Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.51 Amukan Pasukan Roh Kematian


__ADS_3

"Benar-benar ingin cari mati!!!"


"Majulah" tantang Xiao Shen.


"Biarpun aku harus mati hari ini aku akan mengajakmu bersamaku!!" teriak Mo Xiao.


"Apaan maksudnya apa dia berniat mati bersama pemuda itu?" semua orang terkejut mendengar teriak Mo Xiao.


"Kau jangan bodoh Xiao'er" tiba-tiba tetua Mo Gu berteriak sangat kencang dan mengagetkan seluruh orang.


"Tetua Gu apa yang sebenarnya ingin dilakukan Xiao'er?!" tetua Liau pun seketika panik mendengar teriak tetua Mo Gu.


"Tidak ada waktu membahasnya lagi tetua Liau aku harus menghentikan anak ku sebelum semuanya terlambat" tetua Mo Gu hanya memalingkan kepalanya sebentar ke arah tetua Liau, lalu langsung melompat berusaha mencapai lapangan latih tanding yang berjarak 500 meter dengan cepat.


"Semoga masih sempat" batin tetua Mo Gu gugup memikirkan nasib anaknya dan seluruh penghuni sekte apabila jurus itu dikeluarkan.


"Ayah apa yang harus kita lakukan?" tetua Liu Bin tidak kalah panik.


"Kau tenang lah ada aku disini" patriark Liu Youfu masih menunggu aksi Xiao Shen.


"Ayah bagaimana aku bisa tenang melihat tetua Mo Gu berlari sekuat tenaga ke arah arena, ia keliahatan panik dan ketakutan setengah mati. Tetua Mo Gu pasti tau sesuatu yang sangat berbahaya akan terjadi dan mungkin saja itu masalah besar, ayah aku mohon kau cepat bertindak dan Segera menghentikan si Mo Xiao itu sebelum semuanya terlambat".


"Kau sebaiknya mengkuatirkan keselamatan putrimu dulu daripada keselamatan orang lain, cepat bawa dia ke tempat yang aman dan jauh dari sini dan kalau bisa evakuasi seluruh murid menjauh dari sini secepatnya" wajah patriark Liu Youfu berubah ekpersi ketika ia ingat akan sesuatu, sesuatu itu mungkin akan sangat berbahaya dan akan menimbulkan banyak korban tak berdosa.


"Baik ayah" tetua Liu Bin segera melompat dari tempat duduknya dan segera menggunakan ilmu peringan tubuhnya secepatnya mungkin, ia tidak ingin sesuatu terjadi pada putrinya.


"Cepat pergi ke tempat yang aman!!" teriak tetua Liu Bin yang tentu saja mengangetkan seluruh murid, para tetua pedang giok dan termasuk putrinya.


"Ayah ada apa ini sebenarnya kenapa ayah terlihat panik sekali?" Qin Yue bangkit berdiri ketika melihat ayahnya ngos ngosan berlari dan berteriak tanpa henti.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya Yue'er kita harus pergi dari sini secepatnya" tetua Liu Bin langsung menarik tangan putrinya.

__ADS_1


"Tapi ayah bagaimana dengan kak Shen, kita tidak mungkin meninggalnya di sini bukan" Qin Yue sekali-kali menoleh kebelakang menatap Xiao Shen di tengah arena, walaupun Xiao Shen terlihat tenang tetapi hati Qin Yue tidak bisa tenang melihatnya.


"Kau tenang saja disana ada kakekmu, dia sudah berjanji pada ayah akan menyelamatkannya nanti" jawab tetua Liu Bin tanpa menoleh, ia berusaha membawa anaknya menjauh secepatnya dari tempat itu.


"Syukurlah kalau begitu aku bisa tenang, walaupun aku masih kuatir pada kak Shen".


--


--


--


"Xiao'er jangan bodoh, jangan coba mengeluarkan jurus itu sekarang!!!!" Tetua Mo Gu berteriak kencang tetapi hal itu tidak diindahkan oleh Mo Xiao.


Sementara itu para tetua pedang giok lainnya sibuk mengevakusi para murid sekte ke tempat yang aman, patriark Liu Youfu pun tidak berdiam diri lagi dan bergegas ke tengah area menghentikan Mo Xiao.


"Xiao'er hentikan jangan bertindak gegabah" patriark Liu Youfu berusaha secepat mungkin menghentikan Mo Xiao.


"Pedang Giok darah, Pasukan Roh Kematian".


"Aku sudah menahan diri dari tadi hari ini kau pasti mati!!!" teriak Mo Xiao. "Pasukan roh kematian mengamuklah dan bunuh dia" tunjuka Mo Xiao ke arah Xiao Shen.


Ngung... Ngung... Ngung...


"Goooaaaaarrrrkkkkk......"


"Bunuh.... Bunuh... Bunuh.... "


"Guuaaoarrrkkkkk.... "


"Tidak ada ampun... Bunuh.... Syuuuytttt...."

__ADS_1


Wusssshhhhhh.....


Tsak... Tsaktsss...


Pedang giok darah tiba-tiba becahaya terang sekali hingga menyilaukan mata, tiba-tiba ratusan pasukan roh kematian keluar dari pedang Giok darah satu persatu. Para pasukan itu sudah tidak berwujud manusia, sebagian ada yang berpakaian seperti jendral berpedang dengan wajah tengkorak, ada juga kakek tua dengan mata merah dan taring panjang, bahkan para pendekar yang masih di tingkat bawah pun keluar dari pedang itu. Dan semuanya melepas energi kematian yang amat pekat hingga mampu membuat pingsan seseorang, rasa sakit ini, amarah, benci dan energi tekanan ini bahkan mampu mengancur batu besar.


"Gooarrrrkkkk...." jenderal berarmor dan dan berpedang mengeram mengangkat pedangnya, ia terlihat seperti memimpin pasukan kematian saat ini.


"Inikah pasukan kematian itu?" Xiao Shen mundur 500 meter keluar arena karna arena latih tanding penuh dengan para pasukan roh kematian, pasukan roh kematian yang amat beringas selalu haus akan darah manusia.


"Pasukan ini uhhhkkk" Mo Xiao merasakan tenaga dalamnya tershisap habis dalam seketika.


"Goarrrkkkkkkk... Bunuh... Bunuh...!!".


"Tenaga dalamku dihisap habis ukhhhkk, apa!!!! Energi kehidupanku pun di..."


Bruaakkkkkk...


"Xiao'er" teriak tetua Mo Gu melihat anaknya jatuh pingsan, ia tidak tau apakah anaknya hidup atau mati saat ini.


"Uhhhkkkkhkkk... Tetua Mo Gu apa kau ada solusi untuk ini, jujur saja aku tidak sanggup mendekati pasukan roh kematian itu. Aku seperti merasa terkcekik dan roh ku tertarik keluar apabila aku mendekati mereka, aku tidak sanggup ini terlalu berbahaya dan amat beresiko" patriark Liu Youfu bertanya pada tetua Mo Gu yang terlihat melamun menyaksikan pasukan roh kematin keluar satu-persatu dari pedang Giok darah, tetua Mo Gu sudah menyerah dan pasrah melihat nasib anak semata wayangnya itu mati karna kecerobohannya sendiri.


"Apa kau punya solusi tetua Mo Gu!!!" patriark Liu Youfu bertanya setengah berteriak sekali lagi hingga mengangetkan tetua Mo Gu yang sedang melamun.


"Ahh ada apa patriark?" tetua Mo Gu kelagapan.


"Apakah kau memiliki cara menghentikan bencana ini, aku yakin kau memilikinya karna kau adalah pemilik pedang giok darah sebelumnya" jawab patriark Liu Youfu.


"Ah itu... Aku tidak tau cara menghentikan pasukan kematian patriark, maafkan aku aku memang tidak berguna sama sekali".


"Apa kau bilang... Ini bencana... Kita harus menghentikan pasukan roh kematian apapun yang terjadi".

__ADS_1


"Baik patriark".


"Goooooaarrrkkkk bunuh diaaa.... "


__ADS_2