
Terlihat Xuen Siam mengertak seorang pria tua bebaju lusuh yang tanpa sengaja menumpahkan air ke baju mahalnya, Xuen siam sangat tidak terima dan marah besar tanpa ada yng berani menegurnya karna latar belakang keluarganya.
"Hey kakek tua bau tanah apa kau tidak tahu siapa aku hahh... Baju ku ini adalah baju mahal bahkan dengan gaji seumur hidupmu pun kamu tidak akan sanggup membelinya" ujar Xuen Siam menarik baju pria tua lusuh dan terlihat lemah itu.
"Ma... Maafkan saya Tu... Tuan muda Siam saya tidak sengaja" jawab sang kakek pasrah.
"Dasar budak hina, pergi sana jangan sampai aku membunuhmu".
"Ba... Baik... Tuan muda Siam... Terima kasih karna mengampuni nyawa budak ini" jawab sang kakek sembari merangkak pelan kembali ke dapur rumah makan, semua orang bernafas lega terutama manajer rumah makan yang sampai keringat dingin gara-gara kejadian tadi.
"Tu... Tuan muda Siam biarkan saya menjamu anda disini" manajer rumah makan sendiri yang akhir menemui Xuen Siam untuk menenangkannya.
"Cihh enyah kau dari hadapanku, aku tidak sudi makan di sini lagi. Selera makanku hilang gara pria tua tadi" jawab Xuen Siam sambil memalingkan wajahnya dan berjalan keluar rumah makan, orang-orang yang tadinya ramai kini hening bahkan ada yang menahan nafasnya melihat tingkah tuan muda dari keluarga Xuen itu.
"Apa yang kalian lihat?! Kalian semua ingin aku pengal" teriak Xuen Siam sembari mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan rumah makan, semua orang terkejut bukan main dan segera berusaha sibuk dengan urusan masing-masing.
Xuen Siam adalah tuan muda ketiga dari keluarga Xuen pada generasinya ia disebut-sebut sebagai jenius muda karna sangat sedikit yang mampu menandinginya, walaupun prestasinya tidak segemilang kakaknya tapi ia diklaim akan segera menyusul mereka untuk menjadi jenderal pasukan militer kekaisaran. Xuen Siam dibesarkan di lingkungan mewah dan berada jadi jelas bagi semuanya mengapa berani berbuat semaunya, mengingat keluarganya adalah keluarga rengking pertama dari keluarga langit kekaisaran jadi tidak ada yang berani menegurnya saat berbuat keributan.
Xuen Siam dilatih dan diberikan sumber daya tak terbatas kualitas tinggi tentu kultivasinya tidak begitu rendah, di umurnya yang sudah 17 tahun ia sudah menjadi pendekar petapa agung tahap akhir dan menurut beberapa orang masa depannya tidak akan terbatas. Dibandingkan dengan anak kelas bawah dengan sumber daya dan pelatihan yang terbatas tentu Xuen Siam lebih baik, ia hanya mengandalkan latar belakang dan sumber daya dari keluarganya sehingga mampu mencapai tahap sekarang. Xuen Siam tentu menjadi besar kepala dan semena-mena terhadap orang-orang kelas bawah lainnya, walaupun itu keluarga berada seperti keluarga bangsawan berani ia singgung karna latar belakang keluarganya yang kokoh.
Cast: Xuen Siam
"Cih sekumpulan idiot hina dan sampah, eh!!? Bukankah itu Fei Qia bagaimana ia bisa masih hidup dan ada di sini?. Bukankah patriark telah mengirim orang dari Guild Pembunuh Gelap untuk membunuhnya?, apa misi mereka gagal? Cih...! Dasar tidak berguna" batin Xuen Siam sembari berjalan ke arah meja Fei Qia yang terlihat menunduk, Xuen Siam berjalan dengan aurah kemarahan dan ia terlihat begitu membenci meja pojok tempat Fei Xia dan Xiao Shen duduk.
"Selamat malam tuan putri Fei Qia, suatu kebetulan kita bisa bertemu di sini, apa aku menganggu kalian di sini?" tanya Xuen Siam sambil tersenyum manis.
"Ehh se...selamat malam tuan muda Siam" jawab Fei Qia gugup sekaligus menahan amarahnya.
"Hmhm bukankah ini adalah jenius langka tak tertandingi dari Paviliun Lotus Emas yang bahkan disebut-sebut akan mengalahkanku, jadi kenapa sekarang kau begitu hina duduk sebangku dengan manusia-manusia hina seperti mereka tuan putri Fei Qia?" tanya Xuen Siam dengan nada merendahkan.
__ADS_1
"Heyy lihat apakah tuan muda Siam akan mencari masalah lagi dengan putria Fei Qia kali ini, aku yakin keluarga Xuen dan Paviliun Lotus Emas akan mulai perang kalau mereka bertengkar" bisik-bisik pengunjung lain di rumah makan yang menyadari suasana panas di meja pojok tempat Fei Qia dan tuan muda Xuen Siam beradu mulut.
"Sshhhh... Apa kau mau dipengal karna mengatakan hal itu, sebaiknya diam bodoh dan pura-pura tidak tahu kalau kau masih sayang nyawamu" peringat yang lainnya.
"Tuan muda Siam kau jangan keterlaluan" Fei Qia bangkit berdiri sambil hendak mengangkat tinjunya, tapi Xiao Shen dengan segera menahan tangan gadis yang sedang marah itu dan mengeleng ke arahnya.
"Kau... Tapi dia sudah..."
"Tuan putri sebaiknya kita tidak meladeni seekor binatang rendah seperti dia" jawab Xiao Shen tetap tenang tapi ia berbicara dengan nada dingin.
"Kau...! Berani sekali kau berbicara seperti itu padaku!?, apa kau tidak tau siapa aku haahh kau akan aku pengal sekarang juga" wajah Xuen Siam menjadi merah karena murka dihina Xiao Shen, lalu ia dengan segera mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanannya untuk memengal Xiao Shen.
"Mati kau brengsek..." Xuen Siam mengayunkan pedangnya ke arah leher Xiao Shen dengan penuh amarah, Xiao Shen tetap tak bergeming sama sekali dan tetap duduk dengan tenang.
"Xiao Shen awas!" Fei Qia menjadi terkejut sekaligus kuatir melihat hal itu begitu juga orang-orang yang ada di dalam rumah makan itu, tetapi ada beberapa orang yang masih duduk santai sambil makan tidak peduli keadaan itu yaitu tetua Liau dan keempat pendekar dari sekte pedang giok hijau.
Boouuuummmmm....ukkhhh....
"Siapa anak muda ini ia terlihat mudah 1 atau 2 tahun dari tuan muda Siam tapi kenapa energi dari tubuhnya begitu besar, bahkan pedang pusaka milik tuan muda Siam ini sampai patah menjadi 2 karna berbentur dengan energi petarung miliknya" orang-orang mulai memperhatikan meja Xiao Shen yang mulai memanas.
"Ssshh diam bodoh kau ini benar-benar ingin diengal rupannya, sehebat apapun anak itu ia pasti tidak akan lolos dari cengkraman keluarga Xuen ia pasti akan menerima nasib buruk setelah ini".
"Kau benar".
"Kau... Ukhhh... Berani-beraninya kau mempermalukanku seperti ini" Xuen Siam bangkit berdiri sambil memegang dadanya yang sakit akibat benturan tadi.
"Enyahh dari sini!!!" kata-kata yang begitu mendominasi itu membuat Xuen Siam mundur beberapa langkah, bahkan beberapa pengunjung menahan nafas karna tekanan yang mendominasi itu.
"K au...kau!!? Cihh aku akan ingat kejadian hari ini, tunggu saja masalah ini tidak akan berakhir hari ini" Xuen Siam langsung berbalik dan keluar dari rumah makan dengan amarah di hatinya.
"Sialan brengsek itu kultivasinya tidak lebih tinggi dariku, tetapi kenapa hanya dengan tatapan dan perkataannya aku bisa sampai seperti ini, cihh berani sekali mempermalukan tuan muda ini mau di taruh di mana wajah jenius ini kalau berita ini tersebar luas, awas kau tunggu aku mencari infomasi asal usul keluargamu. Kupasti binatang sepertimu menderita karna berani melawan tuan muda dari keluarga langit ini, Cihh sialan aku akan mengingat kejadian hari ini aku tidak akan tenang sebelum idiot itu tidak mati" batin Xuen Siam mengumpat kesal di dalam hati, ia dengan cepat ingin kembali ke keluarga Xuen untuk memikirkan rencana menghancurkan Xiao Shen dan Fei Qia secepat mungkin.
__ADS_1
"Xiao Shen kenapa kau bertindak gegabah dan menyingung Xuen Siam, dia itu jenius sekaligus tuan muda ketiga dari keluarga Xuen ini pasti tidak berakhir dengan baik" ujar Fei Qia sambil menguncang tubuh Xiao Shen.
"Jadi apa kau ingin ia memengal kepalaku tanpa aku melakukan perlawanan?, apabila aku membiarkan kesombongannya terus berlanjut itu akan memakan korban berikutnya" sanggah Xiao Shen tidak habis ikir dengan apa yang dipikirkan Fei Qia.
"Ini..."
"Putri anda tenang saja keponakanku ini pasti sudah memikirkan semuanya matang-matang sebelum bertindak" tambah tetua Liau.
"Paman benar kau tidak perlu kuatir akan hal itu, aku memiliki rencana ku sendiri" tambah Xiao Shen lagi.
"Baiklah terserah kau saja, tetapi aku sudah memperingatkan mu kalau Xuen Siam itu tidak akan menyerah memburumu" jawab Fei Qia sambil berdiri. "Jadi aku kita kembali ke paviliun dulu, akan ku perkenalkan kalian semua pada kakeku" ujar Fei Qia sambil berlalu pergi ingin meninggalkan rumah makan itu.
"Baiklah terimakasih atas peringatanmu tetapi kau tenang saja" jawab Xiao Shen sembari ikut berdiri mengikuti Fei Qia.
"Pelayan ini pembayaran makan kami semua" ujar tetua Liau menyerahkan 2 keping emas di atas meja mereka, ia dan ke empat pendekar lainnya pun mengikuti Fei Qia dan Xiao Shen meninggalkan rumah makan itu.
"Tetapi tuan ini" pelayan tadi terkejut melihat 2 keping emas yang sudah sangat jauh dari harga yang sebenarnya, 1 keping emas bahkan lebih dari cukup untuk membayar makanan dan minum di rumah makan sekelas milik mereka ini.
"Sudahlah jangan dipikirkan hal itu, anggap itu sebagai kompensasi atas keributan yang ditimbulkan oleh keponakan ku tadi" jawab tetua Liau sambil terus berlalu.
"Ahhh baik... Baiklah tuan terima kasih banyak".
"Kakek aku pulang" batin Fei Qia sambil terus berjalan dengan semangat.
-
-
-
Oh ya guys kalau ada kesempatan dan kalian suka tentang novel yang ada sistem-sistem dan leveling gitu mampir ya ke karya author yang satunya, judulnya Sistem Kultivasi Dewa itu novel jarang author update kemaren tapi sekarang sudah mulai author garap lagi semoga suka ya...
__ADS_1
Salam sukses buat semuanya...