Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.78 Ritual Api Reinkarnasi Pagoda Jiwa Suci


__ADS_3

"Letakan dia di tanah, aku akan memulai ritual Api Reinkarnasi Pagoda Jiwa Suci sekarang" perintah Zhu Que pada Xiao Shen.


"Ba... Baik" dengan segera Xiao Shen melakukan apa yang diperintahkan Zhu Que padanya, bagi Xiao Shen sekarang yang terpenting dan paling ia prioritaskan adalah Nangong.


"Bocah ini pertama dan terakhir kalinya aku melakukan ini, dan kau jangan harap aku pernah melakukannya lagi di masa depan untukmu" ujar Zhu Que dengan nada bicara ketus, lalu tubuh ramping nan tampannya ia dudukan di dekat tubuh Nangong yang sudah hampir mati roh dan fisiknya itu.


"Baiklah aku mengerti, terima kasih Zhu Que" jawab Xiao Shen berusaha tersenyum sambil menyekat sisa-sisa air matanya, ia tau Nangong akan tetap mati tetapi Nangong akan reinkarnasi lagi dalam jangka 50 tahun kemudian. Selain itu Zhu Que akan mengetahui persi posisi kelahiran Nangong di mana pun itu di 3 alam semesta ini, hal ini membuat Xiao Shen sedikit tenang walaupun hatinya tidak sepenuhnya ikhlas melepas Nangong 50 tahun lamanya.


"Bagus kalau kau sadar diri bocah, oh ya apakah kau tidak ingin balas dendam dengan orang itu? Aku tadi hanya membuatnya sekarat dan menyegel basic kultivasinya" tunjuk Zhu Que.


Kepala dan mata Xiao Shen tidak terkecuali Xuan Wu menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh Zhu Que, dan di situ terlihat tubuh dewa harimau varja emas milik ketua harimau agung tergeletak dalam posisi tengkurap. Di bagian pinggangnya tertancap pedang merah milik Zhu Que yang berhasil menebus tubuh ketua harimau agung, pedang itu sekaligus menyegel basic kultivasi ketua harimau agung sehingga ia tidak bisa melawan dan bergerak.


"Orang yang menyebabkan Nangong sampai seperti ini ternyata ia belum mati juga rupanya, darah harus dibayar dengan darah!!!" darah Xiao Shen naik pitam lagi, tergiang di pelupuk matanya bagaimana Nangong terkena serangan ketua harimau agung hingga sekarat seperti ini dan harus mengalami nasib naas seperti sekarang.


"Mas...ter tunggu sebentar" Nangong berkata lirih hingga membuat Xiao Shen yang hendak berjalan memberi pelajaran pada tubuh lemah ketua harimau agung, harus kembali lagi dan menatap Nangong dengan binar mata hampir menangis.


"Ada apa Nangong? Kalau kau butuh sesuatu katakanlah padaku?" serkas Xiao Shen sambil menatap Nangong tidak tega.


"Ma...ster bolehkan Nangong mele...takkan Tangan Nangong di atas kepala mas...ter untuk ter...akhir kali...nya?" tanya Nangong lemah.


"Ini..." Xiao Shen terdiam sejenak, lalu ia menatap Xuan Wu yang masih dalam wujuh pendekar muda tampannya. Xuan Wu tersenyum manis pada Xiao Shen lalu mengangguk pelan tanda ia menyetujui sesuatu, Xiao Shen mengerti arti tatapan Xuan Wu yang mengiyakan permintaan Nangong yang terakhir kalinnya ini.


"Tentu Nangong kau bisa melakukannya, aku... Hikkss" Xiao Shen tidak sanggup menahan air matanya hingga harus tumpah kembali, Nangong tersenyum tipis lalu mengangkat pelan tangan manusia mungilnya ke atas kepala Xiao Shen yang menangis sambil menutupi wajahnya ke tanah. Seperkian detik tangan itu belum sampai juga di atas kepala Xiao Shen yang masih terisak, akhirnya Xuan Wu mengambil inisiatif membantu tangan mungil itu dan mengakatnya ke atas kepala Xiao Shen.

__ADS_1


"Mas...ter ini had...iah terakhir dari Nangong, semo...ga master menyukainya"


"Nangong kau... Ini?!!!" Xiao Shen refleks terkejut lalu mengangkat sedikit wajah keriputnya untuk menatap Nangong.


"Mas...ter ini adalah seluruh kulti...vasiku selama 600 tahun ini, aku menyerah...kannya pada mas...ter karna hanya mas...ter yang bisa dan la...yak untuk menggu...nakannya untuk kebai...kan" jelas Nangong putus-putus, Xiao Shen tentu terkejut mendengar hal itu tetapi sudah terlambat. Sebuah cahaya putih terang sebesar kelereng keluar dari tengah-tengah kening Nangong, lalu secara perlahan cahaya terang itu melayang dan masuk ke kepala Xiao Shen hingga membuat Xiao Shen merasakan tubuhnya penuh dengan tenaga dalam.


"Se...moga mas...ter menyu...kainya" itulah kalimat terakhir Nangong sampai akhirnya tangan mungilnya jatuh dari atas kepala Xiao Shen, Nangong menghembuskan nafas terakhirnya dengan perasaan bangga dan juga bahagia karna dapat melihat masternya untuk terakhir kalinya.


"Nangong?!!!" Xiao Shen terkejut begitu menyadari jantung Nangong sudah berhenti berdetak, dan suara nafasnya yang memburu tadi kini lenyap menandakan Nangong sudah pergi.


Tangis dan isak Xiao Shen kembali pecah ketika menyadari hal itu, dendam kesumatnya pada ketua harimau agung semakin besar.


"Bocah sudalah, saatnya aku menjalankan ritual Api Reinkarnasi Pagoda Jiwa Suci pada roh iblis ini, sebaiknya kau serap kultivasi pemberiannya agar tidak sia-sia. Iblis ini pasti ingin kau tumbuh kuat dan dapat melindungi dirimu sendiri, toh 50 tahun kemudian kalian akan bertemu lagi jadi bersabarlah bocah jelek, cengeng, kau terlalu lemah jadi cepat serap kultivasi Nangong selama 600 tahun pemberiannya sekarang juga" perintah Zhu Que yang kini sudah bersiap memulai ritual Api Reinkarnasi Pagoda Jiwa Suci pada roh Nangong.


"Yang dikatakan saudara Zhu Que benar nak" tambah Xuan Wu sambil tersenyum manis.


"Bocah ini..." bisik Zhu Que ketika melihat cara Xiao Shen selesai membantai tubuh ketua harimau agung, lalu Xiao Shen berjalan menjauh untuk mencari tempat yang cocok untuk menyerap kultivasi pemberian Nangong.


"Saudaraku tolong lindungi aku selama proses ritual berlangsung, aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun di sini" pinta Zhu Que pada Xuan Wu.


"Kau tenang saja serahkan tugas itu padaku" jawab Xuan Wu yakin.


"Baiklah aku mulai saja".

__ADS_1


Zhu Que mengigit jari jempolnya hingga berdarah lalu ia mengukir suatu tulisan kuno cina di kening Nangong menggunakan darahnya tadi, lalu setelah seperkian detik tulisan yang tidak diketahui maksudnya itu selesai Zhu Que lalu mulai menyentuh jari telunjuknya pada kening Nangong.


"Wahai Langit hari ini aku menentang kehendakmu, aku dewa Phoenix melakukan pengorbanan darah ras murni dewaku untuk memulai ritual Api Reinkarnasi Pagoda Jiwa Suci. Roh bumi dan surga sambut kehadiran satu roh iblis ini, penguasa hukum 7 lapis kehidupan izinkan roh satu ini berinkarnasi sekali lagi dalam bimbingan anugerah Api Reinkarnasi Pagoda Jiwa Suci pemberian langit padaku" ucap Zhu Que lantang sambil sesekali menatap langit malam, seolah-olah Zhu Que sedang menatang langit untuk turun dan bertempur dengannya.


Kilat besar tiba-tiba muncul dari berbagai penjuruh langit malam kala itu, suara gemuruh petir terdengar sangat menakutkan bagi seluruh makhluk hidup sehingga mereka lebih memilih bersembunyi tanpa berani mengeluarkan suara sedikitpun. Suasana hutan menjadi mencekam seolah kedatangan sosok paling menakutkan di alam semesta, sosok itu tiada lain adalah Roh dari Api Reinkarnasi Pagoda Jiwa Suci. Roh ini bertugas membakar habis tubuh fisik Nangong, sekaligus memelihara jiwa iblis ini agar dapat berinkarnasi sekali lagi dalam kurun waktu 50 tahun.


Roh Api Reinkarnasi Pagoda Jiwa Suci turun dari 7 lapis alam kehidupan lalu mengelilingi jasad Nangong sebentar, dan seketika itu juga Roh Api Reinkarnasi Pagoda Jiwa Suci melahap habis tubuh fisik Nangong lalu membawa rohnya pergi ke 7 lapis alam kehidupan dan menunggu selama 50 tahun untuk berinkarnasi lagi.


Setelah Roh Api Reinkarnasi Pagoda Jiwa Suci pergi membawa roh Nangong, semua keadaan kembali seperti semula kala. Keadaan malam normal kembali makluk hidup bisa bernafas lega dan tugas Zhu Que selesai, ia menyekat keringat dingin di dahinya karna berhasil menyelesaikan misinya.


"Semuanya selesai, perang telah berakhirnya di sini tapi kedepannya akan terjadi perang beribu kali lebih dahsyat dari ini. Kita hanya bisa berharap pada bocah garis takdir ini untuk membawa kedamaian di 3 alam" ujar Zhu Que sambil bangit berdiri.


"Kau benar saudaraku, setelah Xiao Shen berhasil menyerap kultivasi pemberian iblis itu padanya kita harus segera kembali ke penginapan. Orang-orang pasti mengkuatirkannya karna hampir semalaman menghilang" tambah Xuan Wu.


"Hmhmhm" jawab Zhu Que singkat sambil fokus melihat cahaya jinga di timur menandakan hari sudah menjelang pagi.


-


-


-


***Pengen novel ini tetap berlanjut hingga tamat jangan lupa coment, vote dan juga likenya jangan lupa.

__ADS_1


Oh ya plz jangan didownload ya cerita author ini agar dapat retwiet dari pembaca... mohon bantuannya... terima kasih...


Bantu 50k like guys***


__ADS_2