
"Teknik pedang Giok, tebasan pedang tak berujung" Mo Xiao membalas setiap kepalan tangan Xiao Shen menggunakan teknik pedangnya yang tajam.
Dengan lincah Xiao Shen menghindari setiap serangan dari Mo Xiao yang bertubi-tubi, bahkan Xiao Shen masih sempat memberi pukulan balasan ke perut Mo Xiao menggunakan kakinya.
Buuuukkk...
"uuuhhkkk... Ini mustahil" Mo Xiao terlempar ke belakang beberapa meter karena tendang Xiao Shen.
"Yang benar saja tendangnya kuat sekali, apa dia benar pendekar dengan tingkat petapa agung tahap awal?" para murid sekte pedang Giok melonggo melihat kekuatan tendangan Xiao Shen.
"Entahlah aku tidak yakin begitu".
"Maafkan aku senior kalau menedang mu terlalu keras" Xiao Shen terlihat kuatir.
"Tidak tidak aku tidak apa-apa, sekali lagi!" Mo Xiao bangkit berdiri dan kembali menyerang Xiao Shen sekali lagi.
"Teknik pedang giok, panah pedang langit " Mo Xiao tiba-tiba melopat ke atas Xiao Shen dengan kecepatan tinggi, diarahkannya mata pedang ke bawah tepat mengincar Xiao Shen. Mo Xiao menukik bagaikan elang dan melesat bagaikan abak panah, tiba-tiba dari ujung pedang Mo Xiao muncur api membara karna pergesekan udara.
"Itu serangan yang berbahaya" batin seluruh penonton pertandingan itu.
"Hiiyyaaaaa".
"Teknik indra api, Langkah seribu api" begitu serangan Mo Xiao hanya berjarak 2 centi dari badan Xiao Shen, ia mengingat teknik indra api dan menggunakannya pada saat yang tepat. Xiao Shen meleset bagaikan kilat ke belakang Mo Xiao, bahkan Mo Xiao pun tidak sempat melihat gerakan Xiao Shen yang itu.
Buuuuummmmm....
"Sial meleset lagi" maki Mo Xiao di dalam hatinya, lantas ia menatap kesal Xiao Shen yang kini di belakangnya sambil menatapnya tersenyum. Xiao Shen baik-baik saja tanpa luka gores sedikitpun, bahkam posisi rambutnya saja tidak berubah karna angin dari serangan Mo Xiao.
__ADS_1
"Astaga anak bernama Xiao Shen itu mampu menghindari serangan senior Mo Xioa dengan mudah, padahal aku dengar apabila jurus itu dikeluarkan oleh senior Mo Xiao, maka akan sangat sulit untuk dihindari, tetua Mo Gu saja pernah terkena serangan itu saat latih tanding dengan Mo Xiao" para murid terkejut dengan kecepatan gerakan Xiao Shen.
"Itu gerakan jenis apa?!" tetua Liau dan Mo Gu terkesan sekaligus terkejut melihat gerakan Xiao Shen.
"Kecepatan yang luar biasa, bahkan mata pendekar tingkat raja tahap akhir seperti aku kesulitan melihatnya" tetua Liau mengutarakan keterkejutannya.
"Kau benar aku pun kesulitan melihatnya" balas tetua Mo Gu, "Hebat sekali, anak ini sangat berbakat bahkan melebihi bakat Xiao'er" puji tetua Mo Gu dalam hatinya, ia tidak mungkin mengatakan hal itu kepada orang lain. Karna yang sedang bertarung dengan anak muda bernama Xioa Shen itu, adalah anaknya sendiri yang kini sedang murka karna tak satu pun serangannya mampu melukai Xiao shen.
"Bagaimana mungkin kau bisa menghindari seranganku yang itu?" Mo Xiao geram sambil mengepal tangan kirinya.
"Ahh itu... Itu hanya keberuntunganku saja senior" jawab Xiao Shen sambil tersenyum.
"Tidak aku tidak percaya padamu, aku akan serius kali ini bersiaplah" Mo Xiao kini mengalirkan tenaga dalam ke pedang gioknya dalam jumlah besar, pedang itu bercahaya hijau terang dan mengeluarkan hawa membunuh yang kuat.
"Astaga pedang apa itu, kenapa aku merasakan hawa yang sangat mematikan dari pedang itu" para murid berlari menjauh dari lapangan latih tanding karna hawa itu.
"Sebenarnya itu pedang apa?" Xiao Shen mengerutkan dahinya, ia juga dapat merasakan hawa pembunuh yang kuat dari pedang itu. Tetapi hawa itu tidak sekuat hawa pembunuh dari pedang dewa pembalik langit miliknya, pedak giok bergetar hebat di tangan Mo Xiao dan terus menerus mengeluarkan hawa pembunuh yang kuat.
"Berhati-hatilah roh pedang itu sudah mulai bangun" peringat Zhu Que.
"Tentu, terima kasih atas penjelasanmu Zhu Que" Xiao Shen segera mengalihkan perhatiannya, ia meningkatkan kewaspadaannya ke pedang yang mulai berubah warna dan cahaya itu.
"Itu pedang pusaka Giok Darah?!" patriark Liu Youfu terkejut sampai berdiri dari tempat duduknya.
"Apa ayah mengenal pedang itu?" tetua Liu Bin tidak kalah terkejut pun bertanya pada patriark Liu Youfu.
"Tentu saja... Pedang itu adalah pedang andalan dari tetua Mo Gu sewaktu ia muda dulu, kalau aku tidak salah ingat pedang itu termasuk pedang tingkat legenda awal. Apabila pedang itu dialiri tenaga dalam hingga membangunkan rohnya, Pedang itu akan menjadi pedang yang haus akan darah. Hanya ada 1 cara untuk menenangkannya yaitu dengan menyentuhkan pedang itu pada darah".
__ADS_1
"Apa tetua Mo Gu sudah gila memberikan pedang seberbahaya itu pada putranya".
"Entahlah aku pun tidak mengerti pikirannya" patriark Liu Youfu mengeleng-geleng kepalanya.
"tetua Mo Gu bukankah itu pedang andalanmu dulu, apakah kau memberikannya pada anakmu sekarang?" tetua Liau memperhatikan pedsng yang kini dipegang oleh Mo Xiao, pedang itu sudah berubah warna sempurna menjadi pedang giok darah. Hawa pembunuh yang keluar dari pedang itu pun semakin kuat, hingga membuat siapa pun orang yang merasakannya menjadi merinding hingga berkeringat dingin.
"Kau benar Tetua Liau" jawab tetua Mo Gu, "Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh anak ini, hingga ia harus menunjukkan pedang itu pada seluruh orang saat ini. Aaaiihhh aku harus membuat alasan yang bagus nanti untuk patriark, benar-benar anak yang menyusahkan nanti aku akan memberikanmu pelajaran" batin tetua Mo Gu yang marah melihat kecerobohan putrannya ini.
"Senior maaf sebelumnya itu pedang apa?" Xiao Shen bepura-pura menanyakan nama pedang Mo Xiao, padahal ia sudah tau nama pedang itu dari Zhu Que.
"Ciihh jangan mengalihkan perhatianku, sebaiknya kau terima seranganku berikutnya, Aku tidak percaya keberuntunganmu itu bisa menyelamatkanmu sekali lagi dari bahaya pedangku ini, aku akan membuktikan padamu siapa yang sebenarnya jenius di sini" Mo Xiao menggertak Xiao Shen sambil menunjuk Xiao Shen menggunakan pedang giok darah.
"Senior jangan salah paham aku... Aku hanya ingin..."
"Teknik pedang giok, Pedang Giok haus darah" tiba-tiba Mo Xiao menebas pedangnya ke arah Xiao Shen dengan dialiri tenaga dalam, tebasan itu memunculkan beberapa gelombang kejut berwarna merah darah yang mengarah ke Xiao Shen.
"Kak Xiao Shen hati-hati...!" teriak Qin Yue kuatir ketika merasakan hawa pedang Mo Xiao penuh dengan hawa pembunuh yang kuat, Qin Yue dan tetua Sun Lang sudah menjauh dari pingir panggung lapangan latih tanding sekte. Mereka menjauh dari tempat itu atas saran dari tetua Sun Lang, lapangan yang kini penuh dengan hawa pembunuh membuat efek lain bagi para penonton. Contohnya Qin Yue yang merasakan kakinya lemas tidak mampu berdiri bahkan berkeringat dingin, sehingga ia harus menjauh dari tempat itu agar tidak terkena imbasnya lagi.
Xiao Shen hanya membalas teriakan Qin Yue dengan senyuman dan anggukan kepalnya, Xiao Shen tau apa yang harus ia lakukan saat ini.
"Teknik Indra Api, Pandangan Api Membara"
"Teknik Indra Api, Langkah Seribu Api"
Syuuutttt... Syuuutttt.....
Wussssshhhh... Swussssshhh...
__ADS_1
Buuuummm... Buuummm.... Duarrrrrrrr...
"Sial!"