Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.91 Kepulangan Cucu Tersayang


__ADS_3

Setelah berjalan cukup lama menaiki anak tangga yang panjang kira-kira 10 meter, Fei Qia dan Xiao Shen menjadi yang pertama sampai di ujung tangga itu.


Seorang prajurit armor lotus emas yang memiliki tingkat kultivasi surgawi awal hanya bertugas menjaga pintu masuk paviliun, tampak prajurit itu sangat terkejut dengan kehadiran Fei Qia dengan penampilan sederhana dan didampingi seorang bocah laki-laki yang terlihat biasa-biasa saja.


"Mohon maaf apakah anda adalah putri Fei Qia?!" tanya prajurit ranah Surgawi tahap awal tersebut terkejut sekaligus kebingungan dengan kehadiran Fei Qia yang tidak biasa, di sisi lain Xiao Shen yang terlihat seperti anak biasa-biasa saja bukan dari golongan bangsawan atau sejenisnya bagaimana bisa berada di sebelah Fei Qia bahkan keduanya terlihat akrab.


"Paman prajurit benar ini aku" jawab Fei Qia setelah menaiki tanggang sepanjang 10 meter dengan susah payah, ia mengelap keringat di dahinya menggunakan tangannya sambil menghembus nafas lega.


"Maafkan atas kebutaan dan kelancangan saya tuan putri saya tidak menyadarinya, dan kalau boleh saya tau siapa anak laki-laki di sebelah tuan putri ini" tanya prajurit itu sambil memberi hormat.


"Aaah paman prajurit terlalu berlebihan itu tidak masalah bagiku, dan juga ini adalah Xiao Shen teman baruku" ujar Fei Qia sambil mengatur nafasnya.


"Ter... Terima kasih tuan putri, saya akan memberitahu master pemilik atas kedatangan tuan putri" ujar sang prajurit armor lotus emas hendak undur diri.


"Paman tidak perlu melakukan itu katakan saja di mana kakekku sekarang?!" cegah Fei Qia.


"Master pemilik sedang di ruang aula pertemuan paviliun di lantai enam tuan putri". Jawab sang prajurit sembari memberi hormat lagi


"Baiklah terima kasih paman" jawab Fei Qia sembari berlalu di ikuti Xiao Shen dan yang lainnya.


"Maaf kalian ini..." tahan prajurit tadi pada Xiao Shen beserta rombongannya.


"Paman prajurit mereka adalah teman sekaligus tamuku, jadi perlakukan mereka dengan hormat" perintah Fei Qia.


"Ba... Baik tuan putri maafkan kelancangan bawahan ini sekali lagi" ujar sang prajurit sembari bersujud di lantai.


"Baiklah lupakan itu, paman dan semuanya mari ikut aku ke aula pertemuan" ajak Fei Qia.


"Baiklah".


"Haaahhhs aku hampir saja membuat nyawaku sendiri hilang, tetapi ini pertama kalinya tuan putri sedekat itu pada orang asing dan juga iya begitu menghargai mereka. Sebenarnya siapa orang-orang itu? Dilihat dari pakainnya mereka tidak lebih dari gembel, aah aku tidak perlu mengurus masalah yang bukan urusanku" batin parjurit ranah surgawi tahap awal itu kembali ke tugasnya menjadi penjaga pinta masuk.


"Benar-benar mengerikan paviliun ini mempekerjakan seorang dengan ranah surgawi tahap awal hanya menjadi penjaga pintu masuk, di kekaisaran Zhen mereka patut dihitung sebagai pendekar yang tidak boleh diremehkan" batin tetua Liau.


"Aku semakin penasaran bagaimana sosok master pemilik paviliun ini" batin Xiao Shen.


"Semuanya ayo kita naik ke lantai enam" ajak Fei Qia sembari menghembuskan nafas lagi karna mereka akan memaiki anak tangga lagi, sebenarnya di setiap lantai ada array teleportasi yang mengubungkan lantai satu dengan lantai lainnya. Tetapi itu sudah tidak berfungsi lagi dikarenakan hal yang tidak diketahui, bahkan master pemilik yang merupakan master array level 9 pun tidak mengetahui letak kesalahan array itu dan memperbaikinya.

__ADS_1


Xiao Shen dan yang lainnya mengangguk dan mengikuti Fei Qia ke lantai enam, semakin tinggi lantai yang mereka naiki semakin jelas bahwa paviliun ini benar-benar kaya akan pil, sumber daya, harta karun, artefak dan senjata.


Paviliun Lotus Emas memiliki 7 lantai di setiap lantai paviliun memiliki fungsi masing-masing, di lantai pertama sampai ke ketiga berurutan adalan tempat penjualan pil, senjata pusaka dan artefak sihir, dan juga kitab pusaka. sedangan lantai lima dan enam adalah tempat Lelang di lantai lima adalah lantai lelang bagi semua kalangan, Sedangan lantai empat dan lima adalah tempat Lelang. Di lantai empat adalah acara lelang yang diperuntukkan bagi semua kalangan, sedangan di lantai lima adalah tempat lelang eklusif bagi para bangsawan dan para pemegang token khusus paviliun lotus emas.


Lelang di lantai lima tidak bisa bisa dimasuki sembarangan orang sehingga lantai itu cenderung sepi, sementara itu lantai enam adalah aula khusus pertemuan para petinggi paviliun dengn master pamilik. Lantai tujuh paviliun adalah tempat misterius dan daerah pribadi juga terlarang master pemilik. Hanya Fei Qia yang dizinikan untuk memasuki lantai itu dan lantai ke tujuh adalah daerah terlarang bagi semua orang tidak terkecuali siapapun. Siapa pun yang menerobos masuk maka ia akan di eksekusi di tempat, dan mayatnya akan diberikan kepada hewan spiritual peliharaan paviliun.


"Semuanya ini adalah aula pertemuan paviliun, seperti kakek ku sedang mengadakan pertemuan dengan para tetua, aku akan menemuinya sekarang jadi ayo ikut aku masuk".


"Apakah terlalu tidak sopan mengganggu pertemuan master pemilik dengan para tetua tuan putri, kami hanya orang kecil tanpa latar belakang rasanya kurang pantas mengganggu pertemuan ini" sanggah tetua Liau tidak setuju.


"Paman tenang saja ada aku" ujar Fei Qia percaya diri.


"Tapi..."


"Paman dan semuanya ada aku disini tidak ada yang bisa melakukan apapun pada kalian, jadi jangan kuatir masalah itu serahkan padaku".


"Paman kita ikuti saja" tambah Xiao Shen


"Haaah baiklah kalau itu mau mu" ujar tetua Liau pasrah.


"Bagus ayo temui kakek dan beri kejutan padanya" ujar Fei Qia semangat.



Cast: Master Pemilik Paviliun Fei Lang


"Master pemilik tidak perlu kuatir saya yakin putri pewaris Fei Qia baik-baik saja saat ini, orang yang menemani putri pewaris adalah orang pilihan dan kuat jadi saya rasa putri pewaris akan baik-bail saja" ujar seorang tetua yang berusaha menenangkan master pemilik yang saat ini tengah kuatir akan keselematan cucu kesayangannya.


"Tetua Aula Hukum bagaimana aku bisa tenang memikirkan tentang keselamatan cucuku satu-satunya ini, ini sudah lewat 2 hari dari hari yang seharusnya dari kedatangannya kembali dari pengobatan itu" keluh master pemilik Fei Lang tidak tenang.


"Master kita harus yakin bahwa putri pewaris selamat".


"Tidak berguna!! Lalu bagaimana kabar dari tim yang ditugaskan untuk mencari keberadaan cucuku?, apakah ada yang kembali dan membawa kabar yang memuaskan?" master Fei Lang tidak sabaran, suaranya mulai meninggi serta atmosfir udara sekitar menjadi tidak enak.


"Master maafkan kami yang bodoh dan mengecewakan master" ke 14 ketua inti paviliun bersujud pada Fei Lang memohon agar meredakan amarahnya, amarah seorang pria master array level 9 adalah suatu hal yang amat mengerikan dan sangat wajib dihindari.


"Aku tidak bisa tenang kalau Begini... "

__ADS_1


"Kakek!!!" tiba-tiba muncul suara yang amat akrab di telinga Fei Lang, dan juga suara ini adalah suara yang begitu ia rindukan selama ini.


"Qia'er ?!!, Qia'er benarkan itu kau?!!"


"Kakek ini aku!!, aku sudah kembali!!" jawab Fei Qianyang berlari ke arah Fei Lang yang membuka lebar kedua tangannya , ia sudah siap memeluk cucu satu-satunya ini yang amat ia cintai dan kasihi ini.


"Cih anak ini selamat apakah rencana pembunuhan bayaran gagal" batin salah satu tetua merasa frustrasi melihat kehadiran Fei Qia yang baik-baik saja.


"Qia'er akhirnya kau kembali, kakek sangat kuatir padamu beruntunglah kau selamat dan terlihat ceria?" ujar Fei Lang bersuka cita setelah memeluk dan memeriksa sendiri keadaan cucunya tercinta ini.


"Kakek selalu seperti biasa menganggap aku masih anak kecil yang tidak berdaya, aku ini sudah dewasa dan bisa menjaga diri" jawab Fei Qia.


"Baik-baiklah kau sudah dewasa tetapi di mata kakek kau itu tetap saja adalah harta kecil kakek yang begitu Berharga, jadi kakek tidak akan membiarkan harta kecil. Kakek ini mengalami apa-apa hahahaha!!!" perubahan drastis sikap master pemilik Fei Lang membuat ke 14 tetua inti menjadi lega.


"Kakek kau mengatakannya lagi" ujar Fei Qia tersipu malu.


"Hahaha Qia'er ku benar-benar sudah dewasa lihatlah pipinya memerah karna malu haha, jadi siapa orang-orang yang disana?" tunjuk Fei Lang pada Xiao Shen dan lainnya.


"Aahh iya hampir lupa memperkenalkan mereka, kakek ini adalah pahlawan penyelamat hidupku. Namanya Xiao Shen dan ini adalah paman Liau dan sisanya paman yang baik juga padaku" ujar Fei Qia semangat.


"Ohh jadi anak muda ini adalah penyelamat nyawa Qia'er ku, entah dengan apa aku bisa membalaskan kebaikanmu yang begitu besar itu" ujar Fei Lang sekedar basa-basi.


"Master pemilik begitu sungkan, ini sudah kewajibanku untuk menolong sesama ketiga mengalami kesulitan" jawab Xiao Shen.


"Bagus-bagus anak muda yang berwibawa dan begitu menjunjung tinggi nilai kebajikan" puji Fei Lang padahal sebenarnya ia tidak peduli akan hal itu, ia menduga Xiao Shen sama seperti para pengali keuntungan dengan cara mendekatinya. Fei Lang sudah terlalu biasa dengan hal-hal semacam itu, baginya orang-orang seperti itu hanyalah sampah, melakukan apapun demi mendapatkan keuntungan untuk dirinya sendirI dan selalu memiliki dua wajah.


Fei Qia yang menyadari sikap kakeknya pun segera membisikan sesuatu ke telinga kakeknya, sontak saja Fei Lang terbelak dan ia segera menoleh ke arah Xiao Shen dengan mata yang tidak percaya.


"Apa...!!" suara Master pemilik Fei Lang bergema di ruang aula pertemuan yang hening saat itu.


Xiao Shen dan seluruh orang yang ada di ruang aula pertemuan itu menjadi kebingungan, apa yang sebenarnya yang dikatakan Fei Qia hingga membuat ekspresi Fei Lang berubah drastis lagi.


"Qia'er apakah yang kau katakan benar?!!".


"Yups... Kakek bisa mencari tahunya sendiri" jawab Fei Wia singkat.


"Baiklah".

__ADS_1


"Apa apaan ini" batin semua orang.


__ADS_2