Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.39 Desa Vendesilua (5)


__ADS_3

"Cakar Harimau Ganas" Lee Yan melompat dengan kecepatan tinggi ke arah Tang Shen berdiri, Tang Shen tidak melakukan gerakan menghindar sama sekali bahkan hanya tersenyum tipis.


"Perisai Cahaya Perkasa" batinTang Shen mengeluarkan jurusnya, ia sudah berada di tahap tertinggi menggunakan jurus tenaga dalam. Dimana jika dirinya ingin mengeluarkan jurus tidak perlu meneriakkan nama jurus tersebut, seperti halnya pendekar lain pada umumnya ketika mengeluarkan jurus.


Buuummmmmm...


Duaaaarrrkkkk....


Uuhhkkk..


"Kau... Jadi kau pendekar elemen cahaya?, kau pintar sekali menyembunyikan kekuatanmu dari orang lain?. Dari mana asalmu haah?, Kuil Cahaya Ilahi? Apa mereka mengutusmu kesini untuk menjaga desa ini?" tanya Lee Yan sambil memijat pelan tangannya, jujur saja setelah berbenturan dengan cahaya putih terang yang melindungi tang shen, tangan Lee Yan sedikit kebas dan juga kesemutan, ia tidak menyangka kalau perisai itu bisa aktif tiba-tiba padahal ia tidak melihat Tang Shen bergerak sedikit pun.


"Apa pedulimu? Akhir-akhir ini kalian para aliran hitam terlalu banyak bicara, apakah kalian ingin menjadi wartawan sebelum mati?" ejek Tang Shen.


"Cihhh dasar bocah sombong, jangan kira karna kau adalah utusan dari kuil cahaya ilahi kami takut padamu".


"Aku tidak berharap kalian takut padaku, aku ingin kalian dapat membuatku puas dalam permainan kali ini" jawab Tang Shen tersenyum tipis tapi lebih cenderung seperti mengejek.


"Bocah sialan apa gurumu tidak mengajarimu sopan santun selama ini haah?" bentak Lee Yan sambil menjelek jelekan guru Tang Shen.


"Cukup kau boleh hina aku sepuasmu, tapi ingat jangan pernah menghina guruku di depanku!" peringat Tang Shen.


"Kenapa bocah kau marah?!! Gurumu itu pasti orang tidak berpendidikan sepertimu, bagaimana bisa kau bersikap tidak sopam pada orang yang lebih tua darimu?" ejek Lee Yan membuat semua anak buahnya yang berjumlah ratusan orang tertawa terbahak bahak.


"Hahahaha.... Gurunya hanya orang gila tidak berpendidikan"....

__ADS_1


"Bahkan muridnya pun begitu... Hahahaha benar-benar guru dan murid yang menyedihkan" tambah yang lainnya.


"Dasar murid dan guru paling bodoh yang pernah aku liat hahahaha".


"hahahaha".


"CUKUP!!!! BUKANKAH SUDAH AKU KATAKAN, JANGAN PERNAH MENGINA GURUKU DI HADAPANKU!" teriak Tang Shen membahana membuat para pasukan bandit itu berhenti tertawaa, dirinya masih menahan amarah yang sangat meluap luap di hatinya mendengar gurunya dihina.


"Kenapa bocah kau mau marah? Silahkan, toh disini guru bodohmu itu tidak ada, kau muridnya yang bodoh bagaimana caramu membalas kami? Hahahahaha.... Dasar bodoh".


"Cukup!!!, aku sudah muak pada kalian semua!!!" teriak Tang Shen yang tiba-tiba membuat udara sekitar menjadi dingin, angin berembus begitu kencang secara tiba-tiba hingga membuat bulu kuduk mereka saat itu merinding. Tiba-tiba muncul aura membunuh yang sangat kuat berasal dari tubuh Tang Shen, bukan hanya itu saja tidak lama kemudian aura tubuh Tang Shen berubah drastis dari yang sebelumnya.


"Kalian semua sudah datang kesini dengan susah payah, jadi jangan pikir kalian bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup".


"Bo... Bocah ini siapa dia, kenapa tiba-tiba aura tubuhnya berubah drastis" keluh pasukan Lee Yan yang merasakan hawa membunuh yang luar biasa dari Tang Shen.


"Uuhkkk apa yang ini bocah ini lakukan? Kenapa aku merasa hawa kematian dan aura pembunuhan yang pekat di tempat ini" batin Lee Yan.


"Matilah lah kalian semua!!!".


"Mata Ilahi peruntuh jiwa kekuatan penuh haaaaaaaahhhhhhhhh!!!!" teriak Tang Shen.


"Ini... Ini kekuatan pendekar suci terhormat!!! Akkhhhk uuhhhkkk... "Lee Yan belum sempat melanjutkan ucapanya dirinya tiba-tiba jatuh tersungkur ke tahan, tubuh seperti ditimpa ratusan gunung raksasa yang membuat tubuh kekarnya remuk tak bersisa.


Pasukannya yang berjumlah ratusan orang juga mengalami hal yang serupa, belum sempat mereka menyadari suatu hal yang terjadi selanjutnya pada dirinya, mereka lebih dulu jatuh dan mati seperti seekor hewan yang dilindas ban mobil, remuk, gepeng dan juga tak berbentuk itu adalah definisi dari keadaan mayat mereka sekarang.

__ADS_1


"huuhh... Huuhhh... Huuhh..." Nafas Tang Shen memburu setelah mengeluarkan jurus Mata ilahi peruntuh jiwa dengan kekuatan maksimal, jurus itu menghabisakan hampir setengah tenaga dalam Tang Shen dalam sekali pakai. Jurus mematikan yang mengerikan itu memang sangat memberikan beban pada tubuh penggunanya, jadi Tang shen berjanji hanya akan menggunakan jurus itu saat keadaan benar-benar mendesak saja.


"Fiuhh... Akhirnya selesai juga" ujar Tang Shen sambil mengusap keringat di dahinya.


"Para bandit ini pasti menyimpan banyak harta di markas mereka, nanti aku akan bawa para penduduk ke sana untuk mengambilnya" batin Tang Shen.


Kini di hadapannya tertumpuk ratusan mayat-mayat yang hancur dengan mengerikan, mayat para bandit itu Tang Shen biarkan tergeletak begitu saja di tanah.


"Nangong keluarlah" perintah Tang Shen pada Nangong.


"Master mencariku?".


"ya... Kau hilangan ilusimu pada desa Vendesilua sekarang juga, sementara aku memulihkan tenaga dalamku sebentar".


"Baik master akan aku laksanakan perintah master"


"Aku serahkan padamu".


Lalu Tang Shen segera mencari tempat untuk duduk memulihkan tenaga dalamnya di sekitar tempat itu, setalah menemukan tempat yang pas dirinya segera duduk bersila dan menutup kedua matanya.


Sementara itu dari kejauhan sekitar jarak 600 meter dari area pertarungan Tang Shen, puluhan pria dewasa telah menyaksikan seluruh kejadian yang telah terjadi di depan jurang ilusi. Mereka semua menahan nafas melihat kejadian mengerikan yang menimpa para bandit harimau merah, mereka tidak menduga Tang Shen yang terlihat lembut di luar ternyata kejam seperti aliran hitam.


"Anak ink benar-benar mengerikan" batin mereka semua, tetapi mereka tidak bisa melihat Nangong yang saat itu telah mengubah desa kembali ke bentuk semula.


Setelah puas menyaksikan seluruh kejadian di depan jurang ilus, seluruh penduduk itu pun kembali ke belakang bukit desa. Walaupun mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka liat saat itu, tetapi para penduduk sadar kalau Tang Shen adalah Pendekar yang haus darah dan juga kejam.

__ADS_1


Mereka berencana akan mengusir Tang Shen secepatnya dari desa mereka setelah mereka kembali nanti, tetapi kepala desa menahan mereka melakukannya secara kasar, karna takutnya seluruh penduduk desa juga terkena imbasnya. Jadi kepala desa menyarankan agar masalah pengusiran Tang Shen secara halus lebih baik diserahkan padanya saja, semua penduduk setuju dengan rencana itu, dan mereka sepakat agar Tang Shen tidak diizinkan berlama-lama di desa mereka.


"Anak muda maafkan aku tidak bisa membantu mu kali ini" batin kepala desa dengan sedih.


__ADS_2