
"Yang benar saja mereka memiliki puluhan senjata pasukan neraka alam kematian" Zhu Que terkejut bukan main melihat hal itu.
"Bagaimana mungkin para roh kematian ini memilikinya padahal selama ini mereka disegel di dalam pedang giok darah".
"Entalah aku juga kebingungan karna hal ini bagaiamana mungkin bisa terjadi".
"Xuan Wu apakah senjata alam gaib bisa dilawan dengan senjata alam manusia?" tanya Xiao Shen.
"Tentu saja tidak bisa sama sekali, bahkan perisai dan artefak sihir tingkat legenda pun tidak bisa menahan panah gaib" jawab Xuan Wu.
"Aoakah tidak ada cara melawan pasukan kematian ini?".
"Bukan tidak ada cara, bahkan di sini kita memiliki 2 senjata untuk melawan mereka" jawab Xuan Wu.
"Senjata? Senjata apa?".
"Pedang Dewa Pembalik Langit" jawab Xuan Wu singkat.
"Ah jadi senjata alam gaib bisa dilawan hanya dengan senjata alam dewa?".
"Kau benar sekali, senjata alam Dewa dan alam gaib hampir sama mematikan dalam hal serangan".
"kalau begitu kita masih memiliki kesempatan untuk menang".
"Tentu saja bocah aku disini sebagai senjata kedua yang mematikan bagi pasukan roh kematian" Zhu Que ikut angkat bicara.
"Kau? Memangnya senjata apa itu?".
"Itu sebenarnya bukan sebuah senjata tetapi melainkan sebuah jurus milikku" jawab Zhu Que.
"Jurus apa itu?".
"Bocah awas...!!!"
"Teknik Indra Api, Langkah Seribu Api".
"Itu adalah anak panah yang kedua, kenapa mereka belum menyerang kemari sama sekali?" Xiao Shen kebingungan.
"Itu karna keberadaan kami berdua bodoh, apakah kau pikir selain senjata dewa. Pasukan roh kematian tidak takut pada para dewa, para dewa adalah pencipta senjata dewa jadi mereka akan berpikir ratusan kali berurusan dengan kami" jawab Zhu Que.
"Jadi begitu" Xiao Shen mangut.
"Tapi bagaimana keadaan yang lainnya?".
"Bocah kau masih memikirkan mereka semua, saat ini nyawamu juga sedang terancam. Kita hanya menunggu iblis jelek itu menyelesaikan tugas, sebelum pasukan roh kematian itu menyadari bahwa kami tidak bisa keluar dari alam roh mu sekarang" peringat Xiao Shen.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu aku harus mengulur waktu sebanyak-banyaknya" jawan Xiao Shen.
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan bocah, kau tidak tahu kekuatan para makhluk di depan kita ini melebihi kekuatan pendekar suci terhormat. Mereka bisa seperti ini karna telah mengisap ratusan darah dari berbagai rasa 3 alam semesta, dan juga hawa alam sekitar yang juga berguna untuk kekuatan mereka" Tahan Zhu Que.
"Nak yang dikatakan oleh saudara Que itu benar adanya, kau tidak bisa melakukan apapun sekarang. Yang harus kau lakukan adalah bersikap tenang agar mereka tidak marah, dan memyerangmu Secar membabi buat" tambah Xuan Wu.
"Baiklah kalau begitu kita hanya bisa menunggu Nangong saja" Xiao Shen kecewa pada dirinya yang tidak berdaya di saat seperti ini.
"Nak kau tidak perlu kecewa, tunggu kau telah memasuki alam dewa bumi. Makluk seperti mereka akan berpikir ribuan kali mencari masalah denganmu".
"Saudara Wu benar, kau akan menjadi orang yang ditakuti di alam manusia ini setelah gurumu".
"Guruku? Maksudmu apa... "
"Master ilusi sudah selesai di pasang".
"Bagus iblis jelek, kini giliran kami berdua yang beraksi" Zhu Que berbicara dengan nada semangat.
Wussshhhhh...
Wussshhhhh....
"Bagaimana kalian?" Xiao Shen melonggo melihat Xuan Wu dan Zhu Que keluar dari alam rohnya tanpa permintaannya langsung.
"Tidak ada waktu membahasnya lagi, kita harus segera mengalahkan mereka" jawab Xuan Wu.
" Baiklah akan aku lakukan".
Syuuyyyyyttt....
Syuyyyytttt...
"Besar sekali?, bagaimana kalau keduanya berubah menjadi bentuk aslinya mereka" batin Xiao Shen.
"Master baik-baik saja selama aku pergi?" tanya Nangong yang kuatir masternya terluka.
"Kau tenang saja, aku baik baik saja. Selama ada Zhu Que dan Xuan Wu kita aman" jawab Xiao Shen.
"Master benar kedua tuan dewa sangatlah hebat, mereka berdua pasti bisa melawan pasukan roh kematian kali ini" jawab Nangong.
"Kau benar kita tidak perlu takut lagi pada pasukan roh kematian" jawab Xiao Shen lega.
--
--
__ADS_1
--
"Suadaraku lindungi aku menggunakan perisa baja dunia dewa milikmu, aku akan menyerang mereka menggunakan Api Phoenix milikku" pinta Zhu Que.
Kini tubuh kedua hewan dewa ini sudah sepanjang pesawat terbang, Xuan Wu selebar kapal pesiar besar dalam bentuk kura-kura hitam. Ekor ular Xuan Wu mendesis kencang menandakan sedang waspada, sementara itu ukuran rentang sayap membuat Zhu Que melebihi Lebarnya panjang sebuah gedung sekolah. Tubuhnya membarah dengan api panas hingga membuat pasukan roh kematian mundur Beberapa langkah ke belakang. Api Phoenix milik Zhu Que mampu membuat roh kepanasan bahkan hancur, api Phoenix adalah termasuk api istimewa di 3 semesta alam ini.
"Aku mengerti kita akan mulai melakukannya" Xuan Wu sudah bersiap.
"Tunggu sebentar apa kau tidak merasakan kehadiran dewa yang sangat kuat di antara mereka?".
"Ini kenapa aku baru merasakannya sekarang?" Xuan Wu tidak kalah heran.
"Pasukan roh kematian ini mustahil ada yang sudah mencapai tingkat alam dewa bumi" batin kedua dewa ini.
"Entahlah apakah dia dewa atau mungkin dia adalah petarung tingkat alam dewa sewaktu hidup dulu" tebak Zhu Que.
"Itu mustahil... Pedang giok darah tidak mungkin mampu menaklukkan pendekar alam dewa".
"Lalu penjelasan paling masuk akalnya apa?".
"Ada 1 dewa di antara mereka, entah itu utusan kaisar dewa surga, atau dewa neraka sendiri".
"Itu mustahil bagaimana mungkin dewa dari 2 alam luar biasa itu ikut campur urusan seperti ini" bantah Zhu Que.
"Lalu bagaimana menurutmu tentang senjata alam gaib pasukan neraka yang mereka miliki?" tanya Xuan Wu.
"Itu... "
"Apakah kalian bisa menyudahi debat tentang maslah tidak penting itu tuan dewa" tiba muncul sosok hitam dari tengah-tengah pasukan roh kematian, ia memakai jubah hitam kelam dengan keadaan compang camping robek sana robek sini. Ia terlihat sangat kurus bahkan bisa dibilang seperti tulang hanya daging yang menempel di kulit, hal itu terlihat dari tangannya yang berwarna putih pucat yang sedang memegang sesuatu. Wajahnya tertutup oleh topi jubah usangnya, sementara tangannya memegang sebuah senjata alam gaib tingkat tinggi yaitu Tombak bulan sabit hitam ketika kedua hewan dewa menyadarinya.
"Siapa kau? Apakah kita saling mengenal?" Tanya Zhu Que menatap sosok tubuh kecil itu yang bagaikan sebuah tikus di mata Zhu Que sekarang, badan besar keduanya membuat segala sesuatu yang mereka lihat sangat kecil.
"Kalian sudah melupakanku tuan dewa yang terhormat " sosok itu belum juga membuka wajahnya.
"Tentu saja karna wajah mu itu tertutup jubahmu itu" balas Zhu Que.
"Oah kalian ingin melihat wajahmku, aku rasa kalian tetap tidak akan mengenalku".
"Lalu bagaimana apakah kau ingin bertarung dengan kami?" Zhu Que sudah habis kesabaran.
"Tenang saja aku kesini untuk membuat penawaran dengan kalian".
"Penawaran?". Xuan Wu dan Zhu Que saling bertatap bingung.
***
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan juga komen kritik dan saran ya guys...