
"Kau...!!!"
"Bagaimana mungkin apakah aku bermimpi".
"Haiss... Itu benar-benar Shen'er dia menang, hehee bocah ini tidak mengecewakankan ku" ujar tetua Liau sambil mengelap keringat dingin di dahinya, ia bisa bernafas lega sekarang melihat Xiao Shen berdiri dengan keadaan baik-baik saja di arena. Bagaimana pun apabila terjadi sesuatu pada Xiao Shen di perjalanan ini, apa yang akan ia katakan pada pemilik sekte dan tentu saja ia akan merasa sangat bersalah akan hal itu, Xiao Shen adalah kebanggaan sekte dan jenius no 1 sekte pedang giok hijau tentu nyawanya begitu berharga bagi sekte.
"Astaga lihat itu tetua utama aula bela diri!!" begitu debu menghilang di arena terlihat tubuh tetua utama aula bela diri terbaring tidak sadarkan diri, sementara Xiao Shen tidak terlihat terluka sama sekali hanya saja terlihat agak pucat.
"Bocah ini sangat menarik, berapa banyak lagi rahasia yang ia miliki" batin master pemilik paviliun lotus emas sambil mengelus jengot panjangnya, ia yakin Xiao Shen belum mengeluarkan seluruh kemampuannya kalau tidak tetua utama aula bela diri tidak akan sempat memberikan perlawanan sedikitpun.
"Kakek Xiao Shen sangat hebat bukan, kakek lihat bahkan tetua utama aula bela diri tidak sanggup mengalahkan dia" seru Fei Qia dengan antusias.
"Iya kakek melihatnya tapi tunggu dulu ada yang tidak beres" Sanggah Master pemilik Fei Lang sambil fokus ke arena.
"Maksud kakek?".
Brruukkk...
"Bocah itu terjatuh tidak sadarkan diri, cepat panggil tabib tinggkat tinggi dari aula alkimia untuk mengobatinya" para tetua aula heboh melihat Xiao Shen tiba-tiba jatuh pingsan di arena, bagaimanapun bakat yang ditunjukkan Xiao Shen mustahil ditemukan bahkan di salah satu keluarga langit kekaisaran sekalipun.
"Shen'er!!" tetua Liau tidak kalah terkejut.
"Kakek apa yang terjadi pada Xiao Shen?!" Fei Qia juga terkejut sekaligus kuatir melihat keadaan Xiao Shen, ia langsung menatap kakeknya dengan mata penuh penasaran dan juga ada sedikit amarah secara bersamaan.
"Kau tenang saja seharusnya dia hanya kelelahan karna menggunakan array tingkat tinggi yang menguras emerginya, dan menggunakan elemen untuk bertahan secara bersamaan" jawab master pemilik dengan raut wajah tidak berubah, tangannya mengelus pelan kepala cucu tersayangnya.
"Kalau terjadi sesuatu kepada Xiao Shen aku tidak akan memaafkan kakek!" ujar Fei Qia sambil memalingkan wajahnya kembali fokus ke arena.
"Kau tenang saja orang berbakat sepertinya tidak akan mati semudah itu sebelum membuat prestasi, dan juga kakek sudah mengujinya apakah ia layak untukmu atau tidak di masa depan" ujar master pemilik spontan sambil memgelus jengot panjangnya.
"Kakek apa maksudnya itu fftt... " Fei Qia menatap kakeknya tiba-tiba dengan tatapan tajam.
"Hahaha cucu kakek sudah dewasa rupanya".
"Sudahlah kakek jangan terus mengodaku atau aku akan kabur dari paviliun, aku ingin melihat keadaan Xiao Shen dulu dan memastikan ia baik-baik saja" ujar Fei Qia sambil berlari meninggalkan kakeknya.
__ADS_1
"Anak ini" batin master pemilik paviliun lotus emas.
Sementara itu Xiao Shen sudah dipindahkan ke kamar pribadi yang mewah di paviliun, ia ditangani oleh ahli pengobatan tingkat tinggi paviliun dengan segera. Begitu pula dengan tetua utama aula bela diri keduanya dengan segera mendapatkan perawatan khusus. Menurut tabib yang menangani Xiao Shen, ia tidak mengalami luka serius tapi hanya kelelahan akibat energinya terkuras habis, sementara itu tetua utama aula bela diri mengalami cedera yang sangat serius, ia mungkin tidak akan bisa bangun dari tempat tidur selama 1 bulan untuk pemulihannya.
Kejadian ini menyebar dengan sangat cepat dan jadi perbincangan hangat antar tetua paviliun, ada yang memuji kehebatan Xiao shen dan ada juga yang meragukan berita itu karna merasa tidak melihat secara langsung. Berita kehebatan Xiao berusaha ditutupi oleh pihak paviliun lotus emas sendiri, siapapun yang menyebarkannya informasi ini dan diketahui oleh master pemilik maka ia akan dibunuh dan keluarganya akan dibantai sampai 9 keturunan. Jadilah berita kehebatannya ini hanya berakhir di paviliun lotus emas.
Selain menghindari timbulnya kekacauan yang tidak diinginkan, master pemilik juga ingin menyembunyikan bakat Xiao Shen karna ia merupakan kandidat terbaik untuk kebangkitan paviliunnya. Ia sadar apabila ketiga keluarga langit mendengar hal ini, maka akan ada harga mahal untuk mempertahankan Xiao Shen di paviliunnya, bahkan bukan tidak mungkin Kaisar mungkin akan ikut ambil bagian dalam hal ini, bakat yang tak terbatas yang hanya muncul ribuan tahun ini tentu akan menjadi rebutan berbagai pihak apabila sampai tersebar luas.
***
Dua hari kemudian, Paviliun Lotus Emas...
"Bocah apakah kau tidak bosan bersandiwara terus Selama 2 hari ini" suara Zhu Que bergema di pikiran Xiao Shen.
"Haaissshh jujur saja aku sangat bosan hanya berbaring seperti ini selama 2 hari" jawab Xiao Shen sambil bangkit duduk, rasanya sendi-sendinya kaku karna hanya berbaring tanpa melakukan apapun 2 hari penuh. Orang yang begitu aktif Berkultivasi seperti Xiao Shen tentu akan sangat tersiksa apabila hanya berbaring seperti ini, seperti kata pepatah kebiasaan seseorang yang sudah menyelami lautan hatinya selama bertahun-tahun, apabila sejam saja ia tidak lakukan Kebiasaannya itu maka ia akan merasakan ada yang kurang dan mengganjal hatinya.
"Aku rasa kau akhiri saja sandiwara bodoh mu itu, aku ingin kau pergi ke suatu tempat untukku".
"Suatu tempat? Tempat seperti apa itu?".
"Bukakan pintunya aku ingin mengantarkan makanan ini untuk Xiao Shen?!" terdengar itu seperti suara seorang gadis muda, yang memberikan perintah agar pengawal penjaga kamar Xiao Shen membukakan pintu untuknya.
"Ba... Baik nona muda".
Kreek... Suara pintu kamar Xiao Shen terbuka dan terlihatlah bahwa gadis muda itu tidak lain Fei Qia, ia tidak pernah lupa mengecek keadaan Xiao Shen setiap saat selama 2 hari ini. Setiap ada informasi sedikit seputar keadaan Xiao Shen ia pasti bergegas ke kamar Xiao Shen untuk memastikannya sendiri, kejadian ini tentu Xiao Shen sadari karna ia hanya bersandiwara tidak sadarkan diri selama 2 hari ini.
"Xiao Shen bagaimana keadaanmu kau tidak akan mati sekarangkan? Di paviliunku ini? , haaah... aku kira kau sudah sadar makanya aku membawakanmu makanan buatan ku sendiri" ujar Fei Qia sambil meletakkan makanan di meja kecil sebelah tempat tidur Xiao Shen.
"Gadis ini, aku tidak akan mati semudah itu bodoh" batin Xiao Shen tidak habis pikir dengan apa yang Fei Qia ucapkan.
Tangan Fei Qia secara perlahan terjulur ingin mengelus rambut Xiao Shen, dag dig dug jantung Fei Qia untuk pertama kalinya ia merasakan hal yang seperti ini. belum sempat tangan itu sampai ke ke rambut Xiao Shen tiba-tiba mata Xiao Shen terbuka lebar
"Hei apa kabar" ujar Xiao Shen sambil tersenyum pada Fei Qia.
"aaahhhh!!!... Kau sudah bangun bagaimana bisa kau... " Fei Qia terkejut bukan main.
__ADS_1
"Hmhm apa kau tidak senang aku sudah bangun" goda Xiao Shen.
"Apa maksudmu dasar lelaki bodoh, sebaiknya kau mati saja sana".
"Oh yaa bukanya kau begitu kuatir karna aku sudah tak sadarkan diri 2 hari ini".
"Idiot jadi kau pura-pura tidak sadarkan diri tadi dan mendengarkan apa yang aku ucapakan" ujar Fei Qia mundur sambil memalingkan wajahnya yang memerah karna malu.
"Heeeh menurutmu bagaimana nona muda".
"Kau... "
"Hahaha jangan malu begitu, tolong suapi aku rasanya tubuhku mati rasa" goda Xiao Shen lagi sambil memelas.
"Bodoh makan saja sendiri aku tidak peduli" ujar Fei Qia sambil berlari meninggalkan kamar Xiao Shen, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya bahkan para pengawal dibuat kebingungan karna tingkah nona muda mereka.
"Apa yang terjadi pada nona muda?".
"Entahlah sebaiknya kita jangan ikut campur".
"Ya kau benar".
Sementara itu Xiao Shen hanya tersenyum melihat tingkah Fei Qia yang malu-malu padanya. "Hahaha bocah bau kelihatannya gadis muda itu tertarik padamu?" goda Zhu Que.
"Itu tidak mungkin".
"Benarkah kau tidak menyadarinya?".
"Terserah aku tidak peduli, aku Alan kembali Berkultivasi agar tenaga dalam ku Kembali stabil".
"Huuuh dasar anak muda manic berlatih" pikir Zhu Que.
***
Author: Hai Author back maaf ya hiatusnya lama banget 😫
__ADS_1