Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.82 Tiga Keluarga Langit kekaisaran Song


__ADS_3

"Seni pedang dewa Giok, Pedang Peta Alam".


"Teknik pedang macam apa ini?".


Dalam hitungan 1 tarikan nafas Xiao Shen melempar pedangnya te atas hingga tinggi puluhan meter, lalu muncul ilusi membuat pedang Xiao Shen terlihat menjadi ratusan bahkan ribuan pedang yang beterbangan. Setiap pedang memiliki niat membunuh yag amat kuat layaknya pedang asli, padahal hanya 1 pedang yang merupakan pedang aslinya dan memiliki niat dan kemapuan membunuh. Pedang peta alam adalah gerakan pertaka dari seni pedang dewa giok, kemapuan gerakan pertama ini mampu membuat musuh bingung dan tak sadar pedang sang pemilik jurus sudah membunuh musuhnya.


"Teknik pedang macam apa ini, kenapa muncul ribuan pedang dengan niat pembunuh yang begitu kuat?!" pembunuhan bayaran yang menyandera Fei Qia menjadi gugup dan bergetar hebat, hal ini terjadi karna ia menyaksikan dan merasakan niat pembunuh yang amat besar terarah padanya. Pembunuhan itu menjadi terduduk sambil mengeluarkankan keringat dingin, ia mundur perlahan dengan cara ngesot di tanah sambil menelan ludahnya.


"Pedang Serang!!!" Xiao Shen memerintah pedangnya melalui pikirannya lalu dengan secepat kilat ribuat pedang menuju ke arah pembunuh yang terduduk tadi, pembunuhan itu makin ketakutan ia lalu bangit lalu mengambil pedangnya untuk menangkis ribuan pedang yang datang kepadanya.


"Aaarrrkkkhhh...!!! Mati pun aku harus mati terhormat dengan perlawanan!!" teriak pembunuh menebas setiap pedang Xiao Shen yang datang padany, tetapi anehnya semua pedang yang ia tebas hanyalah pedang ilusi yang langsung mengjilang begitu ia sentuh. Pembunuh itu langsung menyadari kalau pedang-pedang yang sedang menyerangnya ini hanyalah ilusi, ia menjadi geram karna hampir kehabisan tenaga dalam untuk menebas setiap pedang ilusi dari jurus peta alam milik Xiao Shen.


"Bocah sialan beraninya kau mempermainkanku!!!, kau harus mat... "


Jleebb... Zraaassshhh...


"Cih terlalu banyak bicara bisa membuatmu cepat mati loh" Xiao Shen tersenyum getir menapa pembunuh tadi yang kini tidam memiliki kepala, darah segar terus bercucuran dari bekas luka itu hingga membuat tanah sekitar menjadi basah berwarna merah segar.


"Siapa pendekar ini kenapa teknik pedangnya begitu dalam dan tajam, aku bahkan belum pernah melihat master pedang sehebat dan permainan pedangnya begitu indah" batin Fei Qia takjub sekaligus ngeri karna tindakan Xiao Shen yang membantai anjing-anjing keluar Xuen yabg berniat membunuhnya.


"Tidak... Tidak... Master sudah mati di tangan bocah itu, sekarang kita bagaimana... Sial patriark keluarga Xuen akan membunuh kita semua" para pembunuh bayaran menjadi kacau karna pemimpin mereka telah mati di tangan Xiao Shen.


"Habislah kita!".


"Heyy anjing-anjing keluarga Xuen tidak perlu turun tangan untuk membunuh kalian, aku akan membantu mereka menghabisi sampah seperti kalian".


"Sialan master saja tidak sanggup menghadapi bocah ini bagaimana kita?!, walaupun pun kita berjumlah 15 orang belum tentu sanggup melukainya".

__ADS_1


"Kita tidak bisa menyerah sekarang serang sekarang atau tidak sama sekali!!".


"Itu benar kita akn mati terhormat!".


"Sampah-sampah ini berisik sekali" ujar Xiao Shen sembari mengarahkan tangannya ke arah 15 pembunuh yang tersisa.


"Pedang Peta Alam habisi mereka!".


"Awas itu datang!".


Jlebbbb... Jleeebbb... Jleebbb... Zhraasss...


"Mo... Moster!!" Fei Qia menjadi histeris melihat cara Xiao Shen membunuh begitu banyak orang dengab senyum di bibirnya, Fei Qia menjadi ragu apakah Xiao Shen benar-benar dari aliran putih dengan caranya membunuh sangat cenderung ke aliran hitam.


Bagaimana tidak ilusi ribuan pedang yang muncul dari langit menutupi 15 pembunuh yang tersisa membuat mereka tak terlibat, begitu ilusi pedang hilang terpampang dengan jelas di pelupuk mata Fei Qia puluhan badan tanpa kepala masih berdiri. Badan tanpa kepala itu perlahan tumbang ke bumi dan membuat area hutan menjadi seperti medan perang dengan darah di mana-mana, cara membunuh yang begitu mengerikan tidak memberi kesempatan musuh menjerit atau melakukan perlawanan sedikit pun, mereka mati begitu saja dengan kondisi tragis dan mengerikan, Fei Qia senang dan lega karna Xiao Shen di pihaknya bagaimana kalau ia di pihak musuh.


"Cihh pedangku sampai rusak, ya sudahlah mau bagaimana lagi" Xiao Shen memasukan kembali pedangnya ke dalam cincin semestanya.


"Heyy kau bagaimana keadaanmu?" tanya Xiao Shen pada Fei Qia.


"Ak... Aku baik baik saja, teri...ma kasih atas pertolonganmu" jawab Fei Qia gugup.


"Kenapa dengan gadis ini?" batin Xiao Shen.


***


Fei Qia meminta Xiao Shen mengantar pulang sampai rumahnya ke kekaisaran Song, Xiao Shen setuju karna menurutnya akan lebih mudah masuk ke kekaisaran Song dengan adanya bantuan orang dari kekaisaran itu sendiri. Tetapi sebelum itu Xiao Shen meminta Fei Qia membawa serta rombongan Xiao Sheb bersama mereka, karna hari sudah malam Fei Qia setuju saja toh yang penting aman dan ia bisa sampai secepatnya ke paviliun kakeknya.

__ADS_1


Perjalanan menjemput rombongan Xiao Shen dipenuhi dengan suasana canggung, keduanya bingung harus memulai percakapan apa agar tidak canggung selama perjalanan.


"Itu aku..." keduanya tiba-tiba berbicara di saat bersamaan tanpa sadar sehingga membuat keduanya malu sendiri.


"Eh kau duluan" tawar Xiao Shen.


"Tidak kau saja" tolak Fei Qia.


"Hmhm baiklah, jadi siapa itu keluarga Xuen dan kenapa ingin membunuhmu?".


"Ehhh itu... Aku tidak bisa memberi tahumu alasan mereka mengincar nyawaku, yang bisa aku beritahukan kalau keluarga Xuen adalah salah satu dari keluarga Langit kekaisaran Song ini" jawab Fei Qia sambil menundukkan kepalanya.


"Keluarga Langit?".


"akan aku jelaskan, Kekaisaran Song memiliki 3 keluarga utama sebagai penyokong penting kekaisaran, 3 keluarga utama kekaisaran ini di sebut sebagai keluarga Langit. Keluarga rengking pertama bernama keluarga Xuen, rengking kedua bernama keluarga Situ, dan keluarga rengking ketiga bernama keluarga Linley".


"Memangnya sekuat apa ketiga keluarga Langit ini?" tanya Xiao Shen semakin penasaran.


"Keluarga Xuen mengendalikan setengah kekuatan militer kekaisaran Song. Bahkan beberapa sekte besar berada di pihak keluarga Xuen yang besar tetapi picik. Kepala keluarga Xuen adalah jenderal perang bintang 9 di kekaisaran Song, sebagian dari mereka adalah pejabat penting negara bahkan salah satu pangeran kekaisaran Song menikahi putri dari keluarga Xuen jadi keluarga ini jelas sangat kuat".


"Keluarga Situ adalah penghasil menteri pengatur strategi perang berkualitas tinggi dan hampir setengah pejabat tinggi kekaisaran Song berasal dari keluarga Situ, keluarga situ terkenal akan generasi mereka yang sangat pintar walau tidak terlalu menonjol di bidang bela diri dan kultivasi, mereka memiliki sejarah panjang ratusan tahun sebagai penghasil pejabat-pejabat berkualitas tinggi bagi kekaisaran Song".


"Sedangkan keluarga Linley adalah pemegang saham dan ekonomi kekaisaran Song, keluarga ini monopoli hampir seluruh kegiatan ekonomi kekaisaran di bawah naungan mereka, dapat dibayangkan betapa kayanya keluarga ini hingga mampu menyaingi kekayaan dari kekaisaran Song sendiri. Bahkan kaisar Song harus menunjukkan hormat pada mereka karna ketiga keluarga utama adalah pilar penting kekaisaran".


"Mereka terdengar luar biasa".


"Mereka memang luar biasa".

__ADS_1


"Ehh kita sudah sampai itu pamanku dan juga rombonganku" tunjuk Xiao Shen pada sekelompok orang yang sedang menggilingi api ungun tidak jauh dari jalan utama menuju kekaisaran Song.


__ADS_2