Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.96 Paviliun Lotus emas memanas


__ADS_3

"Kita sudah sampai" master pemilik Fei Lang menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu berukirkan sebuah lotus emas, tetapi kali ini ukiran lotus ini agak berbeda karna lotus itu seperti dikelilingi oleh api di sekitarnya.


"Ukiran pintu ini sedikit berbeda dengan ukiran yang ada di pintu di setiap lantai paviliun ini, apakah ada sesuatu yang spesial di balik pintu ini bahkan aku merasakan array tingkat tinggi di pintu ini" batin Xiao Shen.


"Tempat apa ini? Aku belum pernah ke sini sebelumnya" batin Fei Qia.


"Kalian berdua tentu bingung kenapa aku membawa kalian berdua ke sini bukan?, kalian tenang saja kalian akan segera tahu setelah memasuki pintu ini. Fei Qia kakek tau kau bertanya-tanya kenapa selama kau tinggal di paviliun kau baru tau tempat ini, ini demi kebaikanmu makanya kakek menyembunyikan semuanya kakek harap kau mengerti" ujar Fei Lang sambil menatap keduanya bergantian.


"Baik kakek/Master pemilik aku mengerti" jawab keduanya serempak.


Kemudian master pemilik Fei Lang berbalik mengarah ke arah pintu yang terlihat berbeda dari pintu lainnya itu, tiba-tiba energi besar berwarna emas mengelilingi tubuh master pemilik Fei Lang, energi emas itu semakin lama semakin besar hingga mampu membuat ruangan di lantai 7 itu agak bergetar.


Tiba-tiba muncul 7 pola berbeda dari array tingkat tinggi di sekitar pintu, ada yang muncul di kedua sisi pintu, langit-langit, lantai dan juga di dekat angin-angin kecil ukiran naga di atas pintu. Itu semua adalah array yang dipasang oleh master pemilik untuk menjaga pintu dan apapun yang ada di dalam.


Master pemilik berdiri di tengah salah satu susuna pola array yang paling besar dan polanya paling sulit, seperti itu adalah array pemimpin dari ke tujuh array yang terpasang di pintu itu. Lalu dengan segera ia membuka setiap array satu per satu dengan energinya.


"Array pertahan segala gerbang buka"


"Array kunci tujuh segel raja buka"


"Array racun udara 7 penjuruh buka"


"Array panah dewa api buka"


"Array penghancur tulang dan daging buka"


"Array 9 penjaga kaisar buka"


"Array pemanggil panglima perang ajaran Tao buka"


"Formasi array 7 Penguasa Alam... Lepaskan"


"Apaa!!! 7 array tingkat tinggi dipasang hanya untuk menjaga 1 pintu!!?" batin Xiao Shen dan Fei Qia terkejut bukan main melihat proses pembukaan ketujuh array penjaga pintu itu oleh master pemilik.


"Kakek ini!!!?" suara Fei Qia tidak dihiraukan oleh master pemilik ia tetap fokus pada proses pembukaan arraynya, selain itu suara Fei Qia tenggelam ditelan suara gesekan dan suara energi yang meledak di sekitar master pemilik Fei Lang.


"Apa sebenarnya yang ada di balik pintu ini hingga master pemilik memasang array sebanyak ini untuk menjaganya" batin Xiao Shen yang masih memperhatikan master pemilik melepas array itu satu per satu.


"Bocah kalau aku tidak salah ingat itu adalah formasi array 7 Penguasa Alam, sebenarnya itu hanya susunan sebuah array tetapi di dalam array itu terdapat array lagi agar array itu menjadi lebih lengkap dalam pertahanan dan serangan" jelas Zhu Que.


"Apa sebuah array dalam array lainnya dan itu ada 7 sekaligus, teknik yang sangat hebat".


"Tapi formasi susuna array 7 Penguasa Alam hanyalah array tinggkat menengah di alam dewa, selain itu aku tidak tau bagaimana seorang manusia sepertinya bisa menguasai array ini walaupun itu belum sempurna. Tetapi yang aku tau hanya darah dewa penguasa yang bisa menggunakan array ini, hmhm apakah orang tua ini...??"

__ADS_1


"Seorang dewa?".


"Tidak kau jangan berpikiran terlalu tinggi dengan manusia lemah ini".


"Lalu?!" Xiao Shen bingung lalu apa alasannya? "Sial burung jelek ini begitu sombong master array level 9 dia anggap lemah" gerutu Xiao Shen dalam hati.


"Hey aku dengar itu bocah bau".


"Ehh... Hehhe... Lalu Master Fei Lang bukanlah dew...?".


"Tidak kalau ia dewa besar maka ia sudah merasakan kehadiranku dan saudaraku setiap ia di dekat mu, aku pikir ia adalah manusia yang mendapatkan berkah dewa dan menjadi kultivator hebat".


"Kau benar juga".


"Array itu hampir terbuka".


Klang.... Kreeekkkk....


Secara perlahan pintu pun terbuka....


"Kakek tempat ini..."


"hahh seperti dugaanku". Ujar Zhu Que.


***


"Mohon tuan muda Siam tenangkan amarah tuan muda, mari bicarakan ini baik-baik di dalam" seorang panatua dari paviliun Lotus Emaa berusaha mencairkan suasana yang saat ini tegang.


Di halaman luas Paviliun lotus emas sudah tersusun rapi,10.000 pasukan dari Aula bintang jatuh milik keluarga Xuen, pasukan itu adalah pasuka elit peringkat ke 2 di dalam keluarga Xuen yang merupakan pengendali sektor militer di kekaisaran Song. Saking banyakannya bahkan pasukan itu harus membentuk formasi seperti sebuah naga di sepanjang jalan ibu kota, itu menarik banyak perhatian masyarakat sekitar hingga timbul kehebohan, karna menurut mereka akan ada tonton yang menarik antara pasukan tuan muda Siam dan paviliun lotus emas.


"Kau lihat pasukan bak naga langit ini, mereka begitu hebat aura mereka saja begitu luar biasa. Aku yakin paviliun Lotus emas mendapatkan kerugian besar kali ini" bisik salah satu penduduk kekaisaran yang menyaksikan peristiwa di halaman paviliun.


"Kau benar sepertinya akan ada tontonan menarik hari ini, tidak sia-sia aku membolos kerja hari ini hehehe".


"Dasar kalian tutup mulut dan jangan banyak komentar kalau tidak ingin mati".


"Ba... Baik".


"Hey pak tua suruh putri paviliunmu dan mainan kecilnya itu keluar untuk menemuiku sekarang juga!!" teriak Siam Xuen pada panatua paviliun lotus emas.


(Mainan kecil di sini merujuk pada Xiao Shen yang dianggap pelayan pemuas nafsu atau apalah itu, biasanya istilah itu digunakan di untuk menyampaikan kebencian yang mendalam dan keburuk seseorang yang dimaksudkan.)


"Tuan muda Siam mohon jaga ucapan anda, itu terdengar tidak menyenangkan di sini" sanggah panatua begitu mendengar ucapan Siam Xuen.

__ADS_1


"Aku tidak peduli!!! Cepat panggil wanita murahan itu sekarang juga!!".


"Jangan salahkan kami bertindak kasar tuan muda Siam".


"Cihh kau kira aku takut pada paviliun lemahmu ini?!!".


"9 master penjaga Cahaya paviliun mohon keluarlah".


Wusshh... Wusshhh... Wusshhh...


Entah muncul dari mana tiba-tiba muncul 9 bayangan yang meleset dengan kecepatan tinggi dari berbagai arah, bayangan itu berhenti di langit dan melayang di sana sambil mengawasi keadaan di bawah. Dan barulah jelas bahwa itu adalah 9 orang tua dengan jubah serba putih dengan jengot panjang mereka, mereka semua memancarkan aura menakutkan hingga mampu membuat seluruh pasukan elit yang dibawa Siam Xuen menelan lidah karna getir.


Dikenal dengan 9 penjaga cahaya paviliun mereka semua berada di ranah pendekar suci terhormat tahap akhir, kesembilan master ini sudah menjaga paviliun lotus emas puluhan tahun lamanya dan sangat jarang muncul kecuali benar-benar dibutuhkan. Konon katanya selain terdapat sembilan penjaga cahaya, paviliun juga memiliki sembilan master penjaga bayangan yang lebih ganas tanpa kenal ampun membunuh siapa pun yang mencari masalah di paviliun, tidak seperti hal 9 penjaga cahaya yang lebih tenang dan hanya akan bergerak sesuai kondisi.


Siam Xuen benar-benar terkejut dengan kehadiran 9 penjaga itu, ia tidak menyangka paviliun lotus emas masih menyembunyikan kekuatan yang amat mengerikan seperti ini. Bahkan orang-orang yang tadi meremehkan paviliun lotus emas terdiam seribu bahasa, merasakan tekanan aura dari kesembilan master di ranah pendekar bumi terhormat tahap puncak ini. Kesembilan penjaga itu dapat membalikan keadaan semudah membalikkan telapak tangan, tetapi hal itu tidak dilakukan tergesa-gesa mengingat identitas Siam Xuen, yang merupakan tuan muda ke dua dari keluarga langit nomor 1 di ibu kota kekaisaran.


"Kalian benar-benar ingin membunuh tuan muda ini? Kalian orang-orang kurang ajar!!" Siam Xuen mundur beberapa langkah sambil menelan ludahnya, sesekali menatap langit memperhatikan kesembilan penjaga cahaya.


"Aku pastikan paviliun ini hancur kalau kalian berani. Menyentuh sehelai rambut tuan muda kami!!!" tiba-tiba muncul seseorang dengan suara berat dari arah berlawanan dengan paviliun.


"Suara ini paman Dong Xuen, paman tolong aku mereka ingin membunuhku!!" Siam Xuen merasa aman dengan kehadiran pamannya, pamannya adalah seorang jenderal besar di kekaisaran dengan pengaruh yang luar biasa.


"Tuan muda tenang saja tidak ada yang bisa menyakiti tuan muda dari keluarga Xuen ku, siapa pun yang berani maka akan menerima akibatnya".


"Itu pendekar suci terhormat lainnya" seru para penduduk yang merasakan aura Dong Xuen.


Wusshhhh...


Tiba-tiba Dong Xuen muncul di samping Siam Xuen dengan membawa tombak pusaka andalannya, tombak tingkat legenda itu bernama tombak taring naga jurang langit. Pusaka kelas atas yang hanya di miliki oleh keluarga kelas atas itu, dengan perawakan tinggi dan tubuh kekarnya yang gagah dengan percaya diri Dong Xuen maju, dan tanpa segan ia mengarahkan mata tombaknya ke arah panatuan paviliun lotus emas.


"Panatuan sekalian jangan berani meremehkan apalagi berniat melukai tuan muda keluarga Xuen kami!!!" ujar Dong Xuen menatap remeh Panatuan itu.


"Jenderal besar Dong salah paham, kami tidak ingin melakukan tindakan kasar ini kalau tuan muda Siam tidak ingin menghancurkan paviliun kami" jelas panatua itu masih sesopan mungkin.


"Cihh apa salahnya menghancurkan serangga kecil seperti kalian ini hahaha" ejek Dong Xuen.


"Kau..."


"Sembilan penjaga cahaya maju, hancurkan kesombongan keluarga Xuen ini".


"Tunggu sembilan penjaga cahaya".


"Aura ini pendekar suci terhormat lainnya" panatua yang berada di tanah menghentikan sembilan penjaga cahaya.

__ADS_1


"Hahaha sudah lama kita tidak bertemu sembilan penjaga cahaya paviliun lotus emas".


"Kalian..."


__ADS_2