Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.100 Rahasia Besar


__ADS_3

"Itu... Aku...!!" master Fei Lang gugup sambil sesekali melirik xiao Shen. "Guru agung selamatkan reputasiku!" batin master pemilik Fei Lang.


"........................"


Flasback On


Lantai 7 Paviliun Lotus Emas.


(Kalau udah lupa alur cerita nya, bisa dibaca lagi dari halaman 95. Takutnya udah pada lupa karena kelamaan update hiks).


"Artefak tingkat Ilahi!"


"Burung jelek apa itu artefak tingkat Ilahi?" tanya Xiao Shen mengerutkan dahinya bingung.


Di hadapan mereka kini terpampang pemandangan sebuah kebun obat dengan aura yang kuat, di kebun itu tumbuh berbagai macam jenis tumbuh langka di dunia. Aura dunia begitu melimpah, juga muncul perasaan lega dan rasa nyaman yang tak terlukis kan yang mana adalah efek dari tumbuhan obat ratusan tahun.


"Bisa dibilang itu adalah artefak di atas tingkat legenda, tapi identitas asli dan tingkat asli dari artefak ini masih belum diketahui, haaah aku benar-benar telah meremehkan dunia manusia. Artefak ini kalau aku tidak salah ingat adalah salah satu artefak yang hilang jutaan tahun silam, namanya Manik Dunia Tersegel, singkatnya ini adalah dunia terpisah dan dunia ini memiliki kehendak sendiri" Jelas Zhu Que di dalam pikiran Xiao Shen.


"Aku baru pertama kali mendengar hal seperti itu, tapi dari penjelasan mu, itu kedengaran nya sangat luar biasa sekali. Apakah kau memilih benda seperti itu? berikan 1 untuk ku sebagai hadiah" Harap Xiao Shen.


"Dasar bocah bau kau kira artefak Manik Dunia Tersegel itu, adalah benda yang bisa kau dapatkan di mana saja di alam semesta ini?, Bahkan dulu ratusan kultivator dewa gugur demi memperebutkan Manik Dunia tersegel, artefak ini hanya ada 1 di seluruh alam semesta dan belum ada yang diakui masternya" jelas Zhu Que sambil mengerutu marah.


"Hehehe Aku hanya asal bicara, tidak perlu dipikirkan" jawab Xiao Shen malu.


"Huuuuuhh bocah bau tetaplah bocah bau" dengus Zhu Que marah.


"Kau kenapa" bisik Fei Qia yang melihat tingkat aneh Xiao Shen asik berbicara sendiri semenjak masuk ke Manik Dunia tersegel.


"Ahhh tidak ada apa-apa tak perlu di kuatir kan" jawab Xiao Shen mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hmhm kau aneh" dengus Fei Qia langsung berlalu mendekati kakeknya.


"........"


"Kakek tempat apa ini sebenarnya? aku merasakan aura Dunia sangat berlimpah di sini, kalau seandainya aku masih bisa berkultivas, mungkin ini adalah tempat yang sangat bagus haaah" tanya Fei Qia sambil menghela nafas sedih.

__ADS_1


"Qiar'er ini adalah Dunia terpisah"


"Dunia terpisah? apa maksudnya kakek aku tidak mengerti sama sekali?" Fei Qia mendongak melihat kakeknya.


"Bisa dibilang Ini adalah artefak leluhur yang sudah diturunkan turun temurun sejak dahulu, ini adalah peninggalan satu satunya dari klan kita yang sangat penting" jawab Fei Lang sambil berjalan menelusuri kebun obat ajaib.


"Artefak peninggalan leluhur?".


"Benar dan tumbuhan obat ajaib ini semuanya juga peninggalan leluhur ratusan tahun silam" jawab Fei Lang berhenti berjalan, ia memutar badannya menghadap Fei Qia sambil tersenyum.


"Lalu kenapa orang luar sepertinya kakek ajak ke tempat seperti ini?" tunjuk Fei Qia ke arah Xiao Shen.


"Inilah yang ingin aku bahas bersama kalian berdua" jawab Fei Qia sambil berjalan melewati Fei Qia menuju Xiao Shen.


"Master Pemilik saya..." jawab Xiao Shen ragu.


"Guru Leluhur Agung mohon terima sembah penerus yang tidak berguna ini!" Tiba-tiba setelah sampai di hadapan Xiao Shen, Fei Lang langsung bersujud memberikan hormat berkali-kali, ia bahkan menitiskan air mata tanpa henti.


"Kakek apa yang...!!!".


Xiao Shen dan Fei Qia sangat shock melihat apa yang dilakukan oleh Fei Lang, bahkan Zhu Que sampai tergangga melihat Xiao Shen diberikan penghormatan tertinggi seperti itu.


"Jangan banyak tanya Qia'er cepat berikan hormat ke guru leluhur agung!" sentak Fei Lang.


"Aku aku!" Fei Qia masuk belum bisa mencerna semunya, tetapi ia segera melakukan apa yang diperintahkan kakeknya.


"Memberi hormat kepada Guru leluhur Agung".


"Apa yang sebenarnya terjadi" batin Xiao Shen dan Fei Qia bersamaan.


"Master pemilik dan putri Fei Qia mohon berdiri dulu dan tolong jelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi" secepatnya Xiao Shen mengangkat badan Fei Lang untuk berdiri.


"Kakek aku juga ingin menayangkan hal yang sama" tambah Fei Qia.


"Haaah mari kita duduk di sana terlebih dahulu" jawab Fei lang sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


Mereka pun berjalan mendekati tempat duduk yang terbuat dari batu, terdapat 4 kursi mengelilingi 1 meja bundar yang terbuat dari batu juga, perasaan Fei Qia dan Xiao Shen tidak karuan, demi menantikan jawaban dari semua pertanyaan di benak mereka akan sikap Fei Lang.


"Guru leluhur Agung maafkan Kelancangan saya, saya ingin bertanya apakah anda murid langsung dari Dewa Agung Phoenix Surgawi Sembilan Ekor ?" tanya Fei Lang mulai membuka pembicaraan.


"Eh apa?" Xiao Shen dan Fei Qia lagi-lagi dibuat terkejut oleh pertanyaan Fei Lang.


"Dewa!".


"Itu saya" jawab Xiao Shen ragu-ragu.


"Guru leluhur agung tidak perlu menjawab nya, saya hanya asal bertanya. Tapi... " Fei Lang menatap Fei Qia sebentar lalu melanjutkan kalimat nya.


"Bisakah anda memenuhi permintaan dari orang tua ini?" harap Fei Lang.


"Mari dengarkan dulu apa yang ingin disampaikan kakek itu bocah" cetus Zhu Que tiba-tiba.


"Biarkan aku mendengarkan terlebih dahulu apa yang ingin tetua minta padaku" jawab Xiao Shen sambil mengganguk.


"Tolong sembuhkan cucu ku satu-satunya ini guru leluhur Agung" jawab Fei Lang sambil menatap Xiao Shen serius.


"Apaaa kakek serius meminta bantuannya? ia hanya lebih tua beberapa tahun dariku. Bahkan banyak ahli ramuan yang sudah kakek undang untuk menyembuhkan ku, tapi tidak ada yang berhasil, apa yang membuat kakek berpikir orang sepertinya bisa menyembuhkan penyakit ku ini" Fei Qia tidak habis pikir dengan kakeknya.


"Diam!!!" bentak Fei lang kepada Fei Qia yang langsung membuat nya terdiam seribu bahasa.


"Sial kakek tidak pernah membentak ku sekasar ini dulu, tapi demi orang asing ini aku sampai dibentak dengan keras... hikss awas ku Xiao Shen akan ku buat perhitungan dengan mu" batin Fei Qia menahan air matanya agak tidak menitis keluar.


"Ini apa tetua yakin meminta bantuan kepada ku?" Xiao Shen tentu meragukan kemampuannya sendiri, bagaimana tidak ia tidak pernah menyentuh bidang alkemis sama sekali selama hidup.


"Bocah jangan pesimis begitu, apa kau ingat dengan tungku alkimia yang kau ambil dari sekte selendang bulan merah dulu?, akhirnya itu akan berguna sekarang" ingat Zhu Que


"Bahkan kalau guru leluhur Agung pun tidak bisa, sepertinya memang tidak ada harapan lagi" Fei lang terlihat lesu.


"Tetua biarkan aku mencoba nya" Xiao Shen menatap Fei lang serius.


"Guru leluhur Agung anda?".

__ADS_1


__ADS_2