Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.25 Ujian Pertama Tang Shen


__ADS_3

"hmhmhm... Apa itu matriark".


Matriark Qing Gong terdiam sebentar untuk menata kata-katanya dan mulai bicara, matriark Qing Gong menceritakan semua tentang patung kura-kura berekor ular raksasa di tengah altar. Dikatakan bahwa kura-kura itu adalah salah satu hewan dewa penjaga mata angin utara yang memiliki kekuatan yang sangat kuat, dulunya leluhur sekte selendang bulan merah mendapat kesempatan membuat janji darah dengannya hingga sekte mencapai puncak kejayaannya pada saat itu.


Ketika leluhur itu sudah berusia sekitar 500 tahun dirinya harus melepaskan diri dari alam manusia dan naik ke surga, karna tidak ingin hewan dewa ini dimanfaatkan oleh orang jahat leluhur itu menyegelnya dan membuat kitab pusaka dan juga kunci untuk membuka segel itu. Setelah menyelesaikan semua urusannya leluhur itu naik ke surga dengan perasaan tenang dan juga berharap pada keturunannya, dirinya berharap salah satu dari keturunannya mampu membuat janji darah dengan hewan dewa itu dan membuat sekali lagi sekte naik ke puncaknya.


Tetapi itu tidak sesuai dengan harapan leluhur karna sepertinya tidak ada keturunannya yang berjodoh dengan hewan dewa itu, sehingga sekte mereka tidak pernah mengalami masa kejayaan yang dulu pernah diraih leluhurnya. Sampai suatu ketika rahasia besar sekte ini terbongkar oleh seorang murid sekte yang mabuk pada saat dirinya diminta membeli sesuatu, dari sanalah mulai banyak pendekar dari berbagai aliran berusaha merebutnya walaupun mereka tau konsekuensinya adalah nyawa mereka sendiri.


Tidak pernah terbayangkan oleh matriark Qing Gong bahwa rahasia sekte yang sudah turun temurun itu terbongkar oleh seorang murid ceroboh, selain itu akibat dari kebocoran rahasia ini juga membuat efek samping bagi kota songjiang yang membuat pendekar aliran hitam berkumpul di kota itu.


"saya harap pendekar muda mau memenuhi permintaan saya ini, karna hanya pendekar muda yang mampu melindungi benda itu" ujar matriark Qing Gong penuh harap.


"maksud matriark benda apa itu hingga aku yang harus menyimpannya?" tanya Tang Shen bingung.


"kemarilah sebentar pendekar muda".


Lalu Tang Shen mengikuti langkah matriark Qing Gong menuju ke tengah-tengah altar mendekati patung kura kura raksasa, ketika ingin melangkahkan kakinya di lingkaran kuno untuk menaiki altar tiba-tiba matriark menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Tang Shen.


"pendekar muda keadaan ini sudah terjadi beberapa hari ini... Aku juga tidak tau kenapa patung ini mengeluarkan energi sekuat ini, sebaiknya kita membuat pelindung di tubuh kita agar tidak terluka oleh tekanan energi kuat itu" jelas matriark Qing Gong.


"apakah sebelumnya pernah terjadi seperti ini matriark?" tanya Tang Shen.


"tidak pendekar ini pertama kalinya terjadi".

__ADS_1


"hmhm baiklah mari kita lanjutkan mendekati patung itu" ujar Tang Shen.


Tang Shen lalu membuat pelindung tubuhnya untuk menghindari dirinya terluka oleh energi kuat yang berasal dari patung kura-kura, matriark Qing Gong terlebih dahulu berjalan mendekati patung kura kura tanpa terlalu kesusahan. Tang Shen lalu mengikuti jejak matriark Qing Gong dari belakang tanpa merasa curiga sedikit pun, langka pertama tidak terjadi apa-apa langkah kedua mulai berat dan sampai langkah ke kesembilan Tang Shen mulai tidak bisa mempertahankan keseimbangan dirinya dan terjatuh tersungkur.


"ini... Tekanan ini kuat sekali seperti diriku di bebani ratusan pon di pundakku" batin Tang Shen.


"uuuhhhkkk... Sakit sekali".


"pendekar muda apa yang terjadi? Apa pendekar muda terluka karna energi yang dilepaskan oleh patung ini?" tanya matriark Qing Gong yang kuatir dengan Tang Shen.


"tidak matriark aku tidak apa apa, hanya terkejut saja dengan energi ini mungkin karna belum terbiasa" alasan Tang Shen agar matriark Qing Gong tidak kuatir, bagaimana pun dirinya merasa tertekan sekali ketika semakin mendekati patung kura kura itu.


"ah baiklah".


Tetapi Tang Shen sanggup bertahan hingga langkah kesembilan yang menunjukan betapa kuat tekadnya, phoenix surgawi sebenarnya sangat mengenal energi yang dikeluarkan oleh patung-patung kura kura itu.


"kau berisik sekali burung jelek... Apakah kau tidak ada solusi untuk ini".


"hmhm kau harus menyelelesaikan ujian dari kura kura hitam ini sendiri bocah, jadi kau harus menyelesaikannya dengan kemampuan sendiri".


"ujian apa maksudmu? " ujar Tang Shen berusaha bangkit berdiri.


"sudahlah berusaha untuk sampai ke patung itu dan sentuh agar kau tau jawabannya".

__ADS_1


"ah baiklah aku mengerti"


Teknik Penyembuhan--Nyanyian 7 Dewi Surga


Jurus Dewa--Tubuh Dewa Api


Tang Shen menyembuhkan dirinya menggunakan kemampuan penyembuhannya untuk memulihkan tenaganya, lalu menggunakan tubuh dewa api untuk menangkal tekanan kuat dari patung itu. Matriark Qing Gong merasa terkejut karena merasa suhu ruangan tiba tiba naik seketika dan itu berasal dari tubuh Tang Shen, Tubuh Tang Shen diselimuti seperti jubah besar tipis berwarna merah menyala jubah itu melindungi Tang Shen dari tekanan kuat itu.


"ada apa ini kenapa suhu udara begitu panas, sebenarnya apa yang membuat pendekar muda melepas kekuatan semengerikan ini" batin matriark Qing Gong yang menjauh dari altar karna merasa suhu di sana bisa membakarnya.


"kau patung jelek tidak bisa menghentikan langkahku, dan kau burung jelek kalau kau menipuku aku akan membuat perhitungan denganmu" ujar Tang Shen marah karna harus menunjukan jurus tubuh dewa api di hadapan matriark Qing Gong, dirinya lebih baik menghadapi ribuan musuh daripada tertekan oleh energi seperti ini.


"ya ya terserah kau saja bocah bodoh, sebaiknya cepat sentuh patung itu kalau kau tidak ingin tersiksa oleh tekanan inj terlalu lama" jawab Phoenix surgawi acuh.


"hmhmhm".


Tidak berapa lama Tang Shen akhirnya berhasil mendekati patung kura kura raksasa itu dengan susah payah, ketika sudah mencapai jarak jangkau tangannya Tang Shen segera menyentuh bagian perut patung raksasa yang seperti sebuah peswat ufo raksasa.


Ketika Tangan Tang Shen menyentuh patung itu seketika itu juga tekanan energi itu menghilang dengan tiba tiba, lalu perlahan-lahan mata Tang Shen kehilangan kesadarannya dan dirinya tidak sadarkan diri.


Tang Shen kini berada di sebuah alam yang sangat indah langit berwarna biru dengan awan cantik saling berkejaran di langit, pepohonan di sana tinggi menjulang seperti tidak pernah disentuh bau harum semerbak memasuki rongga hidung. di tempat itu terdapat sebuah kolam air raksasa dengan berbagai macam makhluk hidup di dalamnya, kehidupan di alam ini terasa begitu damai dan tentram rumput halus dan Bunga-bunga bermekaran menambah suasana damai alam itu.


Begitu membuka mata Tang Shen terkejut dengan apa yang dilihatnya "ini...!! "

__ADS_1


"selamat datang penyelamat dunia dan juga saudaraku!".


__ADS_2