
"Prajurit dewa? Haaaah kalian kira bisa menghentikanku mengambil kembali pecahan kekuatanku, para dewa itu rupanya terlalu meremehkanku dengan menepatkan kalian di sini" batin Zhu Que ketika merasakan kehadiran prajurit dewa di dalam gua.
"Hawa pembunuh ini? Aku merasakan kehadiran kekuatan yang cukup besar, bersiap untuk bertempur di segala kemungkinan!" teriak komanda prajurit dewa yang saat ini ia adalah seorang prajurit dewa tingkat 1, sementara itu para pasukannya hanya di tingkat prajurit dewa tingkat 2 dan 3, ia merasakan nafsu pembunuhan dan juga kekuatan yang besar mendekati mereka.
Prajurit dewa dapat dikenali dengan baju zirah mereka memiliki ciri khas tertentu, lambang di dada zirah mereka terlukis gambar dewa naga kuning dan juga telapak buddha suci. Bagian penutup kepala lancip ke atas dan terdapat bulu serta dari hewan surgawi keramat, semakin tinggi tinggi prajurit dewa semakin kuat pula kekuatan mereka. Seorang panglima dewa memiliki zirah berwarna emas dan panglima dewa perang berzirah emas merah yang merupakan zirah khusus, jenderal dewa langit memiliki zirah berwarna biru tua dan jenderal dewa bumi memiliki zirah biru muda, prajurit dewa tingkat 1 berzirah perak, prajurit dewa tingkat 2 berzirah perunggu, prajurit dewa tingkat 3 berzirah besi.
Para prajurit dewa adalah mahkluk kuat yang telah dilatih di kemiliteran dewa selama 500 tahun, seorang prajurit dewa memiliki kekuatan sama dengan petarung tingkat kaisar tahap awal, dengan membuka 3 gerbang meridian dan memiliki 500 lingkar tenaga dalam. Berbeda lagi dengan panglimanya dan juga jenderal dewa, panglima dewa bisa mencapai tingkat petarung suci terhormat tingkat tinggi dengan telah penuh membuka gerbang meridian, jenderal dewa bisa memcapai petarung suci terhormat atau petarung tingkat kaisar tahap akhir.
"Siap!!"
"Kemungkinan ini adalah Phoenix Surgawi Ekor Sembilan, hawa membunuhnya melebihi hawa langit dan bumi di sini. Tempat ini menjadi mencekam seperti berada di medan perang yang terdapat jutaan tumpukan mayat, kita harus berhati hati menghadapinya, perkuat pertahanan barisan paling depan jangan biarkan siapa pun masuk, kalian ikuti aku kita akan ke pusat kekuatan yang di segel dan berjaga di sana sebagai pertahanan baris akhir" jelas komandan prajurit dewa menyampaikan strategi pertahanan mereka.
"Siap komandan"
"Ayo kita bergerak secepatnya".
--
--
--
"Nafas Kematian Phoenix"....
Duarrrrrrrrrr
Booommmmm....
Aahhklkkk...
"Jangan mundur pertahanankan barisan depan dari Serangganya!!!, kita lebih baik mati terhormat daripada harus takluk di hadapanya" teriak komandan dewa tingkat 2 memimpin barisan pertahanan paling depan, mereka semua berusaha sekuat tenaga menghadapi amukan Zhu Que.
"Kalian pikir bisa menghentikanku hanya dengan kemapuan kalian yang payah ini, kalian tau kalian hanya akan mati apabila menghalangiku".
"Ciihh kami tidak takut mati, cepat susun formasi!!".
"Siap".
"Formasi Tombak Dewa Penghancuran Langit dan Bumi".
"Perisai Api Phoenix".
Bummm bummm bummm..
Trang trang trang....
__ADS_1
"Lemah!" seru Zhu Que
"Formasi kita tidak bisa menembus pertahanannya?, komandan bagaimana ini?".
"Tetap di posisi dan pertahankan barisan kita!".
"Semua serang sekali lagi!!"
"Siap!!!"
"Formasi Tombak Dewa Penghancuran Langit dan Bumi".
"Cihh apa hanya itu yang kalian punya? Aku bahkan tidak perlu mengeluarkan kekuatan penuh ku, baiklah aku sudah bosan bermain-main pada kalian semua. Saatnya mengakhiri ini semua dengan satu serangan, bersiap lah para semut-semut kerajaan dewa".
"Perkuat pertahan!".
"Baik!"
"Perisai Tembok Timah Tujuh Penahan".
"Tarian Dewa Phoenix Pembawa Kematian".
"Tahan!!!"
Buuuuummmmmmmmm...
Uhhhkkkk aaahhhkkkkkk...
Jurus Tarian Dewa Phoenix Pembawa Kematian adalah jurus kematian milik Zhu Que, jurus ini membuatnya bisa menari dengan gemulai hingga membuat orang yang melihatnya terpana. Ketika
orang yang melihatnya terpana itu adalah kesempatan phoenix menyerang sekuat tenaga tanpa ampun, serang ini bisa menghancurkan gunung hingga menjadi debu apabila digunakan dengan kekuatan penuh. Karna tidak ingin menghancurkan gua itu phoenix hanya menggunakan 20% kekuatannya saja, tetapi itu sangat efektif untuk meluluh lantah kan pertahanan para prajurit dewa dan merenggut nyawa mereka.
"Akhirnya selesai juga".
"Aku harus segera mengambil kekuatanku, dan membiarkan bocah itu beristirahat dengan tenang di gua ini" batin Zhu Que Yang langsung terbang menuju ke dalam gua.
--
--
--
Sementara itu di luar gua...
"Ini... Ini kekuatan Dewa Phoenix?" Nangong hanya bisa melongo melihat daya hancur kekuatan Zhu Que.
__ADS_1
"Itu hanya 20% kekuatannya yang sekarang, memurutmu bagaimana apabila ia menggunakan 100% kekuatannya tetapi dengan seluruh pecahan kekuatannya kembali?" Xuan Wu tiba-tiba bicara.
"Maksud tuan dewa ini tidak kekuatan penuhnya, mengerikan kekuatan tuan dewa phoenix ini. Aku tidak bisa membayangkan kalau aku yang terkena serangannya bisa-bisa aku menjadi abu, tuan Dewa apakah dengan ini tidak apa apa? Tempat itu nyaris hancur menahan kekuatan tuan dewa phoenix. Sekitar gua banyak yang hancur dan berlubang, tanah di sekitar juga banyak yang retak dan berlubang, bahkan banyak tumbuhan yang layu radius 300 meter dari gua" tanya Nangong yang merasa kuatir melihat ke dashyatan kekuatan Zhu Que, ia takut masternya tidak memiliki tempat istirahat lagi selain gua ini.
"Kau tenang saja, Zhu Que tahu apa yang ia lakukan" jawab Xuan Wu yang mengerti kekhawatiran Nangong pada masternya.
"Baiklah kalau tuan Dewa Xuan Wu berkata begitu" jawab Nangong sedikit tenang.
"Kita tunggu saja sebentar lagi, aku yakin Zhu Que mampu mengalahkan mereka semua".
"Baik tuan dewa".
"Mengalahkan siapa maksud kalian? Di mana Zhu Que sekarang" tiba-tiba Tang Shen bangun dari tidurnya karna keributan pertempuran Zhu Que dan prajurit dewa.
"Ah master sudah bangun" Nangong langsung mengalihkan perhatiannya pada Tang Shen.
"Jawab pertanyaanku di mana Zhu Que sekarang? dan apa maksud kalian yang mengalahkan siapa tadi".
"ah itu... anu master tuan dewa Phoenix itu.." Nangong bingung harus bercerita mulai dari mana.
"Tang Shen kau tenang saja, aku akan menceritakan padamu semuanya" Xuan Wu berusaha membujuk Tang Shen agar tenang.
"Baiklah ceritakan semuanya padaku".
Xuan Wu bercerita semuanya dan apa yang sedang dilakukan oleh Zhu Que sekarang, sesekali Tang Shen mengalihkan perhatiannya ke sumber suara ledakan besar dan dasyhat dari dalam gua.
Setelah mendengar penjelasan Xuan Wu, Tang Shen mengerutkan dahinya.
"Kenapa kalian membiarkan Zhu Que ke sana sendiri?, bukan kah itu sangat berbahaya baginya menghadapi prajurit dewa" Tanya Tang Shen tidak percaya pada apa yang didengarnya.
"Master tenang saja, aku yakin tuan Dewa Phoenix pasti bisa menghadapinya" ujar Nangong berusaha membujuk Tang Shen agar tidak terlalu kuatir pada Zhu Que.
"Tenang bagaimana? Kekuatan Zhu Que belum sepenuhnya kembali, ia masih lemah saat ini apa yang kalian pikirkan dengan membiarkannya kesana sendiri?.
"Master mohon maste...."
"Siapa yang kau bilang lemah bocah" tiba-tiba muncul suara yang familiar di telinga mereka.
"Zhu Que!"
"Saudaraku?"
"Tuan Dewa?!"...
***
__ADS_1
*Guys budayakan ningalin jejak ya abis membaca, jadi gini ya author mau curhat dikit. Pas author ngeliat views PPS banyak banget yang baca. tapi yang ningalin jejak kek like atau vote tuh gak ada sama sekali. Author bingung liat karya oramg lain banyak yang like dan pembacanya gak pelit like, jadi author pengen buat kalian abis membaca plz like karna like kalian sangat berarti buat author... Trimss...*