Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.45 Perjalanan Dunia Baru Dimulai


__ADS_3

"Pukulan tanah perusak..."


Buuummmmm...


Traaaakkkkkk...


Serangan itu memang mengenai pemuda misterius tapi tidak memiliki efek apapun


"Lemah" ujar pemuda misterius sambil tersenyum tipis, ia hanya menepuk-nepuk bajunya yang kotor terkena elemen tanah dari serangan bandit.


"Itu... Itu!? Tubuh macam apa itu!??"


"Bukan tubuhku yang kuat, tapi seranganmu itu yang terlalu lemah" sahut pemuda misterius mengeleng-geleng kepalanya meremehkan ketiga bandit itu. Pemuda itu adalah Tang Shen yang sudah pulih dari racun. Ia berniat menuju kota atau desa terdekat untuk mencari kedai makan untuk mengisi perutnya dan juga bekal, tetapi dari kejauhan ia melihat seorang gadis mudah dikejar-kejar oleh beberapa pria. Gadis itu terlihat lebih mudah beberapa tahun darinya, walaupun masih muda tapi aura kecantikannya terpancar dengan sempurna.


"Cih aku hanya menggunakan 50% kekutanku, bagaimana kalau aku menyerangmu dengan kekuatan penuh?" tantang Bandit itu sambil tersenyum licik.


"Coba saja kau buktikan" jawab Tang Shen santai, tangannya dipangkutkan ke belakang tubuhnya kentara sekali benar-benar meremehkan.


"Sial bocah ini tidak takut sama sekali" batin bandit itu.


"Bagaimana? Kenapa kau tidak menyerangku?" tantang pemuda misterius.


"Kau bisa tersenyum bangga sekarang, sebentar lagi kau akan tau akibatnya" balas bandit sambil tersenyum licik, ia sudah merencanakan sesuatu yang menurutnya bisa menghentikan Tang Shen.


"Sekarang!!" teriak ketua bandit.


"Ini... Segel mutiara 7 warna!!?" sontak Tang Shen menyadari artefak sihir ajaib tingkat tinggi itu, semua hal yang masuk ke dalam lingkaran artefak sihir itu akan kehilangan kemampuannya, tidak terkecuali ilmu bela diri dan tenaga dalam.


"Cepat aktifkan!!".


"Baik".


"Gawat!" Batin Tang Shen gugup.


Tsaakkkkk


Crassssssssss...


Wussshhhhhh...


"Tarian pedang angsa kembar".


Tiba-tiba muncul sepasang pedang anggun berukir angsa kembar di gagangnya, pedang itu meliuk-liuk dengan indah bergerak begitu cepat sulit ditangkap mata. Gerakan kedua pedang itu seiras dan amat mematikan, begitu menyentuh tubuh salah satu bandit yang hendak mengaktifkan segel mutiara 7 warna tubuh itu langsung terbelah menjadi 2.


"Ini... Ini siapa lagi" ketua bandit terkejut bukan main melihat tajamnya pisau itu memotong tubuh anak buahnya, pisau itu memotong tubuh manusia bagaikan memotong agar-agar.


"Pedang Angsa Kembar?!" tiba-tiba Zhu Que memekik di pikiran Tang Shen.

__ADS_1


"Kau tau nama pedang itu Zhu Que?" Tanya Tang Shen, ia tau pedang ini pasti bukan pedang biasa, karna bisa membuat Zhu Que sampai memekik seperti itu.


"Tentu saja... Pedang itu adalah pedang legenda tingkat tinggi, hanya berbeda beberapa tingkat di bawah Pedang Dewa Pembalik Langit. Iblis jelek itu pasti tau kehebatan pedang angsa kembar yang sudah membantai kaumnya dulu, aku sendiri tidak menduga akan melihatnya lagi di tempat ini" jelas Zhu Que.


"Benarkah sekuat itu? Nangong apa kau tau pedang itu?".


"Tentu saja master aku tahu karna pedang ini masa lalu suram bangsa iblis, pedang angsa kembar adalah pedang yang paling ditakuti oleh kau iblis selain pedang dewa pembalik langit. Konon katanya dulu pedang angsa kembar dimiliki oleh seorang pendekar wanita hebat dari sekte angsa kembar, pendekar wanita itu adalah anak dari patriark sekte angsa kembar sendiri sehingga ia mewarisi kekuatan luat biasa" jelas Nangong.


"Hebat sekali pedang angsa kembar ini".


"Bocah dibandingkan dengan pedang pembalik langit milikmu, pedang angsa kembar tidak ada apa-apanya. Aku lihat gadis muda ini belum menemui roh pedang angsa kembar, sehingga jurus yang ia gunakan tidak setajam dan sekuat pendekar wanita yang pernah aku liat dulu".


"Ya aku tahu itu, berhubungan dengan bertemu roh pedang itu bukankah ia seharusnya sudah bertemu seperti aku?".


"Apa kau sudah bertemu roh pedang dewa pembalik langit!??!" Zhu Que terkejut bukan main mendengar hal itu, daya tarik apa yang ada pada bocah ini sebenarnya hingga Tian Yuan menunjukkan dirinya secepat ini padanya.


"Benar, hal ini terjadi saat aku berada di ujian kolam ilusi Yin".


"Lalu ceritakan padaku semuanya".


"Kakak apa yang terjadi padamu, kenapa kau bisa melamun begitu ketika ada musuh di depan mu!!" teriak gadis muda menggangetkan Tang Shen dari pembicaraannya dengan Zhu Que.


"Ahhh... Aku... Aku tidak apa-apa".


"Dasar aneh".


"Haaahh akhirnya aku bisa membantu kakak, aku baru saja mengisi kembali tenaga dalamku" gadis muda berbaju giok hijau mendekati Tang Shen yang sudah dianggapnya sebagai penyelamatnya.


"Rupanya itu pedangmu, hebat sekali tekniknya" ujar Tang Shen sambil menatap takjub pedang angsa kembar melayang-layang di udara.


"Kakak ini pandai sekali memuji, teknik ku ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan teknik kakek atau ayah" jawab gadis itu sambil tersip malu.


"Jadi kau memiliki kakek dan ayah yang juga ahli dalam teknik pedang?" tanya Tang Shen makin antusias bertanya.


"Ya tentu saja, ayahku adalah seorang tetua sekte kami dan kakek ku adalah patriark sekte itu juga" jelas gadis itu muda lagi.


"Hebat... Jadi kau ini adalah seorang cucuk patriark sebuah sekte".


"Kakak benar".


"Heyy dua bocah sialan, aku masih disini jangan mengacuhkan aku begitu saja" teriak ketua bandit tidak terima dirinya tidak diperdulikan oleh sepasang muda mudi ini.


"Ah aku melupakan kalian" sahut Tang Shen mengalihkan perhatiannya dari gadis berbakat di hadapan, ia kini menatap tajam para bandit yang tersisa sambil tersenyum.


"Sialan benar-benar anak zaman sekarang, tidak tahun sopan santun pada orang yang lebih tua"


"Hey paman jelek...!!! Kami akan sopan kalau sikapmu sopan terlebih dahulu, kau sudah bertindak kurang ajar jadi jangan salahkan kami bertindak hal yang sama padamu" balas gadis muda sambil menatap dingin para bandit yang tersisa.

__ADS_1


"Cihhh siapa suruh kau begitu mengoda".


"Sialan akan ku bunuh kau!!!" teriak gadis itu murka.


"Tahan sebentar" pinta Tang Shen menghentikan gadis muda itu agar tidak bertindak jauh.


"Kenapa kau menghentikan aku kakak? Aku akan membunuhnya dengan pedangku ini, aku akan mencincang-cincang anu mereka dan memberikannya untuk makanan anjing".


"Gadis ini? Ia benar-benar kejam, tapi aku suka caranya" batin Tang Shen mendengar rencana gila gadis muda di sebelahnya ini.


"Kau beruntung masih selamat dari tajamnya pedang angsa kembar, dan kau masih berani Mengangu kami berbicara, mana sopan santunmu!" teriak Tang Shen tidak mau kalah.


"Kau.... Kalian!!!".


"Ia tau nama pedang ibu? Siapa kakak ini sebenarnya?, bagaimana ia bisa tahu nama pedangku sedangkan aku tidak pernah menyebutnya namanya padanya" batin gadis muda sambil menerka-nerka.


"Ciihh sialan... Kalian kira dengan adanya ahli teknik pedang diantara kalian aku akan takut pada kalian!".


"Aku tidak memintamu takut" jawab Tang Shen santai.


"Kurang aja benar-benar tidak sopan".


"Kau duluan yang tidak sopan".


"Sudahlah kak jangan kita hiraukan dia lagi, ayo kita habisi paman ini agar orang jahat makin berkurang di dunia ini".


"Ah kau benar juga".


"Ayo kak kita serang".


"Baik".


"Tarian pedang angsa kembar".


"Pedang energi cahaya".


"Ahli elemen cahaya, siapa dia?" batin gadis muda itu makin penasaran.


"Serangan gading gajah perkasa".


Traaakkkkkk...


Buuuukkkkkk....


Boooouuuuummmm...


Akhahaahhhhhkkkk... Uhhkk...

__ADS_1


"Ka... kalian uuhhhk... Kalian moster!".


__ADS_2