Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.65 Kejadian Di Penginapan Elang Perak


__ADS_3

Setelah menempuh perjalan tanpa henti selama 3 hari, rombongan Xiao Shen akhirnya sampai di sebuah desa yang terlihat subur dengan tanaman-tanaman budidaya, beberapa penduduk bahkan ada yang memelihar hewan ternakan seperti sapi, kambing, bahkan kuda.


Rombongan Xiao Shen memasuki desa itu dengan perasaan yang jangal, desa itu terlihat subur dan makmur tetapi banyak sekali penduduk yang memiliki tubuh kurus kering, bahkan Xiao Shen sempat melihat seoarang ibu tua bersama anaknya yang mengais sampah mencari sisa makanan. Xiao Shen yakin kalau di desa yang terlihat subur ini telah terjadi sesuatu, kalau tidak mana mungkin sebuah desa yang amat subur akan sumber daya makanan ini memiliki penduduk kurus kering dan miskin makanan.


"Shen'er apa kau tidak merasakan sesuatu yang aneh dengan desa ini?" tanya tetua Liau setengah berbisik pada Xiao Shen.


"Ya tetua aku juga merasakannya" jawab Xiao Shen sambil terus melihat keadaan di desa itu.


"Tetua aku sudah menemukan rumah makan dan juga tempat menginap sekaligus bagi kita" tiba-tiba seorang pendekar yang ditugaskan mencari penginapan dan tempat makan bagi kelompok Xiao Shen datang melapor.


"Kerja bagus ayo kita kesana" tetua Liau pun mengajak mereka semu pergi ke tempat yang dimaksud oleh pendekar itu.


"Lewat sini tetua".


****


"Selamat datang tuan-tuan pendekar, silahkan lewat sini" seorang pelayan pria berumur sekitar 20 tahun menyambut ramah rombongan Xiao Shen di rumah makan itu. Xiao Shen sempat membaca tulisan nama rumah makan sekaligus penginapan itu adalah rumah makan Elang Perak.


"Tuan-tuan sekalian mau pesan apa?, kami memiliki daging bakar dan daging kukus yang terkenal di desa ini, arak kami adalah arak terbaik di seluruh rumah makn desa ini" tanya sang pelayan tadi ramah.


Xiao Shen dan yang lainya masuk ke dalam rumah makan sekaligus penginapan itu dengan diiringi oleh pelayan tadi yang membawa mereka ke meja mereka, Xiao Shen melihat isi rumah makan ini cukup terawat dan bersih bahkan bisa terbilang mewah tetapi anehnya begitu sepi. Hari ini saja hanya mereka yang menjadi tamu di rumah makan semewah dan sebersih ini.


"Shen'er kau mau pesan apa? Pesanlah aku tau kau merindukan makanan yang enak selama perjalanan kita" tetua Liau terlebih dahulu menanyakan Xiao Shen karna ia yang paling muda di situ, tetua Liau berpikir Xiao Shen adalah orang pertama yang harus mencukupi kebutuhan ketika masa pertumbuhannya ini.


"Tetua aku mau memesan daging bakar asap, dan aku hanya minta air putih sebagai minumanku" jawab Xiao Shen sambil tersenyum canggung, ia tau kalau ia memesan arak juga tetua Liau akan menegurnya.


"Baiklah kau tau diri juga nak hahaha" tetua Liau semua pendekar tertawa melihat tingakh Xiao Shen saat ini.


"Kau dengar itu yang ia pesan, aku ingin daging bakar juga dan sediakan arak terbaik kalian untuk kami" jawab tetua Liau menatap pelayan di depannya.

__ADS_1


"Ba... Baik tuan pendekar"


"Tunggu dulu!" cegah tetua Liau begitu pelayan itu hendak berbalik menyediakan pesanan yang diminta.


:Ada hal yang bisa saya lakukan lagi pendekar?" pelayan itu kembali berbalik dan tidak berani menatap para pendekar di hadapannya ini.


"Sediakan 3 kamar ukuran besar untuk kami bermalam 1 hari di sini" ujar tetua Liau seraya mengeluarkan 1 keping logam emas. Tetua Liau memesan 3 kamar karna jumlah mereka yang berjumlah 6 orang, jadi nantinya masing-masing 1 kamar ditempati oleh 2 orang.


"Baik-baik pendekar" pelayan ini sadar kalau pendekar di hadapannya ini pasti dari sekte yang cukup besar, karna sangat jarang para pendekar memegang logam emas bersama dirinya kalau ia tidak dari sekte yang makmur.


"Baiklah cepet sediakan makanan untuk kami karna juniorku ino sangat kelaparan" ujar tetua Liau sambil menepuk-nepuk pundak Xiao Shen.


"Tetua... " Xiao Shen menjadi semakin malu diperlakukan begitu oleh tetua Liau.


"Haahahaha" sekali lagi meja itu ramai oleh gelak tawa.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya makanan yang ditunggu pun akhirnya tiba di meja makan.


Semua makan dengan lahap makanan yang di sedikan tanpa tersisa sedikit pun, 6 orang ini sudah tidak makan enak selama 3 hari berturut-turut dan mereka hanya memakan bekal berupa roti kering yang dibawa dari sekte.


Ketika suasana masih begitu tenang dan damai, acara makan-makan pun masih terus berlanjut diselingi sesekali dengan gelak tawa. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama karna tiba-tiba muncul 8 orang dengan perawakan tinggi besar berisi, mereka semua menggunkan tato harimau loreng di lengan kanan sebelah kanan mereka. Ke delapan orang itu masuk tanpa permisi bahkan mendorong pelayan pria tadi dengan keras hingga membentur tembok, lalu mereka duduk dengan angkuh di meja yang tidak begitu jauh dari rombongan Xiao Shen berada.


"Di mana pemilik tempat ini, cepat keluar dan memberi hormat kepada kelompok bandit Harimau Loreng!" seorang pri berbaju kekar dan bertampang bengis berteriak lantang hingga mengejutkan semua orang.


"Tu... Tuan aku di sini maaf karna tidak menyambut tuan sekalian" muncul seorang bapak tua yang sepertinya berumur 50 tahun berlari kecil mendekati meja para bandit harimau loreng.


"Pak tua kau telah melakukan kesalahan fatal kali ini, tapi aku maafkan asalakan kau mau memberi kami kompensasi sesuai keinginan kami" bandit yang memiliki badan paling kekar berdiri di hadapan bapak tua tadi sambil berkacak pinggang.


"Baik-baik tuan aku akan menuruti permintaan tuan, asalkan tuan tidak menghancurkan rumah makanku dan juga mengampuni nyawaku dan para pegawaiku" mohon pemilik rumah makan sambil bersujud minta ampun.

__ADS_1


"Bagus pak tau kau tau diri juga, seperti inilah contoh boss yang baik dan peduli pada pegawainya hahahaha... " bandit tadi bukan pergi kembali duduk ia malah menginjak kepala pak tua pemilik rumah makan itu dengan keras ke lantai hingga berbunyi nyaring.


Buuukkkk...


"tuan... Tuan... Ampunin aku auhhkk... " keluar darah segar dari mulut pak tua rentan itu, seharunya di usia senjanya ini ia diperlakukan dengan baik bukan demikian, karna bagaimanapun tubuh manusia biasa dan manusia yang berkultivasi sangat jauh berbeda, seorang kultivator biarpun sudah berusia ratusan tahun tapi kekuatan tubuhnya bahkan melebihi kekuatan pemuda dewasa.


"Hahahaha bagus kau memang benar-benar tau diri, cepat sediakan arak dan juga makanan sebanyak mungkin kami ingin berpesta, lalu sediakan kamar untuk kami menginap dengan ukuran terbesar dan fasilitas terbaik".


"Ma... Maaf tuan kamar terbesar sudah ada yang memesannya terlebih dahulu" pelayan yang tadi didorong hingga ke lantai membantu menjelaskan sambil bersujud.


"Siapa yang berani mendahului kami, benar-benar sudah bosan hidup rupanya".


"mereka adalah 6 orang pendekar di sana tuan" jawab pelayan tadi masih dalam posisi bersujud.


"Kak ayo kita kesana dan tunjukan kalau bandit harimau loreng tidak bisa mereka singung"


"Huuuhh kau benar ayo kita kesana".


"Tuan aku mohon jangan buat kekacauan di tempat kami, aku mohon" tahan pak tua tadi sambil mengelap darah di bibirnya.


"Jangan ikut campur pak tua bau tanah" seorang bandit menendang pemilik rumah makan dengan keras hingga beberapa tulang rusuknya patah, dan pak tua tadi itu pun terlempar beberapa meter hingga mengenai beberapa tiang penyangga bangunan bertingkat 2 itu.


"Boss!!!" pelayan tadi terkejut dan segera menghampiri bossnya.


"Cihh manusia sampah" maki anggotan lain bandit loreng serayah terus melangkah ke arah meja kelompok Xiao Shen.


****


Sebenarnya Xiao Shen sudah sangat geram dengan keangkuhan para anggota bandit harimau loreng itu, ia sudah ingin menghabisi mereka saat ia mendengar bahwa mereka berasal dari kelompok harimau loreng. Tetapi tetua Liau menahan dirinya agar tidak bertindak gegabah, tetua liau mengatakan padanya tunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan yang tepat.

__ADS_1


Jadilah Xiao Shen hanya berusaha menahan diri dan menutup mata juga telinga melihat apa yang baru saja dilakuan para bandit itu tadi, gigi Xiao Shen gemeretak melihat perilaku kejam para bandit yang menyebalkan itu. Tetapi itu tidak berselang lama, senyum mengerikan mengembang dari bibir Xiao Shen karna ia mendengar kalau para bandit itu ingin merebut kamar dari mereka, ia mendengar langkah kaki ke delapan bandit tadi melangkah mendekati mereka.


"Waktu yang tepat untuk melampiaskan amarahku saat ini" batin Xiao Shen tersenyum.


__ADS_2