Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.55 Pendekar Alam Dewa Bumi


__ADS_3

"Ini Api Lotus hitam!!"


Wussshhhhhhh....


Dyuuuuuuyysyyttss...


Tsakkkkkkkkk...


"Aura yang kuat sekali" Zhu Que menarik api lotus hitamnya begitu merasakan kekuatan besar itu, kekuatan yang mungkin berada di tingkat dewa bumi tahap awal itu tidak hanya ada satu orang melain ada 3 orang. Tetapi yang muncul hanyalah pria botak dengan tingkat kultivasi pendekar suci terhormat tahap menengah


"Tu... Tuan panglima" jenderal Otosuki tiba-tiba bergetar merasakan kekuatan yang menepis api lotus hitam milik Zhu Que.


"Cukup jenderal Otosuki tidak perlu lagi melakukan tawar menawar pada kedua dewa ini, mereka diberi hati malah minta jantung sangat menyebalkan" orang yang dipanggil panglima oleh jenderal Otosuki berbicara dengan nada dingin. Perawakannya tinggi besar dengan otot kekar tapi kulitnya hitam legam seperti arang, wajah mereka tidak ditutupi seperti jenderal Otosuki sebelumnya sehingga Zhu Que dan Xuan Wu bisa melihat ketiganya langsung.


"Jadi ini panglima dari alam kematian itu, heh aku kira kalian itu sangat kuat" ejek Zhu Que.


"Tutup mulutmu dewa menyebalkan, jangan kira karna kau adalah seoramg dewa aku dan pasukan kematian akan takut pada kalian" Panglima kematian semakin marah.


"Panglima Tian mohon bersabar aku akan berbicara lagi dengan kedua dewa ini, aku mohon panglima tidak bertindak gegabah dan panglima harus ingan pesan raja" jenderal Otosuki sampai bersujud pada panglima kematian yang ia panggil Tian.


"Huuuhh sudah cukup aku tidak peduli lagi pada hal itu, aku sudah muak pada percakapan kalian yang membosankan. Aku sudah merasakan letak tepatnya pemiliki tubuh unsur fana itu, tidak ada orang hari ini yang bisa menghentikanku mengambilnya walaupun kedua dewa ini" panglima kematian Tian berbicara sambio menatap kedua dewa raksasa di hadapanya tanpa rasa takut.


"Cih kau kira mudah menghadapi kami berdua, dilihat dari tingkat kultivasimu kau bukan apa-apanya di harapan kami berdua" Zhu Que masih percaya diri dengan kemampuannya.


"Benarkah?" panglima Tian tersenyum licik.


"Tentu saja, kalau kau dan rajamu itu menginginkan badan itu kalian harus melangkahi mayatku terlebih dahulu"


"Kau yakin sekali dewa" panglima Tian mengeleng-geleng kepalanya sambil tersenyum..


"Te... Tentu saja" Zhu Que mulai gugup karna senyum para penghuni alam kematian tidak ada yang bisa dipercaya.


"Kalau begitu izinkan aku memperlihatkan 5% kekuatan asli dari alam kematian atas perintah dari raja neraka".

__ADS_1


Wuusssssshhhhhh......


Wusshhhhhhh....


Ngung.... Ngunggg....


"Ini apaan ini???!!!" Zhu Que dan Xuan Wu terkejut karna kultivasi panglima kematian itu tiba-tiba meningkat pesat, ia naik ke petarung terhormat tahap akhir, ah tidak ia naik lagi ke tahap alam dewa bumi tahap awal dan berhenti di sana.


"Apakah ini jurus perubahan wujud yang dimaksud itu" Zhu Que berusaha menahan hawa kenaikan tingkat panglima kematian Tian.


"Kau salah dewa yang terhormat itu ada kekuatan asli dari panglima Tian kami hihihi..." tiba-tiba muncul 2 orang lain lagi yang sama-sama berada di tingkat alam dewa bumi tahap awal. Yang satunya laki-laki kurus kering dengan rambut putih dengan wajah yang mengenaskan, sementara yang berbicara tadi adalah seorang wanita mengerikan wajah hancur dengan penampil yang tidak kalah ganjil. Lidahnya menjulur-julur keluar seperti ulah bahkan terkadang mendesis desis mengerikan sekali, kulit keduanya sama-sama hitam seperti arang dengan cekung mata yang amat dalam.


"Panglima Lori, panglima Di" jenderal Otosuki memberi hormat kepada keduanya.


"Ini... Mereka bertiga?" Zhu Que langsung kehilangan kepercayaan dirinya melihat tiga ahli alam dewa bumi tahap awl muncul di hadapannya.


"Tidak perlu terkejut dewa sebaiknya terima ini" tiba-tiba panglima wanita lori yang memiliki wajah mengerikan menyerangan Zhu Que dengan panah gaib disertai kekuatan yang mengerikan.


"Saudaraku awas" Xuan Wu tidak kalah terkejut reflek mengingatkan Zhu Que menghindari anak panah itu.


Wussshhhhhhh...


Zhu Que langsung menghindari serangan anak panah mematikan dari panglima Lori dengan terbang ke langit, ketika dilangit Zhu Que berusaha membalas serang panglima Lori dengan serangan meteor api raksasa. Seketika itu juga langit berwarna merah menyala lalu tiba-tiba muncul hujan meteoer sebesar bus yang mengarah ke arah ratusan pasukan kematian, pasukan kematian menjadi panik tapi panglima Di malah tersenyum dan mengangkat sebuh mangkok hitam di tangannya.


"Mangkok Rakus Dimensi, Lubang Hitam Dimensi tak berujung" mangkok itu tiba-tiba membesar di tangan panglima Di hingga sebesar sebuah stadion sepak bola raksasa, saking besarnya mangkok itu mampu menutup sinar matahari sejauh ratusan mil. walaupun sangat besar panglima Di masih dapat memegang mangkok itu biasa saja sambil tersenyum, di tengah-tengah mangkok itu tiba-tiba muncul sebuah lubang yang mirip lubang hitam besar. Lubang hitam itu lalu mengisap habis bola-bola api raksasa Zhu Que ke dalamnya, begitu puluhan bola api milik Zhu Que sudah masuk ke dalam mangkok itu. Panglima Di kembali mengecilkan mangkok pusaka miliknya hingga ke ukuran semua, ia lalu menatap Zhu Que yang terbang memutar-mutar kebingungan karna bola apinya hilang.


"Apaan mangkok hitam aneh itu" Zhu Que dibuat terkejut karna hujan meteornya dilahap habis mangkok hitam di tangan panglima Di.


"Bagaimana dewa apakah kalian masih mau menghalangi kami mengambil tubuh itu, apakah kalian pikir dengan kekuatan kalian yang sudah habis diserap oleh kaisar dewa surga masih mampu menghadapi kami bertiga?" ejek panglima Lori


"Bodoh kau kira aku akan semudah itu mengalah pada kalian, Biar bagaimana pun tubuh itu tidak boleh jatuh ke tangan raja neraka kalian... Terima ini, Nafas Api Phoenix" Zhu Que menghirup udara dengan komposisi yang luar biasa banyak, lalu udara itu keluarkannya melalui mulutnya dengan disertai tenaga dalam unsur api yang ganas hingga mampu melelehakan baja.


"Cih api lemah begini masih ingij menghalangi kami" panglima Tian lalu mengangkat tangan kanannya menghadapi api Zhu Que.

__ADS_1


"Clikk" panglima Tian menjentiknya jarinya sambil tersenyum, begitu jari panglima Tian menjentik api Zhu Que tiba seperti disiram oleh air tsunami yang besar, air itu tidak terlihat tetapi memiliki efek yang amat fatal bagi api Zhu Que.


"Ini serangan Yin" Zhu Que mengenal serangan yang digunakan oleh panglima Tian barusan, Serangan Yin adalah serangan yangbpenuh dengan unsur dingin seperti es, malam dan air, dan itu sangat bertentangan dengan kekuatan unsur Yang milik Zhu Que yang panas.


"Hahahaha kau memang dewa yang hebat, tidak salah kau mendapatkan julukan raja burung dari selatan" Panglima Tian tertawa puas melihat keterkejutan Zhu Que.


"Cih kau... " Zhu Que ingin sekali lagi menyerang panglima Tian dengan api unsur Yang nya.


"Saudaraku sudah cukup kita berdua bukan tandingan mereka, kau sekarang baru berada di tingkat petarung alam dewa bumi tahap awal. Dan itu bari saja beberapa hari yang lalu sementara mereka mungkin sudah bertahun tahun sehingga kekuatannya pasti jauh berbeda, aku juga masih lemah karna kekuatan asliku masih disegel oleh pemilikku yang dulu. Kita hanya bisa menyerahkan hal ini pada anak itu dan pedang dewa pembalik langit" Xuan Wu mencegah Zhu Que.


"Tapi dia itu masih lemah, andai saja gurunya yang ada si sini".


"Siapa yang kau bilang lemah burung jelek!".


"Kau... Dan kau Feng..."


"Diam".


"Uahhh baiklah..."


"Apa manusia ini kekuatanya tingkat Alam Dewa Tahap akhir" ketiga panglima dan jenderal Otosuki terkejut bukan main.


"Mau mengganggu dunia manusiaku dan juga muridku ... Hehhh Jangan mimpi... "


Wuusshshshhhh....


Nguuunhggggg....


Syyuutttttttt....


"Kekuatan yang luar biasa...."


"Ukhhhhkkk... Aku tidak sanggup lagi"

__ADS_1


__ADS_2