Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.68 Kehadiran Musuh Bebuyutan


__ADS_3

Sebelumnya author minta maaf atas keterlambatan update novel author ini, nah besok author bakal crazy up dan menyampaikan alasan kenapa novel author ini bisa tidak update selama beberapa minggu... Plz tetap stay dan dukung author....


***


1 jam berlalu dengan begitu cepat dan selama waktu itu juga Xiao Shen mengisi kembali seluruh tenaga dalamnya yang terkuras, Xiao Shen harus dalam kondisi prima untuk melakukan pembantaian malam ini dan itu harus dengan persiapan yang matang.


"Huhhhssss.... Hari semakin gelap sebentar lagi malam akan segera tiba, dan itu semua adalah waktu kehancuran kalian kelompok manusia-manusia berhati iblis" bisik Xiao Shen geram sambil mengepalkan kedua tangannya, Xiao Shen masih dalam posisi berdiri di puncak tertinggi pohon di hutan yang memudahkannya melakukan pengintaian.


"Nak apa kau yakin ingin melakukannya sendiri kali ini?" Xuan Wu tiba-tiba berbicara pada Xiao Shen yang masih fokus memantau seluk beluk markas harimau loreng.


"Ehh... Kalian tenang saja aku pasti bisa melakukannya kali ini" jawab Xiao Shen sambil tersenyum percaya diri.


"Cihh bocah sombong, awas saja kau meminta bantuan pada kami" cemooh Zhu Que.


"Aku tidak ingin berdebat denganmu burung jelek" jawab Xiao Shen tidak peduli.


"Nangong percaya pada master, aku yakin master pasti berhasil" Nangong angkat bicara mendukung Xiao Shen.


"Cihh" Zhu Que jengah.


"Terima kasih Nangong" jawab Xiao Shen tersenyum tipis.


Semuanya kembali sepi dan lengang, Xiao Shen kembali pada aktivitasnya memantau dan mempelajari seluk beluk markas harimau loreng dengan teliti.


***


Waktu kembali berlalu dengan cepat dan hari sudah benar-benar gelap gulita, suara binatang-binatang malam mulai meramaikan seisi hutan tanpa henti. Sesekali suara lolongan serigala terdengar ikut meramaikan suasana hutan dengan suaranya yang melengking, malam ini bulan bersinar dengan terang hingga membuat keadaan seisi hutan menjadi sangat jelas di malam hari. Keadaan ini tentu sangat tidak menguntungkan bagi Xiao Shen yang sudah berencana melakukan pembantaian secara diam-diam, walaupun begitu Xiao Shen tetap tidak mengguruikan niatnya untuk tetap melakukan pembantaian untuk memusnahkan salah satu masalah di dunia persilatan ini.


"Bocah bagaimana apakah kau masih ingin melanjutkan rencanamu sekarang?" tanya Zhu Que yang mencoba mengetes keberanian dan kebulatan niat serta pendirian Xiao Shen saat ini.

__ADS_1


"Tentu saja aku akan tetap akan menjalankan rencanaku sekarang, karna kesempatan ini akan sulit aku dapatkan lain kali. Orang-orang ini adalah sekumpulan pembawa bencana bagaikan bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak kapan saja, aku harus memusnahkan mereka satu persatu walaupun ini hanya mengurangi sedikit dari kekuatan aliran hitam" jawab Xiao Shen membulatkan tekatnya, mata memancarkan semangat membara dan hawa pembunuh yang kuat.


"Terserah kau saja bocah" jawab Zhu Que mengakhiri pembicaraan mereka. "Bocah ini luar biasa... Gairah semangat juangnya, rasa membantu dan membela yang lemah, dan juga kebulatan keputusannya begitu kuat, jujur saja sebenarnya aku kagum padanya selain sifat bodoh dan kecerobohannya" batin Zhu Que.


"Ayo kita mulai" tiba-tiba Xiao Shen bangkit berdiri dan tersenyum tipis sambil menatap tajam markas bandit harimau loreng, Xiao Shen sudah mengambil ancang untuk melompot dari puncak tertinggi pohon ke arah markas bandit harimau loreng.


"Bocah tunggu dulu!!!" tahan Zhu Que.


"Ehhh... "


Xiao Shen yang hampir saja hendak melompat dengan kekuatan tinggi hampir saja oleng dan jatuh dari ketinggian, untungnya ia masih bisa menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga ia tidak jatuh saat tiba-tiba Zhu Que menghentikannya.


"Kau ini kenapa... "


"Sssttt... Diam dan perhatikan saja untuk beberapa saat" Zhu Que memberikan isyarat pada Xiao Shen agar diam.


"Saudaraku apakah kau merasakannya juga hawa negatif ini, aku tidak mungkin salah menebak kehadiran makhluk yang paling aku benci" suara Zhu Que begitu penuh amarah.


"Aku juga merasakannya saudaraku, ini tidak salah lagi salah satu dari mereka datang ke alam manusia menjadi tamu tak diundang" sahut Xuan Wu yang tidak kalah misterius hingga membuat Xiao Shen semakin kebingungan.


"Apaan mereka ini? Kenapa aku merasa seperti tidak ada disini" batin Xiao Shen kesal.


"Tuan tidak perlu kebingungan, maksud dari kedua dewa dengan tamu tak diundang itu adalah kehadiran kaum dari ras Iblis" Nangong seperti mengerti kebingungan Xiao Shen sehingga ia memberitahukan inti dari pembicaraan kedua hewan dewa itu.


"Ap... Apa kaum dari ras iblis datang ke alam manusia" Xiao Shen tidak bisa menutupi keterkejutannya setelah mendengarkan hal itu, bagaimanapun ia hanya sering mendengar cerita tentang iblis dari orang tuanya dulu, itupun sebagai dongeng pengantar tidur atau untuk menakutinya saat Xiao Shen masih kecil. Hari ini ia tidak menyangka akan melihat dan menemui atau bahkan nanti ia mungkin akan bertarung dengan kultivator iblis itu, Xiao Shen semakin antusias menyapu pandangan dengan menggunakan teknik indra api untuk melihat sosok iblis itu dengan mata sendiri.


"Bocah cepat sembunyi keberadaanmu dan tekan tingkat kultivasi sekarang, kita harus menyembunyikan keberadaan kita karna kita belum mengetahui seberapa banyak dan besar kekuatan mereka. Mereka tidak mungkin tidak membawa pasukan besar dan kekuatan tempur yang memadai ke sini, para iblis yang licik itu pasti sudah mempersiapkan rencana yang memadai karna telah berani terang-terangan datang ke alam manusia seperti ini" jelas Zhu Que pada Xiao Shen.


"Jadi seperti itu... Baiklah aku mengerti" jawab Xiao Shen mulai menutup matanya dan berkonsentrasi untuk menekan dan menyamarkan keberadaannya saat itu juga.

__ADS_1


"Mereka datang".


"Huuhhh".


"Ini... "


"Kelihatannya iblis ini datang sendiri ke alam manusia, dan lihat sepertinya para manusia itu adalah sekutunya" tebak Zhu Que.


"Mereka??... Kelompok bandit harimau putih?? Ya tidak salah lagi ini pasti mereka" batin Xiao Shen setelah mengamati dengan teliti bahu kanan para orang-orang yang mengenakan pakaian pendekar dengan lengan baju tidak ada itu, ia yakin sekali karna para bandit harimau pasti menadai diri mereka dengan membuat tato kelompoknya di bahu sebelah kanan.


"Bocah keadaan sudah semakin berbahaya di sini, di markas itu setidaknya ada 3 ahli tingkat pendekar suci terhormat dan para ahli tingkat lainnya. Apa kau yakin benar-benar akan melakukannya malam ini juga??, iblis itu setidaknya bertingkat jenderal iblis tingkat 1 dengan kekuatan tingkat seorang suci terhormat" Zhu Que mencoba menguji Xiao Shen lagi.


"Hehehe kenapa aku harus ragu?, ini yang namanya sekali dayung 2 sampai 3 pulai terlampaui. Mereka datang jauh-jauh dari sini untuk mengantarkan nyawanya padaku, kenapa tidak aku habisi saja mereka semua sekalian? " jawab Xiao Shen sambil tersenyum tipis sesekali meremas-remas tangannya di udara karena menahan perasaannya yang bergairah untuk balas dendam.


"Lihat siapa orang dengan jubah hitam dengan gambar kelopak mata merah di punggung jubahnya itu?, aku rasa kekuatannya tidak jauh dari pendekar suci terhormat" Zhu Que menyadari sosok asing selain jenderal iblis.


"Jubah itu?... Dia seorang tetua dari sekte aliran hitam kelopak mata iblis" gumam Xiao Shen, ia teringat lagi kejadian 10 tahun silam di mana saat itu orang tua dan seluruh penghuni sekte phoneix surgawi di bumi hanguskan dalam semalam. Xiao Shen menjadi kesal karna mengingat kenagan itu lagi membuatnya ingin segera membunuh ketua dari sekte musuh abadinya itu.


"Nak kau harus bisa menahan amarahmu, sekarang kita akan membuat rencana untuk melakukan serangan kali ini" peringat Xuan Wu yang melihat Xiao Shen ngos ngosan menahan amarahnya, sesekali Xiao Shen memukul kasar batang pohon di sebelah kanannyaa hingga berlubang. Xiao Shen tidak pedulu tangannya sudah terluka dan berdarah karna terlalu kuat mengepalkan tangannya.


"Bocah bodo kau harus bisa menahan emosimu, kalau kau ingin maju ke tingkat alam dewa bumi kau harus bisa mengontrol emosimu iti, kalau kau terus seperti ini sampai 500 tahun belum tentu kau bisa naik ke tingkat itu".


"Huuuuuuhhhh... Baiklah apa rencananya?" Xiao Shen lalu duduk dengan kasar untuk mendengarkan rencana Xuan Wu dan juga untuk menenangkan pikiran serta hatinya.


"Bocah bodoh di mana sifat tenang dan optimis mu biasanya, kenapa tiba-tiba hilang hari ini?" batin Zhu Que, tetapi ia juga sadar saat ini adalah saat yang amat sensitif bagi Xiao Shen, orang yang akan mereka hadapi adalah orang yang telah membuat Xiao Shen menderita ketika ia kecip dulu.


"Baiklah dengarkan rencanaku" Xuan Wu mulai menjelaskan rencananya dengan detail, Xiao Shen mendengarkannya dengan gelisah karna tidak sabaran.


"Ini... Kau serius Xuan Wu?".

__ADS_1


__ADS_2