
pemberitahuan dari author buat ngingatin aja ya, mulai di chapter ini nama Tang Shen udah berubah menjadi Xiao Shen...
***
-
-
-
Trang... Trang...
Buuukkkk...
Ukhhhkk...
"Hebat... hebat sekali junior Mo Xiao ini, sepertinya tetua Mo Gu mendidik dan mengajari anaknya dengan baik" puji salah satuh tetua pedang giok.
"Tetua Liau terlalu memuji, semua ini tidak mungkin terjadi tanpa kerja keras dari Xiao'er sendiri. Aku hanya menuntun dan memberi arahan untuk meningkatkan akar bela dirinya ,dan juga membetulkan yang salah dari kultivasinya agar makin berkembang" Tetua Mo Gu berusaha merendah.
"Tetua Mo terlalu merendahkan diri, jelas-jelas ini semua karna dirimu yang mengajarinya secara langsung. Betul kata orang buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, tetua Mo Gu sangat berbakat saat muda dan anakmu pun begitu berbakat saat muda" tetua Liau selalu bisa membuat hati orang senang akan semua perkataannya.
"Tetua Liau terlalu baik".
"Hahahaha kita adalah saudara perguruan sejak kecil, bagaimana bisa kau tidak mengenal sifatku sejak dulu".
"Ahhhh tetua Liau benar... Hahahaha..."
"Mari kembali fokus ke latih tanding ini tetua Mo, aku yakin Xiao'er akan menang berturut-turut lagi seperti biasanya" Tetua liau langsung mengalihkan pandanganya ke tengah lapangan latihan sekte, di tengah lapangan berdiri Mo Xiao dengan gagah menatap seluruh penonton yang hadir.
"Tetua Liau terlalu berlebihan lagi".
"Hahahahaa".
"Siapa lagi yang ingin berlatih tanding denganku?!!" Mo Xiao berteriak menantang setiap murid dari sekte pedang giok hijau.
"Siapa yang berani bertanding dengannya, jelas-jelas ia itu murid paling jenius dan berbakat sekte kita. Masih umur 25 tahun tetapi sudah menjadi pendekar tingkat petapa agung tahap menegah, bahkan dari sekte besar pun jarang memiliki bakat seperti Mo Xiao" para murid heboh membahas bakat Mo Xiao.
"Kau benar aku jadi iri padanya".
"Hey itu wajar sajakan? dia itu anak tetua Mo Gu yang hebat, pastinya bakat hebat ayahnya akan turun pada Mo Xiao" tambah murid lain.
"Kau benar kawan, Mo Xiao bahkan mendapatkan pelatihan khusus dari tetua Mo Gu secara pribadi. Hal ini tentunya bisa membuatnya menjadi pendekar hebat, aku yakin tidak sampai usia 50 tahun Mo Xiao akan mencapai tingkat petarung raja".
"Aaahh aku makin iri saja padanya".
"Sssttt kecilkan suara kalian, apa kalian sudah tidak nyawa kalian kalau hal ini terdengar tetua Mo Gu atau Mo Xiao?" peringat salah satu murid senior pada para murid junior yang sedang asik membicarakan Mo Xiao.
"Senior benar, kita harus jaga bicara".
"Ya ya".
"Hey apa tidak ada yang berani lagi menghadapiku?!!, kalian ini sungguh payah!!" Mo Xiao menatap para murid sekte yang berjumbel di bawah panggung lapangan tanding, para murid yang ditatap segera mendundukan kepala mereka, tidak berani membalas tatapan Mo Xiao yang menurut mereka sangat mengintimindasi mereka.
"Biarkan aku yang mencobanya!!!" tiba-tiba seorang anak muda yang mengenakan baju berbeda dari seluruh penghuni sekte mengangkat tangannya, para murid sekte segera membuka jalan bagi pemuda asing itu. Terlihat ia didampingi oleh seorang gadis muda nan cantik berbaju hijau Giok di sampingnya, Di belakangnya berjalan seorang pria sepuh yang amat di kenal oleh para murid sekte pedang giok hijau.
__ADS_1
"Itu tetua Sun Lang dan Qin Yue anak dari tetua Liu Bin, dan siapa pemuda asing itu? Berani-beraninya ia menantang Mo Xiao benar-benar cari penyakit" para murid kembali rama membahas kehadiran oramg asing di sekte mereka, bahkan orang itu didampingi oleh tetua Sun Lang dan Qin Yie secara langsung.
"Kau benar, dia benar-benar mencari penyakit saja dengan menghadapi senior Xiao".
"Junior Qin Yue?! Tetua Sun Lang!?" Mo Xiao terkejut begitu menyadari orang yang mendampingi pemuda asing itu.
"Apa kabar senior Xiao" Qin Yue menyapa Mo Xiao dengan senyum tipis.
"Ah rupanya masih belum berubah, masih dingin saja pada semua orang" batin Mo Xiao.
"Apa kabarmu Xiao'er?" sapa tetua Sun Lang sambil menyungingkan senyuman ramah di bibirnya.
"Ahhh aku... Aku baik tetua, bagaimana keadaan tetua sendiri?" Mo Xiao tersadar dari lamunannya.
"Aku baik dan Qin Yue juga" tetua Sun Lang memberi kode pada Mo Xiao, agar tidak menyapa Qin Yue untuk sekarang. Ia kembali melihat sifat dingin Qin Yue muncul ketika kembali memasuki sekte, tawa dan senyum di wajahnya tadi langsung hilang bagaikan ditelan bumi.
"Maaf senior... Apakah saya bisa berlatih tanding dengan anda" tanya pemuda asing sopan.
"Tentu saja boleh... Tetapi sebelumnya tolong perkenalkan dirimu pada kami semua" Mo Xiao memberi senyuman termanisnya pada pemuda itu.
"Baiklah kalau begitu senior".
Pemuda itu pun menaiki anak tangga panggung latih tanding, begitu sampai di samping Mo Xiao pemuda itu berhenti. Ia kemudian mengarahkan matanya menyapu seluruh sekte, kini puluhan ribu mata mengarah padanya tidak terkecuali patriark Liu Youfu.
"Apa kabar semuanya?... Maaf sebelumnya aku mengangu aktivitas latih tanding sekte ini, di sini aku ingin memperkenalkan diriku pada kalian semuanya. Perkenalkan nama ku adalah Xiao Shen umur 16 tahun, tingkat kultivasiku adalah petarung tingkat petapa agung tahap awal. Salam kenal semuanya dan mohon bimbingan para senior" Xiao Shen atau Tang Shen memperkenalkan dirinya, ia telah menekan kultivasinya hingga tahap petapa agung tahap awal. Xiao Shen tidak ingin membuat ramai seluruh penghuni sekte dengan tingkat kultivasinya, bagaimana mungkin ia memberitahukan kalau dirinya sudah mencapai petarung suci terhormat tahap akhir di usia semuda itu".
"Apa...! Dia sudah mencapai petarung tingkat petapa agung tahap awal, umurnya baru 16 tahun tapi sudah sehebat itu" para murid pedang giok hijau terkejut mendengar hal itu.
"Itu aneh aku melihat fisiknya terlihat seperti seorang pria dengan umur 20 tahun ke atas, badannya terlalu besar untuk seorang anak berusia 16 tahun".
"Hey kau tidak pernah mendengar kalau seseorang yang terlalu sering berlatih, fisiknya akan menjadi semakin lebih cepat menua daripada usianya".
"Makamya sekali-kali ke paviliun sekte dan baca beberapa buku pengetahuan di sana".
"Baik-baik lain kali aku akan ke sana".
"Bakatnya tidak kalah dari senior Mo Xiao, bahkan bisa dibilang lebih jenius dialah jenius sesungguhnya".
"Kau benar dia pasti anak seorang patriark sekte besar atau murid sekte besar di luar sana"
"Kau mengenlinya?" para murid sekte pedang giok hijau mulai ramai lagi, mereka semua memperhatikan Xiao Shen dengan teliti.
"Tidak aku tidak mengenalinya sama sekali" sahut murid lain.
"Aaaiiiihhh kusangka dia adalah murid dari sekte terkenal, dan juga marga Xiao aku jarang sekali mendengarnya" para murid memiliki asumsi masing-masing.
"Junior Xiao Shen apakah aku boleh bertanya kamu ini berasa dari sekte mana?" tanya Mo Xiao sambil memperhatikan Xiao Shen dari atas sampai bawah, ia sama sekali belum pernah melihat orang seperti Xiao Shen sebelumnya. Penampilannya agak aneh di mata Mo Xiao, penanmpilannya tidak seperti para pendekar dari sebuah sekte kebanyakan.
"Maaf senior aku tidak berasal dari sekte manapun, aku bahkan tidak memiliki rumah dan hanya seorang pendekar kelana biasa" jawab Xiao Shen jujur.
"Apa kau bilang kau tidak berasal dari sekte manapun, tapi bagaimana kultivasimu begitu tinggi?. Apakah kau memiliki guru di luar sana?, apakah gurumu itu hebat dan apakah gurumu tidak berasal dari sebuah sekte juga" Tanya Mo Xiao bertubi-tubi.
"Senior Xiao aku tidak bisa menjawab hal itu semuanya, tetapi yang jelas aku memang memiliki seorang guru yang mengajariku".
"Aaahh kau benar aku terlalu banyak bertanya masalah pribadimu, maafkan aku yang sudah terlalu merepotkanmu junior Xiao Shen".
__ADS_1
"Tidak tidak senior Xiao tidak perlu meminta maaf, wajar kalau kita selalu memiliki rasa penasaran akan sesuatu. Kita akan bertanya untuk mendapat jawaban yang memuasakan, seharusnya aku yang meminta maaf karna tidak bisa menjawab pertanyaan senior" Xiao Shen menundukkan badannya.
"Tidak tidak begitu".
"Baik senior apakah kita bisa berlatih tanding sekarang?".
"Tentu saja boleh... Tetapi di mana pedangmu?" Mo Xioa kebingungan melihat Xiao Shen tidak membawa pedang sama sekali.
"Ahh itu... Anu senior maksudku aku tidak memiliki pedang, dan aku terbiasa bertarung dengan tangan kosong" jawab Xiao Shen tersenyum canggung sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Petarung tangan kosong? Ia ini benar-benar cari mati, dengan menantang pendekar pedang yang tingkatnya lebih tinggi dari dirinya" para murid sekte kembali ramai mendengar hal itu.
"Kau benar dia itu sombong sekali mentang-mentang memiliki bakat yang tinggi, dan tidak menyadari batasannya sendiri".
"Sudahlah mari kita lihat bagaimana senior Mo Xiao memberinya pelajaran".
"Apa?? Kau serius Pertarung tangan kosong? Yang benar saja aku tidak ingin menindasmu" Mo Xiao tidak habis-habisnya mendapatkan kejutan dari Xiao Shen.
"Senior tenang saja aku akan berusaha semaksimal mungkin" jawab Xiao Shen menatap Mo Xiao.
"Baiklah nanti jangan bilang aku menidas mu ya".
"Senior tenang saja".
"Baiklah majulah".
"Aku mulai senior...hiyaaaaa".
Sementara itu di tempat duduk khusus para tetua sekte...
"Pemuda ini sepertinya cukup menarik... Aku yakin ia memiliki sesesuatu yang menarik perhatian, sehingga tetua Sun Lang dan cucuku sampai membawa kembali ke sekte" batin patriark Liu Youfu sambil mengelus-elus jengot panjangnya.
"Ayah apa kau mengenal siapa pemuda itu?".
"Tidak aku tidak kenal siapa dia" jawab patriark Liu Youfu tanpa mengalih perhatiannya dari panggung lapangan latih tanding.
"Aku sangka dia adalah salah satu murid dari sekte aliran putih juga, yang ayah undang untuk berlatih bersama murid sekte kita".
"Tidak... Aku malah mengira itu adalah murid baru yang kau maksudkan itu".
"Errrrr itu... Itu tidak usah dibahas lagi ayah" tetua Liu Bin mengalihkan pandangnya kembali ke lapangan, tanpa sengaja mata tetua Liu Bin menangkap tubuh mungil putrinya yang berada di samping tetua Sun Lang".
"Ayah bukankah itu Yue'er dan tetua Sun Lang?, kapan mereka kembali?".
"Entahlah aku pun tidak tahu, yang jelas keduanya lah yang membawa kembali pemuda asing itu bersama mereka".
"Aiiihh siapa pemuda itu sebenarnya?, sampai-sampai putriku begitu antusias memperhatikannya".
"Entalah aku yakin pemuda itu menarik perhatian putrimu, dia memiliki daya tarik dengan sesuatu yang membuatnya terlihat bahagia sekali".
"aku harap juga begitu ayah".
-
-
__ADS_1
**Maafin author karna kemarin gak up, kalain know kesibukan kelas online seorang siswa yang serba ribet ini. tapi sebagai gantinya author bakal up 2 chpter hari ini,nungguin aja ya chapter bonus hari ini...
tetap enjoying your life guys**...