Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.95 Lantai Ke 7 paviliun Lotus Emas


__ADS_3

Tok... Tok... Tok...


Tidak beberapa lama terdengar suara ketokan di pintu kamar Xiao Shen, hingga Xiao Shen harus menghentikan kultivasinya yang sempat tersedat 2 hari belakangan ini.


"Siapa?".


"Mohon maaf tuan muda saya adalah salah satu pelayan pribadi nona muda ingin menyampaikan pesan penting untuk tuan muda".


"Baiklah silahkan masuk".


"Pesan penting apa yang dibawa oleh pelayan pribadi Fei Qia kali ini?" batin Xiao Shen.


"Terima kasih tuan muda" sang pelayan wanita yang terlihat mungkin lebih tua 2 atau 3 tahun dari Fei Qia itu memberikan hormat pada Xiao Shen.


"Baiklah pesan apa yang ingin kau sampaikan".


"Nona muda berpesan agar tuan muda datang menemui master pemilik di lantai ke 7 paviliun, tetapi tidak harus sekarang tunggu hingga tuan muda benar-benar pulih sepenuhnya" ujar Sang pelayan sambil masih menunduk.


"Apa lantai ke 7 paviliun!!?" lantai ke 7 adalah area terlarang paviliun Lotus Emas siapa pun yang berani menyentuhkan kakinya ke lantai itu akan dipenggal, dikabarkan hanya cucu dari master pemilik yang pernah naik kek lantai 7 selama ini, sehingga lantai itu menjadi tempat yang membuat banyak orang penasaran tentang apa yang ada di dalamnya.


"Kalau aku tidak salah ingat itu adalah lantai terlarang hanya master pemilik dan cucunya yang bisa masuk, bahkan Fei Qia sekalipun tidak bisa masuk apabila tidak diberikan izin oleh kakeknya. Jadi apa yang ingin dibahas oleh master pemilik hingga mengundangku ke lantai 7" batin Xiao Shen kebingungan.


"Tu... Tuan muda saya mohon undur diri karna tugas saya menyampaikan pesan ini sudah selesai" pelayan pribadi Fei Qia gugup, ia menyadarkan Xiao Shen yang terlihat termenung beberapa saat.


"Ahh... Baiklah kau boleh pergi".


"Terima kasih tuan muda, kalau begitu saja mohon diri".


"hmhm"


Untuk Beberapa saat hening menyelimuti kamar Xiao Shen.


"Bocah keberuntungan langit dan bumi sepertinya berada di pihak kita hahaha!" tiba-tiba Zhu Que berbicara pada Xiao Shen.


"Maksudmu keberuntungan apa?".


"Kau ingat saat aku memintamu untuk pergi ke suatu tempat saat itu?".


"Ya aku menginga hal itu! , apa jangan-jangan maksudmu...!!?" Xiao Shen baru sadar akan sesuatu.


"Ya kau benar lantai ke 7 dari paviliun ini".


"Hmhm sebenarnya apa yang membuatmu ingin ke lantai ke tujuh paviliun ini?" tanya Xiao Shen.


"Hehehe kau akan tau nanti" jawab Zhu Que dengan santai.


"Terserah kau burung jelek".


"Bagus bocah bau kau sangat bisa diandal, tidak percuma aku memasang array tingkat 3 dua hari yang lalu untuk menunjukkan bakat dan kekuatanmu. Sepertinya manusia pemilik tempat ini tertarik akan hal itu, ini akan mempermudah jalanku ke tujuanku ke lantai ke 7 itu, hahaha dewa ini sangat pintar".

__ADS_1


"Baiklah kau memang pintar burung jelek".


"Kau baru menyadarinya bocah bau? Sungguh ironis".


"Cihh... burung ini ingin kupanggang sampai gosong, tetapi ia adalah burung api bagaimana caraku membakar api? Aaah terserah aku tidak perduli!" batin Xiao Shen jengah melihat tingkah Zhu Que yang begitu meninggikan dirinya sendiri.


"Bocah bau bersiaplah menemui manusia itu, lebih cepat lebih baik".


"Baik baik tunggulah sebentar cerewet".


"Apa kau bilang bocah bau".


"Tidak ada".


"kau..."


***


Lantai ke 7 paviliun Lotus Emas.


Suasana di lantai ke 7 begitu berbeda dan terkesan lebih sepi, aura langit dan bumi dan juga aroma herbal berkualitas tinggi begitu terasa di lantai ini. Suasana yang begitu sepi karna memang daerah terlarang bagi orang luar, hanya terlihat Fei Qia yang berdiri di sebuah pintu besar berukir lotus yang menggunakan emas asli di pintu itu, ia terlihat menunggu seseorang dan jelas itu adalah Xiao Shen yang baru saja sampai di lantai ke 7 paviliun.


"Ap... Apa kau benar-benar sudah pulih sepenuhnya?" sapa Fei Qia pada Xiao Shen ketika Xiao Shen baru sampai di lantai ke 7.


"Putri tenang saja aku baik-baik saja aku ini adalah pendekar sejati tidak akan mati semudah itu, putri terlalu baik dan perhatian padaku dan itu membuatku tersanjung" jawab Xiao Shen sambil sedikit mengoda Fei Qia.


"Cihh biarpun kau mati sekalipun aku tidak akan peduli".


"Tentu sana, mati sana".


"Untuk tuan putri apa pun akanku lakukan walaupun harus menyebrangi lautan lava".


"Kau..."


"Kalian berdua masuklah jangan membuat keributan di lantai ke 7 paviliunku ini" tiba-tiba suara yang bergema dan berwibawa muncul dan menghentikan perdebatan kedua muda mudi ini.


"Baik kakek".


"Baik master pemilik".


"Mari putri".


"Mmftftt".


"Apakah dia masih marah? Padahal aku tadi hanya bercada padanya" batin Xiao Shen sambil mengikuti Fei Qia dari belakang.


Beberapa saat kemudian...


Kreaak... pintu besar dan tebal itu tiba-tiba terbuka sendiri hingga membuat lantai ke 7 sedikit bergetar, udara dari dalam pintu begitu berbeda bahkan atmosfirnya jauh lebih menyegarkan roh dan jiwa.

__ADS_1


Begitu keduanya memasuki pintu di dalam ruangan lantai ke 7 bau herbal dan energi langit dan bumi semakin terasa tebal di ruangan itu, Xiao Shen dapat merasakan sesuatu yang tidak asing bagi meridiannya dan itu terarah dari suatu tempat di ruangan besar itu. "Perasaan macam apa ini" batin Xiao Shen sambil memperhatikan sekitar.


Berbagai pedang artefak dan juga botol pil berbagai tingkat tersusun rapi di bagian-bagian tertentu ruangan itu, bahkan ada permata inti spiritul hewan tingkat legenda yang langka. Xiao Shen semakin kagum akan kekayan paviliun lotus emas, ini baru ruangan pribadi master pemilik, ia tidak dapat membayangkan ruang harta dan penyimpan pusaka paviliun tentulah sangat luar biasa.


Terlihat seorang kakek tua dengan baju Daozi putihnya yang semakin memperlihatkan betawa berwibawa dan tenangnya master pemilik, ia duduk di sebuah kursi kayu dengan ukiran naga di setiap sisinya, kakek itu terlihat sedang asik membaca sebuah kitab literatur kuno dan kisah-kisah dewa terdahulu, di sampul kitab itu tertulis asal usul 4 dewa kuno penjaga mata angin.


"Buku itu tentang Zhu Que, senior Xuan Wu dan dewa mata angin lainnya" batin Xiao Shen.


"Salam pada kakek".


"Hormat master pemilik".


"Bagus kalian berdua sudah datang ke sini, mari ikutin orang tua ini ke suatu tempat" ujar master pemilik sambil meletakkan kitab yang dibacanya dan bangkit dari duduknya, walaupun sudah melewati umur hampir 1 abad lebih master pemilik memiliki tubuh yang sehat dan kuat selayaknya pria dewasa yang segara bugar.


"Baik master pemilik/kakek!"


"Tempat ini begitu misterius aku merasakn aura langit dan bumi begitu melipah di sini, apakah ada artefak atau susunan array atau mungkin semacamnya di sini, yang mampu mengumpulkan dan menampung aura langit dan bumi atau sejenisnya?" batin Xiao Shen kebingungan.


"Bocah tempat ini memang misterius bahkan dengan kekuatanku saat ini, aku dan saudaraku Xuan Wu masih tidak sanggup meneliti tempat ini dengan kesadaran ilahi untuk memastikan apa yang ada di tempat ini" jelas Zhu Que di pikiran Xiao Shen akan apa yang ia rasakan.


"Begitu semisterius itukah tempat ini?".


"Benar bahkan aku merasakan adanya herbal yang hanya tumbuh di surga hadir di sini, seharusnya tempat ini masih menyimpan herbal langka lain yang hanya bisa ditemui di surga".


"Herbal langka dari surga? Bukankah itu mustahil bagaimana mungkin ada herbal seperti itu di dunia manusia? Bukankah hanya dewa yang bisa memilikinya bahkan kau pun tidak Memilikinya kan burung jelek?".


"Sialan kau bocah bau jangan menghinaku! Aku tidak akan semiskin ini kalau bukan karna kaisar dewa surga sialan itu memeras harta bahkan kekuatanku" ujar Zhu Que geram.


"Baiklah sebenarnya aku tidak bermaksud begitu, aku hanya penasaran dengan rahasia tempat aneh ini".


"Aku rasa latar belakang orang tua pemilik tempat ini tidak sesederhana itu, mungkin dia adalah dewa yang sudah dibuang".


"Kalau memang benar berarti master pemilik juga makhluk abadi dari surga?".


"Itu belum tentu bocah itu hanya tebakanku".


"Baiklah aku tau itu itu hanya spekulasiku juga karna tempat ini cukup aneh".


"Tapi disinilah benda itu yang aku cari, aku tidak menyangka akan menemukannya satu di sini" tambah Zhu Que.


"benda apa yang kau cari itu?".


"Kau akan segera tau ikuti saja kakek tua itu".


"Heyy kau bahkan lebih tua darinya, setidaknya jutaan atau milyar juta tahun" ujar Xiao Shen.


"Bocah banyak omong kosong".


"Fftftfft bukankah aku benar".

__ADS_1


"Terserah kau bocah".


"Lantai ke 7 ini menyimpan rahasia apalagi?" batin Xiao Shen terdiam dalam pikiran sendiri.


__ADS_2