Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.86 Kebenaran Terungkap


__ADS_3

"Cukup!!! ada apa ini??! Siapa yang berani mencari masalah di cabang Paviliun Lotus Emasku??!!!"


Tiba-tiba muncul seorang pria berumur sekitar 25 tahun dengan wajah putih bersih, ia terlihat bijaksana dengan pembawaannya yang sangat elegen dialah Manajer Ken. Di belakang manajer Ken datang puluhan prajurit bersenjata lengkap dengan armor berwarna emas, dtambah di dada armor masing-masing prajurit terukir gambar bunga lotus yang menawan. Lalu muncul seorang pria gagah yang mungkin lebih tua 5 tahun dari manajer Ken dan berdiri di sebelah kiri manajer Ken, ketika ia melewati prajurit armor emas ukiran lotus ia mendapat hormat seperti halnnya manajer Ken.


"Itu adalah manajer Ken dan ketua aula penegak hukum paviliun diaken Liang, aku selamat mereka berdua datang kesini" batin pelayan Su yang sangat ketakutan pada aura Xiao Shen.


"Manajer Ken dan ketua aula hukum tolong bantu aku mereka adalah pembuat kekacaun di aula kita, dan bahkan mereka mencemarkan nama master pemilik paviliun" rengek pelayan Su sambil bersujud ke lantai.


"Jadi itu manajer Ken dan diaken Liang? Luar biasa ini pertama kalinya aku melihat orang-orang penting paviliun, para gembel ini bener-bener akan mati dengan kehadiran orang-orang penting ini".


"Kau benar ini moment yang amat langka petinggi paviliun hadir semua di sini".


"Ya kau benar, sepertinya akan ada pertunjukan yang menarik"


"Kurang ajar beraninya menghina Paviliun Lotus Emasku, kalian harus aku hukum seberat-beratnya agar kalian tidak berani berbuat seperti ini di masa depan. Pasukan aula penegak hukum tangkap mereka semua dan masukan ke penjara bawah tanah, lalu siksa mereka dengan siksaan yang kejam agar mereka tidak berani menyinggung Paviliun Lotus Emasku lagi" peritah diaken Liang.


"Baik ketua!!".


"Kalian berani menangkapku?!! Sudah aku katakan aku adalah cucu satu-satunya dari master pemilik paviliun!!" teriak Fei Qia.


"Jangan dengarkan alasan ****** kecil itu, cepat ringkus mereka!!" perintah diaken Liang.


"Tunggu sebentar" tahan Xiao Shen.


"Bocah apa lagi maumu!" bentak Pelayan Su.


"Manajer Ken anda adalah orang berpendidikan tinggi dan berpengalam, wawasan manajer begitu luas daripada anjing yang tidak kenal majikannya itu. Aku mohon manajer melihat token ini sebentar, setelah itu mari kita lihat tingkah para anjing-anjing ini" jelas Xiao Shen sambil menunjukan token yang dipegang oleh Fei Qia.


"Manajer jangan dengarkan dia, mereka hanya ingin menipu kita" sanggah pelayan Su.


"Itu benar manajer jangan biarkan para para penipu ini lolos begitu saja, hukum mereka dengan seberat-beratnya agar mereka jera" tambah yang lainnya.


"Benar manajer ringkus mereka, mereka berani menyinggung Paviliun Lotus Emas mereka harus mati".


"Ayo tangkap para penipu itu"

__ADS_1


"Tunggu sebaiknya kalian diam!!, Nona kecil bisakah kau menunjukan tokenmu sebentar aku ingin melihat tokenmu sebentar?" ujar manajer Ken dengan tegas agar suasana menjadi tenang, bagaimanapun ia adalah orang berpendidikan dan berwawasan luas harus menghadapi semua masalah dengan hati dan tidak gegabah.


"Tentu, dan lihatlah bagaimana aku akan membereskan para sampah Paviliun Lotus Emas ini" ujar Fei Qia sambil meleparkan token itu pada manajer Ken.


"Cih sombong sekali" batin pelayan Su melihat sikap Fei Qia ketika meleparkan token itu pada manajer Ken. "Cih ****** kecil sebentar lagi kalian semua akan menerima akibatnya, hahaha ini seperti kata pepatah sekali dayung dua sampai tiga pulau terlampaui. Selain aku membalaskan atas penghinaan kalian padaku, di sisi lain aku akan menyenangkan manajer Ken dan mendapatkan bonus karna mengurus sampah penganggu seperti kalian" batin pelayan Su puas dan percaya diri rencananya kali ini akan berhasil.


Manajer Ken menangkap token yang dilempar Fei Qia dan melihatnya dengan teliti, setelah di teliti beberapa lama manajer Ken langsung bergetar dan berkeringat dingin.


"Ini... Token ini..."


"Ada apa manajer Ken? Apakah Token ini palsu?" tanya diaken Liang dengan tak sabar.


"Cih itu sudah pasti palsu, cepat prajurit aula penegak hukum paviliun menangkap ****** kecil ini dan yang lainnya" teriak pelayan Su yang masih dalam posisi duduk di lantai setelah memberi hormat untuk manajer Ken.


Buuuuukkkkk.... Braaakkkk....


Ukkhhhhh....


"Diam kau sialan" tiba-tiba saja manajer Ken menendang pelayan Su dengan keras, tubuh pelayan pria paruh baya itu terlempar hingga membentur sebuah meja dengan keras dan membuat meja itu hancur.


"Putri maafkan kelancangan saya sebelumnya saya tidak menyadari kalau itu anda" tiba-tiba manajer Ken bersujud di hadapan FeI Qia dan itu tentu membuat semua orang terkejut.


"Apaaa??!!!".


"Apa ia benar cucu tunggal master pemilik paviliun???!!!".


"Astaga kita telah lancang menghinanya kalau master tau kita akan mati".


"Ini semua salah pelayana Su".


Para penonton menjadi heboh akan fakta sebenarnya dari identitas Fei Qia yang sebenarnya, bahkan pelayan Su sampai melonggo dengan tubuh gemetar hebat saat mengetahui siapa yang ia singgung. Diaken Liang tidak kalah shcok ia bahkan gemetar dan berkeringat dingin, lalu dengan spontan ia ikut sujud di hadapan Fei Qia diikuti prajuritnya.


"Hormat pada putri, maafkan hamba yang hina ini tidak menyadari bahkan anda adalah cucu master pemilik utama paviliun" sujud hormat diaken Liang sambil menitiskan air mata karna ketakutan setengah mati, bagaimana pun ia telah sempat menyinggung cucu tunggal dari master pemilik paviliun ini dan hukumannya tentu tidak akan ringan. "Aku akan tamat seluruh keluargaku dan aku akan dipenggal" batin diaken Liang kuatir.


"Hormat pada putri" teriak prajurit armor emas ukiran lotus serentak hingga membuat aula paviliun bergema.

__ADS_1


"Apa???!!! Ini mustahil!!!" sentak pelayan Su tidak terima.


"ini pasti ada yang salah manajer Ken" tambah yang lain sependapat dengan pelayan Su.


"Kalian semua diam!!!! Kalian ingin aku penggal hidup-hidup disini? Cepat bersujud pada tuan putri terutama kau pelayan Su" bentak manajer Ken.


"Ba...baik... Hormat pada tuan putri" pelayan Su dan semua orang yang ada di dalam paviliun cabang saat itu bersujud pada Fei Qia, saat ini yang ketakutan setengah mati adalah pelayan Su ia bergetar hebat dan berkeringat dingin mencucur dengan deras dari pelupuknya "Aku akan tamat usahakan ku 10 tahun akan berakhir hari ini, betapa bodoh dan butanya diriku ini tidak melihat betapa agungnya gunung fuji dihadapanku" batin Pelayan Su sambil mecoba terus tenang di sela nafasnya yang memburu.


"Tuan putri maafkan kami karna tidak mengenal kalau itu anda, kami patut dipenggal karna sudah menyinggung cucu master pemilik" ujar manajer Ken pasrah.


"Manajer Ken kau tidak bersalah karna tidak mengenalku, kita sudah lama tidak bertemu. Tetapi aku ingin 1 hal darimu" ujar Fe Qia.


"Apa itu putri?".


"Urus dan beri pelajaran pada pelayan seniormu ini, aku tidak ingin nama paviliunku rusak karna 1 orang yang hanya memandang derajat sosial orang lain. Paviliunku tidak membedakan siapa pun dari derajat sosialnya, aku ingin semua tamu mendapatkan pelayan yang sama dan memuasakan terkecuali derajat sosialnya" perintah Fei Qia dengan tegas hingga membuat jantung pelayan Su berdetak semakin kencang.


"Baik tuan putri akan saya laksanakan dengan segera, diaken Liang aku ingin kau menindak lanjuti masalah ini sampai tuntas dan putri puas".


"Baik manajer Ken".


"Tuan putri saya mohon saya..." pelayan Su langsung maju ingin mengapai kaki Fei Qia untuk memohon ampunan atas kesalahanya.


"Diam di tempat idiot kau berani menyinggung cucu master pemilik paviliun kau harus mati, prajurit armor lotus emas tangkap dan masukan dia ke dalam penjara bawah tanah segera" perintah diaken Liang.


Dua prajurit armor lotus emas langsung dengan segera meringkus pelayan Su dan segera membawanya ke penjara bawah tanah, pelayan Su tidak bisa melawan sama sekali ia hanya pasrah sambil menangis menerima nasibnya.


"Huuhuuuu putri ampuni saya!!! Tolong!!! Siapa pun tolong!!! Putri saya bersalah!!!" teriak pelayan Su putus asa saat diringkus 2 prajurit armor lotus emas untuk di masukan ke penjara bawah tanah.


"Putri apa lagi yang bisa hamba lakukan untuk anda?" ujar manajer Ken masih dalam posisi mendunduk. "Siapa orang-orang bersama putri ini kenapa mereka tidak ikut bersujud, tetapi aku tidak ingin tau aku tidak ingin membuat putri tambah marah" batin manajer Ken.


"Haaah... Baiklah semuanya boleh berdiri dan kembali ke aktivitas masing-masing, dan manajer Ken tolong sediakan ruangan terbaik untuk kami semua beristirahat" ujar Fei Qia.


"Baiklah tuan putri mari ikuti saya" manajer Ken pun menuntun jalan menuju ruangan terbaik untuk Fei Qia dan Xiao Shen beserta rombongannya.


"Fuihh ternyata token itu bisa menyelesaikan semuanya, hampir saja aku meratakan paviliun cabang ini dengan tanah" batin Xiao Shen bernafas lega sebenarnya ia sudah menahan amarahnya sejak tadi, kalian kira Xiao Shen yang sekarang mudah disinggung, diremehkan dan dihina lagi seperti dulu? Cih jangan harap.

__ADS_1


Semuanya berjalan dengan normal semuanya kembali ke aktivitasnya kembali, suasana paviliun masih sangat ramai. Xiao Shen dan Fei Qia dan yang lainnya istirahat dengan baik di bawah pelayanan manajer Ken.


__ADS_2