Tuan 4 Dewa Mata Angin

Tuan 4 Dewa Mata Angin
Ch.36 Desa Vendesilua (2)


__ADS_3

"Hiyaaa".


Dua bandit menyerang Tang Shen secara bersaman dari sisi kiri dan dan sisi kanan, Tang Shen hanya memiringkan badannya sedikit dan berhasil menghindari serangan mematikan itu.


"Tapak Api Biru Raja tahap Awal".


Buuuummmm...


Akkhhhh...


Sebelum 2 bandit itu menyadari serangan Tang Shen dan menghindarinya, mereka berdua terlebih dahulu terkena serangan tapak Tang Shen hingga terpental ke belakang. Serangan tapak Tang Shen hanya menggunakan 5% kekuatannya saja jadi hanya meninggalkan bekas luka yang melepuh saja, apabila dikeluarkannya 100% dipastikan keduanya sudah terbakar menjadi abu sekarang.


"Uhhhkk... Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau berani menindas kami?" tanya salah satu bandit sambil memegang dadanya yang melepuh, sementara itu dari bibirnya darah tidak berhenti mengalir.


"Siapa yang kalian bilang menindas?!, bukankah kalian yang lebih dahulu menindas mereka?. Dan bukankah kalian ingin membunuhku?, aku hanya membela diri kalau tidak mungkin aku akan mati di tangan kalian" jawab Tang Shen berjalan mendekati kedua bandit sambil tersenyum tipis, tapi senyum itu bagaikan senyum iblis di mata ketiga bandit itu yang siap mencabut nyawa mereka kapan saja.


"Kau... Kau iblis" jerit salah satu bandit yang ketakutan melihat Tang Shen berjalan mendekati mereka.


"Coba katakan siapa yang iblis sebenarnya di sini?" Tanya Tang Shen sambil menghentikan langkahnya.


"Hey anak muda... Kau tidak tau kami ini berasal dari kelompok mana?" salah satu bandit yang tekuknya terkena lemparan kerikil Tang Shen mencoba angkat bicara, setelah selama pertarungan itu hanya menonton saja dari jarak yang agak jauh.


"Aku tidak peduli dari manapun asal kalian, yang jelas kalian sudah membuat keonaran di sini. Jadi jangan harap bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini, Iblis Ilusi sisanya ku serahkan padamu".


"Baik master serahkan padaku" Jawab iblis ilusi yang mulai menggunakan ilusi mematikanya pada ketiga orang bandit itu.


Iblis Ilusi menggunakan ilusi Bayangan Hati Kematian, ilusi ini menimbulkan halusinasi tingkat tinggi yang mematikan. Ilusi yang dimunculkan adalah tentang hal yang paling ditakuti oleh orang yang terkena ilusi itu, sehingga orang itu lebih baik memilih kematian ketimbang melihat ilusi ini. Seperti halnya ketiga bandit ini, mereka lebih memilih mengeret leher mereka dengan pisau di tangannya masing-masing. Setelah sebelumnya mereka semua menangis terseduh-seduh, dan juga mereka terlihat sangat ketakutan setengah mati karna ilusi itu.


"Aakkhhhhh" gadis muda yang terlihat ketakutan melihat kejadian mengerikan di hadapannya, bagaimanapun 3 orang bandit itu tanpa keraguan mengeret leher mereka masing-masing.

__ADS_1


"Tu... Maksud saya pendekar muda terima kasih atas pertolonganmu" bapak tua rentan tadi maju dengan takut-takut ke arah Tang Shen.


"Benar pendekar muda terima kasih atas bantuanmu, mo... Mohon terima lah 10 keping perak ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kami" si ibu pun maju dengan ketakutan sambil menyerahkan 10 keping perak pada Tang Shen.


"Kalian tidak perlu takut padaku, aku tidak akan bermaksud jahat pada kalian karna aku ini berasal dari aliran putih. Dan juga 10 keping perak itu kalian ambil saja karna aku tidak membutuhkannya, tetapi aku ingin bertanya sesuatu pada kalian".


"Baik pendekar muda apa itu?" ujar keduanya masih ketakutan pada Tang Shen, biar pun Tang Shen memberitahukan dirinya berasal dari aliran putih. Tetapi cara membunuhnya terkesan mengerikan dan kejam seperti aliran hitam, tapi rasa takut itu mereka tepis jauh-jauh, karna orang di hadapan mereka ini telah menyelamatkan anak mereka dari kejamnya bandit-bandit hidung belang.


"Bandit-bandit tadi itu berasal dari manakah mereka, hingga berani membuat keonaran secara terbuka di wilayah kekaisaran Zhen ini. Kenapa pula desa ini terlihat sangat sepi dan juga penduduknya sangat miskin?" tanya Tang Shen tidak mengerti.


"Pendekar pasti pendatang di desa ini?, para bandit tadi berasal dari kelompok bandit Harimau Merah, tuan pasti melihat tato harimau di lengan kiri mereka tadi bukan?. Mereka berani berbuat kekacauan di sini karna desa kami ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah, selama ini tidak ada satu pun prajurit dari istana yang berjaga di desa ini. Kepala desa sudah berusaha menghubungi pihak keamanan istana tetapi tidak pernah di gubris sama sekali, dan jadilah desa kami ini desa yang miskin. Para bandit dari harimau merah itu selain merampok harta benda kami, mereka juga mengambil anak-ank gadis kami untuk pemuas nafsu mereka" jelas sang bapak tua yang terlihat sedih.


"hmhm jadi seperti itu?" Tang Shen mangut-mangut.


"Benar tuan pendekar".


"Pak apakah aku bisa bertemu kepala desa tempat ini?".


"Baiklah kalau begitu tolong pertemukan aku dengan kepala desa, tolong tunjukan jalannya padaku".


"Lewat sini pendekar".


"Baiklah".


--


--


--

__ADS_1


Di dalam hutan Vendes yang rimbun dan masih rimbun tepatnya di dalam sebuah gua yang jauh di jantung hutan, di dalam gua itu adalah sarang dari kelompok bandit Harimau Merah yang telah merampok desa Vendesilua beberapa bulan terakhir ini.


Seorang bandit bercadar hitam berlari dengan tergesa-gesa memasuki gua, karna ada informasi penting yang ingin ia sampaikan kepada boss besar mereka


"Apa kau bilang?!!!".


"be... Benar boss Lee".


"Kurang aja siapa orang yang berani mengusik harimau ini tidur, rupannya sudah bosan hidup" boss yang dipanggil lee itu memiliki nama lengkap Lee Yan, ia adalah seorang pendekar dengan tingkat kultivasi Raja tahap akhir, belum membuka gerbang meridian sama sekali dan memiliki 500 lingkar Tenaga dalam.


"Boss orang itu telihat seperti tuan muda dari keluarga kaya, penampilannya cukup menawan kalau untuk dibilang pendekar yang sedang berkelana. Tetapi anehnya tuan muda itu bahkan tidak melakukan apapun untuk membunuh ketiga orang kita, dia hanya menatapnya dan mereka semua ketakutan setengah mati dan bunuh diri begitu saja" lapor anak buah itu lagi


"Siapa tuan muda ini, kalau aku bisa menangkapnya aku akan meminta uang tebusan yang besar pada keluarganya hahaha". Gumam Lee Yan.


"Boss memang pintar tapi bagaimana caranya kita menangkapnya?"


"kau tidak perlu kuatir, aku sendiri yang akan turun tangan ke sana untuk mengalahkannya" jawab Lee Yan sambil tersenyum.


"Boss sepertinya anak itu memiliki artefak sihir ilusi tingkat tinggi, kita bahkan akan mati jika berhadapan langsung dengannya".


"Aku tidak peduli, artefak sihir itu akan menjadi milik ku nantinya, bahkan uang tebusan nyawanya nanti" jawab Lee Yan lagi.


"tap... Tapi boss di... ".


"Sudah jangan bertanya terus!!! Kumpulkan seluruh pasukan kita untuk berangkat ke desa Vendesilua besok, kita akan mendapati kemenangan dengan kekuatan penuh hahaaha" Lee Yan tertawa terbahak bahak.


"Ba... Baik boss aku laksanakan".


"Cepat dan jangan sampai membuat kesalahan".

__ADS_1


"Baik boss aku mohon undur diri".


"hmhm pergilah".


__ADS_2