Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.85 Masalah Di Cabang Paviliun Lotus Emas


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk segera menemukan keberadaan Paviliun Lotus Emas, karna bangunannya yang begitu besar dan megah sangat menonjol di dalam kota yang tidak terlalu besar ini.


"Semuanya selamat datang di salah satu cabang Paviliun Lotus Emas" sambut Fei Qia pada Xiao Shen dan yang lainnya.


"Jadi ini hanyalah salah satu cabang dari Paviliun Lotus Emas milik tuan putri?" tanya salah satu pendekar dari sekte Giok Hijau tidak percaya.


"Senior benar ini hanya cabang kecil saja di kota ini, kalau kita ingin ke Paviliun Lotus Emas yang sebenarnya kita harus ke ibukota kekaisaran" jawab Fei Qia.


"Ternyata Paviliun Lotus Emas itu adalah asosiasi yang sangat besar".


"Senior benar sekali, ayo kita masuk aku akan menemui manajer Ken untuk melayani kalian".


"Ah itu tidak perlu, itu akan merepotkan manajer Ken".


"Tidak senior itu tidak tidak merepotkan sama sekali, ayo masuk semuanya kita akan menemui manajer Ken terlebih dahulu".


"Baiklah".


Mereka semua pun mengikuti Fei Qia memasuki kawasan cabang dari Paviliun Lotus Emas, walaupun itu hanya cabang tetapi itu sangat besar dan mewah seperti mansion-mansion pangeran atau putri di kekaisaran Zhen. Karna ukuran dan kemewahannya cabang Paviliun Lotus Emas ini tidak pernah sepi dari pengunjung, bahkan setiap tahun akan semakin banyak pendekar atau bangsawan yang memilih membeli pil dan ramuan obat yang berkualitas tinggi dari Paviliun Lotus Emas. Tetapi akhir-akhir ini eksintensi dari Paviliun Lotus Emas sedang goyah, hal ini dikarenakan adanya kabar burung beredar kalau Paviliun Lotus Emas menjual pil dan bahan pembuat pil dengan kualitas rendah.


Tidak ada yang tau siapa yang menyebarkan fitnah kejam itu pada Paviliun Lotus Emas, tetapi yang jelas hal itu sangat manganggu proses transaksi lotus emas selamat bertahun-tahun.


"Selamat datang para pelanggan yang terhormat ada yang bisa saya bantu" sambut seorang pelayan di depan aula cabang Paviliun Lotus Emas, pelayan itu adalah lelaki paruh baya berusia sekitar 35 tahun yang telah bekerja selama 10 tahun di cabang Paviliun Lotus Emas ini namanya adalah pelayan senior Su.


"Aku ingin bertemu manajer Ken segara, bisakah paman pelayan membawa kami menemui manajer Ken sekarang juga" jawab Fei Qia sopan.


"Ahh itu manajer Ken dia..." pelayan Su kebingungan ingin menjawab apa karna yang ia lihat orang-orang ini bukanlah seorang bangsawan atau orang penting, sementara itu kedudukan seorang manajer di Paviliun Lotus Emas sangatlah tinggi bahkan pejabat atau bangsawan tidak berani menyingung mereka.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Apa manajer Ken tidak ingin menemuiku" Fei Qia tidak terima.


"Pelanggan yang terhormat manajer Ken adalah orang yang berpangkat tinggi disini, takutnya ia tidak akan memberika muka pada kalian bahkan kalau itu kau seorang nyonya muda dari keluarga besar" jawab pelayan Su dengan nada merendahkan "Cih hanya sekumpulan gembel seperti kalian ingin bertemua manajer Ken, jangan harap kalian bisa melewatiku aku pasti mengusir kalian dan membuat hati manajer Ken senang padaku" batin pelayan Su.


"Apa kau tidak tau siapa aku, kau ingin aku pengal...!!" teriak Fei Qia.


"Maaf anda bukan siapa-siapa di sini jadi tidak punya hak untuk menghukumku, jika pelanggan terhormat tidak segera pergi saya akan melaporkan pelanggan ke aula penegak hukum paviliun".


"Heyy lihat itu pelayan senior Su ia sedang berdebat dengan beberapa pendatang baru" orang yang sangat banyak hadir malam itu pun menjadi ribut membahas perdebatan Fei Qia dan pelayan senior Su, sekarang mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di aula cabang Paviliun Lotus Emas saat ini.


"Kau benar mereka berani sekali menyinggung Paviliun Lotus Emas walaupun ini hanya cabang, aku yakin mereka hanya mengantar nyawa mereka dengan berdebat dengan pelayan Su" tambah yang lainnya.


"Ckckck bahkan pejabat tidak berani menyinggung Paviliun Lotus Emas".


"Mereka benar mereka benar-benar cari mati" tambah penonton yang lainnya.


"Saya tidak bermaksud seperti itu pelanggan yang terhormat" jawab pelayan Su berusaha menunjukan sikap hormatnya. "Cihh kau akan tau aula penegak hukum paviliun dan manajer Ken tidak semudah itu kau singgung, bahkan jika itu kau adalah seorang anak pejabat kau akan tetap dihukum kalau membuat kekacauan di sini" batin pelayan Su dengan percaya diri.


"Sombong sekali hanya pelayan cabang berani berbuat seperti ini, kau tidak kenal majikanmu apa?" Xiao Shen akhirnya angkat bicara.


"Kau dengar wanita muda itu dan pemuda itu berani menyinggung dan menghina pelayan Su, Manajer Ken dan Aula penegak hukum paviliun, mereka bener-bener tidak takut pada kekuatan Paviliun Lotus Emas dasar bodoh".


"Mereka sepertinya sudah bosan hidup".


"Bener-benar bodoh".


"Cih satu lagi gembel idiot menunjukan gigi di hadapanku" batin pelayan Su saat melihat tampang Xiao Shen yang sangat sederhana, kulitnya kusam karna tertutup debu dan kotoran selama perjalan dan pertarungan walaupun begitu tidak melunturkan ketampanannya. "Maaf pelanggan terhormat mohon segera tinggalkan aula Paviliun Lotus Emas segera, saya tidak ingin aula penegak hukum bergerak mengusir anda semua dengan kasar" jawab pelayan Su masih dengan nada sombong dan merendahkan, bahkan ia kini berani berdiri tegap dan tidak menundukan badannya di hadapan Fei Qia.

__ADS_1


"Heyy apa yang kau katakan??!!! Coba katakan sekali kalau kau berani!!, kau akan tau kalau aku melaporkan Paviliun cabangmu ini pada kakekku maka kau akan mati" bentak Fei Qia tidak terima.


"Ohh siapa kakek tuan putri ini yang sebenarnya?" tanya sang pelayan acuh tak acuh.


"Kakekku ada master pemilik dari Paviliun Lotus Emas pusat dan cabangmu ini, dan aku adalah cucu satu-satu dari beliau" jelas Fei Qia.


"Apa?!! Ffhhhhtt... Hahahaha...!!! Kau ini jago sekali membual" ejek pelayan Su.


"Apa kau tidak percaya?! lihatlah token ini!" Fei Qia mengeluarkan sebuah token dari cincin penyimpanannya, token itu adalah token ia keluarkan ketika melewati gerbang perbatasan kekaisaran waktu itu. Token dengan ukiran lotus emas mekar berjumlah 24 daun itu adalah token tanda pengenal khusus, orang-orang yang memiliki token emas dengan mekar lotus makin banyak maka berarti ia memiliki pangat dan kedudukan yang tinggi juga di Paviliun Lotus Emas.


"Kau kira token seperti itu bisa menipuku, apa hubungannya antara token dan sampah gembel seperti kalian itu hahaha" jawab pelayan Su sambil tertawa terbahak-bahak, tidak hentinya menghina token yang ditunjukan Fei Qia karna ia tidak mengetahuinya.


"Hahaha gadis muda itu lucu sekali ia ingin membela dirinya dengan token yang tidak jelas itu, bahkan ia mengaku cucu master pemilik paviliun hahaha dia sangat lucu dalam bersandiwara. Aku yakin pelayan Su dan aula penegak hukum akan bertindak untuk memberi mereka pelajaran, terutama gadis muda itu dengan seenaknya mengina pelayan Su dan mencemari nama Master pemilik paviliun" hina orang-orang disana sambil bisik-bisik.


"Hahaha kau bener siapa yg percaya pada token sampah seperti itu".


"Sialan!!! diam kalian semuanya!!!" Xiao Shen berteriak sambil mengeluarkan aura yang begitu memdominasi hingga membuat hawa sekitar mencekam, pelayan Su dan orang yang tadi ramai menghina Fei Qia pun menjadi terdiam seribu bahasa di bawah tekanan aura Xiao Shen.


"Anak muda ini begitu kuat dan auranya begitu menakutkan, padahal usianya seharunya tidak lebih 16 tahun" batin pelayan Su terkejut sambil menelan ludahnya.


"Cukup!!! ada apa ini??! Siapa yang berani mencari masalah di cabang Paviliun Lotus Emasku??!!!" .


-


-


-

__ADS_1


Tetap dukung author ya dengan cara ningalin jejak, jangan sampai uthor patah semangat liat lapak sepi uuhh bikin manyun... serius pernah patah semangat liat karya dan lapak sepi, jadi jangan sampai author patah semangat ya... tetap dukung author... shshhtt votenya jangan lupa loh....


__ADS_2