
Di rumah kepala desa Vendesilua Tang Shen di dijamu oleh istri kepala desa, tanpa ragu Tang Shen memakan semua hidangan beracun yang di sediakan untuknya.
Awalnya Tang Shen makan dengan lahap tanpa merasakan gejala apapun, ia makan sambil mengobrol dengan kepala desa yang tampak gelisah. Tang Shen memang menyadari kegelisahan kepala desa semenjak di depan gerbang desa, tetapi ia tidak ambil pusing karna ia tidak mengirang kalau kepala desa bermaksud jahat padanya.
Selang beberapa menit kepala Tang Shen mulai merasakan sakit yang luar biasa, tubuhnya lemah dan sulit mempertahankan kesadarannya. Bukan hanya itu saja tenaga dalam Shen De tiba-tiba terkuras habis tanpa sisa, sehingga ia tidak bisa memulihkan kondisi tubuhnya menggunakan jurus Nyanyian 7 Dewi Surga.
"Apaan ini? Apakah aku diracun oleh kepala desa?" batin Tang Shen yang mulai lemas tak berdaya, ia hanya mampu mengangkat tangan kanannya untuk memegang kepalanya yang sangat sakit.
Bruuukk....
Tang Shen jatuh terbaring dari posisi duduknya, efek dari racun yang dimasukan ke dalam makannya sudah mulai bereaksi.
"Kenapa ini terjadi?" batin Tang Shen sambil menatap nanar kepala desa, kepala desa hanya bisa menundukkan kepalanya tidak berani membalas tatapan Tang Shen.
"Maafkan aku pendekar muda, aku tidak bermaksud mencelakaimu" ujar kepala desa lirih masih dalam kondisi menunduk.
"Kenapa? Kenapa kepala desa?, apa kesalahanku?" tanya Tang Shen lemas.
"Maafkan aku pendekar".
Tang Shen yang tidak mampu lagi mempertahankan kesadarannya akhirnya pingsan, ia pingsan dengan kondisi terbaring di lantai dekat makanannya.
"Maafkan aku pendekar muda, ini bukan atas kehendak ku sendiri. Para penduduk terlalu takut atas caramu bertarung melawan bandit, mereka kuatir kalau kau akan melakukan hal yang sama dengan desa ini. Sekali lagi aku minta maaf yang sebesar-besarnya, dan aku juga mengucapkan terima kasih atas pertolonganmu" Kepala desa mengucapkan itu ketika Tang Shen sudah pingsan, ia tidak berani berkata begitu ketika Tang Shen sadar. Takutnya Tang Shen akan murka dan membantai seluruh penduduk desa san juga dirinya, ia sadar apa yang ia lakukan saat ini amatlah salah tapi mau di katakan lagi ini semua keputusan penduduk desa.
"kalian boleh keluar sekarang!" panggil kepala desa memberi isyarat.
Tidak berselang lama setelah kepala desa mengucapkan kata itu, muncul 3 orang pria kekar dan tinggi kira-kira 2 meter. Mereka semua merupakan penduduk desa Vendesilua asli, tetapi tubuh mereka sangat kekar dan terlatih karena bekerja di ladang dan sawah rutin tiap hari.
"Kepala desa kita memang hebat, mampu mengelabui pendekar kejam ini" ucap salah satu dari mereka.
"Kau benar".
"Sudah hentikan omong kosong kalian, cepat bawa pendekar ini pergi dari desa. Dan ingat janji kalian jangan pernah melukainya apalagi berniat membunuhnya, biar bagaimana pun dia adalah penyelamat desa kita dari bandit harimau merah" ingat kepala desa kepada ketiganya.
"Kepala desa tenang saja kami tidak akan membunuhnya".
"Ingan janji kalian".
__ADS_1
" Tentu saja".
"Kepala desa kami pergi dulu"
"Ya hati-hati di jalan, bawa pendekar mudah itu sejauh mungkin dari tempat ini".
"Baik kepala desa"
"Kami pergi".
Kepala desa Vendesilua hanya bisa menatap punggung ketiga pria dewasa yang membawa Tang Shen, ia harap ketiga mampu membawa Tang Shen sejauh mungkin dari desa Vendesilua. Takutnya kalau Tang Shen sadar ia akan kembali ke desa Vendesilua dan mengamuk, kita tidak tau sebesar apa sebenarnya kekuatan pendekar muda yang sangat kejam itu.
-
-
-
Tang Shen tersadar tepat ketika hari sudah malam di tempat yang tidak ia kenal, tempat itu terlihat seperti hutan belantara yang amat lebat. Karna kurangnya penerangan di malam itu, Tang Shen tidak bisa memperkirakan posisi tepatnya ia berada sekarang. Tenaga dalam Tang Shen belum pulih sama sekali sehingga ia tidak bisa menggunakan cahaya atau api untuk menuntun jalannya.
Tang Shen baru ingat apa yang terjadi padanya saat makan di rumah kepala desa Vendesilua, ia makan makanan yang mengandung racun yang membuatnya tak sadarkan diri. Tang Shen tidak menyadari kalau di dalam makan itu terdapat racun Pelemah Raga, memang racunnya tidak mematikan tetapi mampu membuat tubuh kehilangan kesadaran selama 10 jam.
"Nak kau membutuhkan bantuan kami" tiba-tiba Xuan Wu berbicara di pikiran Tang Shen.
"Sepertinya begitu, aku tidak mampu lagi merasakan tubuhku dan juga aku tidak mampu menggunakan tenaga dalam sama sekali".
"Kau terkena racun pelema raga nak, para penduduk itu memberikannya padamu".
"Benar master para penduduk itu benar-benar tidak tau terima kasih, apakah master mau aku memberi mereka pelajaran" timbal Nangong.
"Tidak tidak Nangong, biarkan waktu yang memberi pelajaran pada mereka" cegah Tang Shen.
"Hey iblis jelek daripada kau ngomong yang tidak jelas, sebaiknya kau keluar dari alam roh spiritual ini. Lalu carikan gua untuk Tang Shen istirahat dan memulihkan kondisinya, kau lihat kondisinya saat ini sangat lemah dan rentan bahkan hewan spiritual langka level rendah mampu membunuhnya" tiba-tiba Zhu Que ikut berbicara.
"Ah baik baik tuan dewa, master tidak perlu kuatir aku pasti akan menemukan gua untuk master istirahat" ujar Nangong sambil keluar dari alam roh spiritual Tang Shen.
"Terima kasih Nangong, aku serahkan padamu".
__ADS_1
"Baik master aku pergi dulu".
"Hmhmmhm".
Nangong langsung melesat dengan cepat ke dalam hutan yang gelap, sementara itu Tang Shen masih dalam kondisi lemah terbaring di atas tanah yang dingin di hutan.
"Nak bertahanlah sebentar lagi, tunggu iblis ilusi menemukan gua untukmu beristirahat" Xuan Wu menyemangati Tang Shen.
"Dia tidak akan selemah itu saudara Wu, aku yakin penyelamat dunia kita ini akan baik-baik saja" jawab Zhu Que.
"Kau benar saudaraku".
"Kalian berdua tenang saja, aku tidak akan mati dengan mudah oleh racun ini" jawab Tang Shen tersenyum.
"Lihat dia sudah lemah dan tidak berdaya seperti itu masih saja bisa sombong, andai kita tidak perlu menolong desa sialan itu ini semua pasti tidak akan terjadi" gerutu Zhu Que.
"Sudahlah saudaraku itu tidak penting, yang terpenting sekarang kita harus segera memulihkan kondisi Tang Shen".
"Baiklah, ini harus menjadi pembelajaran bagimu anak bodoh. Tidak semua manusia itu dapat dipercaya".
"Sudahlah Zhu Que aku tidak marah, ini semua adalah kemauan ku sendiri.
"Tapi kau itu bo..."
"Master aku menemukan guanya tetapi...".
"Tetapi apa Nangong??... "
"Master ketika aku mendekati gua itu untuk memeriksanya, aku merasakan hawa panas yang sangat membakar raga dan rohku. aku tidak berani mendekati gua itu sejarak 500 meter, aku tidak tau apa yang ada di dalam gua itu sekarang" jawab Nangong sedikit gugup, ia takut Tang Shen marah karna saat ini ia tidak berguna sama sekali.
"Saudaraku jangan-jangan itu adalah..."
"mungkin kau benar saudaraku".
"Apa itu yang kalian maksud?" tanya Tang Shen lemah.
"Nanti saja di jelaskannya, yang terpenting kita harus segera kesana dan melihatnya. selain itu kau juga harus memulihkan kondisimu" jawab Zhu Que yang membuat Tang Shen makin penasaran.
__ADS_1
"Ah baiklah terserah kalian saja".
*Jangan lupa meninggalkan jejak dengan cara like, vote, dan juga komen*