriak kegirangan ketika menyadari energi petarung ini milik pamannya.


"Ah rupannya sudah ketahuan?" muncul sosok setengah baya dari semak-semah hutan, pria dewasa dengan sebilah pedang di punggungnya dan juga menggunakan baju berwarna hijau giok juga.


"Mereka menggunakan baju yang sama, mungkin mereka dari sekte yang sama?" batin Tang Shen.


"Qin Yue maafkan paman terlambat datang untuk menolongmu, pama tadi dihadang puluhan bandit hingga terlambat datang ke sini".


"Tidak apa-apa paman toh aku tidak apa-apakan sekarang, aku ditolong oleh kakak hebat ini tadi" jawab gadis itu yang ternyata adalah Qin Yue.


"Ah terima kasih atas pertolongan pendekar muda, karna anda Yue'er bisa tertolong dan tidak mengalami luka sedikit pun" tetua Sun Lang mengepalkan kedua tangannya ke depan mengucap terima kasih.


"Tetua terlalu sungkan, aku tidak melakukan apa-apa malahan tadi aku yang ditolong oleh pedang angsa kembar dari adik Qin Yue" jawab Tang Shen sambil tersenyum.


"Ah... Itu... Yue'er apakah kau memberitahukannya tentang pedangmu ini?" bisik tetua Sun Lang pada Qin Yue pelan, ia takut pemuda di depannya ini adalah salah satu aliran hitam yang menginginkan pedang legenda itu juga.


"Aku? Tidak aku tidak pernah memberitahukannya tentang pedangku ini, ia tadi hanya melihatnya sekilas tapi langsung mengenalinya" jawab Qin Yue.


"Benarkah kau tidak berbohong?".


"Tentu saja".


Tang Shen yang memperhatikan kedua paman dan keponakan menjadi heran, apa yang mereka bicarakan hingga harus berbisik-bisik seperti itu.


"Hmhmhm... Uhhuuk uhhkk... "


"Ehh... Maafkan kami tidak sopan" tetua Sun Lang kaget mendengar batuk Tang Shen.


"Itu... Maafkan kami kak, kami tidak bermaksud mengabaikanmu".


"Tidak apa-apa... Aku hanya ingin mengucapkan salam perpisahan untuk kalian, karna aku ingin melanjutkan perjalananku kembali" jawab Tang Shen tersenyum salah tingkah sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kakak mau melanjutkan perjalanan ke mana lagi?".


"Ah masalah itu... Aku belum tau pasti tetapi yang jelas sangat jauh dan berbahaya".


"Apakah tidak sebaiknya pendekar muda mampir sejenak di sekte kami, aku tetua Sun Lang akan sangat berterima kasih kalau pendekar mau mampir ke sekte kami".


"Paman benar kak, sebaiknya kakak singgah ke sekte kami dan berlatih ilmu pedang bersamaku" sahut Qin Yue mengangguk semangat.


"Ta... Tapi aku aku".


"Baiklah pendekar mudah sudah setuju, mari kita kembali ke sekte bersama-sama agar lebih aman"


"Ayooo!!" sahut Qin Yue paling semangat di antara mereka, kelakuannya hari ini membuat tetua Sun Lang heran. Biasanya ia cemberut tanpa senyum semenjak ia mengetahui kebohongan ayahnya dulu yang ingin merekrut murid baru, tetapi keadaan itu berbanding terbalik dengan apa yang terjadi sekarang, ia terlihat bahagia seperti tanpa beban di samping pemuda yang baru ia kenal ini.

__ADS_1


"Mungkin kah mereka ditakdirkan untuk menjadi jodoh di masa depan" pikir tetua Sun Lang.


"Paman kenapa paman melamun?" tanya Tang Shen yang melihat tetua Sun Lang melamun.


"Tidak aku tidak memikirkan apapun, mari lanjutkan perjalanan kita saja" jawab tetua Sun Lang mencairkan suasana canggung itu.


"Baiklah mari kita berangkat".


--


--


--


"Kakak dari tadi aku tidak tahu namamu, bukankah sebaiknya kita kenalan saja agar lebih akrab?".


"Eh kau benar juga" jawab Tang Shen ragu-ragu.


"Baiklah perkenalkan namaku Qin Yue, umurku 13 tahun dan kakak?" Qin Yue mengulurkan kanannya sambil tersenyum ceria.


"Nama ku Tan... Hmhm maksudku Xiao Shen, umur 16 tahun" jawab Tang Shen membalas uluran tangan Qin Yue.


"Kakak masih 16 tahun? Tapi kakak terlihat seperti 20 tahun, badan kakak sangat kekar dan bagus hehehehe".


"Bagaimana kau tau badanku kekar, bukan aku belum pernh membeeitahukanmu".


"Aku hanya menebak dari bentuk tubuhmu saja, ahh sebaiknya lupakan saja perkataanku tadi" Qin Yue menutup kedua wajahnya sekarang mungkin sudah memerah, sebenarnya ia tanpa sengaja melihat tubuh kekar Tang Shen, saat itu baju yang dipakai Tang Shen terbuka sedikit karna terembus angin pertarungan mereka, sehingga Qin Yue dapat melihat dengan jelas dada kekar Tang Shen tanpa sengaja.


"Ah itu aku hanya tidak ingin identitas asliku diketahui oleh orang-orang dari sekte Kelopak Mata Iblis, sekarang aku masih belum cukup kuat untuk menghadapi mereka semuanya. Terlebih mereka kini telah bersekutu dengan raja iblis, dengan kekuatanku yang sekarang hanya akan menjadi sasaran empuk bagi mereka" Jelas Tang Shen.


"Tapi bukankah ada kami?".


"Kau benar kalian semua bisa melindungiku, tapi itu tidak akan bertahan selamanya. Dan juga aku tidak ingin orang terdekatku dalam bahaya sekali lagi hanya gara-gara aku".


"Ternyata otakmu pintar juga, setelah aku pikir kau benar juga bocah, sebaiknya identitasmu jangan kau tunjukan terlebih dahulu pada dunia luar. Sekarang kau harus fokus meningkatkan kultivasimu setinggi mungkin hingga kau mampu berdiri di puncak kultivasi dunia, kami akan selalu mendukungmu".


"Terima kasih semuanya".


"Master tenang saja kalau ada Nangong master tidak akan apa-apa".


"Ah baiklah Nangong memang hebat".


"Ciihh iblis pengecut sepertimu ingin berlagak, kau itu hanya bisa sembunyi di balik ilusimu itu saja".


"Sudahlah kalian semua hebat" lerai Tang Shen.


"Kakak kenapa kau bengong?, kau jangan memikirkan perkataanku tadi ya".


"Ahh... Tidak aku tidak memikirkannya".

__ADS_1


"Huuuuhhh syukurlah kalau begitu".


"Yue'er kenapa wajahmu begitu merah?, apa kau sakit?" tetua Sun Lang kuatir melihat wajah merah Qin Yue, padahal tadi masih normal tidak terjadi apa-apa.


"Paman aku baik-baik saja sebaiknya paman jagan ikut campur urusan anak muda".


"Huuuhh ketemu pemuda tampan kau langsung mengabaikan paman seperti ini".


"Pamaaann...!!!".


"Hahahahahahaha...."


"Sudahlah ayo kita lanjutkan perjalanan, ayah dan kakekmu pasti kuatir akan keadaanmu sekarang".


"Baiklah ayo kak Xiao kita melanjutkan perjalanan, jangan hiraukan paman Sun Lang". Qin Yue langsung menarik tangan Tang Shen ke depan, hingga membuat jarak antara mereka. Dirinya dan Tang Shen di depan dan tetua Sun lang Di belakang kedua.


"Anak muda ada ada saja" batin tetua Sun Lang sambil tersenyum.


"Kakak Xiao apakah kau mau aku ajari teknik bermain pedang?".


"Benarkah? Tentu saja aku mau".


"Bagus kalau begitu setelah tiba di sekte aku akan mengajari kakak jurus pedang yang hebat".


"Baiklah terimakasih Qin Yue".


"Aku belum mengajarimu loh, kakak Xiao sudah berterima kasih" Qin Yue terkikik mendengar jawaban Tang Shen.


"Aduhhh aku hanya... Maksudku baiklah" Tang Shen salah tingkah, ini pertama kalinya ia berurusan dengan perempuan dan ternyata serumit ini berbicara dengan mereka.


"Hihihi kakak ini lucu sekali".


"Kau juga hehehe" jawab Tang Shen mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sementara itu tetua Sun Lang hanya bisa tersenyum menyaksikan keakraban kedua pemuda pemudi itu, ini sangat langak biasanya Qin Yue sangat susah bergaul dengan orang yang baru ia kenal, tetapi dengan pemuda bermarga Xiao ini ia langsung akrab bahkan seperti sudah kenal puluhan tahun.


"Benar jodoh yang ditakdirkan" batin Tetua Sun Lang, bibirnya tidak henti-hentinya mengembang senyuman melihat keduanya.


"Ah kapan aku memiliki Istri?".


--


--


--


...


**Guys siap-siap nyiapin kata-kata perpisahan pada Tang shen ya, sebentar lagi ia akan digantikan Xiao Shen untuk beberapa chpter ke depan...

__ADS_1


Huhuhu sedih sih tapi gak papa gak bakal ilang kok kebaikan hati Tang Shen di hati author, tetap. Semangat ya guys di era New Normal ini**...


__ADS_2