Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.56 Persembahan Langit Kematian


__ADS_3

"Lori bertahanlah" panglima Tian berusaha melindungi pemanah gaib mereka.


Panglima Lori ada petarung tipe jarak jauh dengan senjata panah gaib, bagaimana pun pertarungan jarak dekat bukan keahliannya. ia harus segera menjauh dari tempat itu dan mencari posisi terbaik untuk menyerang, kalau tidak ia sama saja dengan mengantar nyawa terus berada di situ.


.


"Lori sebaiknya kau menjauh dan menyerang dari jarak tertentu, apabila kau disini kau tidak akan bisa berkutik" panglima Di bertelepati untuk memperingati panglima Lori.


"Uhhkkk... Baik aku mengerti".


"Ingin kabur dari tempat ini jangan mimpi kalian" lelaki tua yang ternyata adalah Feng Huang gurunya Xiao Shen menekan panglima Lori yang ingin lari dari tempat itu, panglima Lori yang ingin menjauh untuk menyerang Feng Huang dengan panah gaibnya tiba-tiba ambruk ke tanah seperti ditekan oleh sesuatu yang berat.


"Uuhhhkkkk... Ka... Kau" panglima Lori sampai kesulitan berbicara karna kuatnya tekanan yang diberikan oleh Feng Huang.


"Manusia cukup!!! Apa mau?!" panglima Tian makin kuatir pada keadaan panglima Lori.


"Kau masih bertanya lagi? Tentu saja kematianmu dan seluruh pasukanmu" Feng Huang berbicara dengan santai tanpa bergerak sedikit pun, tangannya berpangkut ke belakang hanya matanya yang menatap dengan tajam setiap kaum dari alam kematian.


"Ka... Kau beraninya...!"


"Kau yang terlalu berani datang ke alam manusia, kau pikir di sini tidak ada manusia kuat yang mampu melindungi alam kami sendiri" Feng Huang melepas lebih besar lagi tekanannya ke arah pasukan kematian, kini bukan hanya panglima Lori saja yang terkena dampak dari tekanan kekuatan Feng Huang. Tapi Panglima Tian, Di, dan juga jenderal Otosuki, pasukan kematian mulai mengerang dengan suara yang mengerikan begitu memilukan, mereka hanya roh yang disiksa dan diancam untuk berperang sesuai perintah raja neraka.


"Uukkhhhh ini kuat sekali, perbedaan kekuatan alam dewa bumi tahap akhir dan awal sungguh jauh berbeda, aku sudah tidak sanggup lagi menahan ini" jenderal Otosuki mulai merasakan energi kematiannya mulai terkuras habis karna menghalangi tekanan Feng Huang. Ras alam kematian menyebut tenaga dalam dengan energi kematian, walaupun konsepnya sama saja dengan tenaga dalam manusia tetapi itu memiliki ciri khas dan juga cara mengolah yang berbeda. Di alam para dewa tenaga dalam disebut Energi pancaran Dao, di alam iblis di sebut energi iblis murni yang didapat dengan cara berkultivasi sama dengan yang dilakukan oleh manusia.


"Jenderal Otosuki bertahanlah" Panglima Tian mulai putus asa dengan keadaan pasukannya.

__ADS_1


"Panglima kita harus melakukan pengabungan garis darah kematian, aku dan panglima Di akan melakukan persembahan langit kematian dengan hidup kami untukmu" panglima Lori berbicara ditengah-tengah tekanan kuat Feng Huang.


"Tidak-tidak kalian tidak boleh melakukan itu semuanya, aku tidak terima kalian melakukan persembahan langit kematian demi manusia hina itu" Panglima Tian jelas-jelas menolak mentah-mentah ide dari panglima Lori. Persembahan langit kematian adalah persembahan kehidupan seseorang ataupun massal pada dewa langit kematian, konon katanya setelah melakukan persembahan kepada dewa langit kematian seseorang yang ditujukan oleh pengorbanan itu akan mendapatkan kekuatannya meningkat 2 kali lipat. Kekuatan itu bersifat tetap dan selamanya pada si pemilik tanpa bisa di ganggu gugat.


"Panglima... Kalau hanya panglima Lori dan panglima Di yang melakukan pengorbanan, aku rasa ia hanya akan menaikan tingkat tuan ke tingkat alam dewa tahap menengah. Aku dan seluruh pasukan kematian akan melakukan persembahan langit kematian juga, hal ini agar kekuatan tuan bisa meningkat dengan pesat ke alam dewa bumi tahap akhir dan bisa mengalah manusia itu" Jenderal Otosuki ikut angkat bicara dengan keadaan mereka saat ini, pasukannya sudah hampir tidak sanggup lagi bertahan dari tekanan Feng Huang. Menurutnya lebih baik mati demi kenaikan peningkatan kultivasi panglima Tian, daripada harus mati di tangan seorang manusia seperti Feng Huang.


"Kau... Kalian tidak boleh melakukannya" panglima Tian menatap panglima Lori dan Di, lalu jenderal Otosuki dan seluruh pasukan kematian yang kesakitan. Ia tidak menyangka akan terjadi kejadian seperti ini, ini semua tidak sesuai dengan perhitungannya di alam kematian untuk datang ke alam manusia. Berdasarkan penyelidikan saat salah satu ras kematian dengan kemampuan menyelinap terbaik di utus ke alam manusia, utusan itu mendapati tidak adanya manusia yang sekuat Feng Huang di daerah pemilik tubuh unsur fana. Penyelidik itu mana mungkin bisa mengetahui keberadaan Feng Huang, karna ia selama ini bersemedi di hutan larangan 9 dewa.


"Panglima Tian kami mulai" Panglima Di tidak memperdulikan penolakan yang dilakukan oleh panglima Tian.


"Tidak tidak jangan lakukan" walau bagaimana pun kesetian kawan para ras kematian amatlah tinggi, mereka rela berjuang dan berkorban demi kawannya dan tidak akan mengkhianat kawannya sampai titik darah kematian. Tidak seperti halnya manusia mereka datang ketika membutuhkan bantuan saja, tapi saat keadaan suka dan bahagian mereka akan menyimpannya untuk diri sendiri sangat jarang yang mau berbagi.


"Wahai dewa langit kematian berkatilah panglima alam kematian kami, berikan ia kekuatan yang berlimpah dan juga berkatmu, uukkkhhhhh gantilah berkat dan kekuatanmu untuknya dengan nayawa kami semua!!!".


"Itu persembahan langit kematian, Feng Huang cepat hentikan sebelum upacaranya persembahannya berhasil!!?" Xuan Wu baru menyadari apa yang terjadi setelah mendengar mantra pengorbanan langit kematian.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan lagi cepat hentikan mereka melakukan pengorbanan".


"Ba... Baiklah".


"Pisau cahaya abadi, Pisau Penakluk Arwah"


Wussshhhhhhhh....


Duaaarrrkkkkkkk...

__ADS_1


"uuhhhkkkk apakah berhasil" Xiao Shen menutup matanya dengan lengan baju kanannya.


"Entahlah aku sudah menggunakan seluruh kekuatanku untuk menyerang mereka tadi" Feng Huang juga menutup matanya seperti menghindari debu atau pun percikan berbahaya lainnya.


Ngunggg... Ngungg... Ngung....


Wussshhhhhhhhh....


Criingggggggg...


"Haahahaha, beristirahatlah dengan tenang para saudaraku, pengorbanan kalian hari ini tidak akan sia-sia" tiba-tiba muncul sebuah suara dengan nada yang sangat berat.


"Kekuatan ini uhhhkkkk... " Xiao Shen kini merasakan kekuatan yang besar lainnya.


"sekarang giliran kalian haaaaaaaaaaaaa!!!!!, pengorbanan para saudaraku akan ku persembahan dengan darah kalian semua. Dan kau pemilik tubuh unsur fana akan menanggung akibat terberat, manusia hina dan 2 dewa kurang ajar seperti kalian pantas mati di tanganku haaaaaaaaaa!!!!!!!!" Panglima Tian begitu murka dengan keadaannya sekarang, walaupun ia sudah naik tingkat hingga ke alam bumi tahap akhir. tapi itu dibayar mahal dengan pengorbanan para saudaranya.


"Dia naik tingkat dengan melakukan pengorbanan aneh itu" batin Feng Huang dan Xiao Shen.


"Kalian berdua tidak ada waktu memikirkannya lagi, ia datang bersiap-siap" Zhu Que memperingati kedua guru dan murid itu.


"Uhhhhkkkk dia menekanku!".


"Hati-hati!!!".


Wusssahhhhhhhhhhhhhhhhh...

__ADS_1


Sweeeassshhhhhhhhh...


"Matilah!!!!!!".


__ADS_2