
Setelah kepergian Tang Shen dan matriark Qing Gong ke ruang pusaka sekte, urusan sekte diambil alih oleh tetua Zou Xi untuk beberapa hari ini.
"Tetua Zuo Xi sepertinya kami tidak bisa bertahan lebih lama lagi di sini, bagaimana pun tugas kami sudah selesai dan harus segera kembali ke sekte kami" ujar tetua Jiao Jiu mewakili seluruh pendekar aliran putih yang membantu sekte selendang bulan merah di aula pertemuan.
"para tetua sekalian saya paham maksud para tetua sekali lagi saya ucapakan terima kasih, dan saya pun tidak dapat menahan tetua untuk kembali ke sekte kalian" jawab tetua Zou Xi.
"tetua Zou Xi tidak perlu sungkan sudah kewajiban untuk saling membantu sesama" ujar tetua Liu Bin.
"ya Xi'er kau jangan kuatir semua ini untuk sektemu". Tambah tetua Sun Lang.
"ah para tetua sekalian memang sangat baik hati, saya mewakili matriark dan sekte selendang bulan merah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada para tetua. Tolong sampaikan salam dan ucapan terima kasih kami ke ketua sekte tetua, karna sudah mau mengulurkan tangan untuk membantu sekte kami" ujar tetua Zuo Xi sambil membungkuk dan mengepalkan tangan di depan dada memberi hormat.
"pasti kami sampaikan dan kami juga mohon pamit untuk undur diri tetua" ujar tetua Jiao Jiu berpamitan.
"ah baiklah para tetua mohon terima hadiah ini untuk ucapan terima kasih kami, walaupun tidak berharga tetapi kami mohon para tetua mau menerimanya" ujar tetua Zuo Xi sambil memerintah murid sekte membawa beberapa bungkusan hadiah untuk mereka.
"ini.... Tidakkah ini terlalu berlebihan Xi'er?!" ujar tetua Sun Lang terkejut.
Bagaimana tidak dalam bungkusan itu terdapat beberapa pil obat tingkat 3 dan artefak sihir tingkat gold, selain begitu banyak senjata dan perisai tingkat gold yang jarang ditemui keberadaannya di sekte sekecil sekte selendang bulan merah ini.
"Benar ini sangat berlebihan tetua, lebih baik ini disimpan untuk sekte tetua saja" tolak tetua Liu Bin halus.
"tidak tetua ini adalah perintah matriark tidak mungkin saya tidak mematuhinya, ini sebagai ungkapan terima kasih kami walau ini tidak apa-apanya" jelas tetua Zuo Xi.
"tapi ini terlalu berlebihan tetua" tambah tetua Jiao Jiu.
"tidak tetua Jiao ini bukan apa-apa, dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan tetua sekalian untuk sekte kami"jawab tetua Zuo Xi meyakinkan mereka.
"ah kalau begitu orang tua ini akan mengabil pil obat ini saja, aku membutuhkannya untuk perjalananku kalau aku terluka" ujar tetua Jiao Jiu mengambil beberapa wadah pil obat tingkat 3 itu, diantaranya obat luka dalam dan luar serta penambah tenaga dalam dan juga pil penahan lapar selama seminggu.
"tetua Jiao Jiu ambil lah yang tetua sukai, kami akan merasa senang apabila tetua sekalian mau mengambilnya, begitu juga dengan para pendekar yang dibawa tetua dari sekte masing-masing".
__ADS_1
"baiklah kami sekte pedang giok hijau menerima semua pemberian matriark Qing Gong, kami mengucapkan terima kasih banyak atas hadiahnya" ujar tetua Liu Bin memberi penghormatan diikuti oleh tetua Sun Lang dan seluruh pendekar sekte pedang giok hijau.
"begitu juga kami" ujar tetua Jiao Jiu mengikuti apa yang dilakukan oleh tetua Liu Bin.
"ah tetua sekalian terlalu sungkan ini bukan apa-apa, seharunya kami yang mengucapakan terima kasih".
"ah baiklah kami mohon undur diri tetua, sampai salam kami ke matriark mu nanti" ujar tetua Jiao Jiu mewakili semuanya sekali lagi.
"Xi'er jaga dirimu baik-baik dan jangan lupa pesanku padamu" ujar tetua Sun Lang sambil tersenyum.
"Baik kakak" jawab tetua Zou Li sambil membalas senyum tetua Sun Lang.
"Baiklah kami mohoh undur diri kembali ke sekte!"
"baik tetua dan pendekar maafkan matriark kami karna tidak bisa mengantar kepergian kalian, saya harap semua berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun"
"baiklah terima kasih tetua" ujar mereka serempak.
Tetua Zuo Xi hanya bisa melihat mereka pergi satu per satu dari aula pertemuan sekte sampai hilang.
--
--
Tetua Liu Bin, tetua Jiao Jiu, tetua Sun Lang dan para pendekar aliran putih melesat dengan cepet di antara pepohonan dengan menggunakan jurus meringankan badan, perjalanan mereka kali ini terasa lebih ringan dan santai karna tidak tergesa-gesa lagi seperti awal perjalanan mereka.
Tidak terasa perjalanan mereka menuju kuil cahaya ilahi telah memakan waktu 2 hari 2 malam, tetua Jiao Jiu meminta para pendekar dan tetua sekte pedang giok hijau untuk istirahat di sektenya tetapi tawaran itu ditolak. Tetua Liu Bin beralasan bahwa dirinya harus segera melaporkan berita ini kepada patriarknya, tetua Jiao Jiu pun mengerti maksud tetua Liu Bin tidak baik menahan mereka sedangkan mereka menjalankan misi sekte.
Setelah itu rombongan sekte pedang giok hijau melanjutkan perjalanan mereka menuju ke arah barat, perjalanan mereka memakan waktu selama 7 hari 7 malam dengan 3 kali berhenti untuk istirahat di perjalanan. Mereka bergerak cepat atas permintaan tetua Liu Bin karna ada yang harus disampaikannya pada patriark atau ayahnya, dan juga sepanjangan perjalanan tetua Liu Bin mencari alasan yang bagus untuk putrinya tentang janjinya tempo hari.
"ahh ini sungguh membuatku bingung" batin tetua Liu Bin sambil melesat cepat.
__ADS_1
Ketika hari sudah menjelang sore gerbang sekte pedang Giok hijau pun sudah mulai terlihat, semua pendekar menghela nafas lega melihat gerbang sekte mereka dengan selamat.
"akhirnya kita sampai tetua Liu Bin" ujar tetua Sun Lang.
"tetua benar".
"kenapa kau terlihat tidak semangat tetua Bin".
"tidak ada apa-apa tetua Lang" geleng tetua Liu Bin.
"haah baiklah kalau kau tidak ingin bercerita".
"hmhmhm".
"Ayahhhhh!!!!" tiba-tiba dari arah gerbang sekte terlihat anak gadis cantik berlari ke arah tetua Liu Bin, anak itu sangat manis dengan senyum mengembang di bibirnya menambah aura kecantikan di wajahnya.
"Yue'er!!!" teriak tetua Liu Bin sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk putrinya.
"ayah kenapa lama sekali perginya? Aku jadi sangat kuatir pada ayah dan juga rindu" ujar Qin Yue memeluk ayahnya dengan berlinang air mata bahagia".
"kalian semua kembali dengan selamat syukuranlah" ujar seseorang yang baru datang
"ayah!!".
"salam patriark".
"kakek juga datang?".
"hmhmhm tentu saya Yue'er... Mereka semua adalah pahlawan, jadi sepantasnya aku menyambut mereka" jawab patriark Liu Youfu sambil mengelus rambut Qin Yue.
"ohh... ".
__ADS_1
"ayah dimana dia?" tanya Qin Yue tiba-tiba sambil melepaskan pelukannya lalu melihat sekeliling mencari sesuatu.
"ehh itu...".