Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.92 Diuji Master Pemilik Fei Lang


__ADS_3

"Kau yang disana ikuti aku" tunjuk master pemilik Fei Lang pada Xiao Shen.


"Saya?" Xiao Shen kebingungan karna master pemilik yang terlihat disiplin dan tegas itu ingin ia mengikutinya, lalu Xiao Shen menatap tetua Liau dan yang lainnya untuk meminta solusi tetapi semuanya menggangguk sambil tersenyum memberi isyarat ikuti saja.


"Ba... Baiklah master" jawab Xiao Shen memberi hormat.


"Semua tetua dan tetua pengawas aula harus ikut sebagai saksi, sebenarnya aku ingin membawa wakil paviliun juga untuk melihat ini tetapi ia sedang menjalankan tugas penting lainnya" ujar master pemilik seraya beranjak dari tempat duduknya, Fei Qia mengikuti kakeknya dari belakang sambil tersenyum ke arah Xiao Shen.


"Sialan kakek tua ini makin seenaknya saja padaku" batin tetua pengawas aula geram. "Aku harus bersabar kalau tidak rencana yang sudah aku susun selama 5 tahun ini akan sia-sia, setelah semuanya berhasil aku tidak sabar melihatmu memohon ampun di bawah kakiku kakek tua menyebalkan" tambahnya lagi.


"Apa yang sebenarnya di bicarakan Fei Qia pada kakeknya" batin semua orang terlebih Xiao Shen sendiri.


"Baik master!!!" jawab semuanya serempak.


Semua orang pun mengikuti arah berjalannya kakek tua tinggi dengan badan kekar itu dengan rasa penasaran, walaupun terlihat sudah tua tapi tatapan matanya tajam dan tenaganya sangat kuat apalagi ia adalah seorang master array level 9.


"hihi mereka semua sangat tegang terutama Xiao Shen" batin Fei Qia, ia sudah lupa dengan keadaan dirinya yang tidak karuan dan memakai baju sederhana tidak sesuai dengan dirinya biasanya.


"Kalau ia memang seperti yang dikatakan Qia'er maka paviliunku memiliki harapan untuk bersinar sekali lagi, dan juga aku akan memiliki calon untuk penerus paviliunku dan untuk Qia'er tentunya" batin Fei Lang menghayal akan masa depan paviliun dn cucunya.


***


Beberapa saat kemudian...


"Ini adalah!".


"ARENA LATIH TANDING!!!" semua tetua terkejut sekaligus semakin bingung di saat bersamaan.


"Apaa?!!" tetua Liau dan keempat pendekar dari sekte pun tidak kalah kaget.


"Ini sebenarnya apa yang ingin dilakukan master padaku" batin Xiao Shen, bukan karna ia takut tapi ia hanya bingung akan tingkah master pemilik yang cepat 5 aneh.


"Selamat datang di arena latih tanding paviliunku, hari sini aku ingin membuktikan sesuatu dengan bantuan tetua utama Aula Bela Diri" ujar master pemilik Fei Lang lantang.


"Apa!! Saya?!!" tetua utama Aula Bela Diri terkejut.


"Membuktikan sesuatu cihh, membuang-buang waktu berharga ku saja" batin Tetua Pengawas Aula, di sini pengawas aula adalah pangkat yang lebih tinggi dari para tetua aula utama. Itu hanya berbeda satu tingkat dari wakil paviliun, tugas tetua pengawas aula adalah mengontrol semua kegiatan dan membawahi para tetua aula utama. Dan para tetua aula utama bertanggung jawab pada tetua pengawas aula, dan tetua pengawas aula bertanggung jawab pada master pemilik dan wakil master pemilik untuk rincian kegiatan seluruh aula di paviliun.

__ADS_1


"Baiklah anak muda silahkan maju ke arena dab tunjukkan kemampuan terbaikmu padaku, lawan tetua utama aula bela diri" ujar Fei Lang sambil mengelus jangut putihnya.


"Ini... Ini benarkah?!!".


"Kau tenang saja kau tidak akan apa-ini hanya menguji kemampuanmu" tambah Fei Lang menenangkan semuanya.


"Baiklah master saya mengerti" jawab Xiao Shen sambil memberi hormat lalu setelah itu ia melompat ke tengah arena dengan sekali lompatan.


"Tetua utama aula bela diri mohon bimbingannya" ujar Xiao Shen sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan junior, jadi jangan salahkan aku apabila aku menindas junior" jawab tetua aula utama aula bela diri sambil melompat ke tengah arena juga dan berdiri berhadapan dengan Xiao Shen.


"Maju" ujar Xiao Shen sambil tersenyum dingin.


"Cih sok kuat" geram tetua utama aula bela diri.


"Teknik Elemen emas, tebasan pedang emas tajam"


Tetua utama aula hukum dengan segera melancarkan serangannya ke arah Xiao Shen, Xiao Shen tidak bergerak sedikit pun dari posisi berdirinya ia berdiri dengan tenang. Tetapi saat pedang milik tetua hampir mengenainya ia hanya memutar sedikit badannya hingga pedang itu meleset, lalu dengan segera Xiao Shen melancarkan pukulan telak ke arah pinggang ketua utama aula bela diri hingga tetua itu terjatuh dalam posisi tengkurap.


"Pukulan elemen cahaya penghancur tulang"


"Uaahhkkkkk... Mustahil" tetua utama aula bela diri terhempas ke lantai arena latih tanding di bawah kaki Xiao Shen, semua orang terkejut sekaligus kagum dengan Xiao Shen karna mampu menjatuhkan seseorang dengan kultivasi pendekar suci terhormat tahap awal. Padahal teknik pukulan cahaya penghancur tulang adalah teknik dasar dari elemen cahaya, tetapi ia mampu membuat tetua itu terjatuh tidak berdaya dengan sekali pukul.


"Apakah ini kekuatan dari kaisar agung tahap awal?".


"Anak ini apakah masih manusia? Ia mampu menjatuhkan tetua utama aula bela diri dengan sekali pukul, bahkan itu hanya menggunakan teknik dasar elemen cahaya" semua orang yang menonton takjub akan Xiao Shen.


"Aku tidak terima ini" tetua utama aula bela diri bangkit berdiri dan segera menyiapkan serangan keduanya, kali ini ia benar marah karna dipermalukan oleh junior tingkat kaisar agung tahap awal. "Aku serius bocah jadi persiapkan dirimu".


"Datanglah".


"Elemen Emas, Domain emas perkasa".


"Teknik cahaya, Cahaya agung pemurnian".


"Ukkhhkkkk...uhhuukkk" tetua aula muntah darah begitu teknik dipatahkan begiti saja.

__ADS_1


"Sialan ini tidak masuk akal" batin tetua aula bela diri makin marah.


"Sekali lagi!!!" tetua utama bela diri melompat tinggi ke langit arena dan tiba-tiba dirinya dibungkus cahaya keemasan yang menyilaukan, semua mata tertuju pada tetua yang melayang di atas dan aura membunuh yang kuat pun tertuju pada Xiao Shen.


"Ini... Tetua utama aula bela diri sudah serius, kalau aku tidak salah itu adalah teknik terkuatnya, jurus Elang Emas kiamat dari perguruan Langit Emas di utara".


"Anak itu dalam bahaya".


"Mulai serius ya?, baiklah mari aku layani" bisik Xiao Shen.


"Elemen emas, Serangan Elang Emas Kiamat"


"Aura yang kuat sekali ukhhh... Anak itu akan tamat".


"Shen'er menghindarlah sekarang demi keselamatanmu!!" teriak tetua Liau kuatir karna bagaimanapun, yang Xiao Shen lawan adalah teknik terkuat dari kultivator tingkat pendekar bumi terhormat tahap awal. Tetapi Xiao Shen tidak menggubris peringatan dari ketua Liau ia tetap fokus pada tetua utama yang sedanf menerjang ke arah Xiao Shen.


"Kakek".


"Tenanglah kakek tidak akan membiarkannya mati".


Cahaya keemasan di tubuh tetua utama aula bela diri yang awalnya tidak berbentuk kini mulai membentuk seekor elang emas raksasa, elang emas itu menukik tajam ke arah Xiao Shen dengan sorot mata merah menyalanya yang begitu mendominasi. Xiao Shen tersenyum tipis melihat hal itu ia bahkan Pernah menghadapi yang lebih berbahaya dari ini, lalu Xiao Shen mengangkat tangan kanannya ke atas dan mengucapkan beberapa patah kata.


"Array Penyerang, Pedang Penikam jantung 9 Raja Benua"


"Teknik pertahanan elemen cahaya, perisai cahaya perkasa"


Xiao Shen menggunakan teknik elemennya dan juga telah memasang array penyerang tingkat tingkat 3 di sekitarnya, hal itu tidak ada yang menyadarinya bahkan master pemilik juga menyadarinya saat sebuah bilah pedang raksasa bercahaya muncul dari balik awan. Pedang itu dengan cepat turun ke bawah begitu Xiao Shen menurunkan tangannya, alhasil pedang itu tepat mengenai burung elang emas kiamat tetua utama aula bela diri hingga terjadi ledakan besar menguncang paviliun lotus emas.


"Berlindung semuanya".


Boooommmmm.. duaaaaaarrrkkkkk...


Ledakan yang mampu mengetarkan tahan sejauh puluhan meter itu tentu membuat semua orang terkejut, bahkan ada yang menduga ada yang sedang menyerang paviliun dn tengah bertarung. Beruntung para tetua bergerak cepat dan mencairkan suasana di sekitar paviliun, sementara itu di arena latih tanding asap dan debu tebal bertebaran hingga membuat keadaan di tengah arena tidak kelihatan. Semuanya menjadi penasaran siapa yang memenangkan duel yang berujung mematikan itu, terlebih Fei Qia dan kakekknya yang akan merasa paling bersalah kalau Xiao Shen kenapa-napa.


"Hei lihat ada yang berdiri di tengah arena".


"itu... "

__ADS_1


"Uhhuukkk... Uhhuukkk asap ini membuatku susah bernafas saja" keluh seseorang yang berada di tengah arena yang masih diliputi asap dan debu tebal.


"Kau..."


__ADS_2