
"Ukkhhhh... di mana guruku?" Xiao Shen yang baru sadar dari semedinya segera menyadari ketidakhadiran gurunya, ia mengamati sekitar dinding perisai ciptaan gurunya tetapi tetap nihil gurunya sama sekali tidak terlihatan.
"Saudaraku bagaimana mungkin seorang manusia bisa memiliki aura seperti itu?" Zhu Que terlihat sedang berpikir keras.
"Aku pun menanyakan hal yang sama, itu bukan aura dan kekuatan dari alam manusia maupun dewa. Itu bahkan lebih kuat dan lebih hebat dari kekuatan kaisar dewa surga, bahkan mungkin sedikit melebihi kekuatan dewa naga kuning" Xuan Wu pun berpikir tanpa mengindahkan pertanyaan Xiao Shen.
"Heyyyy aku disini!!!! Lihat ke bawah!!" Xiao Shen melambai-lambaikan tangannya agar Zhu Que dan Xuan Wu menyadari.
"Nak kau sudah baikan?" Xuan Wu pertama kali menyadari lambaian isyarat dari Xiao Shen.
"Hmhmhm... Di mana guruku kenapa aku tidak melihatnya sama sekali?" Xiao Shen kembali bertanya tentang keberadaan gurunya.
"Gurumu???... Hmhm aku rasa kau tidak perlu kuatir kepadanya, sebaiknya kau mengkuatirkan keselamatan 3 alam karna amukan dari gurumu yang emosional itu" Zhu Que menjawab sambil mengeleng-geleng kepalanya.
"Gurulan mengamuk? Keselamatan 3 alam?, apa maksudmu? Guruku di mana sebenarnya?" Xiao Shen semakin bingung dengan jawaban Zhu Que yang membingungkan baginya.
"Huuuhhhhh... Nak jadi begini ceritanya" akhirnya Xuan Wu memilih menceritakan seluruh kejadian yang terjadi, dan apa yang telah Feng Huang perbuat juga nasib dari panglima Tian yang malang.
--
--
--
"Panglima Tian kau telah mengakui kesalahanmu, lalu bagaimana kau memberikan kompensasi atas segala yang kau lakukan" Feng Huang masih melayang-layang di puncak gunung timah tempat panglimat Tian menepel bagaikan cicak, cahaya terang dan kekuatan yang besar dari tubuhnya tidak pernah berhenti keluar. Feng Huang masih belum menapakan wujud fisik aslinya, yang ia gunakan kini hanya tubuh fana manusia yang tidak mungkin sanggup menahan seluruh kekuatannya.
"Tu... Tuan penguasa alam Yin dan Yang... Hamba mohon ampuni alam kematian, kalau tuan ingin melampiaskan amarah maka lampiaskan padaku saja. Aku telah berbuat salah hingga tidak menyadari sebuah bukit aah... maksudku gunung raksa di hadapanku, aku telah menyinggung kaisar alam Yin Dan Yang mohon memberi hukuman padaku saja" panglima Tian masih tidak bisa bergerak dengan posisi badan menepel di gunung timah, mulutnya tanpa henti mengeluarkan darah segar dan beberapa tulangnya bergeser.
"Alam kematian tetap harus menanggung akibat dari perbuatan raja neraka, ia dulu adalah salah satu murid penguasa Yin terbaikku. Tapi kini ia bahkan tidak menghargaiku dengan mengirimmu untuk membunuh muridku dari alam manusia, Tang Shen adalah murid dari alam manusia yang aku pilih dengan seleksi ketat, bahkan nasibnya sendiri aku tidak dapat menentukannya dengan kekuatan Takdir Ilahiku, dan rajamu itu ingin mengambil tubuh spesialnya itu... Sungguh tidak menghargaiku sebagai gurunya" Feng Huang tersenyum kecut mengingat raja neraka yang dulu adalah salah satu murid berbakatnya, ketika Feng Hung memilih untuk tidak ikut campur lagi urusan dunia bela diri, rupanya raja neraka telah berhasil menyempurnakan kekuatan Yin Kegelapan Abadi dan membangun alamnya sendiri.
"Ra... Maksudku Kaisar alam Yin dan Yang hamba mohon ampuni alam kematian, aku yang akan menanggung semuanya" panglima Tian tidak berhenti memohon keamanan alam kematian.
__ADS_1
"Tidak... Aku akan mengunjungi murid lamaku itu dulu" jawab Feng Huang sambil tersenyum.
"Tidak-tidak tuan kaisar aku mohon....!!!! Uhhhhhkkk...!!!!! Aaahhhhkkkkkk...!!!! Haahhhhhhh...!!!!"
Buuuuuuukkkkkk....
Duaaarrrkkkkkkkkk....
"Kau tidak berhak menghalangi pertemuan guru dan murid ini" Feng Huang hanya menatap menatap panglima Tian hingga akhirnya tubuh panglima tian hancur seperti di gengam erat oleh sesuatu yang besar, tubuh kekar itu bagaikan kerupuk yang diremas sampai hancur mengakibatkan darahnya menyebar kemana-mana. Darah panglima Tian berwarna hitam pekat dengan bau yang sangat busuk, darah itu begitu mengenai tumbuhan akan langsung layu dan mati.
"Shen'er kau tenanglah setelah ini tidak ada yang berani menganggumu lagi, tetapi guru harus segera kembali ke alam Yin dan Yang setelah identitas asli guru diketahui seluruh alam" gumam Feng Huang yang mulai melayang kembali ke sekte pedang giok hijau.
Dalam sekejap Feng Huang telah kembali ke sekte pedang giok hijau, ia melihat muridnya sedang berdebat dengan Phoenix Surgawi.
"Aku tidak terima mana mungkin guruku seorang moster seperti yang kalian katakan!!!" Xiao Shen masih bersitegang dengan kedua dewa di hadapannya.
"Terserah kalau kau tidak percaya..." Zhu Que memalingkan wajahnya ke arah yang lain.
"Imortal??!, apa itu imortal..."
"Shen'er bagaimana keadaanmu?" tiba-tiba ada suara yang sangat familiar di telinga Xiao Shen memanggilnya, Xiao Shen dengan cepat berbalik ke arah suara yang begitu ia rindukan itu. Dilihatnya gurunya tersenyum kearahnya, senyum yang selama ini ia rindukan dan ia dambakan untuk melihatnya lagi.
"Guruu!!!!" Xiao Shen langsung berlari berhamburan ke pelukan gurunya, bagaimanapun Xiao Shen masihlah anak 16 tahun yang butuh perhatian dan kasih sayang dari seseorang yang ia kasihi.
"Ahhhh kau ini masih belum dewasa juga, kau sudah tumbuh menjadi anak yang kuat sekarang" Feng Huang membalas pelukan muridnya.
"Guru bagaimana keadaan guru selama murid tidak ada? Apakah guru makan tepat waktu? Guru bisa masak kan?, atau murid akan memasakkan guru daging panggang kesukaan guru?" pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulut Xiao Shen, air matanya sudah tidak sanggup ia tahan lagi dan keluar dengan derasnya melampiaskan kerinduannya selama ini.
"Kau ini... Guru baik-baik saja, seharusnya guru yang bertanya padamu apakah kau baik-baik saja. Guru lihat badanmu sedikit kurus dari saat pertama kali kau meninggalkan hutan larangan sembilam dewa, apakah kau kelelahan dan kurang tidur karna berkultivasi selama ini" Feng Huang menepuk-nepuk pundak Xiao Shen, ia sadar beban berat yang kini ditanggung oleh muridnya sebagai penyelamat 3 alam semesta dari kehancuran.
"Ahhh aku baik-baik saja guru" Xiao Shen mengelap air matanya yang sudah tumpah ruah, ia begitu bahagia saat ini akhirnya bisa bertemu gurunya lagi.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya kaisar" tiba-tiba Xuan Wu dan Zhu Que menundukkan kepalanya kepada Feng Huang.
"Ehhhh ini...? Kaisar??" Xiao Shen terkejut sekaligus heran akan kejadian canggung ini, ia hanya mengaruk kepalanya yang sedikit gatal.
"Bangunlah kedua dewa... Kalian sudah bekerja dengan baik menjaga muridku" Feng Huang tersenyum manis pada Zhu Que dan Xuan Wu.
"Baik kaisar... Terima kasih" Zhu Que dan Xuan Wu kembali mengangkat kepala raksasa mereka.
"Shen'er ada hal yang harus bicarakan padamu terlebih dahulu".
"Hmhm apa itu guru" Xiao Shen makin bingung.
"Huuhhhh guru akan pergi untuk waktu yang lama, dan guru sendiri tidak dapat memastikan apakah kita akan bisa bertemu lagi atau tidak" Feng Huang mengatakan hal itu dengan wajah yang buram.
"Maksud guru???! Kenapa guru pergi? Apakah murid berbuat salah" air mata Xiao Shen kembali tumpah mendengar ia akn berpisah dengan gurunya lagi dalam jangka waktu yang tidak pasti.
"Tidak kau tidak punya salah Shen'er, masalah guru pergi kemana itu kau maaih belum bisa mengetahuinya. Tapi guru berjanji setelah kau memasuki alam dewa bumi maka guru akan membawamu kesana" jawab Feng Huang tersenyum penuh arti.
"Tapi guru... Kita baru saja bertemu bagaimana guru tega meninggalkan murid lagi" Xiao Shen makin sedih mendengar hal itu.
"Kau tenang saja Shen'er guru akan selalu melindungimu, lagi pula ada 2 hewan dewa bersamamu".
"Tapi Aku... Aku ingin guru" Xiao Shen semakin merasakan sesak di dadanya.
"Shen'er ambilah ini, ini Token Yin dan Yang Emas Agung. Gunakan ini untuk melindungimu dari alam dewa dan kematian apabila mereka mengganggumu lagi" Feng Huang tiba-tiba mengeluarkan sebuah token berwarna emas di belakangnya, tetapi bagian tengahnya kentara sekali energi Yin dan Yang tertinggal begitu kuat. Di tepi sisi token itu terukir berbagai ukiran kuno yang tidak Xiao Shen pahami.
"Ini apa gunanya guru?" Xiao Shen bertanya bingung.
"Itukan token... Token itu"...
***
__ADS_1
Selamat hari raya Idul Adha ya guys, sorry telat ngucapnya tetapi gpp lah, seperti kata pepatah lebih baik telat ngucap daripada gak ngucap sama sekali piss...