Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.67 Kejadian Di Penginapan Elang Perak (3-part end)


__ADS_3

Craazzzss....


2 kepala mengelinding jatuh dari tempatnya dengan sekali gerakan, bahkan Xiao Shen tidak menggunakan tenaga dalam sekali memotongnya, itu bagaikan memotong tahu dengan pisau yang amat tajam.


"Ukkhh" satu bandit yang tersisa menelan ludahnya menyaksikan teman-temannya tewas mengenaskan dalam hitungan detik, ia bahkan tidak menyadari kalau gerakan dari Xiao Shen yang begitu cepat dan sudah berada di dekatnya.


"Kau beruntung sampah bandit harimau loreng, kalian masih tidak pantas menjadi lawanku saat ini. Nyawamu kuampuni sekarang cepat pergi dan laporkan ini pada ketua kelompokmu, dan katakan akulah yang telah membunuh saudara kalian bandit harimau merah" Xiao Shen berbisik dengan pelan di telinga bandit itu hingga membuatnya merinding, bandit terkejut sekaligus ketakutan dengan kehadiran Xiao Shen yang tiba-tiba hingga ia terjatuh di antara kepala dan darah temannya.


"Kau... Bagaimana bisa... Kau..."


"Diam jangan banyak bertanya!!, segeralah pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran, bawa seluruh anggota dan ketua bandit harimau lorengmu itu kemari akan aku habisi sekalian" bentak Xiao Shen.


"Kau bocah sombong sekali, ingat ini apabila aku selamat hari ini. Itu akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidupmu, kau akan mati setelah ketua kami datang bahkan apabila 5 pendekar tadi ikut membantumu" suara bandit itu gemetar sambil berusaha bangkit berdiri, ia sudah mempersiapkan ancang-ancang untuk melarikan diri secepat mungkin.


"Kita tidak tahu siapa yang akan mati" jawab Xiao Shen sambil berkata dingin. "Nangong buka perisai ilusinya" peeintah Xiao Shen pada Nangong yang memantau pertarungan masternya dari atas atas sambil melayang-layang di udara.


"Tapi master dia?... "


"Sudah lepaskan saja aku memiliki rencanaku sendiri" jawab Xiao Shen pada Nangong, apabila Xiao Shen sudah berkata seperti itu maka Nangong tau Xiao Shen tidak ingin dibantah apalagi didebat keputusannya.


"Ba... Baik master" Nangong segera menarik kembali perisai ilusi yang ia ciptakan, lalu dengan segera ia kembali ke dalam alam spiritual Xiao Shen.

__ADS_1


"Kau tunggu saja bocah besok adalah hari kematianmu!!" teriak bandit yang tersisa sambil berlari tunggang langgang sesekali melihat Xiao Shen, ia takut kalau-kalau Xiao Shen menyerangnya secara tiba-tiba dan menghabisinya dengan kejam seperti temannya.


"Cih sampah... Bahkan kau tidak perlu menunggu besok untuk menjemput kemusnahan kelompok harimau loreng" batin Xiao Shen sambil hendak melangkah ke luar penginapan elang perak.


"Pendekar hendak kemana?!" tahan pelayan elang perak pada Xiao Shen, saat dilihatnya Xiao Shen hendak melangkah meninggalkan tempat itu mengikuti bandit yang tersisa tadi.


"Aku hendak mengikutinya hingga ke markas mereka, aku ingin lihat seberapa kuat mereka maksdku aku hanya ingin menyelidik kekuatan mereka" jawab Xiao Shen berbohong, niat awalnya tentu saja memusnahkan kelompok bandit harimau loreng sampai ke akar-akarnya, seperti halnya ia memusnahkan kelompok bandit harimau merah dulu di desa Vendesilua.


"Sebaiknya pendekar mengurungkan niat pendekar pergi kesana, di markas harimau loreng dipimpin oleh seorang tetua Siau Lang yang sudah mencapai tahap petarung suci terhormat, ia sangat terkenal di daerah sini sehingga tidak ada yang berani melawannya. Aku mohon pada pendekar dan lainnya pergi dari sini malam ini, karna mungkin mereka akan membawa seluruh kekuatan mereka untuk menyerbu desa ini dan mencari tuan sekalian" jelas pelayan penginapan elang perak kuatir akan keselamatan para pahlawan hidupnya dan juga bossnya.


"Kau tenang saja kakak, aku memiliki caraku sendiri" jawab Xiao Shen sambil tersenyum, lalu ia merasakan denyut nadi pak tua yang kini terbaring lemah di pangkuan pelayan penginapan elang perak.


"Kakek ini masih beruntung hanyam mengalami beberapa patah tulak di bagian rusuknya, aku akan menyembuhkannya terlebih dahulu" Xiao Shen meletakan tangannya di atas dada pria tua yang lemah karna tendangan telak bandit tadi di bagian dadanya, Xiao Shen mengalirkan tenaga dalam dalam jumlah besar untuk menyatukan tulang-tulang yang patah itu, terdengar suara gemeretak suara tulang mulai menyatu kembali ke tempatnya semula. Pak tua pemiliki penginapan elang perak mengeliat kesakitan luar biasa, sesekali ia muntah darah karna proses penyembuhannya yang berlangsung cukup lama dan ia juga seorang manusia biasa yang mana tubuhnya sangatlah lemah.


"Teknik penyembuhan, Nyanyian 7 Dewi Surga" Xiao Shen kembali mengalirkan tenaga dalamnya melalui telapak tangannya, semilir hawa sejuk memasuki tubuh tua rentan itu dan membuatnya berangsur-angsur membaik. Tubuh pak tua tadi tidak lagi mengeliat-mengeliat kesakitan, kini ia dapat tersenyum lebar dengan binar mata yang sangat kagum pada Xiao Shen.


"Anak muda terima kasih atas pertolonganmu, orang tua ini akan mati tanpa adanya pertolongan darimu" pak tua yang sudah sehat dan segar bugar segera bersujud di hadapan Xiao Shen memberi penghormatan sekaligus terima kasih.


"Kakek tidak perlu sungkan ini adalah kewajibanku untuk membantu sesama" jawab Xiao Shen sembari membangungkan pak tua tadi agar berdiri.


"Kau benar-benara anak muda yang baik, apa bisa aku bantu untukmu pahlawan muda" pak tua itu tersenyum pada Xiao Shen berharap ia bisa melakukan sesuatu untuk penyelamat hidupnya.

__ADS_1


"Aku hanya meminta tolong pada kakek untuk menyediakan fasilitas terbaik dan melayani para seniorku di lantai atas selama kepergianku" jawab Xiao Shen yang membuat kakek tua kebingungan.


"Pendekar kau mau pergi kemana?".


"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang kakek, tapi aku minta apabila para seniorku mencari keberadaanku maka katakan pada mereka untuk menungguku sebentar karna ada urusan yang harus aku selesaikan" jawab Xiao Shen sambil melangkah keluar penginapan elang perak.


"Pendekar muda tunggu aku... " belum sempat orang tuan rentan ini menyelesaikan ucapannya Xiao Shen sudah hilang dalam sekejap mata menggunakan langkah seribu api dari salah satu teknik indra api.


"Apakah kau tau kemana tujuan perginya anak muda itu?" tanya orang tua pemiliki penginapan elang perak pada pengawainya tadi.


"Anu ia hanya berkata seperti ini... " lalu pegawai itu menceritakan tujuan Xiao Shen dari apa yang ia dengarkan tadi, tentu saja itu membuat orang tua itu menjadi kuatir akan keselamatan Xiao Shen karna pergi ke markas harimau loreng.


"Nak semoga kau baik-baik saja, dewi Kwan Im memberkatimu. Semoga" harap cemas kakek tua itu sambil menatap keluar rumah makannya.


***


Sementara itu Xiao Shen mengejar bandit yang tersisa tadi dengan menggunakan langkah seribu api, tidak memerlukan waktu lama bagi Xiao Shen menemukannya dan membuntutinya dari belakang. Xiao Shen menjaga jarak amat dengan bandit itu agar ia tidak ketahuan sebelum mencapai markas harimau loreng, Xiao Shen ingin mengetahui dan melihat langsung markas dan kekuatan yang sebenarnya dari kelompok yang ditakuti di wilayah itu.


Setelah menempuh perjalanan hampir 8 jam, akhirnya sebuah bangunan di belakang bukit berdiri dengan kokoh. Bangunan itu dikelilingi oleh tembo tinggi dan terbuat dari batu, di atas tembok diletakan rantai dan kawat berduri yang amat tajam guna menghindari penyusup dan juga kaburnya para tawanan. Bangunan yang berdiri sendiri itu sangat luas dan di dalamnya terdapat bermacam-macam bangunan lagi, tempat itu sangat mirip sebuah kota kecil dengan hanya kumpulan bandit di dalamnya.


"Jadi ini markas mereka?" batin Xiao Shen yang berdiri di atas puncak pohon tertinggi di tempat itu, ia ingin melihat secara detail tempat itu dari puncak tertinggi dengan menggunakan pandangan api membarah.

__ADS_1


"Aku akan melakukan pembantaian ini malam nanti" batin Xiao Shen, ia sudaha amat geram dengan kelompok seperti ini, yang selalu menyusahkan masyarakat dan pikirannya.


"Tunggu pembalasanku".


__ADS_2