
"tidak!!!! "
buukkkk.....
akkkhhhhh.....
Tapak Tang Shen telak mengenai dada kedua pendekar suci terhormat aliran hitam tanpa perlawanan, begitu menyentuh dada keduanya bagian dada mereka seperti besi yang di terbakar oleh api sampai meleleh. Daging-dagingnya meleleh dan runtuh ke tanah begitu pula tulang keduanya hancur bagaikan debu tak bersisa, sekitar 5 detik tubuh keduanya sudah menjadi abu yang hanya menyisakan bau yang menyengat dari proses pembakaran mengerikan tersebut.
"huuhhhsss... Akhirnya selesai juga" lega Tang Shen.
Tang Shen lalu memutarkan badannya dan berjalan mendekati para pendekar aliran putih yang masih terpana melihat aksinya, setelah begitu dekat para pendekar aliran putih makin tidak percaya kalau Tang Shen adalah seorang anak muda. Bagi mereka Tang Shen mungkin adalah seorang senior yang telah melampaui tahap yang lebih tinggi dari petarung suci terhormat, hingga dirinya bisa menggunakan kemampuan merawat penampilannya yang sebenarnya ratusan tahun menjadi seperti remaja belasan tahun.
"senior terima kasih karna telah menolong kami melindungi sekte ini dan membasmi aliran hitam" ujar tetua Liu Bin sambil mengepal kedua tangannya di depan agak membungkuk memberi hormat dan juga salam.
"benar senior kami sangat berterima kasih!!" ujar semuanya serempak melakukan apa yang dilakukan oleh tetua Liu Bin tidak terkecuali tetua kuil dan tetua Sun Lang.
"eh... Senior?" Tang Shen salah tingkah sambil mengaruk kepalannya yang tidak gatal, bagaimana pun dirinya masih remaja belasan tahun tetapi dihormati seperti seorang yang sudah berusia ratusan tahun.
"baiklah para tetua dan pendekar sekalian sudah cukup penghormatannya, sudah menjadi kewajiban ku untuk menolong sesama aliran putih yang membutuhkan pertolongan" ujar Tang Shen.
"senior memang rendah hati dan hebat kami semua sangat berterima kasih kepada senior, apakah senior berkenan nanti berkunjung ke sekte kuil cahaya ilahi kami?" ujar Tetua Jiao Jiu memberi hormat lagi.
"ah maafkan aku tetua kuil cahaya ilahi aku tidak bisa mampir ke sektemu, saat ini aku sedang dalam misi penting yang tidak bisa aku tinggalkan karna harus segera aku selesaikan" jelas Tang Shen.
"senior bagaimana kalau senior mampir sebentar ke sekte selendang bulan merah ini, biarkan kami menjamu anda sebelum anda melanjutkan misimu" pinta tetua Sun Lang, menurutnya pasti matriark Qing Gong akan senang kalau penyelamat sekte mampir ke sektenya.
"Bocah ikuti saja untuk mampir sebentar ke sekte ini, aku merasakan sesuatu yang tidak asing berasa dari dalam sekte ini" ujar Phoenix surgawi tiba-tiba bersuara di pikiran Tang Shen.
"maksud mu sesuatu yang bagaimana itu?" tanya Tang Shen bingung.
"sudahlah kau ikuti saja saranku untuk bertamu ke sekte itu, nanti kau juga akan tau"
__ADS_1
"baiklah burung jelek, ku harap kau tidak berbohong padaku" ancam Tang Shen.
"tenang saja bocah aku tidak akan berbohong, apa untungnya aku berbohong padamu" ujar Phoenix surgawi lagi.
"hmhm baiklah tetua aku akan mampir sebentar ke sekte ini sebentar untuk menghormati matriark Qing Gong dan tetua sekalian".
"bagus sekali, terima kasih atas kesedian senior silahkan senior" ujar tetua Sun Lang memberi jalan untuk Tang Shen.
Tang Shen berjalan memasuki sekte dengan diiringi sorak sorai kemenangan malam itu, dirinya merasa puas karna telah berhasil membasmi salah satu sekte aliran hitam walau sebenarnya tujuan utamanya adalah sekte kelopak mata iblis.
Tang Shen dibawa ke aula pertemuan sekte oleh tetua Liu Bin dan tetua Jiao Jiu, sementara itu tetua Sun lang pergi menemui matriark Qing Gong dan tetua Zou Xi untuk memberitahukan informasi bahagia ini.
--
--
--
Tidak lama kemudian tiba-tiba pintu kamar diketok dengan keras oleh seseorang dari luar, orang tersebut sepertinya sudah tidak sabar untuk segera menemui matriark Qing Gong.
"Matriark bagaimana ini??... Apakah itu musuh yang ingin membunuh kita, atau mungkin pasukan kita kalah" tetua Zou Xi panik dan mengatakan segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi.
"tenanglah tetua Zou Xi, sebaiknya kau buka pintu itu dan lihat siapa yang ingin masuk" saran matriark Qing Gong lemah dari atas kasurnya, tidak bisa dipungkiri bahwa dirinya juga takut kalau kalau itu musuh yang menyerang.
"baiklah matriark"
Tetua Zou Xi melangkah ke arah daun pintu tetapi tidak segera membuka pintu melainkan mengintip dari lubang di dekat pintu, lalu dilihatnya seorang pria paruh baya yang sedang mondar mandir di depan pintu dengan gelisah menunggu dibukakanya pintu.
"kakak Sun Lang!!" ujar tetua Zou Xi dan segera membuka pintu.
"Xi'er kenapa begitu lama membuka pintunya, aku ingin berbicara kepada matriark Qing Gong sekarang" ujar tetua Sung Lang tidak sabar dan segera menerobos masuk.
__ADS_1
"kakak sopanlah sedikit, di dalam matriark masih terbaring sakit" protes tetua Zou Xi.
"ehh... Maafkan aku yang bertindak tidak sopan, tetapi aku harus menyampaikan informasi ini secepatnya kepada matriark"
"Sudahlah tetua Sun Lang dan tetua Zou Xi tidak perlu begitu formal dalam keadaan seperti ini, apa yang ingin tetua Sun Lang sampaikan padaku saat ini sepertinya penting?" ujar matriark Qing Gong dari atas kasurnya.
Tetua Sun Lang pun mengangguk lalu mendekati matriark Qing Gong yang masih terbaring lemas di atas kasur, dan menjelaskan semuanya apa yang terjadi.
"matriark jadi begini... "
Matriark Qing Gong yang awal lemas dan tidak berisi tenaga begitu mendengar bahwa sektenya meraih kemengan langsung beransur angsur membaik, tetapi dirinya terkejut ketika mengetahui pahlawan yang menyelamatkan sektenya dari ratusan pendekar aliran hitam adalah seorang pendekar muda misterius itu seorang diri.
"tetua Sun Lang tidak berbohong masalah ini kan? " tanya Matriark Qing Gong mengerutkan dahinya.
"tidak matriark untuk apa saya berbohong padamu" balas tetua Sun Lang yakin.
"baiklah aku akan menemui penyelamat sekte ku ini, aku ingin mengucapkan terima kasih dan juga memberikanya hadiah" ujar matriark Qing Gong sambil berusaha bangkit berdiri.
"tapi matriark keadaanmu belum pulih sepenuhnya, sebaiknya matriark menemuinya besok pagi ketika keadaan matriark lebih baik" pinta tetua Zou Xi khawatir melihat matriarknya memaksakan diri.
"tidak tetua Zou Xi aku tidak bisa menunggu besok karna masalah ini sangat penting, tolong bantu aku berdiri dan bawa aku ke aula pertemuan sekarang" perintah matriark Qing Gong.
Tetua Zou Xi berpandangan sebentar dengan kakaknya tetua Sun Lang, lalu tetua Sun lang menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"huuuhh... Baiklah matriark tapi pelan-pelan saja".
"iya... Ayo kita segera kesana"
Lalu tetua Zou Xi berusaha membantu matriark Qing Gong untuk berdiri dari tempat tidur untuk berdiri, kemudian ia memapah matriarknya berjalan ke arah aula pertemuan sementara itu tetua Sun Lang mengikuti dari belakang.
"sudah aku putuskan... Benda itu akan ku titipkan padanya, aku rasa dengan kemapuannya dia bisa menjaganya lebih baik daripada aku" batin matriark Qing Gong sambil tersenyum.
__ADS_1